Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Tawanan Baru


__ADS_3

"Ternyata boleh juga!" ucap tetua tersebut setelah menghindari serangan Cao Yuan.


Cao Yuan tak menghiraukan ucapan tetua tersebut.


"Jendral Tyrant dan Jendral Liong lebih baik anda pergi saja dari pertempuran ini! cepat bawa dua tawanan tersebut untuk menghadap raja Shao." ucap Cao Yuan tiba tiba dipikiran dua Jendral kerajaan.


Dua Jendral tersebut terlihat terkejut, namun Cao Yuan kembali lagi berbicara dipikiran mereka.


"Jendral! cepat lakukan apa yang aku perintahkan! aku tak tahu apa yang akan terjadi jika kalian masih berada disini! " ucap Cao Yuan kembali mengejutkan dua jendral tersebut.


Jendral Tyrant dan Liong akhirnya mundur untuk membawa dua tawanan kepada Raja Shao. Tiba tiba anggota Sekte Shijing menghadang dua jalan jendral tersebut.


"Huh! jendral, aku akan berikan kalian jalan untuk kabur, ingat jangan pernah kembali ke tempat ini, aku akan menyusul kalian! " ucap Cao Yuan dipikiran mereka kembali.


Dua Jendral tersebut hanya mengangguk, Cao Yuan diam diam kembali mengeluarkan teknik telapak Ilahi.


Swuuush! Swuuush! Baamss!


"Lari! " ucap Cao Yuan kembali.


Dua jendral beserta prajurit kerajaan Shao kemudian mengikuti perintah Cao Yuan dengan cepat. Tetua Sekte Shijing yang melihat pemuda tersebut terus mengeluarkan jurusnya kearah muridnya membuat tetua itu marah.


"Brengsek! lawanmu aku! kenapa kau malah menyerang muridku itu! " teriak tetua tersebut sambil melesat mengarah tinjunya ke wajah Cao Yuan.


Namun Cao Yuan sudah bersiap siap, dengan ilmu meringankan tubuhnya ditingkat mendekati kesempurnaan membuatnya menghindari dengan mudah, karena kini kecepatannya terlihat tak kasat mata.


Swuuush! Cao Yuan kini tengah menghindari serangan brutal dari tetua tersebut.


Jendral Tyrant, Jendral Liong yang membawa tetua Sekte Shijing bersama Jendral Laose kini telah menjauh dari pertempuran itu.


"Jendral Liong! apakah kita benar benar meninggalkan Yuan itu?" tanya Jendral Tyrant.


"Kita tak bisa berbuat apa apa! lagian dia memerintahkan kita untuk segera membawa dua tawanan ini! " ucap Jendral Liong yang kini memerintahkan para prajuritnya untuk melangkah dengan cepat.

__ADS_1


Cao Yuan yang terus menghindar dengan kecepatan yang tinggi membuat tetua Shijing yang berada di ranah Alam tiga benar benar merasa geram.


"Br*ngsek! apakah kamu hanya bisa menghindar! " ucap tetua tersebut disela sela menyerang Cao Yuan.


Cao Yuan langsung terdiam dan dengan cepat ia juga meninju tangan tetua tersebut.


Baamss! para anggota sekte Shijing semuanya terpental akibat dua energi Qi yang berbenturan dari dua pihak. Cao Yuan terhuyung kebelakang sejauh sepuluh meter, sedangkan tetua Shijing tersebut pun sama. Namun tetua tersebut merasa tangannya kebas.


"Ditingkat apakah tulang miliknya? " tanya dibenak tetua tersebut terkejut.


Walaupun kekuatannya seimbang, namun ketika benturan Qi membuat tangannya merasa kebas yang bisa diartikan pemuda tersebut benar benar lebih unggul dalam kualitas tulang.


"Huh! kenapa hanya diam? mau lanjutkan atau menyerah? " tanya Cao Yuan kemudian mengibaskan tangannya terus menerus.


Tetua sekte Shijing tersebut yang tak siap akhirnya terkena telapak Ilahi milik Cao Yuan.


Baams! Bamms! Baamss! tangan yang muncul dari langit terus menghantam tubuh tetua tersebut hingga ia terpental dan memuntahkan banyak darah dari bibirnya.


Swuuush! Cao Yuan kemudian melesat dan mengikat lawannya dengan Qi miliknya. Setelah itu ia menatap para murid yang sedang menatapnya dengan waspada.


Lagi dan lagi muncul satu persatu tangan dari langit dan meledakan semua tubuh murid Sekte Shijing. Tetua Sekte yang melihat muridnya bagaikan mainan oleh pemuda tersebut benar benar sangat marah, namun dia sendiri tak bisa berkutik karena telah terikat oleh Qi buatan pemuda tersebut. Cao Yuan tak berhenti mengeluarkan teknik telapak Ilahinya hingga tersisa tiga murid sekte yang kini sedang mohon ampun padanya.


