
"Akhirnya tubuhku bisa digerakkan. Keadaan ini sangat menyiksaku." Setelah menunggu satu hari kemudian, barulah Huo Feng Huang mampu berdiri. Sebelum keluar dari alam bawah sadar Naga Kuno, ia terlebih dahulu merilekskan tangan dan kakinya. Karena tubuhnya terasa kaku setelah beberapa hari tidak bisa bergerak.
"Kalau begitu, aku akan mengatur kau untuk kembali ke alam sadarmu. Sebelum itu, kau harus menahan nafasmu selama masih di air. Karena kekuatan Naga Kuno sudah habis. Dan tidak bisa membantumu."
Maka Feng Huang pun mengambil nafas panjang. Ia lalu menghembuskannya dengan perlahan. Ia harus dengan cepat keluar dari dalam samudera. Tentu kedalaman samudera sangatlah dalam. Mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk sampai ke permukaan.
"Jika kau sudah siap, akan ku kirim sekarang juga. Sekarang ambil nafas dan pegang tanganku dan pejamkan matamu. Kau hitung sendiri sampai tiga dalam hati. Satu, dua ...."
Huo Feng Huang sudah berada di dalam laut saat membuka matanya. Benar yang dikatakan oleh perwujudan Mustika Naga Kuno. Untuk keluar dari dalamnya samudera, ia harus dengan cepat menuju ke atas. Maka ia menggunakan api yang tidak bisa padam walau di dalam samudera sekalipun. Energi api digunakan untuk mendorongnya ke atas.
Seperti yang ada di pikirannya sebelumnya, ia memang sudah merencanakan hal itu. Bahkan ada beberapa ikan besar yang mengejarnya. Namun saat mereka sudah dekat, tidak berani mendekat.
'Apa karena mereka takut dengan api? Hahaha, coba saja tangkap jika bisa. Lagipula hanya akan membawamu ke dalam kematian. Hanya akan menjadi ikan panggang dalam laut,' kata Huo Feng Huang dalam hati.
Dengan kekuatan penuhnya, Huo Feng Huang harus menahan nafas. Yang terasa berat karena ada tekanan kuat di dalam samudera. Bahkan tubuhnya terasa terhimpit sangat berat. Ia segera memperbesar api yang dikeluarkan. Membuat air di dalam laut menjadi panas mendidih.
"Huahhh ... akhirnya sampai ke permukaan! Saatnya terbang mencari pulau atau tempat untuk mendarat." Huo Feng Huang menciptakan sayap dengan memadatkan api. Ia juga bisa menggerakkan sayap api untuk terbang.
Saat terbang ke atas, bahkan tidak menemukan daratan sama sekali. Ia terbang semakin tinggi dan masih belum bisa menemukan tempat yang bisa digunakan untuk pendaratan.
"Ini memang benar-benar berada di samudera. Bahkan tidak ada tempat untuk ditinggali. Bagaimana bisa istirahat dengan cepat kalau seperti ini?"
__ADS_1
Tidak ada yang bisa menghentikan apa yang sedang ia usahakan. Bahkan jika dalam keadaan buntu, ia harus bisa menemukan setidaknya daratan yang bisa ditinggali atau sekedar mendarat. Karena kekuatannya sudah terkuras banyak setelah melakukan pembakaran di dalam laut.
Setelah terbang cukup lama, barulah menemukan daratan. Sejak pagi hari dan kini sudah siang hari yang terik. Tapi terik matahari tidak lebih panas dari api yang keluar dari telapak tangannya. Ia tidak lagi memikirkan panas menyengat. Ia terbang semakin cepat sampai akhirnya menemukan sebuah daratan.
"Ternyata sudah berada di alam manusia. Sebaiknya tidak lagi menggunakan sayap." Karena berada di alam manusia, maka ia pun menghilangkan sayapnya. Lalu menceburkan diri ke laut. Ia harus berenang menuju ke pantai. Jaraknya masih jauh tapi ia masih bisa menggunakan api sebagai daya dorongnya.
Setelah berenang dengan cepat, akhirnya sampai di pantai dan melihat orang yang berdiri di sekitar pantai. Karena tidak ingin membuat orang takut, akhirnya ia membiarkan dirinya mengambang dan terbawa arus laut.
