Legenda Sang Dewa Naga

Legenda Sang Dewa Naga
Teyling


__ADS_3

"Aku hanya menginginkan banyaknya asrama dan satu kediaman untukku, dan setelah itu panggil semua faksi Naga Emas untuk memasuki area terlarang ini jika semua asrama dan kediamanku telah dibangun. " ucap Cao Yuan kemudian mengeluarkan ribuan koin emas untuk biaya kebutuhan pembangunan.


"Baik guru! " jawab tetua Lu Ye.


Setelah itu tetua Lu Ye langsung pergi dari area terlarang untuk membeli kebutuhan bangunan serta menyewa ratusan orang untuk membangun area terlarang dengan cepat.


Satu bulan telah berlalu, selama disekte Cao Yuan selalu membuat ribuan Pill untuk kebutuhan sekte yang dibantu oleh para alchemist sekte. Area terlarang juga telah dihuni oleh Faksi Naga Emas. Sedangkan Faksi Rajawali emas serta Panah Langit juga sudah menjalankan tugasnya masing masing. Setiap murid yang diberi tugas pasti akan diberikan sejumlah Cincin ruang untuk biaya mereka selama bertugas.


Tetua Lu Ye juga telah diangkat sebagai wakil ketua sekte oleh Cao Yuan sendiri. Selama satu bulan itu nyatanya Cao Yuan melatih Su Yue dan Liyan. Dan tiba tiba Cao Yuan yang sedang melatih Su Yue Cincin ruangnya tiba tiba bergetar karena tetua Lu Ye mengirim pesan padanya.


"Guru! ketua sekte trah kedua tiba tiba datang ke sekte! sekarang mereka berada di aula sekte. "


Cao Yuan heran dengan kedatangannya trah kedua sekte Pedang Naga Langit, dengan cepat ia meninggalkan Su Yue agar berlatih sendiri dan ia tak lupa mengenakan jubah ketua sekte.


Di aula sekte.


"Tetua Lu Ye? dimana keberadaan ketua kalian? " ucap Teyling.


"Sabar! tuan muda pasti akan segera ke aula sekte! " ucap tetua Lu Ye sedikit tak senang terhadap Teyling ketua sekte trah kedua.


Karena tetua Lu Ye tau kedatangan mereka pasti tidaklah hanya berkunjung dan kini menebak nebak tujuan mereka. Selang beberapa menit tiba tiba pintu aula sekte terbuka dengan munculnya sosok pemuda yang terlihat berumur lima belas tahun memasuki aula.


"Hormat kami tuan muda! " ucap kompak tetua trah pertama.


Cao Yuan mengangguk dan masih melanjutkan langkah kakinya menuju kursi ketua sekte. Teyling dan tetua trah kedua yang melihat ranah kultivasi ketua sekte Pedang Naga Langit memiliki ranah emas satu hanya terdiam, mereka sungguh terkejut bagaimana cara bocah itu dapat mengalahkan Cheng An dan juga Cheng Hylong jika memiliki ranah emas satu.


"Jangan jangan berita itu hanyalah omong kosong! pasti sekte trah pertama ini akan binasa jika didengar oleh sekte Shijing. " ucap pelan salah satu tetua.


Namun dengan ketajaman pendengaran yang dimiliki Cao Yuan dapat mendengarnya dengan baik, bahkan ia kini sudah tau tujuan mereka dari penuturan salah satu tetua tersebut.


Setelah duduk di singgasananya, Cao Yuan menatap semua orang yang terdapat di aula sekte, tentu saja yang terakhir adalah pria paruh baya yang bernama Teyling.

__ADS_1


"Apa yang membuat kalian ingin berkunjung ke trah pertama sekte? " ucap Cao Yuan tanpa basa basi.


Tetua trah kedua serta Teyling sedikit geram mendengar ucapan ketua sekte trah pertama yang sepertinya tak menghormati mereka.


"Emm.. kau kah yang bernama Cao Yuan? " tanya Teyling mencoba untuk ramah dan tidak terprovokasi.


"Iya." jawab Cao Yuan singkat.


Teyling mengangguk, dirinya benar benar merasa tak dihormati sama sekali oleh pemuda tersebut namun masih tetap mencoba tidak terprovokasi.


"Tujuan kami hanyalah sebatas mengunjungi dan ingin mengetahui cerita kekahalan sekte Shijing melawan sekte kalian. " ucap Teyling juga tak ingin berbasa basi.


"Jika aku mengatakan yang sebenarnya apakah kalian percaya? " ucap Cao Yuan tenang.


Semua tetua serta Teyling saling berpandangan.


"Jawabannya adalah benar. " ucap Cao Yuan kembali karena melihat semua tetua trah kedua hanya diam, nadanya pun berubah menjadi datar.


