Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
30. Masalah Kecil


__ADS_3

Setelah menyewa satu kapal yang lumayan besar, mereka berdua didampingi oleh joki atau pemilik kapal untuk mengemudikan kapal.


"Apakah tugasmu lebih penting dari nyawamu sendiri Zhen. " tanya Song Ye sekali lagi.


"Senior, bagiku kematian itu takdir, dan karena itu aku ingin melawan takdir itu sendiri. Karena hal yang mustahil tidak mungkin dapat dilakukan oleh semua orang, dan karena itu aku ingin dapat melakukannya tanpa merugikan orang lain. " jawab Cao Zhen Xin percaya diri.


"Baiklah, walaupun kamu pemuda yang sangat ramah, namun melihat keras kepalamu sungguh membuatku menyerah dalam hal menghentikan langkahmu yang berbahaya itu. " jawab Song Ye pasrah.


Karena menurutnya pemuda seperti Cao Zhen Xin sangatlah berharga, entah dari kekuatannya ataupun pola pikir, bahkan kenekatakannya dalam bertindak sungguh membuatnya sangat kagum. Mereka berdua berbincang santai, hingga mereka tak sadar, bahwa beberapa kapal perampok mendekat kearah mereka.


"Ketua! "


"Ketua! " Teriak sang pengemudi kapal.


Sontak Song Ye bersama Cao Zhen Xin menuju kearah pengemudi kapal tersebut.


"Ada apa. " tanya Song Ye datar.


Sang pengemudi yang merasa bahwa ia mengganggu waktu ketua Song Ye berkeringat dingin. Namun tiba tiba pandangan mereka terarah pada dua kapal yang kini menjepit dari sisi kanan dan kiri kapal mereka.


Braaaak! Suara jempitan kapal membuat Song Ye dan Cao Zhen Xin sedikit terkejut. Swuuuuush! Swuuuush! Keduanya menghilang lalu muncul dengan tatapan tajam menatap puluhan orang yang kini memegang pedang, dan mata sebelah mereka tertutup.


"Perampok besi. " gumam Song Ye.


Cao Zhen Xin mendengar gumaman Song Ye kini wajahnya menjadi datar tanpa ekspresi, tatapannya menatap kearah kanan dan kiri tanpa mengurangi rasa waspadanya.


"Zhen, apakah kita akan melawannya. " tanya Song Ye.


"Jika ini untuk kebaikan, maka apaapun aku akan melakukannya. " ucap Cao Zhen Xin.


Diam diam ia mengedarkan kekuatan jiwanya.

__ADS_1


"Dewa sejati tingkat lima. " gumam Cao Zhen Xin merasakan beberapa aura tingkat Dewa sejati tingkat lima di dalam kapal.


"Tunggu apa lagi rampok dan bunuh mereka tanpa sisa! " suara menggema pria paruh baya dari dalam kapal.


"Serang! " teriak mereka.


Swuuuush! Swuuuush! Slaaaash! Slaaaash! Sebelum mereka dapat menaiki kapal yang di sewa Cao Zhen Xin dan Song Ye, para perampok tersebut terbunuh dengan kepala yang terlepas dari tubuh mereka. Song Ye terkejut karena ia belum bergerak, namun Cao Zhen Xin telah bergerak dan membunuh lima anggota disisi sebelah kiri kapalnya.


"Pemuda yang sangat mengerikan. " ucap Song Ye juga ikut melesat kearah kapal bagian kanan, melakukan apa yang dilakukan oleh Cao Zhen Xin.


Pertempuran dimulai, Cao Zhen Xin dengan kekuatan serta kecepatannya yang baru membuatnya tidak sama sekali merasa kesulitan. Ia juga kini hanya menggunakan tangan kosong, terkadang ia merebut pedang yang digunakan kelompok tersebut dan menebas satu persatu tubuh anggota perampok besi seperti tahu. Pertempuran tersebut terhenti setelah Cao Zhen Xin mengeluarkan tapak Ilahinya.


Baaaamsss! Dhuaaar! Tapak ilahi yang turun dari langit membentur kapal perampok besi dan membuat para pria paruh baya yang ada di kapal besar segera keluar dari ruangan mereka, beberapa dari mereka ada yang terbunuh, dan terluka.


"Arghhh! Kau menghancurkan kapal mahalku. " teriak pria paruh baya marah menatap Cao Zhen Xin dengan kebencian.


"Mahal? Kenapa kualitasnya jelek, sekali tepuk langsung hancur? " ejek Cao Zhen Xin.


