Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Kebangkitan Pangeran Kegelapan


__ADS_3

Swuuung! Tiba tiba Cao Yuan membuat segel tangan, sebuah segel berbentuk kubus muncul mengurung para peserta dan tetua yang sedang bertarung melawan Iblis yang menyamar. Tidak hanya satu, namun Cao Yuan membuat banyak sekali segel tangan untuk mengurung setiap kelompok agar mereka fokus terhadap lawan mereka tanpa adanya serangan kejutan dari iblis lainnya.


"Kalian bunuhlah para Iblis didalam kurungan, dan setelah itu jangan ada yang pernah mencoba untuk menghancurkan pelindung buatanku. " teriak Cao Yuan menggema.


Pertempuran kembali berlanjut. Swuuuush! Swuuuush! Meilan dan Hao Shi muncul.


"Tu-tuan muda! kita tidak berhasil membuat jalan kabur untuk para peserta dan para tetua sekte lainnya." ucap Meilan yang diangguki oleh Hao Shi.


"Benar tuan muda! sebenarnya kami sudah membuat jalan untuk membawa kabur para peserta, namun sebuah penghalang perisai membuat kekaisaran ini tertutup." ucap Hao Shi.


Cao Yuan mengangguk, dirinya juga belum tentu menghancurkan segel yang mengekang mereka semua, apalagi mereka berdua. Namun tiba tiba Cao Yuan terkejut ketika ditengah pembicaraannya muncul dua kakek yang salah satunya Cao Yuan kenali, mereka adalah Jaoyang dan Jaoying.


"Anak muda aku tahu kamu bukanlah bocah biasa, dan kita juga sudah terkurung oleh segel aneh, bagaimana jika kita bekerjasama untuk membunuh para iblis ke*arat ini? " tanya kakek yang menabrak Cao Yuan atau Jaoying.


Karena Jaoying tidak mengetahui bahwa didepannya sang penerus Dewa Naga, sehingga nada bicaranya tidak terlalu menghormati Cao Yuan.


"Baiklah kek aku setuju dengan pendapatmu, namun kakek membantu para tetua sekte yang kerepotan terlebih dahulu, dan para iblis yang sedang duduk dikursi menikmati kekacauan ini biarkan aku yang mengurusnya. " ucap Cao Yuan menatap Hao Shi, dan Meilan untuk membantunya.


Tanpa persetujuan dua kakek, atau Jaoying dan Jaoyang yang menyamar sebagai kakek kakek, Cao Yuan langsung melayang menatap Hu Dao dan para jendral yang sedang menikmati pembantaian tersebut.


Swuuuush! Swuuuush! Baaaams! Dhuaaaar! Cao Yuan yang melihat jendral kekaisaran dan Kaisar Hu Dao yang tidak melihatnya segera memberi serangan kejutan, namun mereka semua segera menghindar setelah merasakan sebuah tangan dari langit mengarah pada mereka.


"Arghhh! Siapa yang berani menyerang kami! " teriak Jendral disamping kaisar Hu Dao marah.


"Aku. " ucap Cao Yuan dingin.


Kaisar Hu Dao dan lainnya langsung mencari sumber suara tersebut, setelah melihatnya raut serta tubuh mereka bergetar melihat seseorang pemuda yang dapat melayang tengah menatap mereka. Tentu saja mereka sangat paham betul dengan seorang kultivator yang dapat melayang. Pasti Kultivator tersebut memiliki ranah kultivasi yang tinggi, sehingga tubuh mereka bergetar karena merasakan rasa takut sebelum bertempur.


"Apa yang kalian takutkan bodoh! " tiba tiba suara kakek kakek yang Cao Yuan kenali muncul dan melayang dihadapan Cao Yuan.


"Hahaha bocah akhirnya kita bertemu lagi, bagaimana apakah kamu terkejut? " tanya sang kakek tua dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.

__ADS_1


"Tidak, karena dari awal aku sudah tau niatmu. " ucap Cao Yuan dingin.


"Mungkin waktu itu kamu dapat mengalahkanku karena aku tidak merubah wujudku yang seutuhnya. " ucap Kakek tua tersebut kemudian merapal mantra.


Sebuah asap kehitaman keluar dari kulit kakek tua yang sudah keriput tersebut. Namun Cao Yuan tak berfokus pada kakek tua, melainkan aura hitam dari kematian para prajurit dan Kultivator yang tiba tiba berubah menjadi asap lalu saat itu juga portal kehitaman yang berada dilangit menyerap asap tersebut.


"Ini..." ucap Cao Yuan yang tak fokus membuat sang kakek yang telah berubah menjadi iblis melesat dengan kecepatan puncaknya setelah bertransformasi.


