
"Hemm tak perlu yang mewah, lagian aku terbiasa makan daging hewan iblis yang alot itu. " uca Cao Yuan mencari alasan.
Semuanya kini mulai menikmati hidangan yang telah disiapkan, bahkan arak pun tersedia dimeja masing masing, namun bagi Cao Yuan yang belum pernah meminum arak sedikit ragu.
"Kenapa tuan muda? Apakah anda tidak menyukai arak? " tanya Jaoyang.
Cao Yuan kemudian menggelengkan kepalanya.
"Bisa dibilang seperti itu, namun aku rasa tidak ada salahnya aku mencoba. " ucap Cao Yuan kemudian menuangkan arak yang tersedia di guci depan mejanya.
Gleeek! Gleeek!
"Akhh panas sekali. " ucap Cao Yuan, wajahnya pun memerah, namun sebuah perasaan hangat tiba tiba muncul didantiannya.
"Tuan muda bagaimana rasa arak buatanku? Jika tidak salah arak yang sedikit kuberi sumber daya ini sudah pantas bersaing dengan kedai dialam Dewa. " ucap Jaoyang.
"Cihh enak apanya. " ungkap Niu mulai mendebat.
"Jika tidak enak mengapa kau menghabiskan arak didepanmu itu. " ucap Jaoyang terprovokasi.
"Eeeee....." ucap Niu gelagapan.
Shen Huo An dan lainnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Niu yang tidak bisa akur, bahkan Xing yang pendiam kini turut membuka usulnya.
"Benar tidak enak. " ucap Xing.
Jaoyang melebarkan matanya mendengar Xing yang pendiam menjelekan kualitas arak buatannya. Meilan, Hao Shi bahkan Lylia menahan tawa mereka melihat reaksi pertama kali Cao Yuan meminum arak, apalagi mendengar perdebatan kecil tersebut.
"Minuman apa ini, pait panas pula ditenggorokan. " gerutu Cao Yuan.
Tawa renyah mulai terdengar, hingga Cao Yuan mencoba meminum arak yang masih banyak didepannya. Percobaan hingga ketiga kalinya Cao Yuan masih merasakan rasa yang sama, namun sebuah perasaan yang membuat matanya tidak fokus kini ia rasakan.
"I..ni." ucap Cao Yuan.
__ADS_1
"Tuan muda arak memang dapat memabukan, namun arak yang saya buat berbeda dengan arak yang tuan muda mungkin pernah rasakan, walaupun arak ini lebih keras, namun jika yang merasakan arak ini tingkat emas hingga alam maka ia dapat naik tingkat, karena aku sudah mencampurkan beberapa sumber daya didalam arak ini. " ucap Jaoyang menjelaskan.
Cao Yuan mengangguk, memang ia sedikit merasakan Dantiannya terisi ketika ia telah menelan arak tersebut, Lylia yang mendengar ucapan Jaoyang tiba tiba bersemangat. Tanpa persetujuan Cao Yuan ataupun lainnya dengan cepat ia segera mengisi gelasnya dengan arak yang tersedia didepan mata.
Gleek! Gleeek!
"Akkhh. " pekik Lylia namun tiba tiba tubuhnya bergetar, dan disaat itu ledakan terobosan tingkat emas tiga terdengar dari dalam tubuhnya.
Baaams! Baaaams! Tidak hanya sekali namun dua kali yang diartikan Lylia naik tingkst menjadi emas empat. Lylia seketika menyetabilkan pondasi jiwanya langsung menyerap energi langit dan bumi.
Semua orang terdiam menatap Lylia yang naik tingkat, namun senyum yang sangat tengil dari Jaoyang membuat Niu kembali mendebat.
"Apakah hanya kenaikan ranah kultivasi tuan putri membuatmu bangga? " tanya Niu.
"Dari pada kau hanya bisa berkomentar namun tidak berguna sama sekali. " balas Jaoyang.
Cao Yuan yang kembali mendengar perdebatan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Hingga semuanya telah mabuk, terutama Cao Yuan dan Lylia yang belum terbiasa.
"Tuan muda, Tuan putri silahkan beristirahat dikamar yang telah disediakan oleh muridku."
