Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Dao Fang


__ADS_3

"Bukankah kalian dapat hidup berdampingan dengan manusia biasa?" ucap Cao Yuan lagi.


Jing Yin yang merasa bersalah segera berlutut, hal tersebut diikuti oleh prajurit dibelakangnya dan juga penduduk siluman dibawah mereka kearah Cao Yuan.


"Bangunlah. " ucap Cao Yuan kemudian mengibaskan tangannya, dan membuat mereka semua turun dari langit. Melihat hal tersebut Jing Yin yakin didepannya bukan seorang manusia melainkan Dewa.


"Tu-tuan muda...." ucap Jing Yin.


"Cao Yuan. " jawab Cao Yuan.


Jing Yin menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Sekarang bawa aku ketempat kalian berasal, biarkan aku yang mengurus siluman gagak hitam, Dao Fang." ucap Cao Yuan.


Mendengar jelas ucapan Cao Yuan yang tidak menganggap keberadaan Dao Fang sang penguasa dunia siluman, membuat mereka terheran heran.


"Tu, eehh Cao Yuan, Dao Fang memiliki ranah kaisar dewa tingkat lima, apakah anda benar benar ingin bertemu dengannya. " tanya Jing Yin meyakinkan.


Cao Yuan tersenyum lembut kearah mereka semua, senyumannya tersebut benar benar membius hati Jing Yin. Namun tiba tiba aura siluman yang sangat pekat segera memenuhi udara tersebut.


"Hahahahaha! Siapa yang berani mencariku. " ucap Dao Fang muncul dari gerbang dimensi membawa jutaan pasukan silumannya.


Cao Yuan membalikan badannya, begitu juga dengan para penduduk yang telah dilindungi perisai buatan Cao Yuan.


"Oh dia itu Dao Fang. " ucap Cao Yuan tenang.


Dao Fang menggertakan giginya, ia mencoba mengukur ranah kultivasi pemuda tampan tersebut, namun ia tidak merasakan apapun.


"Hei pemuda, lebih baik kamu pergi, sebelum aku bertindak lebih jauh lagi."


Mendengar hal tersebut, Cao Yuan tertawa sangat keras yang membuat seluruh pasukan merinding dibuatnya, padahal tidak ada sama sekali aura hanya tawanya saja yang menggema.


"Hahahahaha, apakah dengan pasukan semut mu itu kamu sudah bangga dan bertingkah sebagai sok penguasa di benua rendah ini? " tanya Cao Yuan sinis.


"Kau.... Sejak kapan manusia biasa memiliki keberanian seperti ini! " ucap Dao Fang melesat cepat kearah Cao Yuan.

__ADS_1


Namun saat berada didepan Cao Yuan, ia akan meninju wajah tampan itu, tubuhnya serasa tertimpa puluhan gunung. Hal tersebut membuatnya kini jatuh berlutut tanpa daya. Jing Yin dan sisa siluman yang ia bawa membelalakan matanya, ia jelas tahu bahwa pemuda tersebut yang melakukannya. Pasukan yang dibawa Dao Fang tak terima, sehingga jutaan pasukan tersebut melesat kearah Cao Yuan.


"Semut. " ucap Cao Yuan mengeluarkan aura Naganya kearah pasukan Dao Fang. Seketika semua pasukan jatuh berlutut dan meringis menahan penindasan yang sangat diluar nalar.


Cao Yuan hanya diam menatap mereka semua dengan tajam, ia diam diam juga mengirim pesan ke pasukan Abadi untuk segera menemuinya di benua rendah, dengan sigap pasukan abadi segera muncul dari portal dimensi yang sangat besar. Aura agung dan kultivasi terasa menyebar kesegala penjuru arah, merasakan hal itu Cao Yuan membuka mulutnya.


"Ini yang dinamakan pasukan. " ucap Cao Yuan.


Kemunculan ribuan pasukan berjirah perang dengan kekuatan yang sangat dahsyat membuat semuanya hanya bisa menganga.


"Hormat pada Dewa Naga! " ucap mereka semua kompak.


Penuturan hormat yang membuat jantung mereka semua berdetak kencang, bahkan Dao Fang seorang pemimpin dunia siluman juga wajahnya berubah menjadi pucat terlihat. Cao Yuan mengangkat tangannya, setelah itu ia menatap Dao Fang dengan tenang.


"Bagaimana? Jika kalian ingin berperang dengan pasukanku maka aku terima tantanganmu itu Dao Fang. " ucap Cao Yuan.


