
Tak bisa dipungkiri, sang Kaisar Kegelapan dengan sengaja turun kealam fana karena ia merasa anaknya sedang dalam bahaya.
"...." Cao Yuan hanya diam, namun matanya terfokus pada bawahan para Dewa yang ketakutan melihat kedatangannya Kaisar Kegelapan.
"Pangeran Kegelapan telah pergi, jadi sekarang tinggal kalian saja yang tersisa. " ucap Cao Yuan dingin kemudian berubah wujudnya menggunakan mode Naga.
Swuuung! tubuhnya telah berubah sepenuhnya menjadi naga, dua tanduk yang dibaluti dua elemen berbeda membuat perubahan Cao Yuan menjadi sangat elegan. Para bawahan Dewa seketika terkesima.
"D..i..a D..e.wa Naga! Bukankah dia...." ucap salah satu terpotong oleh Cao Yuan yang memotong perkataannya.
"Dia telah tewas akibat ulah kalian semua. " ucap Cao Yuan kemudian membuka lebar mulutnya.
Swoooosh! Api yang dibaluti petir melesat dengan kecepatan tak kasat mata membuat para bawahan para Dewa segera menghindari serangan tiba tiba tersebut.
"Gawat! Kita bukan lawannya! " ucap salah satu bawahan para Dewa.
Beberapa diantara mereka kini membuat segel tangan berusaha untuk kabur. Niu, Luo Luo, serta bawahan Cao Yuan yang melihat bawahan para Dewa yang akan kabur tiba tiba menghilang dari pandangan dan muncul didepan bawahan para Dewa.
"Mau kabur? Cihh tidak kubiarkan! " ucap Meilan melancarkan serangannya.
Tidak hanya Meilan, Shen Huo An dan lainnya pun sama menyerang bawahan para Dewa yang ingin kabur. Cao Yuan juga sudah memakan korban dari semburan api yang dibaluti petir, yang keluar dari mulutnya.
Tidak bisa dipungkiri kini bawahan para Dewa tersisa puluhan orang, satu persatu mereka tumbang entah ditangan Cao Yuan ataupun bawahannya.
"Arghhhh! Jika kita hanya diam maka kita akan mati seperti teman kita. Mari kita gabungkan kekuatan kita sebagai bawahan para Dewa! " ucap salah satu bawahan.
"Formasi Dewa Penghancur! " teriak mereka semua dan kemudian menghilang lalu muncul melingkar mengepung Cao Yuan yang berubah menjadi Naga serta Bawahannya. Sebuah segel gabungan, atau segel yang sama mereka peragakan.
"Hancurkan! " teriak mereka bersama.
Namun saat segel buatan mereka bergetar, Cao Yuan kembali menyemburkan api yang dibaluti petir mengarah pada salah satu bawahan para Dewa, sehingga keseimbangan segel mulai goyah.
"Kami tujuh saudara naga sudah mengenal segel ini, dan karena itu percuma saja kalian mampu menyegel kami. " ucap Shen Huo An kemudian melesat diikuti lainnya.
Baaamss! Dhuaaar! Dhuaaar! Ledakan yang dashyat yang diakibatkan bawahan Cao Yuan serta Cao Yuan sendiri menggempur mereka dengan serangan jarak dekat maupun jauh.
Para Kultivator yang masih hidup, dan kini masih melihat pertempuran diatas langit sungguh terkesima. Apalagi melihat seorang pemuda yang dapat mengobrak ngabrik dua kubu, dan yang lebih membuat mereka kagum sang pemuda mampu berubah menjadi seekor Naga yang samar samar mereka rasakan aura keagungan sang Naga sendiri.
__ADS_1
"Mari kita akhiri! " ucap Cao Yuan kemudian menyembur api yang dibaluti petir kelangit.
"Mundur! " teriak Cao Yuan kemudian merubah bentuknya menjadi seorang manusia, setelah itu sebuah perisai menutupi bawahan Cao Yuan, serta dirinya sendiri muncul menutupi mereka.
Selang beberapa detik, hujan Lava atau hujan semburan api ilahi yang dari langit turun dengan deras menerpa tubuh para bawahan Dewa.
"Arghh! "
"Panas! "
"Arghhhhh! "
Teriakan panas yang membakar tubuh bawahan para Dewa menggema sangat keras, mereka yang siap memblokir hujan api atau lava dengan perisai mereka lakukan, namun api yang membakar perisai mereka bukanlah api biasa melainkan api Ilahi, sebuah api terpanas dan tertinggi dari golongan api tersendiri membuat perisai yang mereka buat perlahan meleleh.