"Sudah kukatakan namun masih bertanya." ucap Cao Yuan tak ramah.


"Lancang! " ucap salah satu tetua trah kedua langsung melesat begitu saja.


Cao Yuan dengan tenang menunggu tetua tersebut sampai didepannya dan setelah sejengkal berada didepannya, tamparan keras menggema di aula sekte tersebut.


Plaaaakk! tetua tersebut terpental dan mengeluarkan darah dari bibirnya. Cao Yuan dengan tenang kembali duduk di singgasananya. Teyling yang melihat tetua sektenya dipermalukan benar benar tak terima.


"Apa kau tidak menyambut kami dengan baik! cihh! " ucap Teyling sambil meludah.


"Apakah aku harus diam saja ketika orang ingin menyakitiku? " balas Cao Yuan dingin menatap tajam semua tetua trah kedua.


Gleeek! hanya ditatap oleh Cao Yuan semua tetua tersebut bergidik ngeri, namun Teyling malah mencaci maki Cao Yuan.

__ADS_1


"Dasar anak angkat Cia San Tong yang bodoh! hanya karena dirimu menjadi ketua apakah kamu bisa berbuat sesukanya? " ucap Teyling geram.


"Uppss! bahkan sekte Shijing yang membuat masalah kecil padaku saja ku hancurkan semuanya tanpa sisa. " ucap Cao Yuan dingin.


Perdebatan terus terusan terjadi, namun Cao Yuan tak ingin kembali main tangan jika mereka tak memulainya. Hingga dimana Cao Yuan memberikan kata kata pedas pada trah kedua sektenya.


"Ketua sekte terdahulu memberikan jabatan ketua sekte khusus untuk ayah angkat ku! namun kalian ingin memisahkan diri dari sekte. Apakah itu yang dinamakan sebuah kesetiaan, dan tentunya kalian semua hanyalah semut penghkianat yang tak pernah kuanggap sebagai keluarga sekte Pedang Naga Langit!" ucap Cao Yuan.


Braaaak! tiba tiba meja Teyling hancur setelah mendengar kritikan pedas dari mulut Cao Yuan. Cao Yuan tetap masih tenang walaupun ia tahu Teyling memiliki ranah alam empat diatas ranah ayahnya yang dulu memiliki ranah alam tiga. Namun baginya Teyling hanyalah semut dengan sekali serangan mampu ia bunuh.


"Sungguh tak disangka kau benar benar berani memprovokasiku! " ucap Teyling yang sudah tak bisa menahan emosi.


Swuuuush! dengan cepat ia melesat kearah Cao Yuan. Dengan kecepatan yang dimiliki Teyling dimata Cao Yuan hanya bagaikan siput yang tengah berlari.


Plaaaakk! sesampainya Cao Yuan menampar wajah Teyling hingga terpental seperti tetua yang pertama Cao Yuan tampar. Semua tetua trah kedua terkejut melihat hal tersebut dan karena rasa malu yang tinggi mereka semua segera ingin keluar dari aula tersebut. Sedangkan tetua trah pertama yang ingin menghentikan mereka diberhentikan oleh Cao Yuan.


Setelah tetua trah kedua keluar dan membawa murid serta tetuanya meninggalkan sekte, apalagi semua murid yang melihat wajah satu tetua serta Ketua Teyling yang wajahnya memiliki cap tangan membuat mereka penasaran. Tapi karena mellihat wajah Teyling dan seluruh tetua tak bersahabat membuat mereka mungurungkan niatnya.


"Tuan muda! kenapa anda menghentikan kami! " tanya salah satu tetua.


"Ingatlah! jika aku mau pasti aku akan membunuhnya sejak tadi, aku hanya menghargai mereka saat ini karena bagaimana pun juga mereka adalah keluarga kita. " ucap Cao Yuan.


Semua tetua mengangguk dan kembali mendengar perkataan Cao Yuan.


"Tapi jika mereka berani bermain api, maka aku sendiri tak akan segan terhadap mereka, bahkan untuk membunuh mereka. " ucap Cao Yuan dingin.


Semua tetua akhirnya bisa bernafas lega, karena ia tahu Teyling tidak akan diam saja ketika dipermalukan oleh orang lain.


Teyling dan rombongannya yang telah keluar dari sekte kini benar benar terlihat marah akibat dipermalukan, pohon yang ada didekat mereka pun mereka tumbangkan untuk melampiaskan rasa amarah mereka.


"Lihat saja kau bocah! aku akan membuat sebuah rencana yang akan menjadikanmu sebagai buronan para Kultivator di Benua Rendah. " ucap Teyling sambil melanjutkan perjalanannya menuju sekte mereka.

__ADS_1


__ADS_2