
"Jika kamu memang mau mengakuinya itu malah lebih baik. " ucap Cheng Hylong kini dingin, raut wajahnya menatap Cao Yuan juga berubah.
"Baguslah kalo begitu! tapi aku menginginkan semua orang dipihakmu tidak melukai anggota sekteku! karena urusanmu denganku. " ucap Cao Yuan membuat semua orang terkejut.
"Menarik sekali. " ucap Cheng Hylong.
"Menurutku kamu bukanlah lawanku, maka Long Long! Huduo! serang bocah ingusan itu! " ucap Cheng Hylong kepada dua hewan iblis yang memiliki ranah master satu dan dua.
Swuuush! Swuuuush! dua ekor hewan Iblis segera muncul dan melesat kearah Cao Yuan. Dengan menghentakan kakinya Cao Yuan menghindari serangan tersebut, tapi Cao Yuan tak ingin diam saja, disela sela menghindari dua serangan ia juga melemparkan Qi kecil miliknya kearah dua hewan iblis tersebut.
Baaamss! Baaaams! dua hewan iblis tersebut terpental. Lagi dan lagi semua orang terperangah sekaligus membuka rahang mereka lebar lebar.
"Bocah itu bukan bocah sembarangan! " gumam Cheng Hylong masih diam ditempat.
Swuuush! Swuuuush! dua hewan Iblis berwujud harimau kembali melesat dan mencoba mencakar tubuh lawan. Namun alangkah terkejutnya saat hewan Iblis yang digunakan untuk melindungi sekte Shijing yang memiliki ranah master satu seketika meledak secara tiba tiba, saat sebuah tangan dari langit menghantam tubuhnya.
Baaamss! Long Long yang memiliki ranah master dua terdiam melihat temannya tewas tanpa jasad.
"Roaaaarhh! " Auman yang sangat keras dan menggema hingga menggetarkan area pertempuran, para murid sekte Shijing serta tetua yang memiliki ranah emas seketika pingsan . Sedangkan mereka yang memiliki ranah kultivasi Alam satu hingga dua juga pingsan, namun yang diatas tiga hingga empat semuanya hanya mengalami pusing dan mual.
Melihat anggota sektenya pingsan akibat Auman dari hewan Iblis pelindung sektenya, Cheng Hylong yang juga nyatanya master formasi membuat sebuah segel pelindung untuk melindungi para anggotanya. Cao Yuan yang kesal mendengar Auman yang memekakkan telinganya mengumpulkan Qi ke mulutnya dan berniat membalas suara tersebut.
"Roaaaaahrrrr! " Auman Naga dari mulut Cao Yuan menggelegar, hingga perisai yang melindungi dua pihak terlihat retak retak, apalaagi hewan Iblis yang memiliki ranah master dua kini terpental saat menerima daya kejut suara Auman Naga dari mulut Cao Yuan.
Baaamss! Kraaack! tubuh harimau hewan iblis tersebut yang terpental kini membentur pelindung buatan Cheng Hylong dan membuat pelindung tersebut hancur.
__ADS_1
Dengan badan yang lemas, Harimau hewan Iblis kini mencoba menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri, namun saat baru berdiri, Cao Yuan ternyata sudah ada didepannya dan menggenggam pedang milik ayahnya.
Slaaaash! Slaaash! Long Long tewas seketika dengan leher yang terpisah dari tubuhnya. Cheng Hylong dan semua orang yang melihat Cao Yuan membunuh hewan iblis yang memiliki ranah master dua dengan mudah hanya membuka rahang mereka lebar lebar. Namun Cheng Hylong yang melihat dua hewan pelindung sektenya tewas langsung melesat kearah Cao Yuan, kini rasa amarah serta kebenciannya terhadap pemuda didepannya menjadi jadi.
Swuuusssh! Baaaamss! Cheng Hylong melesat dengan kecepatan penuhnya ditingkat master tiga dan Cao Yuan yang belum siap untuk menerima serangan pun akhirnya terpental akibat tinjuan yang sangat keras mengenai perutnya. Pedang yang ditangannya pun terlepas.
"Akhhh! " pekik Cao Yuan.
"Tuan muda!"
"Yuaner! "
"Yuaner! "
"Ini gara gara pondasi jiwaku yang belum kokoh! " gumam Cao Yuan yang melihat Cheng Hylong seperti akan kembali menyerangnya.
Cao Yuan mencoba berdiri sebelum serangan kejutan kembali bersarang ditubuhnya. Setelah berdiri dan mengelap darah yang keluar dari bibirnya Cao Yuan terkesima dengan dugannya yang tepat, karena Cheng Hylong kini telah melesat kearahnya kembali.
