
Feng yang nyatanya memiliki peta kota Vuan segera mengeluarkan peta tersebut dan diberikan pada Cao Zhen Xin.
"Zhen aku memiliki peta kota Vuan. " ucap Feng.
Mata Cao Zhen Xin berbinar mendengar hal tersebut, dengan segera ia membuka peta tersebut.
"Senior, apakah kalian tahu letak pusaka itu. " tanya Cao Zhen Xin.
Senior Dao kemudian menunjuk sebuah bukit yang ada di timur kota Vuan.
"Tata letak pusaka itu diatas bukit kota Vuan ini. " ucap Dao.
Cao Zhen Xin mengangguk anggukan kepalanya sebagai tanda mengerti, kemudian ia menatap lima senior secara bergantian.
"Jika posisinya seperti ini maka susah bagi kita berenam melawan ratusan Kultivator lain. " ucap Cao Zhen Xin.
Kelima senior yang ditemui Cao Zhen Xin membenarkan hal tersebut.
"Apakah kau memiliki rencana? " tanya Liu.
"Bukankah senior para aliran putih berusaha memperebutkan pusaka itu agar tidak di gunakan semena mena oleh Kultivator aliran hitam? " tanya Cao Zhen Xin.
Mereka berlima saling pandang, mereka belum tau arah pembicaraan Cao Yuan.
"Zhen perjelaslah karena otak kami terlalu dangkal dalam menyusun strategi. " ucap Feng.
Cao Zhen Xin mengangguk kembali, setelah itu ia meminta satu permintaan yang tentunya sangat mudah bagi mereka .
"Jika begitu, maka lebih baik kita bekerja sama dengan para sekte, serta Kultivator individu aliran putih, apakah senior bisa mengundang mereka, namun aku meminta yang datang kesini hanya tetua atau pemimpin dari sekte masing masing aliran putih. " ucap Cao Zhen Xin.
"Tapi kalian harus melakukannya secara diam diam, karena tentu jika aliran hitam mengetahui aliansi ini, bisa bisa mereka juga akan melakukan hal yang sama. " ucap lagi.
__ADS_1
Mereka berlima mengangguk setuju.
"Baiklah sepertinya itu ide yang bagus, maka cepat kita buat aliansi. " ucap Feng.
Mereka berlima kemudian keluar dari ruang VIP dan mencari tetua sekte atau Kultivator individu aliran putih untuk beraliansi. Melihat kepergian lima senior, Cao Zhen Xin kemudian mengeluarkan beberapa batu giok dan meletakannya diatas peta kota Vuan.
"Jika aliansi berhasil maka ini akan memudahkan aliran putih untuk merebutkan pusaka itu. Namun aku juga tidak mengerti nanti siapa yang akan menyimpan pusaka itu, apakah itu baik atau hanya untuk membuat kekuatan sekte mereka lebih kuat. " gumam Cao Zhen Xin.
Kini ia harus memutar otaknya, tentunya ia berpikir jika pusaka itu sudah berada ditangan aliran putih, namun siapa yang tahu bahwa diantara mereka memiliki rencana untuk memiliki pusaka pedang Nirwana maut untuk menguasai Benua tinggi. Sebuah ide terlintas di pikirannya.
"Baiklah aku harus menyusun strategi untuk memperebutkan senjata itu. Dan untuk rencana kedepannya aku yang akan membuatnya. " ucap Cao Zhen Xin.
Setelah berpikir panjang, ia meletakan batu giok di sisi sudut bukit yang ada di kota Vuan. Beberapa rancangan pengepungan, serta serangan susulan dan serangan mendadak ia persiapkan.
"Tinggal menunggu persetujuan mereka. " gumam Cao Zhen Xin.
Lima belas menit menunggu, akhirnya pintu terbuka dan puluhan pria paruh baya, serta beberapa diantaranya kakek tua memasuki ruangan VIP.
"Feng siapa pemuda yang ingin membuat aliansi dengan kita. " tanya tetua Pedang Cahaya.
"Ooh dia, tapi kulihat pakaiannya seperti anak dari bangsawan. " ucap tetua pedang cahaya.
