Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Naik Tingkat dan Hancurnya Pagoda Api Langit


__ADS_3

Api Tilang yang terus diserap oleh Cao Yuan kini tengah mengamuk diatas dantian milik Cao Yuan dan Api Ilahi milik Cao Yuan sendiri kini tengah melawan Api Tilang yang sepertinya tak rela menjadi sebuah sumber daya di lautan dantian tak terbatas itu.


Api Tilang terus mengamuk, namun Api Ilahi yang dasarnya api tingkatan tertinggi tentu dapat membuat Api Tilang tersebut perlahan memasuki lautan Dantian milik Cao Yuan.


****


Di istana milik raja Shao.


"Apa! kenapa kau langsung menghukumnya ke pagoda api langit? " ucap Raja Shao geram mendengar cerita hakim kerajaannya.


Semua orang terdiam hingga raja Shao tiba tiba berdiri dan memerintahkan dua jendral kebanggannya, yaitu Tyrant dan Liong untuk menemaninya menuju pagoda api langit.


Raja Shao, serta dua jendral yang membawa pasukan melewati kota membuat semua orang bertanya tanya ada masalah apa sehingga raja Shao harus ikut turun tangan, namun mereka semua tidak berani bertanya hanya memberikan hormat mereka.


Cao Yuan tak terasa hampir menyerap semua api Tilang yang tersisa di atap yang terdapat sebuah segel yang membelenggu api Tilang tersebut, mungkin raja Shao sendiri lah yang membuatnya.


Swuuuushh! Baaaaammmsss! tiba tiba Cao Yuan naik tingkat setelah menyerap semua energi yang terkandung di Api Tilang. Tak hanya satu kali, kini ia juga merasakan akan kembali lagi naik tingkat yang diartikan Cao Yuan sebentar lagi menembus alam dua dan kekuatannya sama dengan alam lima.


Swuuush! Baaamss! Kraaack! terobosan Cao Yuan yang membuat perisai buatannya retak hingga pecah terjadi. Hingga prajurit yang menjaga Cao Yuan terkejut dan panik, bangunan pagoda api langit kini bergetar dan sepertinya akan runtuh yang membuat prajurit tersebut langsung berlari menjauh.


Roaaaarhh! tiba tiba Auman Naga yang menggelegar membuat bangunan pagoda api langit runtuh, suara itu disebabkan oleh Cao Yuan yang merasa sangat bahagia karena telah naik tingkat.


Prajurit yang telah berlari dan kini dikejutkan oleh suara Naga membuatnya lari terbirit birit menuju kota Shao Ming untuk melaporkan kejadian diluar nalar tersebut.


Cao Yuan yang telah menggunakan jurus Auman Naga, kini telah bersila dan menyerap energi langit serta bumi untuk memperkokoh pondasi kekuatan jiwanya.


Raja Shao serta jendral Tyrant dan Liong kini telah keluar dari kota Shao Ming. Mereka semua dengan tergesa gesa menuju pagoda api langit untuk mengeluarkan Cao Yuan dari hukuman.


Dua jam perjalanan menuju pagoda api langit, raja Shao memberhentikan rombongannya setelah melihat prajurit yang berlari terbirit birit menuju kearahnya.


"Ada apa? " ucap raja Shao heran.


"I..t.u! i..t.u! " ucap Prajurit tersebut terbata bata dan bingung menjelaskannya, prajurit tersebut juga menunjuk arah pagoda api langit.

__ADS_1


Jendral Tyrant dan Liong yang geram prajuritnya tak memberi penjelasan yang jelas dengan cepat memukul perut prajurit tersebut.


Paack! "I..t.uu pagoda api langit telah hancur oleh suara Auman Naga! " ucap Prajurit tersebut akhirnya berhasil menjelaskan setelah menerima pukulan dari Jendral Tyrant.


Dua Jendral serta Raja Shao menaikan alisnya secara bersama, dan dengan cepat mereka melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan maksimal kuda yang di tunggangi.


Satu jam perjalanan Raja Shao serta rombongannya telah sampai di tempat Pagoda api langit yang kini telah hancur, dan seorang pemuda yang tengah menyerap energi langit serta bumi duduk diatas puing puing kehancuran pagoda api langit masih memejamkan matanya.


"Ap..a yang ter..jaa.di! " ucap Raja Shao terkejut, begitu juga dengan rombongannya.


Cao Yuan yang memang merasakan beberapa aura yang ia kenal mendekat masih melakukan penyerapan energi langit dan bumi dengan tenang. Setelah mendengar suara Raja Shao, Cao Yuan kemudian membuka matanya, namun keterkejutannya terlihat, dan tak lama senyum kecutnya ia sunggingkan ketika melihat bangunan pagoda api langit telah hancur olehnya.


"Apa ini akibat aku menggunakan jurus Auman Naga" gumam Cao Yuan lalu berdiri dan mendekati raja Shao.


"Y..u.an er! " ucap Raja Shao merasakan aura Cao Yuan yang menindas dirinya.