Seorang pria tengah berdiri menyaksikan debur ombak. Saat ia hendak meninggalkan tempat itu, terlihat ada seseorang yang mengambang mengarah ke pantai. Membuatnya penasaran dan langsung menghampiri.
"Ada orang? Apa ini manusia atau siluman? Mengapa bisa ada di sini? Ah, sebaik tolong dulu." Pria itu pun melihat dengan jelas, wujud seorang pria. Tentu saja sudah terlihat seperti manusia pada umumnya.
"Harus secepatnya ditolong! Tolong sadarlah dan segera ambil nafas." Pertama, pria itu menekan dada Huo Feng Huang. Setelah itu ia memposiskan tubuh Feng huang agar tengkurap. Itu dilakukan agar air dari dalam segera keluar.
Huo Feng Huang tidak bisa menahan air lagi dan ia pun mengeluarkan air yang terminum. Terdesak dan dengan tubuhnya yang lemas, hanya bisa terbaring di pasir pantai.
"Kau tidak apa-apa, bukan? Untungnya kamu sudah bernafas dengan baik. Kau akan dibawa ke rumahku untuk dirawat sementara. Maaf karena harus menggendongmu."
Huo Feng Huang membiarkan dirinya dibawa oleh pria tak dikenal itu. Tapi ia yakin, saat ini berada di tempat yang layak. Berada di daratan besar yang kehidupan orangnya cukup makmur. Karena hanya melihat pakaian yang dikenakan.
"Hehh ... entah dari mana kau berasal. Aku hanya tidak ingin melihat orang sepertimu terluka. Di laut sangat berbahaya jika berenang. Atau kau adalah awak kapal yang kapalnya hancur?" tanya pria itu.
__ADS_1
"I-iya ... terima kasih," balas Huo Feng Huang lirih. Ia sudah kehilangan banyak kekuatan setelah beberapa hari berada di dasar samudera. Bahkan sudah menggunakan kekuatannya selama setengah hari penuh.
"Ah, maafkan aku yang banyak tanya. Hanya saja aku tidak memiliki banyak teman. Kuharap kamu mau menjadi temanku sebagai balasan aku menolongmu. Namaku Hong Xiao. Ada yang mungkin akan mengagetkanmu. Tapi tolong tidak takut."
"Takut pada apa? Oh, namaku Huo Feng Huang. Kau bebas panggil apa saja. Kebaikanmu akan ku balas nanti," janji Feng Huang pada pria yang baru dikenal itu.
"Halo Tuan Feng atau tuan Huang? Aku tidak bisa memutuskan memanggilmu apa. Namamu terdiri dari tiga kata." Tentu saja Hong Xiao tidak bisa memutuskan panggilan yang cocok. Tapi ia harus menerima resiko jika membawanya ke rumahnya.
"Pangggil saja Feng Huang, uhhukk!" Karena masih ada sisa air, Feng Huang batuk dan mengeluarkan sedikit air laut yang rasanya asin.
"Oh, Feng Huang? Tolong jangan takut dengan ibuku. Dia tidak pernah membahayakan orang lain. Karena wajahnya berubah buuk lima tahun lalu, membuatnya dijauhi warga."
"Hong Xiao? Kau sudah pulang? Dan siapa pemuda yang kau bawa itu?" tanya seorang wanita yang berwajah buruk.
Feng Huang kaget karena melihat wajah wanita itu mirip dengan wajahnya saat mendapatkan Mustika Naga Kuno. Ini entah suatu keberuntungan atau keburukan. Jika ia ingin menyelamatkan wanita itu, ia harus mengambil kekuatan itu. Jelas saja di dalam tubuh wanita itu memiliki Mustika Naga Kuno.
"Oh ... maafkan aku, Ibu. Aku membawa orang yang hampir mati di laut. Mungkin dia sudah kelelahan karena kapalnya tenggelam." Hong Xiao membawa Feng Huang melewati wanita yang terlihat menyeramkan.
Tidak ada rasa takut sama sekali dari diri Feng Huang. Karena ia juga sudah melihat seperti itu sebelumnya. Pria itu menunduk dengan hormat pada wanita itu. Sebuah senyuman terpancar di bibirnya karena merasa harus secepat mungkin mengambil salah satu pecahan Mustika Naga Kuno.
***
__ADS_1