Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Penjaga Kuda


__ADS_3

"Sekuat inikah kekuatan mereka? Akhh, aku tidak bisa bayangkan kalau siluman itu menggunakan kekuatan penuh sejak awal. Kita mungkin bisa hancur lebur," ujar seorang pendekar wanita.


"Kau benar, kita tidak mungkin setara dengannya. Dan orang itu mampu mengimbanginya," sahut wanita lain yang tengah terluka parah.


Mendengar dua wanita itu memuji kekuatan Huo Feng Huang, membuat pria satu-satunya di antara mereka kesal. Ia tidak terima kalah oleh pria yang baru datang dan langsung bertarung hebat seperti itu. Seharusnya mereka sudah pergi sejak lama.


"Kalian akan melihat pria itu juga akan mati duluan. Sekuat apapun dia, pasti akan mati juga." Karena rasa kesalnya, pria itu tidak terima dan menyumpahi Huo Feng Huang.


"Kau bilang apa? Kau hanya iri karena tidak bisa seperti dia, kan?" timpal wanita yang terlihat luka parah di kakinya.


"Kau juga tidak bisa dipercaya sebagai pria. Lebih baik kau pergi saja sana! Kami akan menunggu kemenangan pria tampan itu."


Pria itu kembali dibuat emosi. Tapi ia juga penasaran dengan pertarungannya. Ia bahkan juga berharap Huo Feng Huang bisa membunuh siluman batu. Namun ia juga merasa kesal atas kekalahannya di hadapan orang asing. Ia tidak bisa menerima akan ditolong olehnya sampai seperti itu.


Sementara pertarungan antara Huo Feng Huang melawan siluman batu hampir mencapai akhir. Siluman batu sudah terkena serangan telak dan tubuhnya telah hancur separuhnya. Namun ia masih bisa bertarung selama ia belum kehilangan Mustika Siluman yang ada pada dirinya.


"Bentukmu sekarang lebih kecil. Dan tidak perlu lagi menggunakan ini." Huo Feng Huang menghilangkan pelindung apinya lalu memukul dengan tangan kosong siluman batu.


Karena sudah mengecil setelah tubuhnya kena hantaman, membuat siluman batu lebih rapuh dan berubah menjadi lebih kecil lagi. Alhasil tertinggal mustika yang ada di dadanya yang berukuran genggaman tangan.


Seketika Huo Feng Huang mengambil mustika itu dan membuat siluman batu mati. Pria itu pun duduk di atas bongkahan batu dari siluman batu yang telah mati. Menyerap energi Mustika Siluman Batu yang didapatnya.

__ADS_1


"Hei, beneran dia berhasil. Kita harus mendatangi dia dan berterima kasih padanya."


Dua wanita itu sangat senang ketika diselamatkan. Namun sebelum mereka lebih dekat dengan penyelamatnya, kembali timbul gelombang kejut dan sebuah cahaya hitam dari tubuh Huo Feng Huang.


Gelombang kejut atau ledakan itu membuat mereka terpental kembali. Lalu Huo Feng Huang langsung berdiri dan melihat mereka sejenak. Lalu ia melompat dan mengeluarkan sayap api di punggungnya.


Belum sempat kedua wanita mengucapkan terima kasihnya, ternyata itu terlambat. Mengejarnya pun tidak mungkin sanggup. Meninggalkan sisa-sisa tubuh siluman batu yang sudah mati. Namun tubuh itu terlihat masih bergerak dan menimbulkan rasa takut pada mereka bertiga.


"Ah, pasti itu bagian tubuh dari siluman batu. Sekarang kita tidak berhasil membunuhnya. Tapi kita harus mengambilnya. Karena itu bisa berguna juga. Kalian berdua, bantu aku membawa batu yang bergerak itu. Kita bisa membuat senjata dengan itu. Bisa dijadikan sebagai artefak juga."


Kedua wanita itu pun mengangguk setuju. Karena itu adalah tubuh siluman batu yang keras, bisa dijadikan sebagai senjata yang kuat juga. Meski bisa dihancurkan, nyatanya saat mereka mencoba menyerang, tidak melukai sedikitpun tubuh siluman batu.


Kepergian Huo Feng Huang disayangkan oleh mereka karena tidak bisa bertemu lagi. Kedua wanita itu juga tidak memiliki kesempatan untuk berkenalan meski sudah melihat wajahnya yang tampan.


