Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Payui lima iblis tanpa kepala.


__ADS_3

Para Iblis hanya bisa diam, banyak juga yang mencoba memberontak melawan aura yang terus menekan mereka. Namun alhasil tidak ada yang dapat bergerak dari tekanan aura naga. Cao Yuan memandang para iblis dengan tenang, menunggu dua jurusnya menghujani para iblis yang hanya bisa diam.


"Mati. " gumam Cao Yuan.


Baaaams! Dhuuaaar! Dhuuuaaaar! Jdaaaaar! Suara ledakan seketika terdengar, tidak hanya satu dua kali tapi ribuan ledakan terdengar dengan ledakan terdahsyat membuat perisai buatannya Cao Yuan juga retak dan akhirnya pecah.


Cao Yuan masih diatas langit memandangi ledakan yang masih terdengar, dia juga kini telah mengedarkan kekuatan jiwanya untuk memeriksa apakah ada iblis yang masih hidup. Wajah keterkejutannya terlihat setelah merasakan lima aura iblis yang masih dapat ia rasakan.


"Tidak mungkin. " gumam Cao Yuan tak percaya.


Selang beberapa detik debu yang berterbangan menghilang dengan suara ledakan yang tidak kembali terdengar Cao Yuan melotot melihat lima iblis tanpa kepala masih hidup.


"Mengerikan. " gumam Cao Yuan kemudian turun tepat didepsn lima iblis tanpa kepala.


"Hahahaha ternyata dewa yang masih muda ingin membunuh kita. " ucap salah satu sosok iblis tanpa kepala.


Cao Yuan heran, melihat iblis tanpa kepala namun dapat berbicara. Walaupun ia terkejut, nyatanya ia tidak merasa takut sama sekali dengan lima iblis didepannya. Swuuuung! Setelah itu tiba tiba aura hitam keluar dari tubuh mereka.


"Walaupun kamu dapat membunuh prajurit kami, belum tentu kamu dapat melawan lima iblis payui tanpa kepala. " ucap mereka berlima kemudian mengeluarkan aura kultivasi di tingkat Alam Dewa satu.


"Emmm kekuatanmu yang rendah ingin dipamerkan padaku? " tanya Cao Yuan sebenarnya sedikit terkejut dengan ranah kultivasi mereka. Ia kira mungkin hanya ranah kaisar dewa tapi merasakan aura alam dewa membuatnya berpikir bahwa sekte Pedang langit milik ayahnya mungkin telah hancur jika yang menyerang para iblis memiliki ranah yang sudah bisa dikatakan menyamai bawahan para dewa.


"Dewa muda, aku tau kamu memiliki ranah kultivasi lebih tinggi dari kami. Namun kamu jangan sombong dahulu, walaupun kami kalah nanti, ada sosok yang akan menguasai alam semesta bahkan para Dewa akan hancur ditangannya."


"Brisik! " ucap Cao Yuan sambil mengayunkan pedangnya kearah salah satu mereka.

__ADS_1


Walaupun khawatir terhadap sekte ayah tirinya, ia mencoba berpikiran positif jika mereka dapat bertahan sampai ia dapat membunuh lima iblis didepannya.


Swuuuush! Swuuuush! Kelima iblis payui tanpa kepala menghilang dan muncul dibelakang Cao Yuan dengan mengayunkan serangan tinju mereka secara bersamaan. Namun Cao Yuan yang dapat membaca gerakan mereka langsung membalikan badan, setelah itu ia mengayunkan pedangnya dengan vertikall kearah perut iblis payui.


Slaaaaash! Slaaaash! Tubuh mereka terpotong, Cao Yuan mengira ia telah berhasil membunuh lima iblis tersebut. Namun ketika ia ingin melanjutkan pergi ke sektenya, tiba tiba ada hal yang mengejutkannya.


"Dewa muda! Apakah dengan memotong tubuh kami, kami dapat mati begitu saja? " suara iblis yang sama.


Cao Yuan kemudian kembali membalikan badannya. Dan menatap iblis payui yang telah kembali kewujud mereka. tiba tiba kalung yang sebenarnya adalah roh naga pedang berbicara dipikiran Cao Yuan.


"Tuan muda, gunakan api ilahi milikmu. " ucap Naga dipikirannya.


Mendengar usulan sang naga, Cao Yuan segera mengalirkan elemen api ilahi ke mata pedangnya. Pedang berwarna keemasan kini memancarkan api yang berkobar.


"Emm kalian mengenal api milliku." ucap Cao Yuan kemudian mengayunkan pedangnya.


Lima iblis payui segera menghindar dengan cara melesat kesegala arah mengindari serangan pedang pemuda tampan yang telah membunuh jutaan prajurit mereka.


