
"Ta-tapi patung ini benar benar mirip denganmu Gege. " ucap She Luan meyakinkan.
Tak ingin identitasnya terbongkar, Cao Zhen Xin menatap kearah kota yang ramai akan kegiatan yang dilakukan oleh para siluman bersama manusia biasa.
"Lihatlah Luaner apa kamu tak ingin berbelanja ataupun sekedar jalan jalan? " ucap Cao Zhen Xin.
She Luan mengangguk walaupun ia sebenarnya masih penasaran dengan patung yang mirip dengan Cao Zhen Xin.
"Haiis syukurlah. " ucap dalam hati Cao Zhen Xin merasa sedikit lega.
Swuuuush! Mereka melesat kearah kota yang berdekatan dengan kerajaan siluman milik Jing Yin, sesampai didekat gerbang para penjaga gerbang membuka pintu kota tanpa menanyakan identitas mereka berdua.
"Gege apakah ini tempat kelahiranmu? " tanya She Luan.
"Bukan. " jawab Cao Zhen Xin singkat menatap para warga sedang melakukan aktivitas sesuai pekerjaan mereka.
"Lalu bukankah ibu Jingyin adalah..." ucap She Luan terpotong.
"Nanti aku jelaskan, namun kita memperlukan tempat yang tepat. " ucap dengan senyuman manisnya Cao Zhen Xin.
She Luan mengangguk, setelah itu mereka berdua berjalan mencari kedai minuman yang tepat untuk memberitahu pada She Luan bahwa Jing Yin ibu angkatnya. Sesampainya setelah memesan ruang VIP serta memesan beberapa makanan dan minuman.
"Luaner ingkatkah ketika sedang memulihkan diri diBenua Tinggi setelah melawan anggota keluarga Tao yang mengejarmu? " ungkap Cao Zhen Xin.
She Luan mengangguk.
"Disaat kita terkena racun aku mengelabuhi tetua yang menyerang kita, karena aku tidak tahu kabur kemana sehingga aku mengeluarkan pintu antar dimensi dan tak sengaja datang ke Benua ini. " ucap Cao Zhen Xin masih menjelaskan secara rinci.
Setelah menjelaskan semuanya She Luan akhirnya mengerti. Makanan dan minuman yang mereka pesanpun kini telah dihidangkan. Beberapa menit setelah menghabiskan semua makanan serta minuman keduanya kemudian kembali melanjutkan jalan jalan mereka, disela sela mereka melihat lihat para warga yang beraktivitas canda tawa mulai meliputi mereka.
"Benua ini sangatlah damai tidak seperti Benua Tinggi. " ungkap jujur She Luan.
"Benar semua orang dan siluman disini saling bekerja sama. Jika seluruh alam semesta seperti ini mungkin tidak akan ada lagi yang namanya perebutan kekuasaan, ataupun pembunuhan bahkan perpecahan. " ucap Cao Zhen Xin membenarkan ucapan She Luan.
Tiba tiba ditengah pembicaraan, mereka melihat toko pakaian yang lumayan besar.
"Luaner aku rasa pakaianmu perlu ganti dengan yang baru. " ucap Cao Zhen Xin.
__ADS_1
"Emmm." She Luan bergumam lalu tersenyum kecut saat melihat pakaiannya yang kusut.
Tanpa menunggu persetujuan She Luan, Cao Zhen Xin menarik tangan She Luan dengan lembut menuju toko pakaian yang lumayan besar itu.
"Tuan muda, tuan putri anda sangat tepat memasuki toko pakaian kecil kami, karena saat ini kami sedang memberikan diskon dua puluh persen bagi pelanggan baru seperti kalian. " ucap sambut pelayan ramah pada mereka berdua.
Mereka berdua hanya membalasnya dengan senyuman manis mereka. Setelah itu mereka melihat lihat semua pakaian dilantai satu, namun mereka berdua tak sama sekali menemukan pakaian yang cocok untuk dikenakan oleh She Luan.
"Maaf pelayan." ucap Cao Zhen Xin memanggil.
"Iya tuan muda? " balas ramah sang Pelayan.
"Apakah ada pakaian lain selain dilantai ini?" tanya Cao Zhen Xin.
