Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Menambah sekutu.


__ADS_3

Selang beberapa menit mereka berpelukan, mereka menikmati keindahan seluruh alam semesta dengan cara melayang. Tak terasa waktu telah berjalan selama dua jam mereka diluar galaxy.


"Lier, mari kembali. " ucap Cao Yuan.


Lylia mengangguk, dan kemudian mereka berdua memasuki gerbang dimensi. Muncul diatas langit alam milik Buddha, Cao Yuan mengamati keadaan sepi dunia tersebut.


"Andai ketenangan selalu ada didunia ini. " ucap Cao Yuan lirih namun dapat didengar oleh Lylia.


"Gege, walaupun alam semesta hancur percayalah, aku akan selalu ada di sampingmu. " ucap Lylia tulus.


Cao Yuan kemudian mengajak Lylia untuk beristirahat dikamar mereka masing masing. Waktu tak terasa dua hari telah berlalu, tepatnya satu hari lagi akan menyerang kealam dewa. Kaisar Langit mengumpulkan semua pasukan, pasukan abadi yang akan menjadi pasukan legenda dialam dewa kini telah berkumpul dengan wajah semangat, tidak ada rasa takut. Hanya ada rasa semangat yang membara dihati mereka.


Pidato yang diberikan kaisar langit dan Cao Yuan menambah rasa semangat, serta percaya diri mereka. Setiap kata, setiap ucapan yang keluar dari mulut keduanya sungguh membuat mata mereka terbuka. Rencana yang telah disetujui pun kembali dibahas dengan baik, hingga semuanya telah selesai di bicarakan, mereka semua diarahkan masuk kedalam dunia jiwa milik Cao Yuan, begitu juga dengan Kaisar Langit, Dewi Lianhua serta lainnya. Menutup gerbang dunia jiwa, Cao Yuan melihat sekitarnya.


"Mari kita akhiri perseteruan ini dan membuat dunia yang aman serta tentram. " gumam Cao Yuan.


Cao Yuan kemudian merubah bentuknya menjadi Niu, setelah itu ia membuat gerbang teleport ke alam dewa. Setelah memasukinya, Cao Yuan yang baru melihat alam dewa sedikit tertegun.


"Alam dewa layaknya benua rendah, tengah dan tinggi. " ucap Cao Yuan diatas langit melihat ribuan rumah yang berdiri, terdapat satu istana yang sangat besar.


Dengan mata yang tajamnya ia melihat banyaknya prajurit yang berjaga, tiba tiba Cao Yuan menghilang dari kehampaan saat merasakan beberapa aura mendekat kearahnya.


Swuuuush! Swuuuush! Dua pria mengenakan jirah perang muncul dengan raut wajah yang heran.


"Tao Fao, bukankah tadi ada gerbang teleport disini? " tanya Hu Chen.


"Entahlah aku juga merasakannya, namun anehnya setelah kita sampai disini sudah tidak ada siapa siapa. " ucap salah Tao Fao.


"Aneh, lebih baik kita laporkan pada Yang Mulia saja. " ucap Hu Chen disetujui oleh Tao Fao.

__ADS_1


Keduanya melesat kearah istana dewa. Tiba tiba Cao Yuan muncul kembali dengan raut wajah herannya.


"Apakah Xao Li itu sudah mengetahui peperangan akan terjadi sehingga ia memperketat penjagaan? " gumam Cao Yuan kemudian melesat kearah hutan.


Sesampainya ia turun dengan tenang. Cao Yuan mengedarkan kekuatan jiwanya, karena ia ingin memeriksa hutan tersebut. Tiba tiba ia merasakan banyaknya aura hewan suci didalam hutan.


"Emmm jika aku dapat menundukkan mereka, maka pasukanku akan bertambah. " gumam Cao Yuan memiliki sebuah ide.


Swungg! Ia membuat segel tangan, setelah itu segel pelindung transparan dan beberapa segel Ilusi muncul dilangit hutan tersebut. Cao Yuan menghilang dan mencari sumber aura hewan suci yang sedang berkumpul.


Swoooosh! Baaaamss! Dhuaaaar! Tiba tiba bola api berukuran kepala manusia melesat kearah Cao Yuan yang melesat berlawanan arah, namun Cao Yuan dapat menghindarinya, sehingga serangan tersebut membuat pohon dibelakangnya hancur.


Cao Yuan menatap sumber serangan tersebut berasal, ia sedikit terkejut saat kekuatan jiwanya merasakan banyaknya aura hewan suci yang mendekat kearahnya. Tidak takut, namun ia terkejut dari banyaknya aura hewan suci terdapat satu hewan suci berkekuatan kaisar dewa puncak tiga.


