
Formasi api tidak akan tahan lama lagi. Pertarungan Huo Feng Huang melawan salah satu Dewa, membuatnya akan berlangsung lama. Mengetahui mustika itu sudah tidak ada pada anak itu lagi, membuat Dewa Falcon tidak mengejarnya. Justru ia harus memanfaatkan kesempatan untuk merebutnya sebelum para Dewa di belakangnya bertindak.
"Hari ini kalian semua akan menerima akibatnya menggangguku," ucap Huo Feng Huang dengan tenang. Ia berjarak lebih jauh dari Dewa Falcon.
"Lucu sekali. Aku adalah Dewa Falcon, Dewa yang paling cepat dan dapat membunuh orang sepertimu dengan mudah."
"Heheh, ini akhirnya. Aktifkan formasi. Waktu berhenti!" rapal Shijian. Setelah merapal mantra dan mengaktifkan formasi, ia merasa sudah di atas angin.
Shijian adalah seorang Dewa yang mengurus waktu di tiga dunia. Ia awalnya juga tertarik pada kekuatan. Namun di sini ia melihat secara langsung Huo Feng Huang bertarung dengan Dewa Falcon. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Dewa Perang di masa lalu. Namun kini berubah menjadi Raja Iblis. Karena saking seringnya berurusan dengan para iblis dan para iblis menjadikannya sebagai raja.
"Gawat! Formasi ini sangat berbahaya!" Huo Feng Huang langsung bertindak dan mengurung dirinya di dalam formasi api miliknya. Ia tidak membiarkan udara di sekitarnya terkontaminasi oleh formasi penghenti waktu.
"Jika tidak dihukum oleh Kaisar Langit, mungkin kamu masih memiliki kesempatan hidup. Tapi sekarang kau sudah dibuang langit. Jadi tidak ada yang peduli hidup dan matimu, hahaha!"
"Jangan hanya besar mulut. Tunjukan kekuatanmu yang sebenarnya." Huo Feng Huang mengalirkan api dari telapak tangannya dan menembakkannya ke depan.
Api menembak lurus ke arah Shijian dan mengakibatkan dewa itu terkaget saking cepatnya. Api yang begitu panas menembus jantungnya dan mengakibatkan tidak bisa bergerak untuk beberapa waktu. Api yang menyala tergolong kecil itu nyatanya mampu membuat jantung seorang dewa hancur menjadi debu.
Tidak pernah diduga, Shijian tidak bisa menghentikan waktu di sekitar Huo Feng Huang. Sehingga penghentian waktunya tidak mempengaruhinya. Bahkan serangan api bisa digunakan dari jarak jauh.
"Nyatanya seorang Dewa lemah. Tidak ada gunanya menggunakan kekuatan waktu tapi langsung mati begitu saja." Kini Huo Feng Huang merasa senang begitu membunuh salah satu dewa di depannya.
Setelah kematian Dewa Waktu, para dewa yang terjebak dalam formasi kini telah bebas. Belasan dewa bersiap untuk menyerang sekaligus. Bahkan mereka langsung menggunakan seluruh kekuatannya.
__ADS_1
"Kali ini tidak ada jalan untuk lari! Mati dan serahkan Mustika Naga dari tubuhmu!" Dewa Falcon berteriak dengan lantang dan menantang.
"Tak ada gunanya lagi. Kali ini semua akan merasakan getaran gempa!" Dewa Mamoth mengerahkan seluruh kekuatannya. Memukul udara, yang membuat bumi bergetar hebat.
Dewa-dewa lainnya merasakan getaran yang sangat mendominasi. Namun tidak membuat semangat juang mereka terhenti begitu saja. Alam Dewa sedang dalam keadaan kacau. Kaisar Langit pun tidak akan mengurus masalah yang dianggap remeh itu.
Tidak mengapa, banyak dewa kehilangan kehidupannya. Ini adalah pertarungan memperebutkan kekuatan disaat kekacauan alam langit berlangsung. Setelah penyerangan beberapa waktu lalu, di alam langit sedang sibuk memperbaiki tatanan dan singgasana. Sehingga para dewa kecil tidak akan segan.
"Kalian masih saja terlalu bodoh. Aku yang akan mendapatkan kekuatan itu!" Dewa Hutan tidak mau kalah. Ia mengeluarkan pohon-pohon berukuran besar dan menyerang dewa lain.
