
Hanya gelengan kepala diperlihatkan olehnya. Setelah itu mereka berdua dibawa oleh Cao Zhen Xin menuju kamar milik Jing Yin. Sesampainya pintu kamar terbuka, wanita muda cantik terlihat terbungkus es.
"Senior, aku harap senior berhasil menyembuhkannya. " ucap Cao Zhen Xin.
"Hemm, baiklah aku akan mencobanya. " ucap Bing Yinshi membuat segel tangan menutup kamar tersebut.
Jing Yin yang melihat anak angkatnya berhasil membawa pertapa es memang membuatnya senang, namun kejadian masa lampau dengan jelas masih teringat dipikirannya, sehingga rasa senang tersebut menghilang begitu saja.
"Adik, gunakan apimu untuk melelehkan es yang mengurung perempuan ini. " ucap Bing Yinshi.
"Baik. " jawab Zheng Lian menempelkan tangannya dan melelehkan es yang mengurung tubuh She Luan.
Setelah es meleleh, kini giliran Bing Yinshi yang melakukan tugasnya. Sebuah pola aneh ia buat atau segel aneh, setelah itu ia menggigit jarinya dan mengoleskan darah kesegel tersebut. Setelah segel tersebut berhasil dibuat, Bing Yinshi memasukannya kedalam tubuh She Luan.
Swuuuuung! Tubuh She Luan bergetar hebat setelah segel aneh memasuki tubuhnya. Dengan cepat Bing Yinshi memberikan energi es yang sangat dingin untuk menekan segel agar cepat membeku didalam tubuh.
Swuuush! Wuuuuush! Mulut Bing Yinshi terbuka dan mengeluarkan butiran salju dari dalam mulutnya memasuki tubuh She Luan. Setelah itu, ia segera kembali memberikan energi Qi miliknya setelah semuanya selesai.
"Ughhhh! " akhir gerakan dari Bing Yinshi, She Luan terbatuk darah hitam pekat.
"Luaner. " ucap Cao Zhen Xin merasa lega melihat darah hitam atau racun yang ada ditubuh She Luan keluar.
Sedangkan untuk Jing Yin entah perasaan senang, kecewa ataupun haru berkecamuk dipikirannya. Ia menyayangkan ayahnya dulu harus tewas dengan racun yang sama, padahal Bing Yinshi dapat menyembuhkannya, namun ia harus merasa terpukul karena Bing Yinshi sama sekali tidak mau membantunya.
Beberqpa hari tidak sadar nyatanya membuat She Luan kembali pingsan, raut wajah khawatir diperlihatkan oleh Cao Zhen Xin.
"Senior dia..."
"Tenang saja nak, dia baik baik saja. Wanitamu hanya memperlukan waktu istirahat saja." jawab Bing Yinshi.
Mendengar hal tersebut membuat Cao Zhen Xin merasa lega.
"Terimakasih senior." ucap hormat Cao Zhen Xin.
Setelah itu seperti janjinya, Cao Zhen Xin akan berguru pada kedua pertapa tersebut. Mereka memutuskan keluar dari istana siluman dan mencari sebuah tempat yang luas layaknya untuk Cao Zhen Xin berlatih.
Sesampainya.
__ADS_1
"Apakah kamu telah siap anak muda? " ucap Bing Yinshi sambil melirik Zheng Lian.
Cao Zhen Xin mengangguk.
"Saya sudah siap senior. " jawab Cao Zhen Xin.
"Baiklah pelatihan awal untukmu mempelajari cara pembentukan elemen. " ucap Bing Yinshi.
"Karena kami berdua memiliki dua elemen berbeda, silahkan kamu harus memilih elemen manakah yang ingin kau coba, namun dalam tahap ini tidaklah mudah, dan jika elemen Es tidak bisa, kamu masih memiliki elemen api yang masih dapat digunakan." ucap Bing Yinshi.
"Emmm." gumam Cao Zhen Xin memikirkan sesuatu.
"Pikirkanlah dengan matang, ingatlah pembentukan elemen didalam dirimu sendiri sangatlah susah, bahkan dari sekian banyaknya kultivator yang ada di seluruh alam semesta hanya dua puluh persen Kultivator saja yang dapat menggunakan kekuatan elemen. " ucap Bing Yinshi memastikan.
