
Saat melewati batas kota, mereka melihat seorang perempuan membawa dua temannya. Terlihat sangat putus asa dan meminta pertolongan pada setiap orang. Namun tak ada yang bisa menolong.
"Lianhua, kaulah itu? Toloong! Tolong mereka berdua!" Qionglin sudah tidak berdaya membawa dua temannya yang terkena racun. Meski mereka berbuat jahat sebelumnya, tetap saja membutuhkan orang lain yang bisa mengobati racun yang sudah menjalar di sekujur tubuh.
Walau dari jarak yang jauh, suara bisa terdengar jelas karena ilmu tinggi yang dimiliki. Tidak heran, dengan tingkat kultivasinya, bisa memanggil orang yang jaraknya cukup jauh.
"Ada apa? Kenapa perempuan itu memanggilmu? Kita biarkan saja dia." Feng Huang tidak ingin berurusan dengan ketiga perempuan yang hampir membunuh Lianhua. Jika memenuhi panggilan, maka ia hanya membuang-buang waktu.
Berbeda dengan Lianhua, gadis itu ingin menolongnya. "Bisakah kau membawaku ke sana? Kasihan dia, mungkin membutuhkan bantuanku. Sepertinya mereka berdua terkena racun."
"Itulah. Mereka kena racun mereka sendiri. Jadi mereka pasti punya penawarnya. Tidak mungkin yang punya racun, tidak punya penawarnya." Feng Huang tetap tidak ingin membawa gadis di punggungnya mendekati tiga perempuan tersebut.
"Lianhua ... aku mohon padamu. Aku tidak akan menyakitimu asalkan kamu mau bantu kali ini. Kamu dari keluarga Hua, bukan? Kamu tahu ilmu pengobatan. Beda dengan Hua Mei Mei yang tidak tahu sama sekali. Jadi tolong kami."
Qionglin sudah pasrah pada kedua temannya yang sekarat. Racun yang digunakan Hua Mei Mei pada Shaoshang sangat berbahaya. Sehingga nyawanya terancam kalau tidak segera diobati. Sementara Hua Mei Mei tidak separah itu. Ia hanya terkena rantai beracun tapi racun tidak mematikan. Karena racun Shaoshang hanya memberi efek panas dan mengakibatkan demam.
"Aku akan menolong mereka berdua. Jadi, bisakah kau membawaku ke sana? Kalau tidak, biarkan aku yang ke sana sendiri." Lianhua mencoba melepaskan diri dari pria yang menggendongnya.
"Baiklah kalau itu keinginanmu. Aku hanya tidak ingin menunda perjalanan kita. Jika kamu menyelamatkan mereka, mereka juga tidak akan bersikap baik padamu. Bahkan bisa saja membunuhmu."
"Kali ini aku tidak akan biarkan mereka membunuhku. Aku akan ke sana, kamu biarkan aku ke sana." Setelah lepas dari gendongan, gadis itu pun melompat dengan pelan.
Walau tidak pernah diketahui berlatih qinggong, dengan mudahnya Lianhua melompati pepohonan. Bahkan terlihat sangat terampil melakukannya. Membuat pria yang tadinya menggendongnya tercengang. Sia-sia ia membiarkan gadis itu berada di punggungnya.
__ADS_1
"Sepertinya aku yang bersalah padanya. Tentu saja, seorang dewi sepertinya mampu melakukan itu. Meski dalam ingatan yang hilang."
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat ketiga perempuan itu berada. Setelah mendaratkan tubuhnya di tanah, terlihat seorang perempuan dengan tubuh yang berwarna biru tua. Sedangkan yang satunya mengalami demam.
Hanya dengan melihat saja, sudah diketahui racun jenis apa yang digunakan untuk melapisi senjata mereka. Kipas yang digunakan Hua Mei Mei merupakan kipas yang berisi jarum-jarum beracun. Racun berbahaya, yang membuat darah korbannya berubah warna menjadi biru kehitaman. Tubuhnya akan digerogoti oleh darah yang kian waktu terus berganti warna. Hingga menyerang jantung dan organ-organ lainnya. Sehingga dalam waktu beberapa jam saja, bisa mengakibatkan kematian.
"Untungnya dia sudah meminum obat penawarnya. Tapi obat penawar hanya bisa memperlambat racun itu. Tidak bisa menghentikan aliran darah yang menuju ke seluruh tubuh. Sekarang sudah mengenai jantung dan hampir membuat jantungnya lemah."
"Apa? Kau tahu semua itu hanya dengan melihatnya? Iya, aku sudah memberikan penawar yang ada di saku Mei Mei. Jadi itu bukan penawar aslinya? Jadi tolong nyawa Shaoshang. Tapi sebelum itu, selamatkan kakak sepupumu, Hua Mei Mei."