"Ada tuan muda, dilantai dua semua pakaiannya masih tergolong murah dan ramah harganya. Dilantai tiga juga banyak terdapat pakaian bagus, namun semua pakaian miliki harga yang mahal, karena kualitas serta bahannya sangat susah untuk dicari. " jawab sang Pelayan ramah.
"Baik antarkan kami berdua kelantai tiga. " jawab Cao Zhen Xin cepat.
"Ta-tapi..." ucap sang Pelayan sedikit meragukan mereka berdua.
"Soal uang tidak perlu dipermasalahkan. " ucap lagi Cao Zhen Xin.
Sang Pelayanpun akhirnya menunjukan jalan kelantai tiga, dimana pakaian yang dijual memiliki harga yang fantastis.
Sesampainya.
"Emmm ternyata benar kualitasnya sangat baik. " ucap Cao Zhen Xin kagum.
Sedangkan She Luan seorang wanita yang memang memiliki hobi belanja matanya berbinar melihat ribuan baju pria dan wanita.
"Gege apakah kamu akan membayar pakaianku nanti? " ucap She Luan yang sedikit ragu melihat harga pakaian didepannya.
"Tentu, pilih saja pakaian yang kamu suka. " ucap Cao Zhen Xin.
Mereka berdua berpisah untuk memilih pilihan pakaian mereka masing masing. Selang satu jam, Cao Zhen Xin yang telah memilih sepuluh set pakaian yang memang akan digunakan olehnya heran, pasalnya sejak berpisah dengan She Luan ia tidak berpapasan dengannya.
"Lama sekali apakah ia......"
__ADS_1
Cao Zhen Xin tiba tiba terdiam melihat She Luan datang bersama pelayan toko yang mengantar mereka, matanya kini tertuju pada She Luan yang terlihat seperti bidadari kayangan, bahkan kecantikannya sebelas dua belas dengan kecantikan ibunya sendiri.
"Sangat cantik. " ucap Cao Zhen Xin.
Sontak She Luan mendengar pujian terarah padanya wajahnya tiba tiba memerah seperti tomat matang.
"Gege. " ucap She Luan malu malu.
Cao Zhen Xin yang terpana akan kecantikannya kumudian menatap sang pelayan.
"Pelayan beberapa total harga semua pakaian ini. " ucap Cao Zhen Xin menunjuk sepuluh set pakaiannya.
Sang Pelayan langsung mengantar mereka berdua menuju tempat pembayaran. Sesampainya.
"Tuan muda, total sepuluh set pakaian pria dan lima set pakaian wanita seharga tiga ribu keping emas. " ucap Pelayan.
Tanpa memberikan penawaran harga, Cao Zhen Xin mengeluarkan cincin ruang milik orang yang ia rampas atau ia bunuh.
"Didalamnya terdapat tiga ribu seratus keping emas, seratus keping emas anggap saja sebagai tips. " ucap Cao Zhen Xin.
"Ba-baik terimakasih tuan muda. " ucap sang pelayan hormat.
Setelah menyelesaikan semua pembayaran, mereka berdua memasukan pakaian yang mereka beli kedalam Cincin ruang masing masing.
"Luaner, aku rasa kita tidak bisa berlama lama di Benua ini, karena itu aku ingin segera menyelesaikan pelatihan segel yang diberikan oleh guru Zheng Lian. " ucap Cao Zhen Xin.
"Baik Gege, Luaner akan mengikuti Gege kemana pun Gege pergi. " ucap She Luan tersenyum hangat.
Setelah itu mereka berdua keluar dari dalam toko menuju tempat pelatihan yang kemarin digunakan untuk latihan Cao Zhen Xin. Sesampainya, Cao Zhen Xin langsung mempraktekan semua segel yang diberikan oleh Zheng Lian.
"Ternyata benar kedua guruku berguru pada satu guru. " ucap Cao Zhen Xin setelah mempraktekan semua segel yang diberikan.
Walaupun segel api tergolong sama dengan fungsi segel Es, Cao Zhen Xin dapat menggunakan dua elemen yang berbeda dengan lawannya, jika lawannya memiliki elemen yang sama dengannya. Setelah memahami tiga segel dari Zheng Lian, dengan segera ia menatap She Luan dengan hangat.
"Luaner, apakah kamu masih memiliki dendam pada keluarga Tao? " tanya Cao Zhen Xin.
###
__ADS_1