
Setelah masalah kecil terselesaikan, Cao Yuan sendiri menuju aula sekte untuk membahas apa yang telah ia lakukan.
Sesampainya Cao Yuan hanya melihat tetua Lu Ye dan dua tetua yang sedang berbincang santai.
"Tuan muda!!" ucap tetua Lu Ye senang langsung menghampiri Cao Yuan.
Beberapa pertanyaan tetua Lu Ye pun diajukan, namun Cao Yuan malah diam dan melanjutkan langkahnya menuju kursi ketua sekte.
"Maaf tetua Lu Ye, sekte mendapat masalah penting. Aku harap tetua Lu Ye mengirim pesan pada tetua lainnya untuk segera berkumpul di aula sekte." ucap Cao Yuan.
Tetua Lu ye dan dua tetua lainnya sedikit heran, namun karena wajah Cao Yuan yang serius membuat mereka mengurungkan niat untuk bertanya lebih lanjut.
"Baik tuan muda! " ucap tetua Lu Ye mengirim pesan melalui giok pesan.
Sepuluh menit menunggu, para tetua kini memasuki aula sekte satu persatu, raut wajah mereka bingung ketika melihat ketua sekte yang tiba tiba ingin mengumpulkan mereka kembali. Namun tidak ada yang membuat suara ataupun kegaduhan yang tak bearti.
Semua tetua telah hadir, Cao Yuan membuka topik pembicaraannya. Namun tetua Lu Ye kaget setelah melihat baju Cao Yuan yang menggunakan baju sekte Shijing.
"Tuan muda maaf! " ucap tetua Lu Ye yang penasaran.
Cao Yuan kemudian mengangkat tangannya untuk membuat tetua Lu Ye mendengarkan pesan yang akan ia berikan.
"Kalian pasti heran dan bingung kenapa aku kumpulkan lagi disini, ada beberapa hal yang perlu aku sampaikan pada kalian. " ucap Cao Yuan, aura kepemimpinannya kini semakin tegas dan bijaksana.
"Yang pertama soal kelompok yang menyerang murid murid sekte kita yang keluar masuk sekte, kelompok tersebut berasal dari Sekte Shijing! " ucap Cao Yuan lagi.
__ADS_1
Semua tetua seketika merubah raut wajahnya, namun tidak dengan Cao Yuan yang telah memiliki rencana. Dan Cao Yuan menceritakan semuanya hingga saat ia menjadi murid kesayangan Cheng An, dan terakhir Cheng An memberinya tugas untuk menyerang para murid sekte yang keluar masuk pada rombongan Cao Yuan.
Semua tetua mendengar dengan baik, walaupun kekhawatiran jelas terlihat diwajah mereka, karena nyatanya mereka semua mengenal sekte Shijing. Sekte nomor satu di Benua Rendah yang masih berdiri.
"Karena aku murid kesayangan Cheng An, aku telah memiliki rencana untuk membuatnya marah kepada sekte kita, dan disaat itu juga kedatangan mereka akan kita ladeni dengan peperangan." ucap Cao Yuan kembali.
Kini para tetua merasa Cao Yuan sudah gila, karena perang dengan Shijing sama saja dengan mengubur nama sekte.
"Aku tau apa yang dipikirkan kalian, tenanglah! aku yakin kita mampu mengalahkan mereka semua. " ucap Cao Yuan mengeluarkan batu giok jiwa dan memperlihatkannya pada para tetua.
"Ini adalah giok jiwa milikku, dan Cheng An juga memiliki giok jiwa milikku, jadi aku akan memecahkan batu giok ini, pastinya Cheng An akan marah dan membawa murid sekte menuju ke sekte kita. Karena mengira aku sebagai murid kesayangannya telah tewas di sekte Pedang Naga Langit, namun sebelum itu aku meminta waktu seminggu atau dua Minggu untuk para tetua hingga murid menghentikan aktivitas kalian. " ucap Cao Yuan sambil mengeluarkan semua sumber daya yang ia miliki.
