
Kedua pria paruh baya itu kemudian mengangguk, dan seorang pria yang dipanggil penguasa yang entah siapa kini sedang bergumam.
"Ternyata Dewa Naga akan lahir kembali dalam jiwa yang berbeda. " gumam pria yang dipanggil penguasa kemudian menghilang dari kehampaan.
Dua pria paruh baya yang melihat atasannya telah pergi kemudian saling pandang.
"Apakah kamu tau siapa pemuda itu? " tanya seorang Ketua sekte Shijing yang bernama Li Tao Cao.
"Tidak ketua! tapi seharusnya jika pemuda tersebut dapat membuka perisai yang melindungi Phoenix itu maka kekuatannya sama dengan tingkat Kaisar Dewa Puncak! " ucap Li Chen Su.
Li Tao Cao mengangguk, mereka berdua memang kini menjadi Ketua dan tetua penting dari sekte Shijing, namun mereka berdua bukan berasal dari benua tengah ini.
"Sudahlah! karena tugas kita yang sebenarnya adalah menjaga keamanan Phoenix tersebut, dan kini telah tiada. Maka lebih baik kita segera bergerak. Dan jika kita saja yang mencarinya maka sama saja mencari jarum di tumpukan jerami. " ucap Li Tao Cao kemudian mengirim pesan pada banyak tetua di sektenya untuk mencari seorang yang telah mencuri barang miliknya.
*******
Cao Yuan yang terus melesat dengan kecepatan puncaknya kini telah sampai disebuah kota yang terlihat ramai keadaan didepan gerbang. Sambil menghentikan langkahnya, Cao Yuan kemudian menatap arah dimana lingkaran dimensi yang muncul dan membuatnya harus menjauh karena dia sendiri tahu orang tersebut bukanlah lawannya.
"Siapa orang tersebut, tidak mungkin jika orang yang muncul dari dalam dimensi adalah manusia biasa. " gumam Cao Yuan kemudian melanjutkan langkahnya menuju gerbang kota.
Sesampainya.
"Tuan muda! mohon identitas anda! " ucap sang penjaga.
Cao Yuan tiba tiba tersadar, dia tidak memiliki identitas sama sekali di Benua Tengah.
"Maaf prajurit, saya orang baru dan saya tidak memiliki identitas, apakah ada cara lain untuk memasuki kota ini? " tanya Cao Yuan mencoba ramah.
Penjaga gerbang tersebut mengangguk.
"Untuk biaya masuk sebesar 100 keping emas! " ucap penjaga gerbang sambil menaikan alisnya karena pemuda tersebut mampukah membayar uang masuk kedalam kota yang ia jaga.
Cao Yuan yang mendengar harga masuk kota dengan harga fantastis seketika menaikan alisnya karena heran.
"Tapi.. " ucap Cao Yuan ingin menanyakan namun tiba tiba ucapannya terpotong oleh sang penjaga gerbang yang mendorongnya secara tiba tiba.
__ADS_1
"Sudahlah jika tak mampu membayar, silahkan pergi, karena masih banyak orang yang mengantri." ucap penjaga gerbang yang akan mendorong.
Namun tiba tiba tubuh pemuda tersebut berpindah tempat dengan kecepatan yang tak kasat mata dan membuat penjaga tersebut tersungkur.
"Brengsek! " ucap penjaga tersebut marah.
Cao Yuan yang sudah muak dengan segera melesat dan meninju perut penjaga gerbang tanpa menggunakan Qi dengan sekedipan mata.
Baamss! Suara tubuh penjaga gerbang yang terpental kearah penjaga yang sedang berdiri seperti patung.
"Akkhh! "
Tiba tiba semua prajurit langsung bersiaga dan menolong prajurit yang telah dipukul mundur oleh Cao Yuan.
"Siapa kamu! berani melawan petugas keamanan gerbang! " tiba tiba suara seorang pria terdengar.
Cao Yuan yang mendengar suara tersebut masih tenang, namun dia sungguh sangat kesal karena pelayanan penjaga gerbang yang sungguh tidak ramah membuatnya sangat muak.
Tiba tiba dari dalam kota muncul seorang jendral prajurit kota dan diikuti oleh para prajurit dibelakangnya, lalu mereka mendekat kearah Cao Yuan.
"Ada apa ini! " ucap sang Jendral menatap Cao Yuan dengan tajam.