Swuuuush! Dengan hentakan kakinya serta kewaspadaannya Cao Yuan berhasil menghindari serangan yang sangat cepat tersebut. Dua pasang mata kini saling bertatap tatapan, terlihat wajah mereka berdua sangat serius.
Swuuush! Swuuuush! setelah bertatap tatapan, Cao Yuan melesat dan dibarengi oleh Cheng Hylong yang juga melesat berlawanan arah. Nampaknya dua Kultivator tersebut ingin mengadu kekuatan sehingga dua tinju dari kedua pihak mereka lancarkan saat jarak mereka telah berhadap hadapan.
Baammmsss! Cheng Hylong tak bergeming sedikitpun, namun Cao Yuan terpental lima meter kebelakang, namun dengan cepat ia segera menyeimbangkan tubuhnya.
Kini rasa keterkejutan diwajah Cheng Hylong melihat serangan terkuatnya menggunakan tinju hanya membuat pemuda tersebut terpental lima meter kebelakang sungguh membuatnya ingin mengetahui identitas pemuda tersebut.
__ADS_1
"Siapa kamu anak muda! " ucap Cheng Hylong dingin.
"Cao.. Yuaan.." ucap Cao Yuan lebih dingin.
Swuuush! Swuuush! dua orang yang telah berbincang singkat kembali melesat dan pertukaran serangan kini telah terjadi. Cao Yuan memang mampu menyamai kecepatan dari Cheng Hylong, namun karena pondasi jiwanya yang belum stabil di alam master tiga, membuatnya harus berhati hati, karena jika ia terkena serangan telak bisa bisa saja ia harus mengalami cidera yang sangat parah.
Ledakan dari benturan Qi yang dimiliki keduanya mulai terdengar, getaran tanah serta angin yang tiba tiba berhembus kencang juga mulai meramaikan ketegangan dua pihak.
Cao Yuan terus menghindar dan mencoba mencari celah dari Cheng Hylong, namun setelah ia melihat celah tersebut dengan cepat ia menyarangkan pukulannya ke celah tersebut. Tapi alangkah terkejutnya saat melihat Cheng Hylong tak terpental, dan serangannya seperti tak mempan untuk melukai Cheng Hylong.
Karena terus terusan serangan Cao Yuan gagal, membuat konsentrasinya pecah dan sebuah celah terlihat oleh Cheng Hylong.
Baaaamsss! Cao Yuan terpental akibat sebuah tinju yang mampir keperutnya dengan telak.
"Akkhh! " darah kental manis kembali keluar dari bibirnya. Belum menyeimbangkan tubuhnya, Cheng Hylong nyatanya telah melesat kembali dan menyerang tubuh Cao Yuan yang belum siap menerima serangan.
Baaams! Paaack! Buckkk! Paaack! Cao Yuan terus menjadi samsak tinju oleh Chen Hylong. Semua orang dipihak Cao Yuan terlihat sangat khawatir melihat Cao Yuan hanya menjadi samsak tanpa dapat menyerang balik. Su Yue yang melihat Cao Yuan kini terus ditinju, dan darah juga mulai keluar dari mulutnya membuat mata Su Yue terpejam karena tak tahan melihat pujaan hatinya kini menahan sakit akibat menjadi samsak tinju.
Cao Yuan sama sekali hanya bisa menerima serangan tinju dari Cheng Hylong, namun tanpa dia sedari serangan yang terus mengarah padanya membantu memperkokoh pondasi jiwanya secara paksa. Karena rasa sakit yang dideranya sungguh membuatnya tak mengetahui hal tersebut.
Hingga Cao Yuan terlihat lemas, Cheng Hylong menghentikan aksinya dan ingin segera membunuh bocah itu, namun saat ia tengah mengumpulkan seluruh Qinya ke tangan. Sebuah cahaya yang sangat menyilaukan dari tubuh Cao Yuan kini mulai bersinar dan membuat Cheng Hylong mengurungkan niatnya.
Sedangkan semua orang dipihak Cao Yuan kini tengah menutup mata mereka semua. Bahkan Niu, Luo Luo dan Hao Shi yang telah selesai berkultivasi panik saat Cao Yuan terus menjadi samsak tinju dan akan terbunuh. Namun apa daya pintu dunia Jiwa telah dikunci oleh Cao Yuan. Walaupun sudah beberapa cara dicoba untuk membuka paksa pintu Dunia Jiwa tapi tetap saja pintu tersebut tak bisa dibuka.
Swuuuusshhh! Baaaaamsss! Roaaaarhh!
__ADS_1