
Pedang tidak mempan pada siluman bunga mawar. Namun tidak ada kata putus asa bagi Lianhua serta Feng Huang. Mereka bekerja sama untuk mengalahkan siluman wanita itu. Namun tetap saja, keduanya tidak mampu menghadapi siluman yang memiliki dua ribu tahun kultivasi.
"Kalian berdua tidak pernah bisa melawanku. Jadi terima saja nasibmu dan menjadi asisten pribadiku."
"Jangan harap kau bisa mengambilnya dariku." Kemarahan Feng Huang meningkat. Dengan segenap kekuatannya, ia menyerang secara membabi buta.
Sayangnya tidak ada satu serangan pun yang bisa didapatkan. Selendang-selendang terus mengikat. Aroma bunga kini berubah menjadi aroma racun mematikan. Membuat seluruh tubuh lemas dan tak bertenaga. Apalagi dengan adanya ribuan jarum yang melesat ke arah pria itu.
Tak kuasa menahan sakit tertusuk jarum-jarum beracun, membuat Huo Feng Huang berguling di tanah. Badannya tiba-tiba kaku dan meninggalkan darah berwarna hitam pekat. Menandakan racun yang ada pada jarum telah menyebar ke seluruh tubuh.
"Kau tidak akan hidup lama kalau seperti ini. Lupakan saja, kau akan segera mati di sini. Jadi tidak perlu repot-repot membunuhmu."
Sambil membawa Lianhua, Meighui Yinxing tersenyum tipis. Ia kembali pada modelan lama dengan tingkahnya yang membuat orang kesal. Dengan berjalan lenggak-lenggok layaknya bebek. Wanita itu sangat senang membawa seorang gadis yang diinginkan.
"A-pa yang kau la-ku-kan?" Lianhua kesulitan berbicara. Karena mulutnya dibekap dengan selendang merah. Air matanya turun ketika melihat ke belakang, pria penyelamatnya terkapar tak berdaya.
Ingin rasanya hati ingin ke sana. Menemui sang Raja Iblis yang kehilangan kekuatannya. Meski Raja Iblis, jika hatinya baik, maka gadis itu akan menerimanya apa adanya. Ia ingin merawat dan menetralkan racun. Namun kaki dan tangan serta seluruh tubuh terikat pada selendang. Bagaikan terbang sendiri, meskipun dikendalikan dengan mudah oleh wanita siluman.
Saat berjalan, aroma bunga mawar menyebar di sekitarnya. Jika ada yang melihatnya membawa Lianhua, akan melupakan semuanya. Bahkan mereka akan kehilangan kesadaran untuk beberapa jam. Selama jalan kaki, sudah puluhan orang yang melihat dan langsung tak sadarkan diri begitu saja.
"Kenapa kamu begitu ingin kabur? Apakah kamu menyukai pria itu? Jangan lupa, sekarang kau adalah orang terdekatku. Aku tidak akan menyakitimu, selama masih menjadi asisten pribadiku."
__ADS_1
Sebenarnya Meighui Yinxing bingung dengan Lianhua dan Feng Huang. Mereka seakan kebal dengan racun bunga mawarnya. Padahal semua orang akan mengalami nasib yang sama. Ia bisa mengendalikan mereka. Entah membuat kesadaran menghilang sejenak atau membuat halusinasi korban. Selain itu, ia juga mengendalikan korbannya seperti yang dilakukannya pada Hua Shui.
"Seharusnya manusia biasa akan terpengaruh oleh aroma bunga mawarku. Khusus untukmu dan kekasihmu, kurasa kalian orang-orang yang spesial. Tapi sayangnya racun itu adalah hal lain. Jika terkena racun itu, akan membuatnya mati dalam waktu satu jam."
Lianhua menggelengkan kepalanya dan mencoba memberontak. Namun tidak bisa melakukan apapun saat semua diikat dengan selendang. Selendang itu melayang di udara, sementara yang mengendalikan selendang, berjalan seperti biasanya.
"Mmphh ... mmm ... mmppp ...." Lianhua ingin mengatakan sesuatu tapi mulutnya terkunci. Mulutnya dijerat oleh selendang yang semakin melilit. Selendang itu semakin ketat melilitnya. Membuat tubuhnya sesak dan sulit bernafas.
"Kalau ingin bebas, setidaknya aku harus memberimu sesuatu. Agar tidak bisa bebas sepenuhnya. Heemmm ... sebaiknya aku harus memberimu apa, yah?"
Sebuah gelang giok putih muncul di telapak tangan Meighui Yinxing. Ia lalu mengendurkan selendang yang mengikat Lianhua. Lalu ia pasangkan gelangnya pada Lianhua. Setelah gelang terpasang, barulah melepaskan gadis itu dan membiarkannya berdiri di tanah.