Ling Ling murid Jaoyang segera mengantar Cao Yuan dan Lylia menuju kamarnya, Cao Yuan dan Lylia yang sudah mabuk hanya bisa mengikuti langkah Ling Ling.
Sesampainya didepan pintu ruangan Ling Ling menghentikan langkahnya dan kemudian menatap Cao Yuan yang kini seperti orang mengantuk.
"Tu-tuan muda ini kamar untuk tuan muda dan putri istirahat. " ucap Ling Ling kemudian membuka pintu kamar.
Cao Yuan dan Lylia hanya mengangguk, namun tanpa ia sadari mereka berdua telah mengunci kamar mereka. Dan yang terpenting saat ini mereka berdua dalam keadaan mabuk.
Brukk! Brukkk! Lylia dan Cao Yuan langsung tertidur bersebelahan tanpa sadar mereka berdua telah tidur seranjang.
*****
Dialam milik salah satu budhaa.
__ADS_1
Kaisar Langit serta Dewi Lianhua yang melihat anaknya mabuk hingga tertidur seranjang dengan Lylia hanya menggelengkan kepalanya .
"Sudahlah besok saja kita memberikan pesan pada mereka semua, karena untuk saat ini aku takut.." ucap Kaisar Langit menggoda istrinya Dewi Lianhua yang membuat Dewi Lianhua wajahnya memerah karena sudah menebak pikiran suaminya.
*****
Bawahan Cao Yuan saat ini mereka masih asik minum, padahal saat ini kesadaran mereka mulai menghilang. Perbincangan tanpa arah sejak kepergian Cao Yuan selalu terdengar, bahkan yang mendengar arah pembicaraan mereka hanya bisa menahan tawa.
"Karena kita telah berkumpul, dan adanya saudara serta saudari kita yang baru, dengan ini aku Shen Huo An berterimakasih pada Langit karena telah mempertemukan kita kembali. " ucap Shen Huo An mengangkat gelas terakhir berisi arak dan langsung meneguk araknya.
"Hahaha aku tak mau kalah juga, dengan ini aku bersumpah atas nama langit, aku tidak akan berhenti berdebat dengan Jaoyang! " ucap Niu.
Seketika semuanya membuka lebar mata mereka, walaupun kesadaran mereka menipis namun mendengar ucapan Niu membuat mereka hanya bisa menahan tawa didalam hati.
"Hahahaha aku Jaoyang juga akan bersumpah mulai hari ini, aku akan selalu membalas apa yang dibuat Niu padaku. " balas Jaoyang sengit.
Tak terasa bawahan Cao Yuan tertidur dimeja hingga waktu pagi hari. Sinar mentari yang tembus kedalam jendela kamar yang disinggahi oleh Cao Yuan dan Lylia membuat mereka berdua terbangun dari tidurnya mereka.
"Akkkkhh! " pekik Lylia kaget setengah mati melihat Cao Yuan tidur disampingnya, seketika wajahnya memerah bagaikan tomat yang matang.
Begitu juga dengan Cao Yuan, namun ia sedang mengingat ingat peristiwa malam kemarin yang menurutnya membahagiakan itu.
"Lier, kenapa kita sekamar? " ucap Cao Yuan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
Masih dengan wajahnya yang memerah, Lylia segera menggelengkan kepalanya karena ia sendiri juga tidak tahu persis kejadiannya.
"Apakah Yuaner telah menodaiku. " ucap dalam hati Lylia.
Cao Yuan yang kini menatap Lylia yang terdiam serta wajahnya memerah hanya bisa canggung. Suasana yang canggung sungguh membuat Cao Yuan bingung.
"Lier! Bersihkan diri dahulu, masalah ini kita lupakan saja, namun aku janji jika misi dari ayahku selesai maka aku akan menikahimu secepatnya. " ucap Cao Yuan kemudian mencium kening Lylia dan berbegas keluar dari kamarnya.
Lylia hanya bisa terdiam. Namun melihat Cao Yuan telah pergi, dia segera mengikuti perintahnya untuk membersihkan diri. Cao Yuan yang telah keluar dari kamar, ia segera menuju tempat dimana malam kemarin ia mabuk bersama dengan bawahannya
__ADS_1
" Masih tidur! " ucap Cao Yuan membuat semua bawahan Cao Yuan terbangun.