Feniks api adalah makhluk mitologi yang dipercaya memiliki kekuatan api yang paling panas setara dengan naga. Namun keberadaan mereka sudah dikatakan punah sejak ribuan tahun lalu. Apalagi tidak ada yang mengetahui apakah mereka masih ada atau sudah punah sepenuhnya.


Huo Feng Huang yang telah memiliki jalan sendiri dalam hidupnya. Menantang dewa dan menghancurkan langit itu sudah pasti. Sampai kapanpun ia akan menjadi orang yang memiliki dendam yang sangat jelas. Ia akan menjadi seseorang yang menduduki puncak kejayaan di atas langit yang tinggi.


"Selama masih belum mendapatkan apa yang kita inginkan, tidak ada terlambat untuk memulainya. Aku Huo Feng Huang akan menghancurkan langit dengan tanganku ini. Akan tiba saatnya iblis berkuasa di alam langit. Atau alam langit akan hancur karena sifat mereka yang melebihi iblis."


Tujuan akhir Huo Feng Huang adalah menemui Lianhua berada. Ia pun sampai di sebuah kota besar. Tentu saja keberadaan Lianhua ada di kota tersebut. Setelah melihat ada gerbang besar, ia tidak bisa langsung masuk. Maka ia harus menyamar untuk memasuki Jiangsu.

__ADS_1


Karena ingin bersembunyi dari semua orang, ia tidak ingin orang-orang kota mengetahui dirinya. Dari auranya memiliki sesuatu yang aneh sejak awal. Karena ada hawa siluman dan iblis di dalamnya. Tentu saja Huo Feng Huang langsung menghilangkan auranya. Menyamar menjadi manusia biasa dan pekerja keras. Saat itu ia mengubah pakaiannya menjadi seorang pekerja. Ia hanya melakukan trik kecil untuk merubah dandanannya.


"Sepertinya ini masih kurang. Apa yang seharusnya dibawa oleh orang sepertiku sekarang?" Sekilas Huo Feng Huang melihat ada kuda yang sedang sulit dikendalikan. Juga kuda itu dibawa oleh beberapa orang.


Langkah cepat Huo Feng Huang untuk mendekati para penjaga kuda. Ia juga harus menumpang untuk bisa masuk ke dalam kota. Menghampiri orang yang kesulitan mengendalikan kuda yang ingin lepas.


"Kudamu itu terkena duri di kakinya. Maka dari itu sulit digerakkan. Coba kau periksa di kaki di bagian kiri depan." Huo Feng Huang langsung memperingati penjaga kuda yang kesulitan mengendalikan kudanya.


"Ah, benarkah?" Karena penasaran, pria itu pun memeriksanya. Ia memeriksa keberadaan duri itu dan benar apa yang dikatakan oleh orang asing. "Terima kasih karena sudah memberitahu. Kalau tidak, mungkin kita akan sulit masuk karena kuda ini."


"Tidak masalah. Biar ku periksa kuda ini. Mungkin bisa kubantu untuk menghangatkan kudanya. Mungkin aku bukan tabib tapi aku tahu rasanya jika terkena itu. Pernah seorang tabib juga membuat penghangat untuk lukanya."


"Wah, terima kasih anak muda, tapi bagaimana caranya?" tanya pria itu dengan wajah bingung.


Huo Feng Huang langsung mencabut duri lalu menyentuh bagian kaki yang bisa berdarah kapan saja. Namun karena Huo Feng Huang mengalirkan energi hanya pada kaki kuda itu, membuat kuda tenang dan darah yang hendak keluar pun langsung tertutup karena efek panas.


"Wah, hebat sekali. Padahal duri itu berukuran besar. Tapi tidak ada darah yang keluar. Apakah kau juga seorang tabib? Kebetulan di istana sedang mencari tabib berbakat. Banyak tabib dari luar kota datang mencalonkan diri. Oh, kemarin juga ada seorang wanita dan putrinya yang juga seorang tabib. Kau mungkin bisa bersaing dengannya. Ah, masih banyak tabib yang mengikuti acara itu."


"Aku tidak bisa melakukannya. Tapi ingin masuk ke dalam untuk menemui temanku. Kurasa aku tidak bisa masuk juga. Hemm, bagaimana jika aku ikut rombongan kalian?"


"Tentu! Kau bisa ikut dengan kami. Mari-mari kita ke gerbang sama-sama." Pria itu merangkul Huo Feng Huang dan melakukan perjalanan kembali.

__ADS_1


***


__ADS_2