Song Ye yang ingin membantu Cao Zhen Xin teralihkan pada tiga pria paruh baya yang memiliki ranah kultivasi sama dengannya menyabetkan pedang kearah lehernya, yang membuatnya harus menghindar dan tidak bisa membantu Cao Zhen Xin.


"Tapak besi! " ucap sang pimpinan perampok sambil melesat dan mengeluarkan tekniknya.


Baaaamsss! Dhuaaaar! Cao Zhen Xin yang mencoba kekuatan barunya mencoba ikut memberikan serangannya, dan dua benturan serangan tersebut membuat daya kejut, gelombang bergelombang kesana kemari, tak hanya itu kapal yang dimiliki perampok besi yang tadinya seperempat hancur mulai tenggelam. Cao Zhen Xin yang terpental sepuluh meter kebelakang tersenyum kecut.


"Ternyata aku benar benar tidak mampu mengalahkan dua tingkat, bahkan tiga tingkat ranah diatasku. " gumam Cao Zhen Xin.


Swuuuush! Pria paruh baya yang tak lain pimpinan perampok besi menghilang dan muncul dibelakang Cao Zhen Xin.


"Mati! " teriak pimpinan perampok besi.


Dhuaaaaar! Namun sayangnya Cao Zhen Xin dapat merasakan auranya, sehingga ia kembali membenturkan tinjunya kearah pimpinan perampok tersebut, daya kejut kembali terjadi. Lagi dan lagi, Cao Zhen Xin terpental sepuluh meter yang membuatnya terlihat jelas kekuatannya lebih rendah dari pada pimpinan kelompok tersebut, darah dibibirnya pun menetes.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengakhiri semua ini. " ucap Cao Zhen Xin mengeluarkan pedang emasnya.


Sang pimpinan yang tadinya marah kini matanya berbinar melihat pedang emas yang memiliki aura aneh, ia sangat tahu mungkin pedang emas sangat berharga, karena itu sifat serakahnya tiba tiba muncul.


"Hahaha pemuda tampan aku tahu kamu tidak bisa mengalahkanku, maka serahkan pedang itu padaku, aku berjanji akan membunuhmu tanpa harus menyakitimu. " ucap sang pimpinan.


Mendengar keserakahan sang pria paruh baya, sebuah ide terlintas dipikirannya.


"Hehehe paman apakah benar begitu, baiklah aku akan memberikannya padamu. " ucap Cao Zhen Xin diam diam mengaliri energi Qi kearah pedang emasnya.


Sang pria paruh baya mengangguk senang mendengar hal tersebut. Swuuuush! Pedang emas di lempar kearah pria paruh baya, sontak pria paruh baya segera berusaha menangkapnya, namun saat ia sendiri hampir berhasil menangkapnya, pedang tersebut berbelok arah yang membuat mata pedangnya memotong tangan kanannya.


Slaaaaash!


"Arghhhh! Kau..."


Slaaaaash! Sebelum berhasil melanjutkan ucaannya, Cao Zhen Xin muncul menggenggam pedang emas dan menebas leher sang pimpinan perampok besi.


"Masalah kecil. "ucap Cao Zhen Xin sedikit cekikikan.


Matanya kini tertuju pada Song Ye yang bertempur melawan tiga pria berkekuatan Dewa sejati tingkat lima.


Swuuuuush! Tanpa ingin melihat Song Ye terluka, Cao Zhen Xin melesat kearah salah satu pria paruh baya berkekuatan Dewa sejati tersebut.


Slaaaashh! Baaaaamss! Dhuaaar! Sontak pria paruh baya yang sedang berfokus membunuh Song Ye terkejut atas serangan kejutan yang tidak diduganya. Alhasil pria paruh baya tewas dengan kepala yang terlepas ditubuhnya, setelah itu kematiannya bertambah mengerikan, tak lama tubuhnya meledak.


"Lin Kim. " ucap temannya menatap Cao Zhen Xin dengan rasa kebencian yang dalam.


"Buang tatapan napsumu itu. " ucap Cao Zhen Xin mengejek.


"Kauu..." ucap pria paruh baya yang tak ingin berdebat langsung menghilang dan melesat kearah Cao Zhen Xin.

__ADS_1


Ctiiingg! Traaaaaakkk! Kraaaaakk! Saat pedangnya ia ayunkan kearah Cao Zhen Xin, tiba tiba pedangnya patah setelah berbenturan dengan pedang emas. Melihat hal tersebut membuat pria paruh baya kehilangan fokusnya.


__ADS_2