Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Elemen Kelopak Lotus


__ADS_3

"Ini sudah saatnya. Bawa beberapa orang untuk maju ke depan. Para bandit itu pasti sudah terlalu lelah menunggu. Ini waktu yang tepat untuk menyerang mereka." Meighui Yinxing memberi perintah pada bawahan silumannya untuk maju ke depan.


"Baiklah, Nyonya. Kami akan berangkat sekarang. Ini tidak akan memakan waktu yang lama. Jadi, apakah Nyonya ingin ikut bersama kami, atau tetap di sini?"


"Bawa aku juga. Aku ingin kalian membunuh mereka dengan cepat. Seperti yang dilakukan seperti sebelumnya. Mungkin di sini akan aman sekarang. Musuh kita hanya ada di depan."


Hari yang larut malam, membuat para siluman lebih bebas. Salah satu siluman berubah menjadi bentuk aslinya. Menjadi siluman burung rajawali besar. Meighui Yinxing pun naik ke atas siluman burung itu dan terbang.


Karena semua kuli angkut yang lelah dalam perjalanan telah tidur, mudah bagi mereka untuk berubah menjadi sosok siluman. Mereka juga telah meminum arak buatan nyonya Yin. Sehingga saat ini sedang terlelap. Membuat kepergian mereka aman tanpa ada yang melihat.


Kecuali Lianhua yang bisa melihat kepergian Meighui Yinxing bersama para silumannya. Setelah memastikan kepergian mereka, akhirnya ia memiliki waktu untuk berlatih Kitab Dewi Lotus. Ia pergi ke sebuah tempat di celah batu. Lalu menciptakan pelindung agar tidak terlihat oleh siapapun. Setelah itu, ia mulai duduk bersila dan konsentrasi.


"Mungkin waktuku tidak lama. Tapi setidaknya bisa berlatih sebentar. Apakah masih bisa melakukannya?" Setelah duduk bersila, ia mulai konsentrasi masuk ke dalam alam bawah sadarnya.


Seperti sebelumnya, ia melihat bunga lotus yang memiliki lima warna kelopak yang berbeda. Kali ini ia harus menyelesaikan latihannya. Sebelum mereka kembali, setidaknya bisa meningkatkan kekuatannya. Ia harus bertarung dengan kelopak bunga yang masih liar. Untung saja ini tidak terlalu sulit seperti sebelumnya. Karena yang menyerangnya tinggal tersisa tiga lagi. Ia harus fokus menyerang satu kelopak dan menghindari serangan tiga kelopak.


Meski tertinggal tiga kelopak, serangan mereka malah semakin sulit. Berbeda dari yang dipikirkan oleh Lianhua. Ternyata semakin sedikit sisa kelopak, kekuatan kelopak yang sudah ditakdirkan, akan menyebar ke kelopak lain. Dan bahkan serangan yang lebih sedikit, lebih mudah dikontrol.


Sama seperti seseorang menggunakan lima senjata, setelah dua senjata rusak, tinggal tiga senjata lagi tersisa. Maka orang itu bisa fokus dengan tiga senjata. Tentu saja ia lebih fokus dan terkendali, dibandingkan dengan kelima senjata di tangan.

__ADS_1


"Kupikir ini akan lebih mudah. Tapi nyatanya lebih sulit dari kemarin. Uhh, bagaimana menghadapinya?" Ia pun menyerang dengan segenap kekuatannya.


Kelopak bunga lotus mengeluarkan gelombang air besar, api dan petir secara bersamaan. Sehingga membuat Lianhua kesulitan. Namun ia menghindari setiap serangan yang dahsyat itu. Yang pertama harus dia hadapi saat ini adalah serangan petir. Karena akan sulit jika petir semakin besar nantinya. Yang ada, dia akan tersambar sampai gosong.


"Jangan sampai aku terkena semua ini. Kalau kena, bisa gawat," gumam Lianhua. Setelah mencoba berkali-kali, ia mengeraskan tangannya dengan tanah yang muncul dan membuat perisai tanah.


Padahal ia tidak tahu, mengapa setelah mengalahkan kelopak yang menyemburkan lumpur, ia bisa menggunakan tanah untuk membuat perisai. Ada juga energi angin yang bisa ia keluarkan dari tangan atau mulutnya.


Ia kembali maju dan membentuk perisai tanah. Sementara matanya bisa melihat tembus pandang. Dengan energi anginnya, ia membelokan air dan dan api. Sementara perisai tanahnya ia gunakan untuk melindungi diri dari kilatan petir.