Dao Fang yang masih jatuh berlutut benar benar apes bertemu dengan Dewa Naga, bahkan ia sudah mengetahui bahwa musnahnya para iblis diakibatkan oleh Dewa Naga yang melakukannya beserta pasukannya. Maka dari itu ia hanya bisa berlutut sambil mencoba menahan aura naga yang sebenarnya hanya seperempat aura naga yang dimiliki Cao Yuan yang ia keluarkan.


"Ha-hamba tidak berani De-dewa Naga! " ucap Dao Fang ketakutan.


"Tapi aksimu memaksaku untuk membunuhmu, namun tenang saja aku akan membiarkan pasukanmu mati. " ucap Cao Yuan, kemudian ia menarik tubuh Dao Fang kecengkeramannya.


"Aku akan berpesan padamu. " ucap Cao Yuan.


"Ha-hamba siap menerima pesan anda De-dewa Naga! " ucap Jing Yin terbata bata.


Cao Yuan mengangguk tenang.


"Kalian boleh tinggal bersama manusia biasa disini, namun ingat kalian harus akur, tidak ada perpecahan diantara kalian, kalian harus saling melengkapi di benua rendah ini. " ucap Cao Yuan.


"Ba-baik hamba siap De-dewa Naga. " ucap Jing Yin kemudian meminta maaf pada penduduk atau warga asli benua rendah.


"Dan untuk pasukan yang dibawa Dao Fang. " ucap Cao Yuan menatap mereka dengan tajam.


Seketika jutaan pasukan siluman tersebut merinding dan menelan ludah mereka.

__ADS_1


"Jika kalian berkhianat dan tidak mau mematuhi aturan yang dibuat oleh Jing Yin, maka kalian akan mati seperti Dao Fang. " ucap Cao Yuan menghilang dan muncul dilangit didepan pasukan Abadi.


"Ba-baik Dewa Naga! " ucap pasukan siluman ketakutan.


Cao Yuan kemudian membuat segel tangan, dan kemudian munculah gerbang teleport ke alam salah satu Budhha. Setelah itu ia segera tersenyum kearah mereka semua dengan tulus, terutama Jing Yin.


"Ingatlah pesanku, karena aku memiliki pasukan yang dapat membunuhmu semua. " ucap Cao Yuan memasuki gerbang teleportasi diikuti oleh pasukan sekte Abadi dan Tetua Lu Ye.


Swuuuung! Gerbang teleportasi lenyap dengan hilangnya Cao Yuan dan pasukannya, setelah itu ia segera muncul di alam milik Budha. Cao Yuan menatap mereka dengan hangat, pasukan Abadi, yang akan melindungi alam semesta kelak.


"Aku meminta kalian belajar dari pengalamanku, jika bisa memberi maaf maka berikanlah, jika mereka masih memiliki pikiran yang jahat, kalian dapat memberikan hukuman yang lebih berat, bahkan kematian. " ucap Cao Yuan.


"Baik Dewa Naga! " ucap pasukan abadi yang dipimpin oleh Tetua Lu Ye.


Cao Yuan kembali tersenyum dan kemudian ia menepuk jidatnya sendiri.


"Tuan muda? Ada apa? " tanya tetua Lu Ye heran.


"Ehhh mumpung ada paman, paman aku ingin bertanya padamu." ucap Cao Yuan.


"Katakanlah tuan muda. " ucap tetua Lu Ye.


"Apakah paman bisa mencarikan hadiah untuk Lylia. " tanya Cao Yuan.


"Untuk pernikahan? " tanya tetua Lu Ye.


Cao Yuan mengangguk, dan kemudian ia berharap tetua Lu Ye memiliki solusi.


"Kembang api. " ucap tetua Lu Ye.


Cao Yuan memikirkan sebentar usul tetua Lu Ye.


"Boleh juga, namun dimana aku harus menemukannya. " uca Cao Yuan.


Tetua Lu Ye tersenyum.

__ADS_1


"Tuan muda, kembang api dapat didapatkan atau dibuat oleh siapapun, namun bahannya harus ada, dan kami semua siap membuatkan banyak kembang api untuk pernikahan tuan muda nantinya. " ucap Tetua Lu Ye.


Cao Yuan matanya berkilat mendengar hal tersebut. Setelah itu ia segera mengeluarkan beberapa bahan yang diperlukan untuk membuat kembang api yang akan membuat kenangan pernikahan di alam dewa dengan Lylia.


__ADS_2