
"Jika kamu memang akan memilikinya, maka cobalah cabut pedang tersebut. Namun tidak semua orang yang dapat memasuki pelindung buatanku akan mampu mencabut pedang Nagaku, karena pedang tersebut akan memilih seseorang sebagai tuannya. " Tulisan hologram tersebut langsung menghilang.
Cao Yuan terdiam, dan kini ia berpikiran mungkin pedang tersebut memiliki roh yang dapat memilih siapa yang akan menjadi tuan dari pedang tersebut.
Sedikit jantung berdebar ketika Cao Yuan akan mencabut pedang tersebut. Saat tangannya menyentuh gagang pedang, sebuah aliran petirk yang menyengat tangan Cao Yuan membuatnya sangat terkejut.
Juuut! sengatan tersebut membuat rambut Cao Yuan berdiri, padahal ia belum mencabut hanya memegang gagang pedang, tapi sebuah kejutan aliran petir membuatnya melepas genggamannya.
"Aliran petir ini! " gumam Cao Yuan yang jantungnya berdetak kencang.
Karena tak ingin menyerah hanya karena sengatan petir, Cao Yuan menutup matanya untuk menenangkan pikiran serta hati. Tangannya kini mulai menyentuh kembali pedang tersebut dan akhirnya Cao Yuan tak merasakan sengatan petir yang berasal dari pedang tingkat Dewa itu, namun saat akan mencabutnya, aliran petir yang berasal dari pedang merambat keseluruh tubuhnya, rasa terkejutnya membuat reflek untuk melepas genggaman pedang tingkat Dewa ia coba.
Namun sekuat tenaga Cao Yuan tak dapat melepas genggamannya sendiri. Aliran petir tersebut kini bertambah menjadi jadi terus menyengat Cao Yuan.
"Akhhhh! " pekik Cao Yuan ketika aliran petir dari pedang tingkat Dewa masuk kedalam tubuhnya.
Rasa sakit yang dulu pernah ia rasakan kini kembali Cao Yuan rasakan. Rintihan Cao Yuan terus menggema diarea larangan tersebut. Satu hari telah berlalu, Cao Yuan masih saja merasakan rasa sakit akibat aliran petir yang terus menambah tegangannya menyengat dan mengalir ketubuh Cao Yuan.
Tanpa ia sedari, aliran listrik tersebut memaksa masuk kedalam dantiannya yang menjadikan sumber daya oleh Cao Yuan, sebuah akar elemen pun muncul diatas dantian Cao Yuan yang sebelahnya terdapat Api Ilahi yang membantu menyempurnakan roh elemen petir tersebut.
Tadinya sengatan yang Cao Yuan rasakan seperti siksaan, namun kini berubah menjadi aliran hangat yang terus mengisi dantiannya, dan ia merasakan keanehan terjadi saat Api Ilahi miliknya berjejer dengan roh elemen petir.
Swuuuush! Baaaams! ledakan serta aura Naga yang keluar dari tubuh Cao Yuan menyebar ke area yang dilindungi elemen petir tersebut, ledakan itu menyebabkan Cao Yuan naik tingkat ke ranah Alam tiga. Jadi kini ia dapat menyamai kekuatan serta kecepatan Cheng An, namun dirinya belum memperkokoh pondasi jiwanya sendiri.
Setelah mengalami kenaikan, Cao Yuan tiba tiba mampu mencabut pedang tersebut, namun tiba tiba dirinya melihat seluruh tubuhnya yang muncul energi petir yang bergerak.
"Ini... " ucap Cao Yuan sangat gembira, dirinya tak menyangka dapat memiliki elemen petir, karena menurut ilmu sejuta pengetahuan yang dipikirannya, seseorang yang dapat memiliki elemen hanya ditingkat Surga hingga Dewa, namun bukan bearti semua Kultivator mampu memiliki sebuah elemen. Hanya orang tertentu saja, namun kultivasi Cao Yuan yang berada ditingkat Alam tiga, dan ia memiliki elemen sungguh berkah yang luar biasa dari langit.
Setelah menghilangkan rasa keterkejutannya, dengan cepat ia menatap pedang yang telah ia genggam. Namun pandangannya seketika langsung buram, dan rohnya tiba disebuah tempat yang sangat gelap.
__ADS_1
"Dimana ini.. " gumam Cao Yuan yang tak bisa melihat area sekitarnya.