Latihan yang memakan waktu dan tenaga, membuat kekuatan maju dengan pesat. Namun harus diakui, sangat sulit untuk mengendalikannya. Yang dipikir bisa selesai satu malam oleh Hua Tianzhi, tidak bisa secepat itu Lianhua berlatih. Karena yang ada dalam alam bawah sadar Hua Tianzhi dan Lianhua sama sekali berbeda.


"Hahhh ... sekarang saatnya!" Lianhua memegang kelopak dengan kekuatan petir. Rasa sakit akibat kilatan petir yang menyengat sekujur tubuhnya membuatnya menjerit menahan kesakitan. Inilah yang ia alami saat menyerap energi angin dan tanah sebelumnya.


Saat ia menyerap energi tanah, ia merasa tubuhnya dihimpit dan sulit bernafas. Saat menyerap energi angin, ia merasa tubuhnya terombang-ambing ke segala arah. Selain itu, tubuhnya terasa sangat kesakitan dan seperti sayatan demi sayatan ia terima.


Saat menyerap energi petir ini, ia merasa tubuhnya seakan tidak punya nyawa lagi. Pasrah dan akhirnya tidak dapat mempertahankan kesadaran. Namun itu sudah menyerap energi petir dalam dirinya. Saat ini ia tidak sadarkan diri di tebing yang ia datangi untuk berlatih.


Sebuah keajaiban ketika tidak ada orang yang datang. Lianhua bangun setelah hari hampir pagi. Sementara tubuh terasa lemas dan rasa lapar yang sangat. Maka dari itu, ia mencari sesuatu yang bisa membuat rasa laparnya hilang. Namun tempat itu sulit mencari sesuatu yang bisa dimakan.

__ADS_1


"Aku harus kembali. Lihat, apa di sana ada makanan atau tidak. Kenapa setelah mempelajari Kitab Dewi Lotus jadi begini? Aku selalu merasa lapar sepanjang waktu," keluh Lianhua, memegangi perutnya yang berbunyi ingin makan.


Setelah sampai rombongan, ia melihat semua masih tertidur. Bahkan api unggun masih menyala. Ada beberapa bahan makanan seperti ubi dan jagung yang belum dimasak. Maka gadis itu segera membakar beberapa untuk ia makan setelahnya.


"Seharusnya aku mengambil kekuatan api dulu. Bisa berguna untuk membakar ini semua. Tapi tidak apalah, mungkin dengan angin, bisa membuat api makin besar. Bisa mempercepat matangnya ubi ini."


Untungnya tidak ada orang yang bangun saat Lianhua membakar hampir semua persediaan makanan. Saat pagi menjelang, gadis itu sudah mencuci wajah dan mulutnya yang hitam karena makan terlalu banyak. Asap dan arang menempel di wajah dan pakaiannya. Ia juga tidak lupa untuk mandi dengan terlebih dahulu. Menggali tanah untuk mendapatkan air di dalamnya.


Saat ini Lianhua bisa menggunakan tiga elemen untuk melakukan pekerjaan dengan lebih mudah. Tapi tidak boleh diperlihatkan pada siapapun. Elemen tanah, angin dan petir sudah ia dapatkan. Tinggal elemen air dan api yang masih tersisa.


"Ahh, ini memudahkan pekerjaanku. Tapi jangan digunakan secara berlebihan. Benar apa yang ibu katakan, aku harus menyimpan kekuatan ini untuk diriku semdiri. Jangan sampai ada orang yang tahu. Dan ini baru berlatih tingkat pertama. Jadi latihan Kitab Dewi Lotus-ku masih panjang."


Selesai mandi dan membersihkan diri, dengan elemen angin, bisa langsung menghilangkan air. Sehingga lebih cepat kering. Hanya saja tubuhnya terasa dingin setelahnya. Apalagi disaat pagi hari yang belum ada sinar matahari. Baru setelah selesai, ia kembali ke rombongan.


"Gawat! Sebagian makanan kita dicuri! Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan jika tidak ada makanan!" ujar seorang kuli angkut yang telah memeriksa persediaan. Ia lari menuju tenda Meighui Yinxing berada.


Disitulah Lianhua merasa bersalah pada semua orang. Tapi ia merasa malu untuk mengaku bersalah. Ia memilih untuk berlari menuju tendanya dan berpura-pura tidur.


***

__ADS_1


__ADS_2