Sebuah gelang giok berwarna putih, bisa mengendalikan jarak pengguna dengan pemiliknya. Dengan begitu, Lianhua tidak bisa pergi jauh dari Meighui Yinxing. Benar saja, setelah mencapai jarak sepuluh langkah, ia kembali ke pemiliknya. Karena gelang giok putih yang dikendalikan dan bisa membuat pemakainya menjadi asistennya setiap hari.
"Kau akan melakukan apa yang aku perintahkan. Hemm ... asal kamu tahu, aku membawamu ke tempatku karena rekomendasi dari bibirmu, Hua Shui. Jika kamu ingin menyalahkan, seharusnya kau tahu, siapa yang bersalah atas kemalanganmu. Tapi kau tenang saja, selama kamu mengikuti ajaranku, kau tidak akan melayani pria hidung belang."
"Ap-apa maksudmu? Pria hidung belang apa?" tanya Lianhua bingung. Ia jelas tidak tahu arti dari perkataan Meighui Yinxing. Dalam hidupnya, ia juga tidak mengenal pria hingga hubungan antara pria dan wanita. Tidak terpikirkan oleh seorang gadis berusia enam belas tahun.
"Yooo ... aku pemilik rumah bordil, tau? Apakah kau tahu artinya rumah bordir?" tanya Meighui sambil memainkan selendangnya yang berkibar-kibar di udara.
Karena tidak menahu soal rumah bordir, ekpresi Lianhua hanya ada kebingungan dan menggelengkan kepalanya. Jangankan rumah bordir, mabuk saja ia tidak pernah lakukan. Meski dalam kondisi menjadi dewa maupun manusia biasa. Tapi dirinya bukan manusia biasa di bumi. Melainkan seorang Dewi yang mengalami nasib buruk.
__ADS_1
"Oihhh ... kau begitu polosnya. Bagaimana kamu menjalani hidupmu. Kalau rumah bordir saja tidak tahu. Itu adalah tempat seperti surga bagi setiap orang berdosa. Tapi seperti neraka untuk orang yang mengagungkan dewa. Tapi tahukah kamu, dewa itu tidak ada. Hahaha! Apakah kau pernah melihat dewa? Kurasa tidak pernah, bukan? Jadi dewa tidak ada di dunia ini."
Percuma bagi Lianhua jika ia percaya dengan adanya dewa. Saat bertemu dengan dewa, yang ada hanyalah penderitaan. Namun jika ditanya percaya atau tidak dengan dewa, maka ia akan mengatakan dengan tegas, "Aku tidak percaya dengan dewa. Dewa itu jahat dan membunuh yang tidak berdosa!"
Mendengar pernyataan Lianhua, sempat membuat Meighui Yinxing terkejut. Tidak disangka dalam diri gadis itu ada pikiran seperti itu. Meskipun Meighui jarang melihat dewa, ia percaya ada manusia baik tapi tidak menyukainya.
"Mengapa kau mengatakan itu? Bukankah kamu sangat baik? Mengapa kau tidak mempercayai dewa? Apakah dewa di langit pernah menyakitimu, hemmm?"
"Tidak. Dewa dari langit turun ke dunia dan Membunuh ibuku. Dan sampai sekarang aku belum menemukannya!" tandas Lianhua tegas.
"Ohh ... ohhh ... ohh ... ini tidak mungkin, bukan? Tapi kamu ada benarnya juga, sih. Lebih baik kau mempercayai siluman sepertiku daripada dewa, bukan? Aku tidak akan membunuhmu. Sebaliknya, aku akan menjagamu seumur hidupmu."
"Bisakah kau melepaskanku? Aku ingin menyembuhkan Feng Huang ... aku tahu dia adalah orang paling baik padaku. Jadi biarkan aku menyembuhkannya," pinta Lianhua memohon.
Saat berada di tangan siluman bunga mawar, tidak ada yang bisa meloloskan diri. Bahkan hanya kematian yang dapat memisahkan. Sudah jelas racun yang digunakan adalah racun mematikan dan tidak ada penawar untuk itu. Meski Lianhua kembali, Meighui Yinxing tidak yakin gadis itu bisa menetralisir racun itu.
"Tidak. Aku tidak akan membiarkanmu lolos. Tapi kamu tenang saja, kekasihmu akan hidup lama dan bahagia. Itu hanya racun ringan dan tidak akan mengancam nyawanya."
Nyatanya itu hanya kebohongan belaka. Dikarang oleh wanita siluman yang sudah berusaha payah. Bahkan sudah mengeluarkan banyak kekuatan untuk menghadapi dua orang sekaligus.
***
__ADS_1