Bahkan rombongannya pun sama, bahkan yang sangat terkejut adalah prajurit yang mengantar Cao Yuan ke Pagoda Api Langit, karena raja Shao sepertinya mengenal pemuda tersebut.


"Yang Mulia! aku meminta maaf telah menghancurkan pagoda api langit milikmu! " ucap Cao Yuan dengan raut wajah yang sedikit bersalah.


"Yuaner! api Tilang kemana hilangnya? " tanya Raja Shao telah pulih dari keterkejutannya.


Cao Yuan diam dan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Karena Cao Yuan sungguh tak memiliki alasan yang tepat.


"Entahlah Yang Mulia, ketika aku mamasuki lantai empat, tubuhku terasa terbakar hingga tiba tiba api Tilang memasuki tubuhku secara paksa. " ucap Cao Yuan seadanya.


Semua orang terdiam, dan Raja Shao juga mencoba mencerna perkataan Cao Yuan. Sebuah api berwarna merah pun Cao Yuan keluarkan dari telapak tangannya untuk meyakinkan raja Shao, namun api yang ditangan Cao Yuan api Ilahi, bukan api Tilang.


Raja Shao yang penasaran kemudian menghampiri Cao Yuan untuk mencoba menyentuh api Tilang. Namun baru satu jengkal hampir menyentuh api Ilahi raja Shao langsung merasakan sensasi panas yang tak pernah ia rasakan.


"Akkhh! panas! " ucap raja Shao padahal belum menyentuh api tersebut.


Cao Yuan yang juga terkejut melihat Raja Shao menyentuh api Ilahi miliknya dengan cepat langsung menghilangkan api tersebut.

__ADS_1


"Yang Mulia! " ucap Cao Yuan khawatir, namun Cao Yuan menurunkan tingkat kepanasan api ilahi miliknya di tingkat terendah sehingga Raja Shao tidak terluka.


Raja Shao yang terkejut merasakan panas yang ia percayai api tersebut adalah api Tilang dengan cepat menatap lekat wajah Cao Yuan.


"Mungkin api Tilang telah menemukan pemiliknya. " ucap Raja Shao kemudian tersenyum pada Cao Yuan.


Cao Yuan yang mendengar ucapan Raja Shao menjadi penasaran.


"Maaf Yang Mulia? apa maksud anda? " ucap Cao Yuan bingung.


Raja Shao kemudian bercerita tentang asal usul api Tilang yang di bawa oleh seorang pria misterius. Pria itu juga yang membuat segel yang membelenggu api Tilang supaya tidak ada yang tahu didalam pagoda terdapat sebuah Api yang menurut Raja Shao adalah berkah dari Dewa.


Bagaimana tidak, hanya mendekat saja sudah dapat merasakan panas yang dapat membakar tubuh seorang ranah alam lima. Dari Penjelasan yang diberikan Raja Shao, Cao Yuan kemudian mengerti asal usul api tersebut.


"Yuaner! gunakanlah api tersebut dengan baik! " ucap Raja Shao pada Cao Yuan.


Cao Yuan kemudian mengangguk, karena kini Cao Yuan baik baik saja, raja Shao dan rombongannya kembali ke kota Shao Ming. Cao Yuan juga ingin kembali menyerap energi Langit dan bumi di penginapan yang terdapat di Kota Shao Ming, sehingga ia mengikuti rombongan raja Shao.


Sesampainya.


"Yuaner! kamu bisa tinggal diistana. " ucap Raja Shao lembut.


Cao Yuan yang merasakan dirinya seperti tamu yang penting membuat dirinya sedikit risih dengan perlakuan raja Shao. Namun bagaimana lagi, jika menolak sama saja Cao Yuan tak menghargai perasaan Raja Shao yang berniat baik padanya.


Setelah sampai dikamar peristirahatannya, Cao Yuan kemudian bersila dan menyerap energi langit serta bumi yang terdapat di istana tersebut.


Tak terasa Cao Yuan membutuhkan waktu seminggu untuk memperkokoh pondasi jiwanya, dan selama waktu itu Su Yue, anak Raja Shao juga selalu diam diam mengintip Cao Yuan yang sedang memperkokoh pondasi jiwanya, hingga tiba tiba kini Su Yue kepergok oleh Cao Yuan.


"Putri Su Yue! " ucap Cao Yuan yang mengerti wanita cantik yang mengintipnya adalah Su Yue.


Seketika Su Yue menjadi malu, dan wajahnya memerah karena mengintip Cao Yuan.


"Kenapa tuan putri mengintip pelatihan ku? " tanya Cao Yuan tersenyum.

__ADS_1


"Itu... emm aku suruh ngecek keadaan tuan Yuan! karena ayahku yang memerintahkannya. " ucap Su Yue mencari alasan.


Cao Yuan hanya mengangguk, kini setelah menyempurnakan pondasi jiwanya ia merasakan perasaan yang lebih ringan, dan tentunya ia ingin sekali mencoba berlatih jurus yang terdapat di kitab Naga Surgawi.


__ADS_2