Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
38. Bakat Diluar Nalar


__ADS_3

Swuuuungg! Disaat Cao Zhen Xin melampiaskan rasa senangnya, tiba tiba sebuah pelindung menutupi area kerajaan siluman.


"Ehh." ucap Cao Zhen Xin baru tersadar bahwa ia mengeluarkan hawa dingin hingga menyebar kesegala penjuru kerajaan.


Dengan segera ia menghilangkan energi dingin yang berasal dari tubuhnya. Bing Yinshi, Zheng Lian, serta Jing Yin yang melihat kejeniusan Cao Zhen Xin yang diluar nalar hanya bisa terbengong.


"Senior kenapa kalian berekspresi berlebihan seperti itu. " gerutu Cao Zhen Xin merasa risih.


Bing Yinshi dan Zheng Lian kemudian berpandangan sejenak.


"Entahlah aku benar benar tidak menyangka, sepertinya benar kamu satu satunya pemuda yang memiliki bakat diluar nalar. " ucap pelan Zheng Lian.


"Menurutku itu berlebihan senior." tepis Cao Zhen Xin.


"Sudahlah sudah, baiklah jika memang ini takdir maka kita berdua tak akan segan memberikan jurus pamungkas kami berdua padamu, apakah kamu bersedia Zhen? " tanya Bing Yinshi.


Tanpa menjawab, Cao Zhen Xin langsung mengangguk cepat.


"Kakak, lebih baik kamu yang mengajarinya dulu. " ucap Zheng Lian mengalah.


Bing Yinshi kemudian membuat segel pola aneh. Swuuuung! Segel tersebut bergetar hebat dibarengi keluarnya aura serta hawa dingin menyebar kesekitar mereka.


"Zhen apakah kamu sudah belajar mengenai segel formasi? " ucap Bing Yinshi.


"Belum terlalu mahir, namun jika segel formasi untuk menyerang lawan tentu aku bisa melakukannya senior. " jawab jujur Cao Xin.


Bing Yinshi mengangguk kemudian ia menggigit jarinya dan mengoleskan darahnya ke segel buatannya.


Swuuuuung! Segel kembali bergetar dan ukuran yang tadinya sebesar lima meter berubah menjadi satu jengkal telapak tangan Bing Yinshi. Swuuuuuuush! Segel tersebut tiba tiba melesat kearah kening Cao Zhen Xin.


"Seraplah pengetahuan segel elemen es yang kupunya. " ucap Bing Yinshi.


Swuuuung! Saat segel memasuki keningnya, tubuhnya bergetar dan muncul informasi mengenai beberapa segel elemen es.


Dengan kejeniusan diluar nalarnya, Cao Zhen Xin segera menyerap semua informasi segel elemen es.

__ADS_1


"Setelah itu pelajarilah, mungkin kamu membutuhkan......"


Gerakan segel diperagakan Cao Zhen Xin, setelah itu munculah segel berbentuk lingkaran sebesar kepala manusia berwarna keputihan.


"Segel Surgawi Pengurung Es! " teriak Cao Zhen Xin.


Swuuuung! Swuuuush! Segel bergetar hebat dan melesat kearah langit, setelah itu segel tersebut membesar dan mengurung Bing Yinshi yang menghentikan ucapannya bersama Zheng Lian.


"Mo-monsterrr! " teriak Bing Yinshi dan Zheng Lian yang kini tidak bisa menghilangkan rasa terkejutnya.


Cao Zhen Xin yang merasa senang dengan apa yang ia lakukan melotot mendengar kata monster yang ditunjukan kearahnya.


"Guruuuu! " ucap Cao Zhen Xin dengan raut wajah cemberut.


Sama halnya dengan Bing Yinshi dan Zheng Lian, Jing Yin pun sama, namun ia merasakan She Luan telah tersadar dari pingsannya sehingga ia segera kembali kekamar miliknya.


Walaupun segel tersebut termasuk segel terendah yang dimiliki oleh Bing Yinshi, namun dengan kecepatan yang dilakukan oleh Cao Zhen Xin dalam berhasil membuatnya, sungguh membuat mereka berdua tak bisa menghilangkan rasa terkejut mereka diseperkian menitnya.


"Apakah aku mimpi. " ucap terbengong Bing Yinshi.


"Adik tampar aku dengan keras. " ucap lagi.


"Awwww!" ucap Bing Yinshi mengelus pipinya yang memerah.


Melihat kekonyolan dua gurunya membuat wajah cemberut Cao Zhen Xin berubah menjadi senyum tengil.


