Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Kekaisaran Meiga dan Hayle


__ADS_3

"Siapa yang kau katakan sampah? " ucap Cao Yuan dingin.


"Kaulah memang siapa lagi! " balas Jendral tersebut.


Cao Yuan sadar, tugasnya hanyalah membasmi para iblis, namun dia juga tak segan jika membunuh orang yang telah berani menyentuhnya apalagi orang terdekatnya. Tapi kini ia memperioritaskan tugas dari Kaisar Langit apa lagi Kaisar Langit adalah ayah kandungnya, seketika dirinya menatap dua kubu bergantian dengan menaikan sebelah alisnya.


"Tidak ada para Iblis pada pasukan masing masing. " gumam Cao Yuan.


Sedangkan Jendral kubu timur yang melihat pemuda tersebut masih diam tak bergeming dari tempatnya membuat emosinya tak bisa ia tahan.


"Bren*sek! cari mati kau! " ucap Jendral tersebut.


Swuuuush! Jendral tersebut turun dari kuda dan melesat dengan kecepatan tinggi mengarah ketempat Cao Yuan berdiri. Namun Cao Yuan tak merasa terancam dengan jendral yang kini akan melancarkan tinjunya.


Baaamss! Dengan tenang Cao Yuan memblokir tinju Jendral tersebut dengan tangan kirinya. Wajah Jendral serta prajurit yang melihat itupun terkejut, nyatanya Jendral Haotie adalah Jendral yang memiliki ranah Kultivasi tertinggi di kekaisaran Meiga, jendral yang memiliki ranah Alam lima kini tak mampu membuat seorang pemuda yang entah siapa tak bergeming dari tempatnya sedikitpun. Bukannya pemuda tersebut yang terpental dan terluka, melainkan Jendral Haotielah yang terhuyung kebelakang sejauh sepuluh meter. Raut wajah keterkejutannya dari dua kubu membuat Cao Yuan menghela napas panjang.


"Sepertinya aku akan ikut campur dalam peperangan antar kerajaan. " duga Cao Yuan yang belum mengerti bahwa Kekaisaran adalah penguasa tertinggi di Benua Tengah.


Kekaisaran di Benua Tengah adalah penguasa setiap wilayah yang ada di benua tersebut. Setiap kekaisaran memiliki beberapa kota dan beberapa kerajaan. Kekaisaran Meiga berkuasa diwilayah timur Benua Rendah.


"Siapa kamu! " ucap Jendral Haotie sambil menahan rasa sakit ditangannya.


"Identitasku tidak terlalu penting, namun jika boleh tau ini Benua apa? " tanya Cao Yuan polos.


Keheningan yang terjadi membuat semua orang mendengar jelas ucapan Cao Yuan. Jendral Haotie yang memang ditugaskan oleh Kaisar Moxin untuk menyerang kekaisaran Hayle menjadi heran dengan pertanyaan yang menurutnya konyol tersebut. Bahkan Jendral Kekaisaran Hayle yang juga mendengar tersebut tak bisa lepas dari rasa terkejutnya mereka.


"Apa! "

__ADS_1


"Pemuda aneh! "


Jendral Haotie yang masih terkejut hanya diam saja, namun tiba tiba sebuah suara lembut dari Jendral Huangsi dari kekaisaran Hayle membuat Cao Yuang mengalihkan perhatiannya.


"Anak muda! kamu saat ini berada di Benua Tengah. Dan jika boleh tau apakah anda bukan berasal dari Benua ini? " ucap Jendral Huangsi sopan.


Cao Yuan yang tak ingin menunjukan identitasnya segera menjawab pertanyaan Huangsi.


"Emm aku berasal dari Benua Ini, namun aku lupa ingatan akibat terjatuh dari langit tadi, karena kakak seperguruan ku memainkan sebuah permainan yang aneh." alasan Cao Yuan.


Jendral Huangsi segera mengangguk tanpa mencurigai alasan yang sebenarnya tak masuk akal itu.


"Tuan muda! lebih baik anda pergi dari tempat pertempuran ini, karena dapat membahayakan nyawa anda. " ucap Huangshi sambil memeringatkan.


Cao Yuan mengangguk, dan kemudian berterimakasih pada Huangshi lalu setelah itu menatap tajam Jendral Haotie.