Swunggg! tiba tiba tempat yang gelap bergetar dan muncul seuliet Naga berwarna keemasan yang disertai aura mengerikan menerpa tubuh Cao Yuan. Namun Cao Yuan sendiri mampu menahan aura tersebut, hanya saja jika bukan Cao Yuan bisa bisa orang lain yang merasakan akan terkena mental.
"Anak muda! tak kusangka pemilik pedang di masa ini sangatlah lemah. " ucap Naga tersebut menggema.
Cao Yuan terdiam, dia sebenarnya sedang berpikir siapa naga emas tersebut.
"Maaf! aku dimana? " ucap Cao Yuan yang sepertinya diremehkan oleh Naga tersebut.
Sang Naga menatap tajam Cao Yuan, namun Cao Yuan masih sangat tenang.
"Ini adalah tempat didalam pedang tingkat Dewa, dan pedang ini dinamakan Pedang Naga Langit. " suara naga yang kembali menggema.
Cao Yuan mengangguk, namun dia sendiri tak bisa mengukur ranah kultivasi naga tersebut. Sedangkan sang roh naga emas yang merasa pemilik pedang sangatlah lemah benar benar membuat kepalanya pusing.
Cao Yuan hanya mengangguk, namun dia sedikit geram ketika naga tersebut memanggilnya lemah.
"Seorang bocah yang lemah sepertimu ingin menggunakanku? " ucap sang Naga meremehkan.
"Diam memanggilku dengan sebutan Lemah! " ucap Cao Yuan kemudian mengeluarkan aura Naga yang lebih mengerikan dari aura Naga emas.
Aura Naga milik Cao Yuan juga terlihat mendominasi, sedangkan sang roh Naga Emas kini tubuhnya bergetar setelah merasakan sebuah aura yang sangat mengerikan dan dia sedikit mengenal aura tersebut.
"Aura ini...! " ucap sang Naga sambil menahan penindasan tubuhnya.
Namun Cao Yuan terus menambah tekanan aura Naganya, membuat sang naga emas tertunduk dan berubah menjadi seorang manusia berumur tiga puluh tahunan yang kini berlutut tak kuasa menahan aura milik Cao Yuan.
"Ampun Dewa Naga! " ucap roh naga emas yang kini sadar didepannya siapa.
__ADS_1
Cao Yuan yang melihat sang Naga emas kini sepertinya tunduk dan ketakutan perlahan menghilangkan auranya, namun matanya masih tajam menatap naga yang kini berwujud menjadi pira berumur tiga puluh tahunan.
"Siapa yang lemah? " tanya Cao Yuan santai, namun naga emas yang mendengar seperti sebuah suara yang dapat menghukumnya kapan saja.
"Ti-tidak berani Dewa Naga! " ucap roh Naga masih berlutut walaupun aura Naga kini tak ia rasakan.
Cao Yuan masih menatap tajam naga tersebut, namun emosinya perlahan reda dan ia menatap naga tersebut.
"Kamu boleh menghina ranah kultivasiku, namun kamu harus tahu, seseorang yang lemah belum tentu akan menyerah melawan orang yang lebih kuat darinya." ucap Cao Yuan.
"..." Sang roh naga hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Saya mohon ampun Dewa Naga! " ucap naga emas yang tak ingin dihukum atas kearogannya.
Cao Yuan yang mendengar sang naga meminta ampun serta maaf kini tak menatap naga tersebut dengan tajam, melainkan berubah menjadi lembut seperti seorang yang tengah menatap sahabatnya.
"Bangunlah! " ucap Cao Yuan kemudian menyuruh roh naga untuk tidak berlutut.
Sang roh Naga pun mengikuti perkataan Cao Yuan, dia sendiri kini masih merasakan takut karena telah menyinggung seorang Dewa yang disegani di Alam Dewa. Namun dirinya tak mengerti bahwa orang yang disegani di alam Dewa telah tewas ratusan tahun lalu.
"Terimakasih Dewa Naga! " ucap sang naga.
"Tapi aku bukanlah seorang Dewa seperti ucapanmu itu. " ucap Cao Yuan.
_-_-_-_-_-_-_-__-_-_-_-_-_-_-_-__-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Bersambung.
Note: Like yang banyak biar author lanjut nanti lagi.
__ADS_1