"Sepertinya aku tidak perlu melawan mereka semua. Toh, mereka juga memiliki konflik sendiri. Jadi matilah semuanya!" Huo Feng Huang memanfaatkan kayu-kayu tersebut untuk menjadi medianya. Ia membakar kayu-kayu tersebut untuk membuat pembakaran lebih efisien.
Dibandingkan dengan mengeluarkan api secara terus menerus, jika ada kayu sebagai media pembakaran, maka ia tidak menghabiskan banyak tenaga. Ia hanya perlu membakar kayu-kayu yang bermunculan itu. Api Feniks melahap habis kayu dan membuat api yang lebih besar.
"Sialan kau Dewa Hutan! Ini semua salahmu, hhuaa!" teriak Dewa Falcon. Ia merasakan panas yang teramat. Rasa panas yang menggerogoti sampai tulang.
"Aku adalah Dewa Hujan! Artefak Air Suci, turunkanlah hujan yang memadamkan api ini!" Dewa Hujan telah merapal mantra pada artefaknya untuk menurunkan hujan yang sangat deras untuk mematikan api di sekitarnya.
"Dewa Hujan juga sangat bodoh. Apa kau tahu, api apa ini?" Huo Feng Huang tersenyum mengejek. Ia membiarkan Dewa Hujan itu melakukan apapun itu.
Pada kenyataannya, hujan yang begitu lebatnya tidak dapat memadamkan api tersebut. Bahkan api menyala semakin besar. Api yang dikeluarkan oleh Huo Feng Huang adalah api Feniks yang tahan atas serangan air. Dimana seharusnya air saat memadamkan api.
Selain api Feniks, api itu juga merupakan api Naga Kuno yang didapat dari Mustika Naga Kuno. Yang dimana panasnya api Naga Kuno adalah yang paling panas. Ketika kedua jenis api itu digabungkan, menjadikannya lebih kuat.
__ADS_1
Berkat adanya Dewa Hutan yang tidak terduga kehadirannya, mengembalikan keadaan. Saat dalam keadaan energi terkuras begitu banyaknya, kini mendapat bantuan dari musuh.
"Api ini tidak ada habisnya. Mengapa? Mengapa bisa seperti ini?" Para dewa mengalami rasa panas yang menyerang ke tulang. Organ dalam tak dapat bertahan melawan panasnya api yang bahkan tak dapat padam oleh curah hujan yang begitu lebat.
***
Setelah keluar dari situasi mengerikan, Lianhua terbang membawa anak di gendongannya. Dengan memanfaatkan angin dan perubahan bentuk bunga lotus. Ia duduk di atas bunga lotus yang dibuat dari kelima elemen yang ia miliki.
"Kuharap dia baik-baik saja. Aku akan kembali setelah mengantar anak ini," lirih Lianhua. Ia turun di depan rumah tabib Li. Setelahnya Lotus itu menghilang dengan sendirinya.
Li Ning menyambut kedatangan Lianhua yang membawa anak itu dengan rasa senang. Akhirnya bisa menyembuhkan sakit yang diderita anak malang itu.
"Akhirnya kalian datang juga. Apakah kalian berhasil menyembuhkannya?" Dengan penasaran, Li Ning mendekati Lianhua. Namun ia tidak melihat Huo Feng Huang bersama mereka.
"Aku baik-baik saja sekarang. Tolong bantu aku untuk membawa anak ini ke dalam. Aku akan segera memberikan resep obat untuk membuatnya pulih dengan cepat."
"Baiklah, baiklah. Kakek. Akhirnya cucu kakek sembuh. Dia tidak akan menderita lagi." Rasa senang Li Ning melihat kesembuhan anak lelaki di gendongan Lianhua. Ia segera meraih anak itu untuk direbahkan di tempat tidur.
Sang kakek pun merasa senang dengan hal tersebut. Ia tidak perlu mengkhawatirkan masa depan cucunya yang telah menderita sejak lahir. Setelah ini ia akan memiliki seorang cucu yang sehat dan tumbuh dengan baik.
"Ini adalah resep untuk anak ini. Aku yakin tidak akan mengalami sakit lagi setelah mengikuti resep ini. Tapi sekarang aku akan mengurus hal lain. Mohon tabib Li mengurus sisanya."
"Apa yang mau kamu lakukan? Dan ke mana pria yang bersamamu itu? Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Li Ning. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Huo Feng Huang.
__ADS_1
***