Melihat pemuda yang aneh telah pergi, Jendral Huangsi yang tadinya berkata lembut kini berubah drastis saat melihat Jendral Haotie yang hanya menatap pergi kepergian pemuda aneh tersebut. Namun tanpa mereka semua sedari, ternyata pemuda yang mereka anggap aneh nyatanya kini sedang duduk di atas pohon berada sedikit jauh dari area peperangan tersebut sambil melihat pertarungan yang akan terjadi kapan saja.


"Jendral Keparat! apakah kekaisaran kalian hanya bisa menindas kekaisaran yang lebih lemah seperti kami? " ucap Jendral Huangsi menggema.


Jendral Haotie yang masih terkejut dan rasa sakitnya yang telah hilang kini mengalihkan pandangannya pada Jendral Huangsi.


"Cihh! sudah dikatakan berapa kali, menyerahlah dan menjadi budak kekaisaran Meiga." ucap Jendral Haotie.


Cao Yuan dengan tenang masih melihat kedua jendral yang masih beradu mulut.


"Kekaisaran. " gumam Cao Yuan heran dan masih ingin mendengar dua jendral yang saling beradu mulut.

__ADS_1


"Baiklah! walaupun kami lemah, tapi kami bukanlah kekaisaran yang menyembah Iblis seperti kekaisaran Meiga! Seranggg! " teriak Jendral Huangsi.


"Hahahaha! Serang! " teriak Jendral Haotie.


Seketika dua kubu saling melesat berlawanan arah, Cao Yuan yang mendengar penjelasan Huangsi bahwa kekaisaran milik jendral Haotie menyembah Iblis membuatnya menggenggam erat tangannya.


"Aku akan membantu pasukan kekaisaran barat, bagaimana juga tugasku adalah membasmi para iblis dan mereka adalah manusia yang menyembah Iblis apa bedanya dengan iblis. " gumam Cao Yuan kemudian menarik pedang tingkat Dewa dari sarungnya.


"Tuan muda! maaf jika anda menggunakan pedang ini, energi Qi anda bisa terkuras habis setelah memakainya untuk beberapa jurus. " ucap Roh Naga dipikiran Cao Yuan, karena ia dapat merasakan lingkaran Qi milik Cao Yuan hanyalah lima ribu saja.


Cao Yuan yang mendengar penjelasan Roh Naga seketika langsung mengurungkan niatnya.


"Jadi, aku tidak bisa menggunakan pedang ini? " tanya Cao Yuan.


"Benar tuan muda! walaupun ranah kultivasi anda tinggi, tapi jika anda kehabisan Qi sama saja anda ingin bunuh diri melawan ribuan orang yang dapat menggunakan Qi ataupun tanpa Qi. " ucap Roh Naga .


Cao Yuan mengangguk dan kemudian sekali hentakan kakinya dia melesat kembali kearah pertempuran dua kekaisaran tersebut. Hadirnya Cao Yuan yang tiba tiba, serta membantu kubu Kekaisaran Hayle membuat Jendral Huangsi terdiam.


Swuuush! Swuauuush! Swuuuush! Baaams! Baaaams! Baaaams! Melesat secara zig zag dan mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan tapak ilahi membuat para pasukan kekaisaran Meiga berlari kesana kemari, tapak langit yang muncul dari langit akan membuat siapapun pasukan yang terkena telapak tangan itu menjadi kabut darah, karena itulah mereka semua berlari menghindari Cao Yuan yang terus melesat secara zig zag.


Kubu Kekaisaran Hayle yang melihat pemuda aneh kembali ke Medan pertempuran dan juga membantu pasukan mereka menjadi heran, banyak prajurit serta jendral lainnya yang menghentikan serangan mereka setelah membunuh lawan untuk melihat pemuda yang kini membunuh secara gerilya membuat pasukan kekaisaran Meiga berlarian.


Aksi Cao Yuan yang membuat kubu Kekaisaran Meiga mengalami kerugian telak membuat jendral milik kekaisaran Meiga termasuk Haotie marah.


"Jendral dua, ikuti aku untuk membunuh bocah tersebut. Dan untuk Jendral lainnya segera serang pasukan kekaisaran Hayle. " teriak Haotie murka.


Swuuush! Swuuush! Jendral Haotie dan jendral Dua yang memiliki nama Tihao segera melesat menghentikan aksi pemuda aneh yang terus terusan membunuh pasukannya. Haotie tak bodoh lagi, karena itu ia meminta jendral Tihao yang memiliki ranah kultivasi sama dengannya untuk membantu melawan pemuda yang membuatnya terkejut saat awal tadi.

__ADS_1


__ADS_2