Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Rencana Kultivator Tongkat Naga


__ADS_3

Cao Yuan yang sudah muak kembali melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya.


"Berheenttii! " teriak sang kakek tersebut yang membuat Cao Yuan mengurungkan niatnya.


Cao Yuan kemudian menatap kakek tersebut dengan heran.


"Ada apa kek? " tanya Cao Yuan tenang.


"Apakah kau ingin membunuhku! " ucap sang kakek tersebut kemudian menelan sebuah Pill penyembuh.


Cao Yuan yang melihat kakek tua tersebut menelan Pill penyembuh tiba tiba merutuki kekonyolannya.


"Apakah aku bodoh! jelas jelas aku juga mempunyai Pill penambah Qi." ucap dalam hati Cao Yuan kemudian mengeluarkan Pill penambah Qi buatannya dan langsung menelan lima butir sekaligus Pill tersebut.


Sang Kakek tua yang mencium aroma Pill yang memiliki efektivitas lebih dari sembilan puluh persen hanya terdiam, namun dirinya berpikir didepannya bukanlah seorang pemuda melainkan seorang pendekar tua atau Kultivator tua yang menyamar sebagai anak muda.


"Tunggu! siapa sebenarnya kamu anak muda! " tanya sang kakek mencoba memberanikan diri.


"Kakek pikun atau gimana? sudah jelas aku telah mengenalkan namaku. " balas Cao Yuan.


Sang kakek tua tersebut kemudian memikirkan sebuah rencana jahat diotaknya karena ia sudah melihat sendiri kekuatan pemuda didepannya, apalagi dia yang sudah dianggap sebagai pendekar nomor satu di Benua tengah dapat dikalahkan mudah oleh pemuda didepannya.


"Hehehe maafkan aku anak muda! hanya saja sudah lama aku tidak bertarung seperti tadi sehingga aku tak sadar telah menyinggung dirimu, oiya bagaimana jika kau mampir dikediamanku? " tanya sang Kakek tua tersebut kemudian membuat sebuah segel tangan.


Selang beberapa detik segel yang ada di air terjun tersebut menghilang, Cao Yuan masih tetap tenang melihat itu.


"Baiklah apakah kau ingin mampir sekedar meminum arak ataupun lainnya? " tanya sang kakek tersebut sambil mengeluarkan arak dari Cincin ruangnya.


Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak meminum arak kek. " ucap Cao Yuan kemudian dirinya dapat menebak perubahan yang terjadi pada kakek Tongkat Naga didepannya.

__ADS_1


Namun ia sendiri belum mengerti apa yang sedang direncanakan oleh kakek tua yang ingin mengajak dikediamannya dibalik air terjun tersebut.


"Jika sekedar ngeteh maka aku akan menemani kakek, lagian aku juga sudah lama tidak menikmati teh. " ucap Cao Yuan setuju.


Sang kakek kemudian membawa masuk Cao Yuan kedalam kediamannya dibalik air terjun. Seketika Cao Yuan terkesima setelah memasuki air terjun tersebut, karena didalam air terjun tersebut terdapat dunia kecil yang ramai akan Kultivator yang sedang berlatih berpedang maupun lainnya.


"Ini... " ucap Cao Yuan pura pura terkejut.


"Hemmm.. benar ini kediamanku, mari ikut aku. " ucap kakek tersebut kemudian melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang diikuti oleh Cao Yuan.


Di perjalanannya Cao Yuan diam diam mengedarkan kekuatan jiwanya untuk melacak keadaan dunia kecil tersebut.


"Terdapat aura Iblis yang kental, namun ini bukan berasal dari tubuh manusia. " gumam Cao Yuan.


Selang beberapa menit mereka melesat, akhirnya Kakek tua tersebut menghentikan langkahnya dan membalikan badan kearah Cao Yuan.


"Mari! ikuti aku anak muda. " ucap kakek tua tersebut membuka pintu rumah yang tergolong mewah.


Cao Yuan masih mengikuti namun dirinya tak ingin bertindak lebih dalam, untuk menanyakan adanya aura Iblis. Karena ia takut akan salah perhitungan ketika ia berani membuat onar maupun membuka kedok mereka yang ada di dunia kecil ini.


"Kek! jika boleh tau ini dunia kecil apa? " tanya Cao Yuan berpura pura.