"Arghh! "
Teriakan terus menggema, hingga semuanya telah tewas tiada sisa oleh api atau lava yang terus menerus turun dari langit.
*****
"Apaa? Jadi Dewa Naga yang baru telah lahir? " tanya Xao Li.
"Be-benar Yang Mulia! Bahkan formasi bintang yang kita cari selama ini tiba tiba muncul dan anehnya energi formasi bintang memasuki tubuh Dewa Naga yang baru tersebut. " ucap Dewa Pengawas Tiga dunia.
"Jadi...." ucap Xao Li terpotong oleh sosok pria berbaju hitam dengan aura kegelapan yang terasa mengerikan muncul.
"Kaisar Langit belum mati. " suara sosok pria baju hitam yang dikenal sebagai Kaisar Kegelapan muncul disampingnya terdapat Pangeran Kegelapan yang sedang melihat sekitarnya.
"Kau..." ucap Xao Li langsung berdiri melihat Kaisar Kegelapan mengunjunginya apalagi membawa anaknya yang dapat membawa petaka tersebut.
"Kau apa? Aku kesini hanya ingin memprotes kenapa kalian ingin membunuh anakku kembali, seharusnya kau membunuh pemuda yang telah membunuh bawahan kalian semua. " ucap Kaisar Kegelapan yang langsung menghilang dari pandangan.
Braaaak! Dewa Xao Li yang dijuluki sebagai Dewa Cahaya menggebrak meja didepannya.
"Arghhhh! Jika begini maka ...." ucap Dewa Xaoli kemudian menatap kearah pintu kediamannya karena merasakan beberapa aura yang dikenali olehnya mendekwt.
Tok! Tok! Tok!
__ADS_1
"Yang Mulia! Kami ingin memberikan laporan penting. " ucap Dewa Halilintar.
"Masuk! " ucap Xao Li dingin.
Dewa Halilintar yang datang bersama beberapa Dewa lainnya kemudian memasuki kediaman Xao Li.
"Ada apa? " tanya Xao Li singkat.
"Bawahan kami telah tewas saat menjalankan misi pembunuhan Pangeran Kegelapan di Benua Tengah, karena itu aku mencari Dewa Pengawas tiga dunia untuk mencari tahu siapa pelaku pembunuhnya, namun aku tidak menemukannya dikediamannya melainkan seorang pelayan mengatakan Dewa Pengawas pergi ke kediaman Yang Mulia! " ucap Dewa Halilintar mewakili beberapa dewa disampingnya.
Xao Li mengangguk, setelah itu ia meminta Dewa Pengawas untuk memberitahu siapa yang telah membunuh bawahan mereka.
"Jadi Dewa Naga yang baru telah membunuh bawahan kita? " tanya Dewa Halilintar.
"Benar! Karena itu aku pergi kekediaman Yang Mulia untuk melaporkan hal ini. " ucap Dewa Pengawas tiga dunia.
Semua orang mengangguk, begitu juga dengan Xao Li yang sudah menyimpulkan sebuah rencana.
"Sudah jelas pemuda tersebut mengibarkan bendera perang kepada kita, maka dari itu mulai saat ini Alam Dewa tidak akan menerima kehadirannya. "
"Dan saat ini kita juga menyatakan peperangan kepadanya. Ingat ranah Kultivasinya saat ini masilah rendah, sehingga kita dapat membunuhnya kapan saja. " ucap Xao Li kemudian meremas gelas yang ada didepannya.
"Baik Yang Mulia! " ucap mereka semua kompak kemudian pergi dari kediaman Xao Li.
****
Cao Yuan yang telah membunuh semua bawahan para Dewa menatap bawahannya dengan hangat, lalu turun mendarat diatas tanah diikuti ooleh bawahannya.
Swuuush! Hao Shi muncul dengan wajah yang sedikit canggung.
"Apa ada masalah? " tanya Cao Yuan heran.
"Ti-tidak ada tuan muda, hanya saja aku tidak bisa ikut dalam pertempuran waktu tadi..." ucap Hao Shi terpotong.
"Sudahlah tidak masalah, lagian aku sudah merasa sangat senang melihat kalian peduli dengan mereka semua. " ucap Cao Yuan menatap para Kultivator yang masih terkurung oleh segel buatan bawahannya sendiri.
Hao Shi mengangguk dan kemudian Cao Yuan meminta bawahannya untuk segera menghilangkan perisai yang melindungi para Kultivator yang masih hidup. Tak lama setelah itu, mereka semua menghilang dari pandangan.
__ADS_1