"Tuan muda! maafkan kami! kami hanyalah boneka oleh tetua itu ! " ucap tiga murid tersebut terus memohon ampun.


Cao Yuan hanya tersenyum dan mengikat mereka bertiga dengan energi Qinya. Dengan cepat ia juga memasukan tiga murid sekte Shijing dan juga tetua sekte kedalam Dunia Jiwanya.


Setelah itu ia menatap banyaknya daging manusia yang hancur akibat teknik telapak Ilahi miliknya.


"Kalian semua pantas mendapatkannya! dan tenang saja tidak hanya kalian! bahkan seluruh sekte Shijing akan aku hancurkan! " ucap Cao Yuan dingin sambil menatap mayat yang berserakan.


Setelah itu ia melesat menuju arah yang dilewati oleh dua Jendral yang membawa dua tawanan. Dengan sisa energi Qinya membuat pergerakannya melambat, dan akhirnya ia berhenti di depan sebuah Goa yang sangat rimbun oleh tanaman liar yang hidup disekitar goa tersebut.


"Lebih baik aku memulihkan energi Qiku sebelum menuju ke kota Shao Ming. " ucap Cao Yuan yang telah kehilangan jejak dua jendral yang membawa dua tawanan tersebut.

__ADS_1


Dengan cepat Cao Yuan memasuki goa tersebut, walaupun ia sedikit risih namun dia juga tak memiliki pilihan lain, karena energi Qinya kini tersisa hanya puluhan lingkaran Qi saja.


Setelah memasukinya Cao Yuan kemudian memasang segel formasi untuk menutup pintu goa dari serangan hewan iblis atau hewan buas. Bahkan yang ditakutinya saat dirinya mengumpulkan Qi anggota sekte Shijing akan menemukan keberadaannya.


Setelah semuanya selesai dengan cepat ia memulihkan energi Qinya. Tak terasa pemulihan energi Qinya membutuhkan waktu lima jam.


"Mungkin cukup! lebih baik aku memasuki dunia jiwa untuk menanyakan lokasi sekte Shijing. " ucap Cao Yuan langsung memasuki dunia jiwa.


Swuuush! Rohnya langsung berada di dunia jiwa dan Cao Yuan disambut oleh Hao Shi, Niu, dan Luo Luo dengan wajah gembira, namun bagi Cao Yuan sendiri sepertinya mereka telah melakukan sesuatu.


"Kenapa wajah kalian terlihat sangat gembira? " ucap Cao Yuan bingung.


"Ehh.. itu tuan muda.... tadi kami memainkan tawanan anda untuk dijadikan sebuah bola dan Luo Luo terlalu keras menendangnya hingga tawnannya meledak. " ucap Niu jujur.


Luo Luo dan Hao Shi tersenyum canggung melihat kejujuran Niu. Cao Yuan kemudian menepuk jidatnya sendiri.


"Aishh! kalian ini.. Sudahlah tawananku kini berada dimana? " tanya Cao Yuan.


"Berada di penjara buatan tuan muda! " ucap Niu cepat.


Setelah itu mereka menuju sel tahanan yang berada di timur istana. Kehadiran Cao Yuan benar benar tak disambut ramah oleh tawanan itu.


"Bocah keparat! lepaskan kami! " ucap tetua tersebut sambil meronta ronta.


Sedangkan dua murid hanya diam dan takut, karena melihat keberadaan tiga orang yang telah meledakan tubuh temannnya hanya dengan satu tendangan.


"Lepaskan? huhuhu.. mana bisa aku melepaskan kamu dengan mudah! " ucap Cao Yuan menyeringai.


Tetua tersebut kemudian meludah, setelah itu dia diam diam membaca mantra untuk meledakan diri, namun aksinya telah diketahui oleh Cao Yuan.


"Ingin bunuh diri? silahkan jika bisa! " ucap Cao Yuan sambil melihat tetua tersebut.


Tetua itu terkejut ia membaca mantra meledakan diri namun tak ada tanda tanda dirinya akan meledak, dia juga baru sadar kini tetua itu berada di dunia lain, namun dia sendiri masih belum mengerti dimana keberadaannya.

__ADS_1


"Hehehe.. tidak ada siapapun yang bisa menyelamatkan kalian, dan jika bukan kehendak ku sendiri maka kalian tak mungkin bisa mati dengan mudah di dunia ini. " ucap dingin Cao Yuan membuat tetua dan dua murid bergidik ngeri.


__ADS_2