Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Amarahnya Cao Yuan


__ADS_3

"Tugasku telah selesai, aku akan kembali ke tempatku berada. Ingat pesanku, kekacauan telah dimulai. " ucap Dewi Kwan In menghilang dari langit.


Cao Yuan, Kaisar Langit, serta Dewi Lianhua memberi hormat mereka kembali. Setelah itu mereka menatap semua pasukan dengan tenang.


"Mari Yuaner masuk ke istana, sebelum kamu melakukan tugasmu. " ucap Dewi Lianhua lembut.


Cao Yuan mengangguk dan kemudian ingin membalikan badan untuk memasuki istana. Namun tiba tiba langkahnya terhenti.


"Ada apa Yuaner? " tanya Kaisar Langit.


"Bentar ayah. " ucap Cao Yuan mengeluarkan pesan batu giok yang ada di Cincin ruangnya.


Seketika Cao Yuan kaget setengah mati melihat pesan yang tertulis dibatu giok. Tak lama ia memejamkan matanya.


"Yuaner jika kamu tidak sibuk bantulah kami menghadapi banyaknya para iblis yang ingin membunuh kami. " pesan Tetua Lu Ye.


Melihat reaksi anaknya yang terkejut tiba tiba Kaisar Langit serta Dewi Lianhua ingin menanyakan alasannya. Namun mereka terdiam setelah merasakan aura yang sangat agung keluar dari tubuh anaknya.


Rooooooaaaaarhhhh! Cao Yuan mengaum dengan amarah yang sangat besar. Bahkan ia membuat sedikit getaran dialam milik Budha. Seketika para pasukan yang sedang berkultivasi menghentikan aktivitas mereka dengan perasaan yang sulit diartikan, karena mereka juga terkena aura naga yang sangat agung yang dikeluarkan oleh Cao Yuan. Mereka semua hanya bisa terdiam sambil memandangi Cao Yuan dengan tubuh bergidik, nyatanya ada perisai yang melindungi tubuh mereka, namun rembesan aura keperisai yang melindungi mereka membuat mereka segera menghentikan kultivasi mereka secara serentak.


"Ayah keadaan di Benua Rendah sangat gawat, para iblis menyerang dan membunuh semua Kultivator hingga manusia biasa. " ucap Cao Yuan mencoba menenangkan pikirannya.


Kaisar Langit terdiam dan kemudian menatap pasukan sekte Abadi dengan gelengan kepala.


"Yuaner, apakah kau berniat akan membawa mereka melawan para iblis? " tanya Kaisar Langit.


Cao Yuan terdiam dan kemudian bergantian menatap para pasukannya yang sepertinya sedang kebingungan.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin ayah, bukankah para iblis memiliki ranah kultivasi yang mengerikan? Aku tidak mau mengorbankan mereka. " ucap Cao Yuan kemudian menarik pedang pemberian Dewi Kwan In dari sarungnya.


"Aku akan berangkat sendiri. " ucap Cao Yuan merapal mantra.


Swuuung! Portal dimensi muncul didepannya, setelah itu Cao Yuan menyuruh pasukan sekte Abadi untuk melanjutkan kultivasi mereka. Ia juga tidak lupa berpamitan kepada kedua orang tuanya, setelah itu ia segera memasuki portal dimensi yang menuju ke Benua Rendah.


***


diBenua Rendah.


"Pertahankan sekte, para murid lindungi para warga dengan kekuatan kalian! " teriak Tetua Lu Ye memberi perintah.


Semua murid dan tetua termasuk Liyan, Su Yue pun ikut bertempur mempertahankan gerbang sekte dari serangan para Iblis. Sebenarnya para Iblis telah menyerang dua hari lalu, karena tidak ada persiapan, Ketua sekte atau Lu Ye hanya bisa menyelamatkan para warga yang berada di dekat sekte mereka. Namun kerugian tetap terjadi, para murid serta tetua sekte Pedang Naga Langit juga telah tumbang satu persatu, akibat menjaga sekte dan menyelamatkan para warga.


Pertarungan tidak hanya ada di Sekte Pedang Naga Langit, kerajaan serta ratusan sekte kecil hingga besar pun sama mereka sedang berusaha mempertahankan sekte dan wilayah mereka sendiri dari para iblis yang menyerang. Namun naasnya beberapa kerajaan telah rata. Yang artinya kini tinggal beberapa Sekte serta kerajaan yang masih bertahan melawan para iblis yang terus terusan datang dan membunuh mereka.


***


"Terlambat." gumam Cao Yuan, setelah itu ia melesat kesana kemari menggunakan kecepatan puncaknya, namun hasilnya sama semua telah rata dengan tanah.


Selama perjalanannya ia tidak menemukan satu Iblispun, yang diartikan ia telah terlambat. Rasa amarahnya telah memenuhi dihatinya sendiri, Cao Yuan bersumpah didalam hatinya, ia akan memusnahkan semua bangsa iblis yang ada dialam iblis.


