
"Ini pertama kalinya hamba dicegat dalam tugas. Namun sebelumnya bukan Dewi yang membawaku ke sini." Singa langit tetap dalam pendiriannya. Menghukum Huo Feng Huang dengan cambukan.
Sekali cambuk, membuat raja iblis kesakitan. Sorot matanya menunjukan kebencian yang mendalam. Apalah daya, tidak ada yang bisa dilakukan Lianhua untuk menyelamatkan Huo Feng Huang.
Sejenak singa langit berpikir, seorang dewi yang terlihat lemah berwujud manusia, mana mungkin bisa mengalahkan kedua dewa tinggi. Dewa yang kekuatannya tidak terkalahkan. Jika dewi itu salah, maka akan terjadi pertarungan yang dahsyat. Untuk memperebutkan Token Formasi Bintang. Namun tidak terdengar pertempuran sama sekali. Ini menunjukan dewi kecil itu memiliki perintah sendiri.
"Hei, Dewi kecil. Apakah kedua pengawal itu yang menyuruhmu membebaskan raja iblis ini? Bagaimana Dewi mendapatkan Token Formasi Bintang itu?" tanya singa langit, menengok ke arah Lianhua.
Lianhua bingung harus jawab apa. Karena tidak melihat seseorang sebelumnya. Tidak tahu pengawal yang dimaksud oleh singa langit. Namun demi menolong seseorang, Lianhua menghela nafas dan harus berbohong.
"Sa-sa-ya di-su-ruh du-a pe-nga-wal i-tu ..." ucap Lianhua terbata. Karena takut salah berucap. Apalagi di hadapan singa langit yang berukuran dua kali tinggi manusia. Dan memiliki taring yang mencuat hampir ke tanah walau berdiri. Dengan ekor panjang, di ujungnya nyala api.
Karena keraguan Lianhua Nushen, membuat singa langit pun merasa ragu. Namun dari sorot mata, gadis itu merasa ketakutan. Singa itu tahu karena memang dirinya merasa lebih hebat dari seorang dewi yang menjadi manusia biasa.
"Lalu, apa yang membuat Dewi menjadi manusia? Apakah karena hukuman langit atau bagaimana? Hahaha! Bagaimana mungkin, Dewi kecil yang dihukum itu bisa membawa artefak langit yang sangat berharga."
Singa langit berulangkali berpikir walau pikirannya tidak bisa dibandingkan dengan manusia atau dewa. Tentu saja, memiliki pemikiran lebih sebagai hewan langit, tidak setara dengan pemikiran dewa yang sempurna. Andaikan ia berkultivasi selama hidupnya, tidak bisa memiliki wujud manusia. Karena ia hanyalah hewan langit. Sama halnya dengan hewan yang berada di alam manusia. Hanya memiliki kelebihan dalam berpikir dan berbicara.
Hewan langit yang bisa berpikir dan berbicara, sudah termasuk dalam kategori jenius. Singa langit termasuk yang super jenius dari kalangan hewan langit. Karena bisa membedakan benar dan salah, berpikir layaknya manusia atau dewa walau memiliki batasannya.
Lianhua menatap Huo Feng Huang dengan tatapan sayu. Juga merasa ngeri dengan kehadiran singa langit. Bagaimana tidak, hewan langit sangat kejam dalam menghukum. Satu cambukan saja, membuat udara di sekitar menjadi panas. Gelombang panas yang muncul bersamaan dengan dicambukannya ekor yang ujungnya menyala api.
__ADS_1
"Hukuman Langit adalah mutlak. Tidak ada yang bisa menghentikannya, meskipun itu dewa tertinggi sekalipun. Tapi aku masih bingung, bagaimana mungkin Dewi lemah sepertinya bisa membawa Token Formasi Bintang itu?" Singa Langit bertanya-tanya pada diri sendiri. Namun kapasitas berpikirnya yang terbatas, membuatnya kesal.
Dengan sekali hentakan, kembali tercipta gelombang kejut yang panas. Seperti sebuah mata pedang yang dihunuskan ke arah musuh. Huo Feng Huang kembali mengalami luka yang mengeluarkan darah.
"Heh ... heh-heh-heh. Bagaimana hewan langit itu menyiksaku? Apa yang namanya dewa? Apa yang namanya keadilan? Apa yang namanya kebenaran? Itu semua hanyalah sampah tak berguna," gumam Huo Feng Huang. Sekali lagi berteriak karena cambukan diarahkan kepadanya.