Baaaams! Dhuaaar! Cao Yuan terpental sejauh lima meter kebelakang dan memuntahkan sedikit darahnya.


"Fokus saja pada pertarunganmu Cao Yuan. " tiba tiba suara Kaisar Langit muncul dipikirannya membuat Cao Yuan menatap kakek tua dengan tatapan tajam.


"Tuan muda apakah kau melupakanku. " ucap roh Naga juga dipikirannya.


Cao Yuan seketika tersenyum, semangat bertarungnya yang tadinya redup kini berkobar.


"Tenang saja, aku tidak akan melupakanmu namun untuk membunuhnya kau tak perlu ikut campur. " ucap Cao Yuan memejamkan matanya.


Swuuush! Swuuuush! Tangan kirinya muncul sebuah petir yang bergerak gerak, dan tangan kanannya dibaluti api ilahi.


Swuuush! Swuuush! dua aura hitam dan keemasan melesat berlamanan arah.


Baaaams! Dhuaaaar! Ledakan kembali terjadi, Cao Yuan yang tak bergeming sedikitpun dari terbangnya kini menatap sinis kearah Kakek tua yang telah bertransformasi menjadi iblis kini sedang mengelap darah hitam dari bibirnya yang menetes.


Swuuush! Swuuush! "Gerakan dua puluh naga! "


"Api Abadi menyatu! " teriak keduanya setelah melesat berlawanan arah kembali.


Dua jurus yang bertemu menyebabkan ledakan yang keras dilangit kekaisaran Meiga. Cao Yuan terus melancarkan serangan yang cepat serta tidak bisa ditebak arahnya membuat Tongkat Naga atau kakek tua lawannya kembali kerepotan.


"Cih! Padahal waktu itu aku sudah merasakan jurus ini, namun tetap saja aku selalu kerepotan! " ucap dalam hati kakek tua.

__ADS_1


Cao Yuan masih terfokus kearah perut kakek tua tersebut. Dan setelah gerakan dua puluh naganya akan terlewati, Cao Yuan memutar balikan tubuhnya. Dan memberikan serangan kejutan dengan dua elemen yang berbeda ia gabungkan ke satu titik tangannya dimana tinjunya kini akan mampir diwajah kakek tua tersebut.


Baaaaams! Dhuaaaar! Ledakan yang sangat keras, ketika Cao Yuan berhasil membunuh kakek tua itu dengan mudah.


"I..ni berhasil! " ucap Cao Yuan senang.


"Jadi aku harus menggunakan elemen ku jika ingin membunuh mereka semua dengan mudah. " gumam Cao Yuan menatap pertempuran sekitarnya.


****


Meilan dan Hao Shi juga sedang bersusah payah melawan pasukan iblis yang terus berdatangan. Hingga seuliet tangan dari langit membantu mereka berdua.


Baaams! Dhuaaar! "Hao Shi! Meilan! Segera kumpulkan para Kultivator menjadi satu, setelah itu buatlah perisai perlindungan untuk melindungi kalian dari serangan iblis. " ucap Cao Yuan kini telah mendarat dan bergerak secara zig zag.


Ledakan yang menggema diakibatkan Cao Yuan terus melakukan teknik telapak Ilahi membuat para prajurit kekaisaran yang sebenarnya para iblis berhamburan kesana kemari. Cao Yuan terus membunuh mereka dengan telapak Ilahi yang dibaluti gabungan dua elemen miliknya sehingga ketahanan tubuh para iblis menjadi rapuh.


"Arrrgghh! Hentikan pemuda tersebut. " ucap Hu Dao yang melihat kematian Tana.


Swuuush! Swwuush! Swuuush! Tiga jendral kekaisaran muncul didepan Cao Yuan dan langsung melancarkan serangannya.


"Sampah! " ucap Cao Yuan kemudian menghilang dari hadapan mereka.


"Kemana dia? "


"Tetap berhati hati! "


"Awass! " teriakan salah satu jendral.


Cao Yuan yang tiba tiba muncul di belakang mereka membuat mereka tak siap menerima serangan tinju yang dibaluti dua elemen gabungan miliknya.


Baaaams! Dhuaaar! Dhuaaar! Tiga jendral tewas seketika saat tinju pemuda yang tak lain adalah Cao Yuan mengenai punggung mereka dan menyebabkan mereka menjadi kabut darah.

__ADS_1


"Arghhhh! " teriak kaisar Hu Dao marah melihat tiga jendral yang telah lama mengikutinya tewas tanpa perlawanan.


Cao Yuan tersenyum kearah kaisar Hu Dao. Namun senyumnya segera menghilang setelah merasakan guncangan yang sangat hebat. Awan menjadi gelap, petir mulai menggelegar kesegala arah.


__ADS_2