"Dia tidak terlalu terluka parah. Lagian masalahnya bisa kita tunda. Tapi yang ini, racunnya sangat mematikan. Rebahkan mereka di tanah. Biarkan kuperiksa dan kuobati dia," pungkas Lianhua.
Kini Qionglin mengerti mengapa Lianhua bisa lolos dari setiap kematian. Tidak ada racun yang bisa membunuhnya karena dia seorang tabib. Meski mengalami luka parah, selama berada di hutan yang penuh dengan tanaman obat, sulit baginya terbunuh.
"Jadi ... apakah Shaoshang masih bisa selamat? Dia tidak akan mati, bukan? Lianhua, aku mohon padamu. Aku akan melakukan apapun untukmu. Jika kamu menyelematkan dia, Shaosang juga berhutang nyawa padamu."
"Aku akan mencoba menyelamatkannya. Tapi aku tidak punya obat untuk ini. Untuk sementara, aku berikan beberapa obat yang mungkin bisa berguna." Lianhua mengambil beberapa obat yang diberikan Feng Huang. Di dalam tas yang berisi berbagai macam jenis obat.
"Itu ... itu bukan obat dari keluarga Hua, bukan? Kenapa kamu tidak memakai obat dari keluargamu saja?" tanya Qionglin bingung. Padahal keluarga Hua penghasil obat-obatan paling terkenal di kota Chunfeng.
"Aku tidak tahu ini obat dari mana berasal. Meski proses pembuatannya kurang baik, tetap bisa kita gunakan. Aku hanya memiliki ini saja. Aku akan menambahkan beberapa obat dan ini."
Lianhua mengambil belati kecil dan digunakan untuk menggores jarinya hingga berdarah. Darahnya sendiri dicampurkan dengan beberapa obat yang sudah dicampur dengan obat lain.
__ADS_1
"Apa harus pakai darah untuk menyembuhkannya? Kalau begitu, pakailah darahku. Mungkin bisa membantu," tawar Qionglin.
"Tidak. Darahmu tidak cocok untuk Shaoshang. Jika itu tercampur, yang ada timbul gejolak darah meningkat. Ini karena golongan darahmu dan dia berbeda."
"Ba-bagaimana bisa tahu? Kau tidak memeriksanya. Tapi kenapa tahu banyak hal? Hanya melihatnya saja sudah tahu." Qionglin benar-benar dibuat takjub oleh kemampuan pengobatan Lianhua.
Berbeda dengan keluarga Hua lainnya, kemampuan Lianhua adalah yang terhebat dalam mendiagnosis. Bahkan Hua Shui saja yang menjadi pemimpin keluarga, harus memeriksanya untuk mendiagnosa penyakit.
'Mungkin di antara keluarga Hua, hanya kamu yang paling hebat dalam ilmu pengobatan, Lianhua. Jika seperti ini, seharusnya kamu yang menjadi kepala keluarga Hua,' batin Qionglin.
"Aku mencium wewangian yang ada padamu. Mungkin kamu memakai parfum bunga lili? Ini bisa kita tambahkan untuknya. Bisakah kau menunjukan parfumnya padaku?"
"Ini. Aku membawanya. Jika bisa digunakan, gunakan saja ini." Qionglin langsung memberikan botol parfum yang ia pakai pada Lianhua. Ia tidak tahu apa-apa tapi akan lakukan apapun untuk kesembuhan temannya.
Parfum bunga lili itu langsung ditambahkan ke dalam obat. Setelah itu, Lianhua mencari ranting di sekitarnya. Lalu membakar ranting dan memasukan obat yang sudah dicampur ke dalam wadah.
Setelah beberapa waktu, obat yang sudah dipanaskan langsung dimasukkan ke dalam botol. Jarum perak dimasukan ke dalam obat beberapa saat. Setelah itu, jarum-jarum ditusukan ke ujung jari Shaosang. Beberapa jarum itu ditusukan ke bagian tertentu seperti kepala, leher, telapak tangan dan bagian dada kiri. Agar menembus langsung ke jantung.
"Jarumnya terlalu pendek, jadi tidak bisa menembus langsung ke jantung. Kalau dia pria, mungkin langsung ke jantung. Tapi dia perempuan. Kalau dimasukan secara paksa, mungkin bisa. Tapi sulit untuk menarinya kembali. Biasakah kamu mencarikan benang di tasku?"
"Iya, akan aku carikan benangnya," balas Qionglin menurut. Ia mengambil tas yang dimaksud dan mencari benang. Yang ia duga untuk menyambungnya dengan jarum.
***
__ADS_1