Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Memberi Pelajaran


__ADS_3

"Tenanglah Thai Hao! jangan terpancing emosi ketika menghadapi masalah kecil seperti ini. " ucap Jendral Tyrant menenangkan.


"Tenang katamu? hahaha aku adalah walikota Taichi, yang berani menyentuh anakku maka hukumannya mati! " ucap Thai Hao dingin.


Dua Jendral hanya menggelengkan kepala mereka, karena menurut mereka Thai Hao bukanlah walikota yang penyabar, dan bijak.


"Prajurit! suruh penjaga gerbang kota untuk menutup keluar masuk pintu kota! dan sisanya ikuti aku mencari seorang pemuda yang berani membuat anaakku jadi seperti ini! " ucap Thai Hao tegas.


"Ba-baik tuan! " jawab prajurit yang langsung melaksanakan tugasnya.


Setelah itu Thai Hao dan Thai Lu keluar membawa puluhan prajurit untuk mencari pemuda yang berani memprovokasi mereka. Sedangkan untuk dua Jendral kerajaan kini saling pandang.


"Haiis, walikota yang Naif! dia benar benar tak menyelidiki latar belakang pemuda yang berani memprovokasi dirinya. " ucap Jendral Tyrant yang langsung berdiri dan mengikuti walikota mencari pemuda yang memprovokasi mereka.


"Kau mau kemana? " tanya Jendral Liong heran.


"Ikuti saja mereka, lebih baik kita menjadi penengah masalah ini. " ucap Jendral Tyrant.


Jendral Liong pun mengikuti langkah Jendral Tyrant.


Cao Yuan, Niu, Hao Shi, serta Luo Luo pun telah menghabiskan makanan mereka. Disela sela perbincangan mereka, Luo Luo yang memang mudah emosi bercerita tentang kejadian tadi.


"Tuan muda, kenapa anda tidak menghabisinya saja! padahal dia berani menyinggung anda! " ucap Luo Luo geram.


Cao Yuan kemudian menggelengkan kepalanya dan menatap Niu serta Hao Shi secara bergantian.


"Luo Luo, walaupun kita berada dijalan yang benar, bukan bearti kita dapat membunuh seseorang sesukanya." ucap Cao Yuan tenang.


Ditengah tengah mereka asik bercerita, tiba tiba sebuah suara ketukan dari pintu ruang terdengar.


Tok! Tok! Tok!


"Tuan muda! walikota Taichi ingin bertemu dengan anda! " ucap Pelayan yang mengantar makanan tadi.


Cao Yuan mendesah pelan dan menatap bawahannya secara bergantian.


"Ingat! biar aku saja yang menyelesaikannya, kalian hanya menonton saja. " ucap Cao Yuan langsung berdiri dan diikuti oleh tiga bawahannya.


Niu, Hao Shi, serta Luo Luo hanya mengangguk. Dan mereka berempat segera keluar dari ruang VIP dan mengikuti pelayan yang mengantarkan pada mereka ke lantai bawah.

__ADS_1


Sesampainya Cao Yuan melihat puluhan prajurit, serta satu pemuda yang ia tampar dan seorang berbaju bangsawan.


"Apakah dia yang membuatmu jadi seperti ini? " ucap Thai Hao menunjuk wajah Cao Yuan.


"Be-benar ayah! " jawab Thai Lu.


Cao Yuan masih tetap tenang dengan diikuti oleh ketiga bawahannya menghampiri walikota beserta anaknya. Para pelanggan yang tak ingin terkena imbas pun segera keluar dari resto dan melihat dari halaman resto. Cao Yuan masih tetap tenang walaupun para prajurit kota menodongkan senjatanya.


"Emm ada apa kalian mencari ku. " ucap Cao Yuan sambil mencari bangku kosong.


"Apa!! " ucap Thai Lu kaget melihat pemuda yang menghajarnya seperti tidak menghormati ayahnya.


Prajurit dibelakang Thai Lu dan Thai Hao langsung membentak Cao Yuan.


"Kurang ajar! didepanmu adalah walikota! " ucap Prajurit langsung ingin menampar Cao Yuan.


Cao Yuan masih tenang walaupun prajurit tersebut akan menampar dirinya hingga hampir mengenai pipinya. Cao Yuan langsung menangkis dan .


Krakk! suara lengan patah dari prajurit yang ingin menamparnya.