"Apakah kau bisa diam? Membuatku kesal dan bingung! Mana yang benar dan mana yang salah?" Daya berpikir singa langit tidak bisa menampung beberapa kata yang diucapkan Lianhua maupun Huo Feng Huang.
"Tidak ada salahnya kau menjadi bodoh, heh. Bagaimana mungkin, makhluk rendahan sepertimu bisa berpikir dengan baik? Lebih baik, lihat kenyataan, kau hanyalah hewan bodoh yang dimanfaatkan oleh mereka."
"Diam! Kau buat pusing saja! Apakah aku bodoh? Itu bukan urusanmu! Akkhh!" erang singa langit sambil mencambuk Huo Feng Huang. "Sudah berapa kali aku mencambuk?"
"Sudah sepuluh ribu kali," jawab Huo Feng Huang. Karena kebodohan singa langit, ia berpikir untuk berbohong. Tentu saja hewan langit itu tidak bisa menghitung dengan benar ketika otaknya terganggu oleh pikiran bercabang.
"Kita sudah selesai menghukum raja iblis. Selanjutnya, apa perintahmu, Dewi? Hmm, Dewi atau manusia? Hamba bingung mengatakannya."
"Bebaskan dia." Hanya itulah yang dikatakan Lianhua dengan menahan rasa takut. Meski takut, gadis itu mencoba menghadapi makhluk mengerikan di depannya. Berharap perkataannya benar, untuk menyelamatkan seseorang yang disiksa.
"Sesuai perintah Dewi. Sekarang, arahkan token langit ke titik formasi di sana. Hamba akan membantu membuka segelnya."
***
__ADS_1
Alam langit, alam manusia dan alam roh menyambut kebebasan raja iblis Huo Feng Huang. Dengan datangnya awan gelap dan petir yang menyambar-nyambar. Angin dan hujan deras yang membuat kehidupan mencekam.
Hanya dengan Token Formasi Bintang yang dipegang Lianhua Nushen dan kekuatan sihir singa langit, membuat Huo Feng Huang bebas. Rantai yang membelenggu terlepas dari tubuhnya. Formasi Bintang yang dibuat lima dewa telah lenyap.
Kejadian yang menggemparkan tiga alam, membuat ketakutan luar biasa. Kaisar Langit pun tidak bisa berbuat apa-apa karena kejadian luar biasa itu. Sedangkan dua pengawal singa langit yang seharusnya mengawal, dikurung di penjara langit karena kembali sebelum hukuman selesai. Jadi tidak sempat bertemu dengan kaisar langit.
"Apa yang terjadi dengan nirwana ini? Panggilkan dewa astronomi ke sini! Tanyakan, apa yang terjadi?" titah Kaisar Langit pada pengawal di depannya.
"Hamba mohon undur diri, Yang Mulia." Mendapat perintah Kaisar Langit, pengawal dewa meninggalkan tempat dan mencari keberadaan dewa astronomi.
Beberapa saat kemudian, dewa astronomi datang menghadap Kaisar Langit. Tianwen Zihen mengatakan terjadinya kekacauan tiga alam adalah perbuatan seseorang. Jelas bukan kejadian biasa saja karena menyangkut tiga alam.
"Katakan! Apa yang terjadi di nirwana ini? Mengapa fenomena alam ini sangat menakutkan, dewa Tianwen!" Kaisar Langit berdiri dari singgasana dan bertanya pada dewa astronomi.
"Lapor, Yang Mulia. Ini menyangkut tiga alam. Sebelumnya ini belum pernah terjadi selama seribu tahun lalu. Ini sama seperti kejadian seribu tahun, saat raja iblis dikurung dalam Formasi Bintang yang membuat lima dewa tinggi kita mati sebagai pengorbanan."
"Raja iblis? Hemm, jangan katakan, Huo Feng Huang telah bebas," duga Kaisar Langit.
"Tidak ada yang tahu sebelum menyelidikinya, Yang Mulia. Hamba tidak bisa menyimpulkan. Ini adalah bencana besar bagi alam langit."
Tianwen Zihen menunduk merasa takut. Karena kesalahan seribu tahun lalu, ia tidak berani mengatakan yang sebenarnya. Bahkan menghadap Kaisar Langit membuatnya berkeringat dingin. Namun ia dalam posisi serba salah. Sementara Kaisar Langit memberi titah pada para dewa untuk memeriksanya.
__ADS_1
***