Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Ras Phoenix yang terkurung


__ADS_3

"Didalam pohon terdapat istana semegah ini! " ucap Cao Yuan yang tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya.


Ratu peri tersebut hanya tersenyum.


"Benar tuan muda! kami bangsa peri menggunakan pohon untuk dijadikqn sebagai rumah ataupun keinginan kita. Tapi tidak semua pohon dapat dipakai seperti ini. " ucap Ratu peri.


Cao Yuan mengangguk anggukan kepalanya sebagai tanda mengerti.


"Tuan muda! silahkan anda duduk dikursi kehormatan. " ucap Ratu peri sambil menundukkan kepala.


Cao Yuan menggelengkan kepalanya dan kemudian melangkahkan kakinya di sebuah kursi kayu didekatnya.


"Aku tak pantas duduk di kursi kehormatanmu, lagian aku lebih nyaman duduk dikursi kayu ini. " ucap Cao Yuan beralasan.


Sang ratu tiba tiba salah tingkah.


"Tu-tuan muda! " ucap sang ratu namun Cao Yuan lebih dulu memotongnya.


"Sudahlah! semua sama saja derajatnya bagiku, jadi kamu tak perlu mempermasalahkannya. " ucap Cao Yuan kemudian meminta Lylia dan tiga bawahannya duduk disampingnya.


Sang ratu hanya terdiam.


"Kenapa ratu? bukankah kita semua sama. Jadi duduklah ditempat kursi milik anda. " ucap Cao Yuan ramah.


Sang ratu kemudian mengikuti perintah Cao Yuan. Selang beberapa menit, pelayan istana milik ratu Peri tersebut tiba tiba membawa banyak sekali makanan dan minuman yang berwarna hijau. Cao Yuan, Lylia dan Hao Shi terlihat heran, karena semu makanan tersebut hanya ada sayur dan tidak ada daging pun.


"Tuan muda! makanan ras peri adalah tumbuhan yang diolah seperti masakan biasanya, Rasanya juga bisa dibilang lebih enak dengan sayuran yang pernah anda makan. " ucap Niu dipikiran Cao Yuan.


Cao Yuan hanya melirik Niu yang kini juga menatapnya dengan serius. Setelah semua makanan telah siap di meja yang ada disetiap kursi yang disediakan, akhirnya sang Ratu menyuruh Cao Yuan serta rombongannya untuk segera menghabiskan makanan yang telah pelayannya sediakan.


Selang beberapa menit mereka telah makan makanan yang disediakan oleh pelayan istana milik ratu peri.


"Emmm, walaupun hanya sayuran, namun rasanya sungguh nikmat. " ucap Cao Yuan yang disetujui oleh Hao Shi, Lylia yang baru pernah makan masakan ras peri tersebut.

__ADS_1


Sang Ratu kemudian memberikan penjelasan beberapa resep yang digunakan oleh bangsa peri untuk memasak. Perbincangan kecil dan tawa juga mulai mengisi keheningan istana tersebut, hingga Cao Yuan dan rombongannya kini berpamitan.


"Ratu! kami ingin berpamitan, karena banyak tugas yang harus aku selesaikan. " ucap Cao Yuan.


"Hmmm. " gumaman sang ratu.


Sang ratu sedikit berat melepas kepergian mereka, namun mendengar penjelasan Cao Yuan akhirnya sang ratu hanya bisa merelakan mereka.


"Tuan muda! jika anda butuh bantuan, maka anda dapat memecahkan batu giok milik ras peri. " ucap Sang peri memberikan batu berwarna kehijauan.


Cao Yuan pun menerima giok tersebut, walaupun mungkin Cao Yuan tak akan menggunakannya, karena disamping Cao Yuan terdapat Niu dan Luo Luo yang memiliki ranah Kaisar Dewa yang akan membantu Cao Yuan jika mengalami masalah yang tidak bisa dia lakukan sendiri. Setelah tidak ada yang dibahas, rombongan Cao Yuan kini perlahan meninggalkan istana tersebut dan diantar keluar dunia kecil peri bersama ratu peri. Didalam perjalanan tersebut, mereka juga saling berbincang santai, hingga tak sadar kini mereka telah keluar dari hutan dunia kecil milik ras peri.


"Tuan muda! berhati hatilah! " ucap Sang ratu peri.


Cao Yuan mengangguk dan kemudian mengajak rombongannya segera melanjutkan perjalanannya. Ditengah tengah perjalanan, Cao Yuan tiba tiba merasakan aura Hewan Iblis didalam hutan kecil yang menghubungkan ke dunia peri.