"Aku hanya ingin masuk kota ini, namun bayaran untuk memasuki kota sungguh tinggi, apakah benar untuk memasuki kota ini aku harus membayar 100 keping emas? " tanya Cao Yuan menaikan alisnya.
Sang Jendral terdiam dan kemudian menatap tajam prajurit yang kini masih memegang perutnya.
"Apa benar yang pemuda ini katakan? " tanya sang jendral
"Ti-tidak jendral! " ucap prajurit tersebut sedikit trrbata bata.
Plaaak! Plaaaak! tiba tiba sang Jendral memukul wajah prajurit yang telah dipukul oleh Cao Yuan.
"Katakan yang sebenarnya! " ucap sang jendral.
Plaak! Plaaak! tamparan kembali mendarat di pipi prsjurit tersebut dan membuat giginya terlepas.
__ADS_1
"Be-benar Jendral! ampuni aku ampun! aku hanya mengikuti perintah walikota Sui! "
Sedangkan Cao Yuan sendiri kini telah memahami, mungkin harga untuk memasuki kota tidak sebesar biaya yang prajurit itu sampaikan. Namun mendengar penjelasan kembali sang prajurit, Cao Yuan akhirnya benar benar mengerti. Berbeda dengan sang Jendral yang kini sedang terdiam, dirinya kini diliputi rasa bingung, karena dia memiliki status Jendral apalagi dia tahu bahwa walikota Sui memiliki identitas yang tak bisa disentuh.
"Jendral! kenapa anda diam saja! " tanya Cao Yuan heran.
"Ehh.. tu-tuan lebih baik anda masuk saja kedalam kota secara gratis, dan masalah ini aku harap tuan muda tidak mengambil hati. " ucap sang Jendral ramah, namun dari wajahnya terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.
Cao Yuan kemudian mengangguk dengan rasa sedikit penasaran, namun dia sendiri menegaskan prinsipnya jika terkait dengan masalah kota, dia tak ingin ikut campur, kecuali jika berhubungan dengan bangsa Iblis ataupun yang membahayakan nyawa manusia biasa dia akan ikut campur bahkan untuk membantai satu kota dia akan melakukannya. Dengan santainya dia melangkahkan kaki melewati para prajurit yang kini hanya diam tak bergerak.
Selang beberapa menit berjalan akhirnya Cao Yuan menemukan sebuah penginapan, namun yang membuat senang dirinya adalah adanya resto dilantai pertamanya. Sesampai di depan pelayan yang berjaga .
"Pelayan! siapkan aku kamar VIP dan aku ingin memesan beberapa makanan. " ucap Cao Yuan kemudian memesan beberapa makanan.
"Baik tuan muda! pesanan akan disiapkan dan dihidangkan di ruangan VIP anda! " ucap sang pelayan.
Cao Yuan mengangguk.
"Ikuti saya untuk menunjukan lokasi ruangan VIP anda tuan muda! " ucap pelayan lagi kemudian memimpin Cao Yuan untuk menuju ruangan VIP yang dipesan.
Setelah itu mereka berdua menghentikan langkahnya ketika telah sampai di sebuah kamar yang sangat luas, dan sang pelayan juga membuka pintu dengan kunci yang tersedia.
"Silahkan masuk tuan muda! ini kunci kamar, dan pesanan akan sampai beberapa menit lagi. " ucap sang pelayan langsung pergi namun dihentikan oleh Cao Yuan.
"Maaf pelayan, ini Kota apa? " tanya Cao Yuan.
"Kota Duan Zao tuan muda! " ucap Sang pelayan yang kini telah pergi .
Cao Yuan mengangguk namun, dirinya sedikit terkejut dengan kemewahan ruangannya, ia mengira awalnya ruangan VIP hanya terdiri dari kamar dan kamar mandi namun fasilitasnya yang memadai, namun pandangannya berubah saat melihat ruangan VIP terdapat ruang kamar, ruang tamu dan tentunya fasilitasnya sangat memadaih.
Saat memasuki ruangan tersebut, Cao Yuan kemudian duduk diruang tamu yang terdapat diruang VIP tersebut.
"Huh! nyaman sekali! " gumam Cao Yuan namun semua itu tak berlangsung lama yang diakibatkan ia merasakan aura Iblis samar samar dari dekat kamarnya.
"Aura milik siapa ? " gumam Cao Yuan kemudian membuka Dunia Jiwanya.
__ADS_1
Swuuush! Niu yang muncul seketika memberi hormatnya.
"Hormat pada tuan muda! " ucap Niu kemudian menatap Cao Yuan.