"Dewa kep*rat apakah kau ingin memburu kami lagi. " ucap naga hitam menggema keseluruh sudut hutan, untung saja Cao Yuan membuat perisai transparan sehingga getaran tersebut tidak dapat dirasakan diluar hutan.


Masih dengan sikap tenangnya ia menunggu kedatangan mereka semua. Selang beberapa detik, Swuuuush! Swuuush! Ribuan hewan suci dipimpin oleh naga berukuran sepuluh meter berwarna kehitaman muncul didepan Cao Yuan. Hewan suci tersebut menatap Cao Yuan dengan tajam, tidak ada tatapan bersahabat, mereka semua menatap Cao Yuan dengan kebencian yang terlihat diwajah mereka.


Mereka semua hanya saling berpandangan, melihat ranah kultivasi pemuda tampan berada di kaisar dewa tingkat lima yang masih bersikap tenang membuat heran.


"Bocah, disini bukan tempatmu bermain, jadi pergilah. " ucap Naga tersebut malas menanggapi Cao Yuan.


"Hehehe senior, dari raut wajahmu sepertinya kalian sangat membenci para Dewa. " ucap Cao Yuan kemudian membuka dunia jiwa.


Swuuuush! Shen Huo An, Niu, Guo Jing, dan kesembilan dewa baru muncul disamping Cao Yuan. Reaksi Shen Huo An dan lainnya hanya bingung, namun berbeda dengan Hewan Suci yang meningkatkan kewaspadaannya, mereka juga bersiap untuk menyerang para Dewa tersebut.


"Tenanglah, kami dewa baru yang akan menggantikan posisi dewa yang lama. Karena para dewa lama sudah mengabaikan keselamatan umat manusia, karena itu aku akan mengibarkan bendera perang pada mereka. Apakah kalian ingin membantu kami? " tanya Cao Yuan tenang.


"Cihh! Dengan kekuatanmu itu? " ucap sang Naga hitam.

__ADS_1


Cao Yuan hanya menggelengkan kepalanya, ia langsung mengeluarkan setengah aura naganya. Seketika semuanya jatuh berlutut kecuali Shen Huo An dan lainnya.


"A-ampun dewa naga! " ucap mereka semua ketakutan.


Cao Yuan tertegun sejenak, ia mengira setidaknya mereka akan bertarung, namun melihat rasa takut yang berlebihan membuat Cao Yuan heran. Perlahan auranya menghilang, walaupun sudah menghilang aura naga yang menindas mereka, tetap saja mereka semua masih berlutut.


"Bangunlah. " ucap Cao Yuan tenang.


Semuanya bangun tanpa berani menatap wajah Cao Yuan, Shen Huo An kemudian berbisik pada Cao Yuan.


"Dewa Naga, mereka sebenarnya adalah pengikutmu semua. " ucap Shen Huo An lirih.


Deegh! Jantung Cao Yuan berdetak kencang, situasi kini sedikit canggung.


"De-dewa Naga! Maaf atas kelancangan kami, jika boleh tau apakah anda berhasil lolos dari Kematian waktu lalu. " ucap sang Naga hitam.


Cao Yuan kemudian menceritakan semuanya, ia mengatakan ia pengganti Dewa Naga yang baru, setelah itu kecanggungan diantara mereka perlahan menghilang, hingga Naga hitam bersedia membantu pasukan Cao Yuan mengalahkan para dewa. Mereka mengungkapkan rasa senang, semangat dengan cara menghentakan kaki mereka ketanah secara bersamaan.


Setelah itu, Cao Yuan meminta pada mereka untuk membantunya jika batu giok yang ia berikan terpecah, maka pasukan Hewan Suci harus ikut menggempur para bawahan Dewa. Cao Yuan berpamitan pada hewan suci yang akan menunggu saat pertempuran nanti.


Swuuuush! Cao Yuan memasukan Shen Huo An dan lainnya kedalam dunia jiwa. Setelah itu ia tersenyum kearah hewan suci dan menghilang dari kehampaan. Kini Cao Yuan munculnya tepatnya didepan gerbang kota yang menuju kearah istana Dewa. Dengan santai ia memasuki gerbang kota Dewa tersebut.


"Berhenti! " ucap salah satu prajurit memeriksa Cao Yuan.


Cao Yuan menghentikan langkahnya, dan kemudian ia menatap sang prajurit dengan tenang.


"Identitas. " ucap sang prajurit.


"Maaf tuan, saya tidak memiliki identitas, karena saya baru diangkat menjadi bawahan para dewa. " ucap Cao Yuan tenang.

__ADS_1


Melihat wajah keseriusan serta ketenangan pemuda tampan didepannya, sang prajurit tidak mencurigainya dan memperbolehkan Cao Yuan memasuki kota.


__ADS_2