Para tetua sungguh terkejut melihat tumpukan banyaknya Pill tingkat tinggi yang sangat berguna bagi mereka semua, namun bagi Cao Yuan semua itu adalah sampah, karena yang ia butuhkan hanyalah sumber daya yang benar benar langka.
"Tetua Lu Ye! aku pasrahkan sumber daya ini dibagikan olehmu untuk semua yang ada di sekte ini. " ucap Cao Yuan kemudian membubarkan pertemuan.
Setelah itu para tetua bubar dengan banyaknya pikiran yang ia tak mengerti dengan jalan pikiran Cao Yuan yang benar benar ingin memerangi Sekte Shijing.
Cao Yuan kini kembali ke kediamannya, namun dirinya tak melihat muridnya dan kakak serta calon kakak iparnya. Karena keadaan yang sepi membuatnya memiliki pikiran untuk pergi ke area terlarang milik sekte Pedang Naga Langit.
Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, Cao Yuan telah sampai dimana tempat area terlarang milik Sekte Pedang Naga Langit, yang diarea tersebut terdapat sebuah segel pelindung yang memiliki kekuatan petir.
"Ini aneh! mungkin leluhur ketua sekte menyimpan harta yang sangat berharga didalamnya. " gumam Cao Yuan.
Karena tak mungkin jika tak ada harta berharga yang dilindungi.
__ADS_1
" Segel ini sangat kuat! namun aku sangat penasaran apa isi didalamnya. " ucap Cao Yuan kemudian mempelajari sebuah formasi diagram yang terlihat didepannya.
"Segel ini sangat kuat! namun tak ada yang tahu bahwa cara memasukinya hanya dengan cara menghilangkan keinginan mereka untuk memasuki area ini. " gumam Cao Yuan yang merasa tak bisa menghancurkan segel tersebut.
Setelah menemukan cara memasuki segel tersebut, Cao Yuan kemudian bersila dan bermeditasi untuk menghilangkan semua pikiran dan keinginannya. Setelah beberapa menit berlalu Cao Yuan bangkit dan mencoba memasuki segel tersebut.
Sedikit sengatan petir ia rasakan, namun ia tak merasakan sakit, melainkan perasaan hangat yang membuatnya nyaman. Perlahan tapi pasti tubuh Cao Yuan memasuki segel tersebut.
Swuuung! Swuuush! Cao Yuan tiba tiba tubuhnya ditarik paksa oleh energi petir. Tanpa bisa melawan Cao Yuan hanya mengikuti energi yang membawanya lebih dalam ke area tersebut.
Namun tiba tiba matanya terbelalak hingga mulutnya terbuka lebar setelah melihat sesuatu yang sangat berguna baginya dan tentunya harta yang menurutnya sangat berharga.
Sebuah pedang tingkat Dewa yang menancap di tanah, serta sebuah bola kristal berwarna hijau berbintik biru disebelahnya membuatnya senang. Bagaimana tidak, bola kristal tersebut adalah sebuah sumber daya yang langka, dan bola kristal tersebut juga memiliki aura kehidupan yang sangat kental.
"Ini...." ucap Cao Yuan tak bisa berkata kata lagi.
"Siapa sebenarnya leluhur pendiri sekte ini. " gumam Cao Yuan masih terkejut.
Karena rasa penasarannya yang sangat tinggi, Cao Yuan mendekati pedang yang disebelahnya terdapat bola kristal. Namun tiba tiba tubuhnya terpental karena adanya sebuah segel pelindung transparan.
Baammss! "Akkh! " pekik Cao Yuan memuntahkan sedikit darahnya.
"Segel ini! " ucap Cao Yuan kemudian melihat pola segel tersebut, setelah mengetahui kelemahan segel transparan tersebut.
Kraaak! Cao Yuan segera menghancurkan segel itu dengan menggunakan kepandaiannya. Setelah Cao Yuan menghancurkan segel, perisai yang melindungi pedang dan bola kekuatan langsung menghilang. Senyum tengil dan manis Cao Yuan sunggingkan, namun belum dirinya mencabut pedang tersebut, sebuah tulisan hologram yang mengambang didepan pedang membuat Cao Yuan membacanya.
__ADS_1