Kakek tua tersebut tersenyum dan kemudian ia menatap jendela yang terdapat di ruang tamu tersebut.


"Ini dunia kecil Naga Hitam. " ucap kakek tua tersebut.


Cao Yuan hanya diam, dan tak lama teh yang dipesan Cao Yuan telah ada didepannya. Dengan tenang Cao Yuan menyesap teh tersebut karena tidak merasakan racun didalam teh itu.


"Kakek, aku tahu kakek membawaku kesini pasti ada maunya? " tanya Cao Yuan sambil menyesap tehnya.


"Hehehe pintar juga kau anak muda! " ucap kakek tersebut kemudian menceritakan sebuah turnamen yang akan diselenggarakan di Kekaisaran Meiga.

__ADS_1


Kakek itu memberikan penjelasan tentang turnamen antar sekte yang diikuti oleh seluruh sekte yang ada di Benua Tengah.


"Aku takut kekaisaran Meiga memiliki rencana busuk tentang turnamen yang akan diselenggarakan satu bulan lagi, dan apakah kamu mau membantuku untuk mengawasi turnamen itu?" tanya kakek tersebut berharap pemuda didepannya mau mengikuti perintahnya.


Cao Yuan terdiam, namun tidak dipungkiri ia juga memiliki rencana untuk pergi ke kekaisaran Meiga.


"Baiklah jika begitu keinginan kakek maka aku akan mengikutinya, namun aku ada satu pertanyaan." ucap Cao Yuan.


Sang kakek terdiam dan kemudian menaikan sebelah alisny.


"Katakanlah! " ucap Kakek tua tersebut.


"Aku tidak sengaja merasakan aura kental Iblis di dunia ini? jika boleh tau aura milik siapa itu? " tanya Cao Yuan menatap tajam kakek tua didepannya.


Sang kakek itu sedikit terkejut, namun dengan cepat ia merubah wajahnya menjadi biasa saja seakan akan tidak ada rahasia yang ia tutupi.


"Hemm kami sebenarnya memiliki tugas di Benua Tengah ini untuk menyegel para Iblis. Dan karena itulah aku memintamu untuk membantuku mengawasi turnamen dikekaisran Meiga. "ucap Kakek tersebut.


Pembicaraan terus terjadi, hingga kesimpulannya sang kakek meminta Cao Yuan untuk mengawasi turnamen, kakek itu juga meminta bantuannya jika terjadi kecurangan yang bersifat bekerjasama dengan iblis, kakek tus itu meminta Cao Yuan untuk segera menghentikannya. Tanpa diminta pun Cao Yuan akan melakukannya. Hingga tak terasa waktu telah berganti pada malam hari, Cao Yuan yang merasa sedikit lelah akhirnya ingin kembali kedunia nyata untuk mencari penginapan. Namun sang kakek tersebut memberikan kamarnya untuk istirahat Cao Yuan semalam.


"Sudahlah ambil saja kamarku, karena aku ada urusan di dunia kecil ini, jika ingin makan ataupun lainnya anda bisa meminta pada pembantuku. " ucap sang Kakek kemudian menghilang begitu saja.


Cao Yuan mengangguk, namun dirinya tidak ada niat untuk beristirahat, melainkan ingin mengetahui siapa pemilik aura Iblis itu. Melihat kepergian kakek tua Cao Yuan kemudian mengucapkan didalam hatinya dengan rasa senang.


"Aku kira aku bodoh? lihat saja, aku akan mengikuti alur ceritamu itu sampai aku sendiri yang menghancurkan kalian. " ucap Cao Yuan kemudian memasuki kamar.


Swuuush! Niu muncul, dan kemudian memberi hormat pada Cao Yuan. Cao Yuan kemudian membuat sebuah segel formasi diruangan tersebut.


"Niu! kamu harus ada dikamar ini sampai aku kembali nanti, karena ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. " ucap Cao Yuan kemudian menghilang dari pandangan.


Dan tanpa Cao Yuan sedari, kakek tua tersebut juga muncul kembali dikediamannya.

__ADS_1


"Heem ternyata pemuda itu sungguh bodoh, untung saja kedokku tidak terbongkar. " ucap kakek tua tersebut yang merasakan aura Cao Yuan berada dikamarnya dan ia kembali pergi entah kemana.


__ADS_2