
Swuuuush! Cao Zhen Xin, yang bersama She Luan terbang dengan kecepatan dewa sejati tingkat tiga yang dimiliki Bing Long. Sejam perjalanan sambil melewati hutan belantara yang sangat lebat mereka masih asik bercanda tawa, hingga tiba tiba sebuah serangan yang terbuat dari Qi mengenai Bing Long Naga putih.
Baaaamss! Bing Long yang terkejut sedikit tak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Sontak Cao Zhen Xin meminta Bing Long untuk menghentikan terbangnya.
"Berhenti."
Swuuuuush! Seorang pria paruh baya terbang dengan kecepatan dewa sejati tingkat tiga muncul dihadapan mereka.
"Siapa kamu." ucap dingin Cao Zhen Xin.
"Pendekar tanpa rasa. " ucap dingin tak kalahnya orang tersebut.
"Ohh, lalu kenapa senior menyerangku secara diam diam? " jawab Cao Zhen Xin.
"Karena aku menginginkan Hewan Suci itu untuk jadi tunggangan ku. Cepat serahkan! " ucap pria tersebut sambil menunjuk Bing Long.
Cao Zhen Xin menatap wajah Bing Long, namun terlihat Bing Long wajahnya menjadi sangat garang menatap pria paruh baya tersebut.
Groaaaaaarh! Bing Long mengaum dan membuka mulutnya kearah pendekar tanpa rasa tersebut, namun pendekar tanpa rasa malah tersenyum, seolah olah mendapatkan mainan baru.
"Hahaha lihatlah Bing Long sepertinya tak menginginkannya senior." ucap dan tawa Cao Zhen Xin.
"Naga cantik, mari kita berpetualang. " rayu pendekar tanpa rasa yang menduga bahwa Bing Long adalah naga betina.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, tiba tiba Bing Long menggerakan ekornya dan menyabetkannya kearah pria tersebut.
Baaaaamsss! Dhuaaaaar! Sang pendekar tanpa rasa tak tinggal diam, ia segera membuat perisai untuk menutup tubuhnya, namun ternyata perisai buatannya hancur yang membuatnya harus terpental kebelakang sejauh tiga puluh meter.
"Bing Long jaga She Luan." ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Tanpa menunggu jawaban Bing Long, Cao Zhen Xin langsung menghilang dan muncul didepan Pendekar tanpa rasa tersebut.
"Arghhhh! Dasar kadal kurang ngajar! " ucap Pendekar tanpa rasa, namun ia terkejut tiba tiba Cao Zhen Xin berada didepannya.
"Apa katamu? " ucap dingin Cao Zhen Xin kemudian memberikan tinju kecilnya kearah Pendekar tanpa rasa tersebut.
Baaaaamss! Dhuaaar! Daya kejut terjadi, disaat pendekar tanpa rasa yang telah berhasil menyeimbangkan tubuhnya harus kembali terpental kebelakang sejauh tiga puluh meter.
Swuuuush! Swuuuuush! Disaat Cao Zhen Xin akan kembali melesat dan menyerang Pendekar tanpa rasa, tiba tiba puluhan orang dengan ranah dewa sejati tingkat satu muncul menghadangnya.
"Siapa lagi kalian. " ucap tanpa rasa takut Cao Zhen Xin.
"Apa kalian hanya ingin diam! Bunuh pemuda itu untukku! " teriak Pendekar tanpa rasa setelah menelan satu Pill penyembuh tingkat tinggi yang ia miliki.
Swuuush! Baaaamss! Dhuuaar! Mendengar ucapan sang pemimpin, salah satu pria yang ada didepan Cao Zhen Xin menyerang dengan tinjunya, namun mata teman teman mereka melotot ketika melihat teman mereka terpental dan meledak menjadi kabut darah.
"Ada lagi? " ucap Cao Zhen Xin dingin.
__ADS_1
She Luan yang ingin ikut membantu Cao Zhen Xin menghentikan langkahnya saat naga putih tiba tiba mengeluarkan perisai yang membuatnya hanya bisa diam melihat Cao Zhen Xin berhadapan dengan banyak orang sekaligus.
"Bing Long! Apakah kamu ingin Gege terluka. " ucap She Luan panik.
Bing Long yang ternyata memiliki pemikiran dan dapat mendengar ucapan She Luan tiba tiba menggelengkan kepalanya. She Luan sedikit terkejut, namun tiba tiba Bing Long kembali mengangguk anggukan kepala kearah Cao Zhen Xin seakan akan ia ingin melihatkan Cao Zhen Xin yang kini mulai menyerang mereka tanpa ampun.
Swuuuush! Baaaamss! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin melakukan teknik telapak Ilahinya, hingga para pendekar yang mengepungnya harus bergerak kesana kemari karena mereka tahu serangan tersebut sangat berbahaya bagi mereka. Sehingga tiga telapak tangan yang keluar dari langit meelesat kearah tanah yang membuat tanah tersebut berlubang dengan gambar tangan..
"Pemuda ini sangat bahaya, berhati hati! " teriak salah satu diantara mereka.
"Emmm pergerakan mereka sangat lincah dan kompak. " gumam Cao Zhen Xin tak mungkin terus mengeluarkan tapak Ilahinya.
Swuuuuung! Pedang emas tiba tiba keluar dari dalam Cincin ruangnya. Disaat itu juga ia segera mengaliri energi Qi miliknya, setelah itu pedang emas bergetar dan melesat kearah pria yang ada didekatnya. Tak ingin hanya diam menonton, Cao Zhen Xin melesat kearah lawan didekatnya.
Slaaaash! Slaaaash! Disaat menyerang lima lawan yang mengepungnya, suara pedang menembus tubuh manusia terdengar yang sudah dipastikan pedang emas membunuh lawannya. Cao Zhen Xin yang terkepung kini mulai melancarkan gerakan gerakannya yang tak kalah lincahnya.
"Sepertinya mereka menggunakan teknik tertentu, kenapa gerakan mereka dapat mengimbangi kecepatan ku. " gumam Cao Zhen Xin merasa kewalahan.
Pendekar tanpa rasa masih melihat pertempuran lima anak buahnya melawan pemuda tampan yang terlihat sedang kesulitan, terkadang ia melihat pedang emas yang terbang menyerang anak buah lainnya dengan mata serakah yang ia perlihatkan.
"Ambil pedang itu untukku! Hahahaha hari ini aku dapat buruan yang sungguh tidak bisa aku dapatkan dihari sebelumnya bahkan dimasa depan nanti. "
###
__ADS_1
Satu dulu ya author cape didunia nyata.