"Aura ini sepertinya milik hewan iblis. " ucap Cao Yuan kemudian menggenggam erat tangan Lylia yang kini badannya gemetaran.


"Aura ini bukan Hewan Iblis tuan muda! lebih tepatnya Hewan Suci! " ucap Luo Luo yang disetujui oleh Niu.


"Hewan Suci, hewan legenda yang bisa dikatakan memiliki darah masing masing tergantung ras mereka yang memiliki keunikan sendiri. Seperti Hewan Suci ras Naga, mereka memiliki darah Naga, namun darah naga juga memiliki tingkatan sendiri. "


Semua pengetahuan tentang Hewan Suci telah ia pahami dengan cepat, dan kini Cao Yuan membuka matanya.


"Niu! Luo Luo! sepertinya aku sedikit tertarik dengan aura tersebut, namun. " ucap Cao Yuan menatap Hao Shi dan Lylia secara bergantian.


"Lylia harus memasuki Dunia Jiwa bersama Hao Shi, karena aku takut Hewan Suci tersebut dapat melukainya. " ucap Cao Yuan serius kemudian membuka Dunia Jiwanya.


Hao Shi segera mengikuti perintah Cao Yuan, namun tidak dengan Lylia yang kini wajahnya menjadi cemberut dan tidak mau beranjak dari pijakaannya sedikitpun.


"Lier! " ucap Cao Yuan menggunakan kata panggilan sepesial dengan menggunakan 'er'


Seketika Lylia wajahnya memerah, karena tidak bisa ia sembunyikan rasa bahagianya, Lylia segera berlari memasuki gerbang Dunia Jiwa milik Cao Yuan. Niu dan Luo Luo yang melihat tingkah Lylia yang lucu hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Mari! ajak Cao Yuan kemudian Luo Luo serta Niu mengikuti langkah Cao Yuan.


"Tuan muda! jika benar aura ini milik Hewan Suci, pertanyaanku kini bagaimana hewan Suci dapat hidup di benua yang tidak memiliki energi Langit dan Bumi yang padat. " ucap Luo Luo disetujui oleh Niu.


Disela sela mereka membicarakan hal tersebut, nyatanya Cao Yuan kini terus mengedarkan kekuatan jiwanya untuk melacak lokasi Hewan Suci pemilik aura yang membuat Cao Yuan penasaran, namun sampai kini mereka tak menemukan sama sekali hewan Suci tersebut. Hanya aura samar samar saja yang membuat mereka bertiga penasaran.


"Tuan muda! aku rasa kita tidak bisa menemukannya jika tidak menggunakan mata Dewa. " ucap Niu yang disetujui oleh Luo Luo.


Cao Yuan sedikit heran, namun keheranannya segera terjawab saat Niu telah menggunakan mata Dewanya.


"R...a..ss! Phoenix! " ucap Niu terkejut setelah melihat sebuah Phoenix yang terkurung didalam segel berwarna kehitaman.


Cao Yuan menaikan sebelah alisnya karena dirinya tak mampu melihat apa yang dilihat oleh Niu, Luo Luo yang terkejut mendengar Niu melihat seekor Phoenix segera mengaktifkan mata dewanya.


"Be-benar! " ucap Luo Luo.


Sungguh sangat penasaran, namun Cao Yuan tak dapat menggunakan mata Dewa. Namun melihat reaksi mereka berdua membuat Cao Yuan menanyakan alasannya.


"Niu Luo Luo! sepertinya kalian sangat terkejut. " ucap Cao Yuan.


Niu dan Luo Luo seketika menatap Cao Yuan dengan serius.


"Tuan muda! aku rasa Phoenix tersebut dihukum oleh seorang yang memiliki ranah Kaisar Dewa Puncak. " ucap Niu.


Cao Yuan kembali menaikan sebelah alisnya.


"Kenapa memang? " tanya Cao Yuan.


"Karena ada sebuah segel berwarna kehitaman, segel tersebut memancarkan ranah Kaisar Dewa. Dan anehnya Phoenix tersebut kini hanya memiliki ranah Dewa Sejati. " ucap Niu terdiam sejenak.


"Yang aneh apanya? " tanya Cao Yuan bertambah penasaran.


"Ranah Kultivasinya yang sebenarnya berada di ranah Surgawi, jadi ranah sebenarnya Phoenix tersebut diatas ranah kami. " ucap Niu kembali.

__ADS_1


Cao Yuan membuka rahangnya lebar lebar mendengar penjelasan Niu, Cao Yuan sungguh tak mengira jika tingkatan ranah kultivasi sangatlah banyak.


__ADS_2