
Kaisar Langit yang membawa Cao Yuan dan bawahannya ketempatnya bersembunyi yaitu alam yang dilindungi para Budha. Sesampainya .
"Ayah bukankah jika ayah bisa membunuh Dewa Halilintar dengan mudah maka ayah dapat melakukan hal yang sama membunuh para Dewa ke*arat itu. " tanya Cao Yuan.
Kaisar Langit tersenyum mendengar hal tersebut, memang benar apa yang dikatakan anaknya, apalagi formasi bintang masih bersamanya walaupun setengah energi formasi bintang memasuki tubuh anaknya, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, kekuatannya yang berada di puncak serta formasi bintang memiliki kekuatan mutlak untuk mengatur seluruh alam semesta memang dapat membunuh para Dewa sebelum berperang maupun kapan saja jika Cao Lian mau.
"Anakku tidak semudah itu yang kamu bayangkan, kematian Dewa Halilintar maka akan terjadi hal yang unik di alam semesta, disaat hujan ataupun mendung tidak ada akan lagi petir yang menyambar disetiap pergantian musim, dan kamu pasti tau akibat jika ayah membunuh para Dewa yang melakukan tugas mereka masing masing." ucap Kaisar Langit lembut.
Cao Yuan terdiam beberapa detik dengan pertanyaaan yang ada dibenaknya.
"Jika begitu apa tugas dari seorang Dewa Naga? " tanya Cao Yuan.
Dewi Lianhua kini yang menjawab pertanyaan Cao Yuan.
" Dewa Naga seorang dewa yang disegani karena kepintarannya, serta kekuatannya yang tidak bisa dianggap remeh, dahulu ia dikenal sebagai Jendral perang para Dewa anakku. " ucap Dewi Lianhua kemudian menyentuh kening anaknya.
Swoooosh! Tiba tiba armor perang atau Jirah perang milik Dewa naga yang dikenakan Cao Yuan bersinar terang.
Swuuuung! Langit tiba tiba bergetar dengan munculnya tiga Budha yang memiliki aura yang sangat agung berbeda dengan aura agung dari para dewa.
"Hormat pada Dewi Kwan In, Shu Lai, Hao Xiang. " ucap mereka semua kompak.
Cao Yuan segera mengikuti apa yang mereka lakukan, karena ia sendiri baru pernah bertemu dengan mereka bertiga.
Tiga Buddha yang memiliki kekuatan mutlak mengangguk hangat menatap mereka semua.
__ADS_1
"Sancai sancai." ucap Hao Xiang dengan wujud aki aki berjanggut putih yang memiliki aura sangat agung.
"Hormat kalian kami terima. " ucap Shu Lai.
Setelah itu mereka semua menatap tiga Buddha dengan hormat. Melihat semua sangat hormat membuat Cao Yuan mengerti, tiga orang dilangit dengan wujud besarnya adalah bukan para Dewa yaitu para Buddha pemilik alam semesta.
"Cao Lian, Lian Hua, Cao Yuan, dan lainnya kedatangan kami ingin memberikan kalian semua tugas yang berbeda beda, aku tahu kalian semua penasaran dengan tugas tersebut, namun yang harus kalian ketahui ada satu ancaman yang sangat besar, karena itu kami harus menyampaikannya sendiri, tak memungkiri bahaya itu bisa kapan saja akan datang. " ucap Dewi Kwan In lembut.
Mereka semua diam tanpa berani memotong ucapan Dewi Kwan In. Dewi Kwan In, Shu Lai, dan Hao Xiang menjelaskan semuanya dengan detail hingga keputusan terakhir pada bawahan Cao Yuan.
"Niu, Luo Luo, dan lainnya aku rasa kalian pantas mendapatkan berkah dari langit, kalian semua berlatihlah sesuai dengan keinginan kalian. " ucap Shu Lai mengibaskan tangannya.