"Cihh! Ingin kabur dari kematian kalian. " gumam Cao Yuan kemudian mengejar salah satu diantara mereka.


Slaaaaash! Kecepatannya yang berada dipuncak kultivasi membuat Cao Yuan dapat mengejar kecepatan salah satu iblis yang ia kejar. Tak berhenti membunuh satu iblis payui, Cao Yuan segera melesat kesana kemari melakukan hal yang sama pada iblis payui, setelah itu ia segera mendarat ke tanah dengan memasukan pedang pemberian Dewi Kwan In kedalam sarungnya.


Sedikit terkesima melihat reaksi api ilahi yang membakar tubuh mereka. Api ilahi terlihat merambat ketubuh mereka setelah itu perlahan semua bagian tubuh menjadi abu, dan saat tubuh yang terbakar akan meregenerasi tubuh, api ilahi kembali bekerja dengan membakar seluruh abu hingga tidak terlihat sama sekali abu tersebut. Cao Yuan mengangguk melihat hal tersebut.


"Ternyata itu kelemahannya, sudahlah lebih baik aku segera kembali ke sekte. " ucap Cao Yuan kemudian menghentakan kakinya dan melesat kearah barat dengan kecepatan puncak.

__ADS_1


*****


Terlihat disekte Pedang Naga Langit, para murid dan tetua, tinggal puluhan orang saja. Wajah lemas, pucat lesu menunggu kematian mereka akan tiba terlihat pada para murid, tetua yang masih hidup. Nyatanya saat awal mereka bertempur melawan iblis terlihat kesusahan melawan para iblis, tapi saat mereka berhasil menyarangkan serangan kearah iblis. Nyatanya sang iblis dapat bertahan, dan yang membuat mereka lebih frustasi lagi ranah kultivasi para iblis yang memiliki dewa satu hingga tiga.


"Arghhh! Tidak akan kubiarkan sekte ini hancur begitu saja! Kaburpun kita sudah tidak bisa, lebih baik kita mati bersama! " teriak Tetua Lu Ye terlihat banyak luka disekujur tubuhnya.


Para tetua serta murid yang lain pun sama, mereka tak kalah parahnya dengan kondisi tetua Lu Ye. Di sisa tenaga yang mereka miliki mereka bangkit dan mencoba kembali membunuh para iblis yang sedang.menyerap jiwa murid, tetua yang telah tewas.


Didalam aula sekte, sebuah perisai menutupi perisai yang melindungi manusia biasa didalam aula sekte yang mengungsi, wajah pucat pasi mereka juga terlihat karena sampai saat ini pertempuran masih terdengar.


****


Flash Back kejadian awal penyerangan sekte Pedang Naga Langit.


Tetua Lu Ye yang memimpin sekte terkejut dengan adanya berita gempar mengenai para iblis muncul dari arah timur dan membabi buta membunuh manusia, karena kabar tersebut masih belum pasti, ia meminta para murid yang melakukan tugas diluar untuk segera kembali kesekte. Ia juga memerintahkan para tetua untuk mengungsikan para warga disekitar sekte kedalam sekte mereka.


Setelah dua hari berita penyerangan tersebut masih hangat, tiba tiba perisai buatan Cao Yuan bergetar, dan setelah itu teriakan dari para murid terdengar dari gerbang menuju kesekte.


****


"Sebentar lagi. " gumam Cao Yuan terus melesat menggunakan kekuatan puncaknya. Walaupun ia bergerak sangat cepat, ketika ia menemukan puluhan iblis yang bergerak, ia selalu mengeluarkan teknik telapak Ilahi untuk membunuh para iblis. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya.


Sampai tepat di area dua kilometer menuju sekte Cao Yuan menghentikan terbangnya, aura naga yang sejak awal telah keluar kembali ia keluarkan terasa lebih mengerikan lagi. Bahkan para iblis yang sedang menyerap jiwa para murid, tetua sekte segera menghentikan aktivitas mereka setelah merasakan aura penindasan yang membuat mereka jatuh berlutut.


"Ibliiiss tidak pernah kumaafkan kalian semuanya! Argghhhhhhg! " teriakan Cao Yuan menggema dengan amarah yang sangat besar, ranah Kultivasinya ia perlihatkan, pancaran aura naga yang sangat kental terasa sangat agung. Amarah yang diperlihatkan Cao Yuan tak lain akibat melihat para murid, tetua sekte milik ayah tirinya telah tewas, dan yang membuatnya lebih marah para iblis menyerap jiwa mereka sehingga mayat para murid dan tetua hanya terlihat tulangnya saja, walaupun ia merasakan beberapa aura yang dikenali masih ada tanda kehidupan.

__ADS_1


__ADS_2