"Seseorang juga hanya dapat menguasai satu elemen saja. " timpal Zheng Lian.
"Baiklah karena menurutku dari dua elemen yang dimiliki senior sama hebatnya tak salah aku ingin mencoba elemen api. " ucap Cao Zhen Xin.
Bing Yinshi menatap Zheng Lian dengan tenang.
"Adik silahkan. "
"Apakah kamu tahu alasan kami langsung menginginkanmu berlatih mengenai elemen? " tanya Zheng Lian.
Cao Zhen Xin hanya menggelengkan kepalanya.
"Berapa usiamu Zhen? " tanya Zheng Lian.
"Tujuh belas tahun senior. "
Deghhh! Jantung mereka berdetak kencang mendengar hal tersebut.
"Tu-tujuh belas tahun?" ucap Zheng Lian tak percaya.
"Memang kenapa senior? " jawab Cao Zhen Xin.
"De-dengan seusiamu itu sudah menginjak ranah Dewa Sejati? " ucap lagi tak percaya Zheng Lian.
__ADS_1
"Benar senior. " jawab Cao Zhen Xin masih tak mengerti.
"Monster. " gumam mereka berdua, namun gumaman tersebut masih dapat didengar Cao Zhen Xin.
"Senior aku bukanlah monster. " ucap Cao Zhen Xin tak terima dengan wajah cemberut.
"Hehehe baiklah baiklah, dengan seusiamu menginjak ranah sepeertimu memang patut dijuluki monster Zhen, karena hanya kamu yang dapat melakukannya. " ucap Zheng Lian.
"Hemm aku masih belum ada apa apanya jika dibandingkan dengan ayahku. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin.
Melihat Cao Zhen Xin hanya diam, membuat Zheng Lian tak enak terus menerus memanggil dengan sebutan monster.
"Baiklah baiklah, alasan kami karena ranah kultivasimu yang tergolong tinggi, dan pastinya kamu juga telah memiliki teknik beladiri tersendiri, karena itu kami menginginkanmu langsung berlatih mengenai elemen. " penjelasan Zheng Lian.
Cao Zhen Xin kini mendengarkan dengan baik penjelasan tersebut.
"Sekarang duduk bersila, tenangkan semua pikiranmu, dan pusatkan pikiranmu kedalam dantianmu sendiri."
Cao Zhen Xin langsung mengikuti perintah Zheng Lian dengan baik. Selang beberapa menit telah fokus, Zheng Lian kembali membuka mulutnya.
"Energi api, api memiliki sifat yang emosional, panas, dan dapat melelehkan apapun yang ia inginkan. Sekarang kau rasakan perasaan emosimu didalam dantianmu sendiri, setelah itu coba kamu membuat sebuah energi panas dari dalam dantianmu sendiri. " ucap Zheng Lian.
Cao Zhen Xin kembali melakukan apa yang diperintahkan Zheng Lian, selang beberapa menit.
Swuuuuuuush! Tiba tiba udara sekitarnya menjadi panas dan api besar muncul ditubuh Cao Zhen Xin, sontak Zheng Lian yang merasa pelatihan Cao Zhen Xin membutuhkan waktu berapa bulan bahkan tahun sangat terkejut setengah mati. Apalagi mereka baru akan berbincang.
"Ini..." ucap Zheng Lian tak percaya menutupi tubuhnya dengan energi Qi milknya.
"Api ila-ilahi! " ucap Zheng Lian mengenal api terpanas dari segala api yang ada di alam semesta.
Sontak Bing Yinshi yang juga telah menutupi tubuhnya dengan energi esnya ikut terkejut dengan ucapan adik seperguruannya.
"Ta-tapi bagaimana bisa secepat ini." ucap Bing Yinshi tak percaya.
Swuuuuush! Api yang menyala ditubuh Cao Zhen Xin menghilang dibarengi dengan kedua matanya yang terbuka.
"Senior aku telah berhasil membentuk api didalam dantianku. " ucap senang Cao Zhen Xin.
__ADS_1
Sedangkan untuk Bing Yinshi, serta Zheng Lian yang masih terkejut hanya diam mematung menatap Cao Zhen Xin dengan perasaan ngeri, karena mereka untuk mengenal yang namanya elemen membutuhkan waktu lebih dari lima bulan, dan kini seorang pemuda yang dijadikan murid hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.