"Akhhh! " prajurit tersebut mundur dan langsung berteriak.


"Tangkap dia! " ucap Thai Hao memerintah.


"Baik! " ucap kompak prajurit dan mengepung Cao Yuan yang masih tetap tenang duduk dan dibelakangnya terdapat tiga bawahannya yang juga tenang tanpa merasa terancam.


"Pemuda! lebih baik anda menyerahkan diri anda! " ucap Prajurit yang telah mengepung Cao Yuan.


"Menyerah? ooh kalian kacung dari walikota serta anaknya yang bodoh ini ya? " tanya Cao Yuan memprovokasi.


Semua orang membuka mulut mereka lebar lebar mendengar ucapan pemuda yang terlihat sangat berani tersebut.


"Brengsek! bunuh saja dia ditempat! " ucap Thai Hao sudah sangat geram.


Dengan perintah dari Walikota, prajurit tersebut langsung menusuknya hingga hampir mengenai Cao Yuan, namun tiba tiba tombak dan pedang yang mereka gunakan patah tanpa mereka sendiri tau penyebabnya.


"Apaa! " ucap terkejut semua orang yang melihat kejadian yang menurut mereka mustahil.


Karena Cao Yuan, Niu, Hao Shi, dan Luo Luo hanya diam saja tanpa melakukan pergerakan.

__ADS_1


"Berhenti! " tiba tiba suara dua jendral Tyrant dan Liong membuat mereka segera mundur.


"Tuan Yuan! " ucap mereka berdua hormat.


Dan lagi lagi semua orang terkejut melihat dua jendral yang disegani hormat pada seorang pemuda yang mereka tak kenal sekalipun.


Cao Yuan pun hanya melirik dan menatap walikota serta anaknya dengan raut wajah yang datar.


Gleek! suara ludah walikota dan anaknya terdengar. Keheningan pun terjadi, dan walikota serta anaknya benar benar dibuat merinding melihat raut wajah pemuda yang mereka provokasi menjadi datar.


"Jika aku membunuh mereka berdua, apakah kalian akan membantu mereka? " ucap Cao Yuan dingin.


Sekali lagi semua orang kembali terkejut mendengar ucapan pemuda tersebut, hingga Thai Hao kini telah terlalap emosinya dan membuang semua rasa takutnya terhadap dua jendral kerajaan.


"Brengsek! kamu sekarang ada dikotaku! apakah kau tidak takut mati oleh prajuritku! " ucap Thai Hao.


"Takut mati? " ucap Cao Yuan dingin dan langsung melesat menuju Thao Lu yang hanya diam ketakutan.


Slaaash! Cao Yuan melesat serta menarik pedang jendral Liong yang dipinggangnya dan langsung menebas tangan anak wali kota.


Semua orang benar benar tak dapat melihat kecepatan pemuda tersebut yang kini telah kembali ditempat duduknya.


"Akkhh! ayah sakit yah! " ucap Thai Lu yang membuat semua orang kembali terkejut melihat tangan kirinya telah terlepas.


Thai Hao hanya diam dan dia juga benar benar tak melihat kecepatan pemuda itu yang memotong lengan anaknya.


"Pergi! jika aku mau, maka aku membunuh anakmu secara mudah! " ucap Cao Yuan sedikit sombong.


Gleek! suara ludah yang ditelan dari semua orang. Cao Yuan yang masih melihat semua orang terdiam dan melamun membuatnya ingin segera meninggalkan resto itu.


"Jendral Tyrant, Jendral Liong! mari kita lanjutkan perjalanan. Niu, Luo Luo, serta Hao Shi mari kita pergi! " ucap Cao Yuan kemudian diikuti oleh dua jendral dan rombongannya Niu.


Melihat kepergian pemuda itu membuat Walikota masih terdiam dan dia sadar ketika anaknya telah pingsan.


"Luer! Luer! Prajurit! kemari bawa anakku untuk berobat! " ucap Thai Hao dengan penuh kebencian.


"Ba-baik! " ucap Prajurit yang juga pulih dari keterkejutannya.


Setelah rombongan Cao Yuan pergi, terdengar banyak sekali warga kota Taichi yang merasa senang karena Walikota serta anaknya yang arogan kini telah diberi pelajaran oleh seorang pemuda yang nampaknya bukan orang sembarangan.

__ADS_1


__ADS_2