Dan tak lama muncul dua belas pintu yang memiliki warna serta aura yang berbeda. Bawahan para Cao Yuan terdiam karena kini mereka -hanya delapan orang dan didepan mereka terdapat sebelas pintu yang mereka belum mengerti apa fungsingnya. Shu Lai kemudian menunjuk perut bagian pusar pada Cao Yuan.
Swuuuuush! Hao Shi, Meilan, Guo Jing, Chi Yue serta pasukan sekte Abadi muncul dibelakang mereka.
"Hormat pada Shu Lai, Dewi Kwan In, Hao Xiang." ucap Meilan, Hao Shi yang mengetahui tiga sosok diatas langit yang menatap mereka.
Seketika semua pasukan terkejut mendengar hal tersebut apalagi Guo Jing dan Chi Yue serta Lylia, mereka semua kini langsung memberikan hormat setelah mengetahui tiga sosok agung diatas langit yang tengah menatap mereka dengan lembut. Setelah itu Dwi Kwan In, Shu Lai dan Hao Xiang kembali memberikan tugas berbeda pada pasukan sekte Abadi.
"Aku akan menugaskan pasukan abadi milik Cao Yuan untuk menjaga seluruh alam semesta kelak, dan karena itu aku meminta kalian semua untuk berlatih. " ucap Dewi Kwan In kemudian mengibaskan tangannya.
Deghhh! Mendengar tugas tersebut entah rasa gembira, senang, terharu, ataupun tidak menyangka mendengar hal yang tidak mungkin dapat mereka dapatkan selama hidup membuat jantung mereka berdetsk kencang.Setelah itu muncul ribuan bahkan jutaan kelopak teratai beterbangan mengelilingi pasukan sekte Abadi.
"Mulai saat ini kalian semua seraplah energi kelopak teratai Semesta tersebut hingga kekuatan kalian meningkat pesat. " ucap Dewi Kwan In.
__ADS_1
Kini Dewi Kwan In menatap Cao Yuan dengan lembut, bahkan Cao Yuan yang tengah ditatap merasakan tatapan tersebut seperti tatapan ibunya sendiri.
"Cao Yuan."
"Iya Dewi Kwan In, hamba siap melaksanakan tugas. " ucap Cao Yuan mengira dirinya akan diberi tugas.
Dewi Kwan In hanya tersenyum lembut mendengar ucapan Cao Yuan, dengan tenang Dewi Kwan In menunjuk tubuh Lylia dan digerakan tubuhnya kearah Cao Yuan berada.
"Lier. " ucap dalam hati Cao Yuan penasaran.
Setelah berada disamping Cao Yuan, Lylia hanya diam karena ia belum mengenal Kaisar Langit serta Dewi Lianhua selaku orang tua Cao Yuan.
"Yuaner, tentunya kamu sudah mengerti siapa Lylia. " ucap Dewi Kwan In.
Cao Yuan mengangguk dan menatap lembut Lylia.
"Darah murni ras Phoenix dan penerus Dewi Phoenix. " ucap Cao Yuan.
"Karena kalian berdua juga saling mencintai segeralah menikah, dan kelak kalian akan mendapatkan berkah dari langit yang tidak ada tandingannya. " ucap Dewi Kwan In.
Cao Yuan dan Lylia saling pandang sejenak kemudian keduanya memberi hormat pada Dewi Kwan In.
" Tapi Dewi, aku dan Lylia telah bersumpah akan menikah dengannya setelah semua tugasku selesai. " ucap Cao Yuan.
Shu Lai dan Hao Xiang yang sejak tadi hanya diam mendengarkan kini membuka suaranya.
__ADS_1
"Yuan er aku tahu maksudmu, namun yang harus kamu ketahui didalam dunia ini Ying dan Yang akan selalu ada, begitu juga dengan kejahatan dan kebaikan yang selalu hidup berdampingan, maka sekeras apapun kamu mencoba mencabut hingga keakar akarnya, setiap generasi pasti akan muncul dan melanjutkan apa yang mereka inginkan. " ucap Shu Lai.
Kaisar Langit dan Dewi Lianhua sejak tadi hanya diam serta mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan tiga Budha yang sangat dihormati tersebut.