Feng hanya menanggapi dengan cara mengangguk, mereka kemudian mempersilahkan semua tamu aliran putih yang tertarik dengan aliansi yang akan dibentuk untuk menempati posisi masing masing. Melihat para tamu telah hadir, Cao Zhen Xin sadar dari lamunannya.
"Hormat para senior. " ucap Cao Zhen Xin ramah menyambut ramah pada mereka.
Karena mereka aliran putih, tentu saja sikap mereka ramah dan bersahabat, sehingga mereka kini sedang berbincang mengenai aliansi yang dibentuk bersama. Banyak masukan dan usulan mereka berikan agar tidak mengundang kerugian pada pihak mereka. Dan alhasil kini aliansi berhasil dibentuk, hanya tinggal membahas strategi perebutan senjata.
"Senior aku telah menyiapkan strategi yang pastinya mungkin dapat diterima atau ditolak oleh pihak yang lain, namun apa salahnya kalian memeriksa ataupun memberikan masukan terhadap strategi yang aku buat. " ucap Cao Zhen Xin.
Semua tamu langsung melihat strategi yang dibuat Cao Zhen Xin.
__ADS_1
"Batu ini menandakan pasukan yang berbeda dari setiap individu ataupun sekte. Di atas bukit tentunya diatas langit beberapa master formasi yang memiliki ranah kultivasi yang tinggi bertugas membuat perisai dengan gabungan kekuatan serta mantra perisai agar tidak dapat ditembus oleh aliran hitam ataupun digunakan untuk kabur. " ucap Cao Zhen Xin.
Para tamu mendengarkan tanpa memberikan usulan sedikitpun, rasa kagum muncul setiap strategi yang jelas di ucapkan oleh pemuda tampan berpakaian bangsawan tersebut. Namun yang membuat mereka sangat kagum dari ide ataupun pola pikir pemuda tersebut.
"Setelah perisai pelindung menutupi area bukit, pasukan dari arah barat, timur, selatan, Utara akan melakukan serangan jarak jauh kalian, tak lain untuk mengurangi kerugian dipihak kita. Ataupun mengurangi pasukan musuh. " ucap Cao Zhen Xin masih menjelaskan dengan baik.
Tentunya dengan strategi yang dibuat oleh pemuda tampan yang sebenarnya sedikit diragukan, namun entah mengapa rasa percaya mereka langsung muncul saat dijelaskan secara rincipun hadir di pikiran mereka.
"Ini strategi yang bagus, namun tentunya siapa yang akan menyimpan pusaka iblis itu. " ucap salah satu Kultivator individu.
Sontak semua orang menyetujui ucapan pria tersebut. Tanpa banyak bicara mereka semua saling pandang, seakan akan meminta persetujuan.
"Maaf para senior, aku lihat biksu Wangyan tidak hadir disini. " ucap Cao Zhen Xin membuat semua kembali saling berpandangan .
"Zhen maaf kami tidak melihat sama sekali biksu Wangyan beserta muridnya, jadi kami hanya membawa mereka. " ucap Feng.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu ia menatap seluruh tamu dengan hangat.
"Senior, aku rasa orang yang akan menyimpan pusaka ini ketua sekte besar aliran putih . Karena jika individu yang menyimpannya ataupun sekte kecil, bisa bisa aliran hitam yang berasal dari sekte akan mengejarnya dan merebut kembali pusaka itu. " ucap Cao Zhen Xin.
"Benar juga kata Zhen. " ucap Liu membenarkan.
Mata mereka tiba tiba tertuju kearah salah satu Ketua sekte besar aliran putih nomor 3 di Benua Tinggi yang hadir.
"Ketua Ding Yin, bukankah sektemu sekte terkuat nomor tiga. " ucap tetua sekte Pedang cahaya.
Sontak semua orang yang mengenal Ding Yin menyetujuinya dan menatap Ding Yin dengan penuh harap.
"A-aku..." ucap Ding Yin kebingungan.
Tentu saja ia tahu resiko menyimpan pusaka tersebut jika berada di sektenya, karena itu ia harus berpikir matang agar sektenya tidak mengalami kerugian.
__ADS_1
***
Sory gan belum bisa update lancar, jadi sabar dulu ya gan ya.