"Guru kalian sungguh lucu. " ucap Cao Zhen Xin sedikit cekikikan.


Beberapa menit masih terbengong mereka kemudian mencoba mencerna apa yang sebenarnya mereka lihat.


"Benar ini bukan mimpi. " ucap Bing Yinshi kemudian menempelkan tangannya kearah kurungan yang dibuat muridnya.


"Ini..." ucap Bing Yinshi sungguh kembali terjekut melihat jeruji buatan Cao Zhen Xin yang hampir berada ditahap sempurna.


Tanpa memperdulikan mereka, Cao Zhen Xin kemudian memahami segel lainnya. Setelah itu ia melakukan hal yang sama, yaitu kembali mempraktekan segel tersebut. Namun dipercobaan segel yang berbeda Cao Zhen Xin membutuhkan waktu yang sedikit lama.

__ADS_1


"Aiiish! Lumayan susah juga." keluh Cao Zhen Xin.


Dengan memfokuskan pikirannya, Cao Zhen Xin membuat pola aneh dan Swuuuush! Tiba tiba tubuhnya keluar hawa dingin yang sangat pekat.


"Segel Dunia Es! " ucap Cao Zhen Xin.


Swuuuuung tiba tiba muncul banyaknya es dipijakan mereka. Bahkan es tersebut hampir menyentuh kerajaan siluman. Segel tersebut nyatanya membuat perubahan hawa yang sangat dingin dan tentunya lawan yang tak bisa menahan hawa dingin tersebut akan menjadi beku. Dua gurunya kembali sangat terkejut dengan hal tersebut. Bahkan Bing Yinshi yang harus berlatih bertahun tahun untuk menguasai segel tersebut seketika pingsan ditempat.


"Guru! " teriak Cao Zhen Xin panik, ia mengira segel buatannya membuat gurunya terkena dampaknya.


Dengan cepat ia menghilang dan muncul disisi gurunya, yang tiba tiba kembali terbangun lalu mengacungkan jempolnya kearah Cao Zhen Xin dan kembali pingsan. Seketika ia menatap Zheng Lian yang diam mematung, dan seperti yang dilakukan oleh Bing Yinshi setelah memberikan dua jempolnya ia ikut pingsan disamping Bing Yinshi.


Swuuuuush! Alam sekitarnya kembali seperti semula, setelah itu Cao Zhen Xin hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ditengah lamunannya, tiba tiba suara wanita yang sangat ia kenali memanggil dirinya.


"Gege! Gege! " She Luan terbang bersama Jing Yin menghampiri Cao Zhen Xin.


Sontak mereka berdua yang sebenarnya hanya berpisah beberapa hari langsung berpelukan mesra, seolah olah telah berpisah selama bertahun tahun. Melihat anak angkatnya sedang bermesraan, Jing Yin menatap Bing Yinshi dan Zheng Lian dengan heran.


"Zhener mereka? " ucap Jing Yin bingung.


"Entahlah bu, aku juga tidak mengerti kenapa mereka pingsan. " ucap Cao Zhen Xin melepas pelukan She Luan dan menatap Jing Yin dengan hangat.


Setelah itu, Cao Zhen Xin berbincang santai dengan mereka berdua hingga Bing Yinshi dan Zheng Lian kembali tersadar dari pingsannya.


"Dimana...."


Ucapan Bing Yinshi terpotong oleh anggukan kepala Zheng Lian mengarah pada Cao Zhen Xin yang berbincang santai penuh tawa bersama She Luan dan Jing Yin.


"Guru? Kalian sudah sadar? " ungkap Cao Zhen Xin membalikan tubuhnya merasakan kedua gurunya telah bangun dari pingsannya.


Bing Yinshi dan Zheng Lian hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, karena reaksi yang ditunjukan keduanya sungguh sangat frontal. Mendengar kedua guru Cao Zhen Xin telah terbangun, sontak She Luan berdiri dan menghampiri keduanya serta memberikan hormat tulusnya.


"Senior terimakasih telah mengobati racun yang ada didalam tubuhku. " ucap She Luan.


"Heemm itu bukan masalah, lagian ini semua ulah....." ucap Bing Yinshi terdiam saat ia akan menceploskan siapa identitas sebenarnya.

__ADS_1


Sontak She Luan, Cao Zhen Xin, dan Jing Yin heran dengan ucapan yang tidak dilanjutkan oleh Bing Yinshi.


####


__ADS_2