"Tetua Lu Ye, Liyan, Su Yue. " gumam Cao Yuan kemudian menatap arah barat, setelah itu ia melesat dengan kecepatan puncaknya.


****


Tetua Lu Ye, dan lainnya terus berusaha walaupun mereka sendiri saja sangat kewalahan bertarung melawan iblis didepan mereka. Karena para iblis yang menyerang para iblis dari alam iblis, mereka memiliki ketahanan serta kultivasi layaknya para bawahan Dewa. Namun mereka yang menyerang benua rendah hanya para iblis prajurit yang memiliki ranah kultivasi Dewa satu hingga tiga. Perbedaan ranah kutivasi bagaikan langit dan bumi membuat murid, tetua sekte mulai berjatuhan satu persatu, tiap detik ratusan murid terus berjatuhan.

__ADS_1


"Tuan muda, maafkan aku tak bisa mempertahankan sektemu. " ucap Tetua Lu Ye kemudian kembali menyerang satu iblis ditemani beberapa tetua disampingnya.


Para Iblis mereka mungkin dapat membunuh mereka semua dengan mudah, nyatanya mereka hanya ingin memuaskan rasa jenuh mereka. Karena selama dialam iblis mereka tidak pernah membunuh, tentunya aturan para iblis sama halnya dengan aturan para dewa, mereka tidak boleh membunuh bangsa mereka kecuali bangsa yang berbeda. Namun nyatanya iblislah yang menurut dengan peraturan, tidak dengan para dewa yang telah mengacaukan alamnya sendiri.


****


Ditengah perjalananya menuju sekte milik ayah tirinya, Cao Yuan menghentikan terbangnya dengan mata yang bercahaya emas dengan lingkaran energi dibelakang bahunya. Pedang yang telah ia genggam kemudian ia ayunkan kearah para Iblis yang sedang bergerak kearah barat. Ia sendiri tak menyangka didepannya terdapat jutaan para iblis yang bergerak kearah barat. Karena itu ia segera menyerang mereka tanpa banyak berbicara.


Swuuuush! Blaaar! Baaaaaamssss! Para iblis yang tidak mengetahui serangan energi pedang kearah mereka tiba tiba meledak menjadi kabut darah, tidak hanya satu tapi ratusan iblis telah tewas dengan satu serangan ayunan pedang Cao Yuan. Para Iblis yang terkejut kemudian membalikan badan dan menatap seorang pemuda yang melayang dengan mata bercahaya emas menatap mereka dengan tajam.


"Dewa? " ucap para Iblis yang mengenal ciri ciri seorang dewa.


"Brisik. " ucap Cao Yuan melesat dan kemudian mengeluarkan teknik telapak Ilahinya dengan bergerak secara zig zag.


Pertempuran satu melawan jutaan pasukan iblis berkekuatan Dewa satu hingga tiga dimulai. Cao Yuan terus melakukan serangan telapak Ilahi dengan pedang ditangan kanannya ia ayunkan menebas iblis yang ada didepannya. Para iblis tidak tinggal diam, mereka yang memiliki jumlah banyak berusaha melancarkan serangan mereka, namun nyatanya tidak ada satupun serangan yang mampu menyentuh pemuda yang terus bergerak secara zig zag.


Baaams! Dhuuaaar! Dhuuaaar! Baaaams! Jdaaaar! Cao Yuan melakukan hal yang sama terus terusan, tiap detik ia terus membunuh ratusan para iblis. Sedangkan jumlah para iblis yang banyak juga mulai berkurang drastis.


"Jika aku menggunakan serangan seperti ini, maka aku akan terlambat menuju sekte. " gumam Cao Yuan kemudian menghentakan kakinya dan terbang diatas langit.


Tak ingin berlama lama, ia memejamkan matanya dengan membuat sebuah segel. Segel yang rumit ia perlihatkan setelah itu tiba tiba muncul kubah emas yang sangat luas mencakup semua iblis yang ingin pergi kebarat. Setelah menutup jalan kabur para iblis. Segel tangan ia peragakan dengan gerakan yang simple. Swuuungg! Lingkaran besar muncul dengan aura yang sangat mengerikan menyebar menekan gerakan para Iblis.


"Amarah Naga! "


"Murka Naga! " teriak Cao Yuan mengeluarkan dua jurusnya sekaligus.


Swuuung! lingkaran besar bergetar dengan munculnya naga berukuran sangat besar, bahkan tidak tanggung tanggung ukurannya seratus meter dengan warna keemasan. Tak hanya naga besar yang tiba tiba muncul, ribuan naga kecil berukuran lima meter berada tepat dibelakang bahunya Cao Yuan terlihat. Setelah itu ia membuka matanya dan menatap para Iblis yang berusaha menggerakkan tubuh mereka.

__ADS_1


"Naif. " ucap Cao Yuan kemudian mengibaskan tangannya.


Swuuuush! Swuuuush! Naga berukuran seratus meter dan naga kecil berukuran lima meter melesat cepat kearah para Iblis.


__ADS_2