
Bisnis yang mengumpulkan banyak orang, membuat Meighui Yinxing tertarik. Tapi ia bingung, bagaimana caranya agar dapat bekerjasama dengan Hua Tianzhi yang menjadi Guan Lin.
"Tuan Lin ... jadi begini. Apakah kau masih ingin bekerja sama dengan rumah bordirku?" tawar Meighui Yinxing. Ia mencoba merayu dengan memijat punggung Hua Tianzhi.
"Saya sebenarnya masih memikirkannya. Tapi tidak bisa kalau tidak ada yang bisa diandalkan. Saya memerlukan seorang gadis untuk kunikahi. Tapi sayangnya mungkin di sini tidak ada. Hehh, sayang sekali, sayang sekali."
Hua Tianzhi menggelengkan kepalanya sambil berdecak. Ia hendak meninggalkan rumah bordir itu saat ditarik oleh pemilik tempat itu. Meighui Yinxing ingin bekerja sama dengan pria itu agar bisa mengambil lebih banyak manfaat ke depannya.
Tujuan siluman bunga mawar bukanlah kekayaan. Jelas yang diingkari olehnya adalah keabadian. Salah satu metode mencapai keabadian adalah dengan mengambil energi kehidupan manusia. Meski masih ada banyak metode lain, cara ini lebih tidak banyak resiko.
"Apakah kau tahu, mungkin aku bisa memberimu seorang gadis. Mungkin Tuan ingin melihatnya? Kau pasti tidak akan kecewa." Kini Meighui Yinxing sudah tidak peduli lagi dengan janjinya pada Lianhua. Ia menatap gadis yang memakai cadar itu.
"Saya tidak tahu, di sini mungkin sudah tidak ada yang masih gadis seperti yang ku inginkan. Sudahlah, mungkin saya harus mencari tempat lain. Padahal dengan kosmetik yang ku tawarkan, mungkin bisa menambah pelanggan. Bukan hanya orang-orang yang ingin menyewa jasa. Tapi juga membeli beberapa obat dan kosmetik lainnya."
Harapan Meighui Yinxing pada Guan Lin lebih baik daripada berharap pada Hua Shui. Memang saat ini ia bekerja sama dengan Hua Shui dalam berbisnis. Namun obat-obatan milik pemimpin keluarga Hua itu tidak efektif. Mereka cenderung tidak percaya lagi pada obat yang dijual. Sehingga pasar obat dari keluarga Hua turun drastis.
"Apakah Tuan masih memiliki banyak obat awet muda dan lainnya? Saya harap Tuan Lin jangan terburu-buru meninggalkan tempatku. Anggap saja rumah sendiri. Ayo-ayo, ayo ..." ajak siluman bunga mawar. Ia menawarkan minuman yang ia racik untuk mengambil sedikit energi kehidupan.
Karena sulit diajak bekerja sama, Meighui Yinxing sempat hampir menggunakan kekuatannya. Sebelum itu terjadi, Hua Tianzhi melihat Lianhua dengan tatapan mata yang tak biasa. Terpancar rasa ingin tahu lebih jauh dari gadis yang memakai cadar putih itu.
__ADS_1
'Hehh ... orang ini ... apakah tertarik dengan Lianhua? Kalau bisa memanfaatkan gadis itu, memang tidak perlu membuat masalah. Ah, gadis itu sangat bisa diandalkan,' pikir Meighui Yinxing. Ia memang berencana untuk mengenalkan Lianhua. Tapi ia tidak menyangka akan seperti ini pada akhirnya.
"Emm ... apakah ini salah satu pelayanmu, Nyonya Yin? Kurasa saya penasaran dengan wanita ini. Apakah dia seorang gadis atau sudah pernah dipakai? Dan juga, wajahnya apa seperti tubuhnya yang mungil? Ah, bagaimana mungkin rasa penasaranku setinggi ini."
Untuk mengurangi pertarungan yang membuat nyawa terancam, Hua Tianzhi berpikir cepat dan segera mengarahkan pandangan pada putrinya. Tentu saja Lianhua tidak tahu siapa sebesar sosok pria yang sedang melihatnya. Meski perasaannya terasa dekat dengan ibunya yang menyamar sebagai seorang pria.
"Yoohhh ... apakah ini kebetulan? Aku tidak berharap gadis bodoh ini bisa membuatmu tertarik. Tapi maafkan kelancangan saya. Tapi gadis ini masih belum melayani tamu. Dia hanya melayaniku selama ini. Tapi dia masih gadis polos yang belum mengenal dunia hitam seperti kami. Karena itu, saya pakaikan cadar padanya."
"Jadi ... cadar ini untuk menutupi wajahnya? Sayang sekali, sayang sekali. Tidak tahu, wajahnya seperti apa. Apakah dia memiliki luka di wajahnya? Atau tampilannya yang kurang menawan? Sehingga menutupi seperti ini?"
"Tuan Lin, Tuan Lin ... maksudku, kau bisa memeriksa dia sekarang. Emm, maksudku kau bisa membuktikannya sendiri. Bisakah Tuan menginap semalam di sini? Saya jamin anda akan puas malam ini. Lianhua, mulai sekarang kau bisa melayani Tuan ini."
"Tenang saja, Lianhua. Kau tidak harus melayani seperti mereka. Kamu hanya perlu menemani tuan muda itu. Kamu mungkin akan disuruh memijat atau mengobatinya. Bukankah kamu juga seorang tabib? Kebetulan bisa saling belajar. Bukankan kau ingin menjadi tabib seperti ibumu?"
Mendengar perkataan wanita yang pernah hampir membunuhnya, ada rasa tidak percaya. Namun karena hanya disuruh memijat, mungkin tidak masalah. Asalkan tidak pada sesuatu yang diluar batasnya. Seumur hidupnya tidak akan merendahkan diri untuk menggoda pria yang datang dan pergi setiap malamnya.
"Aku tidak ingin menyesal karena tidak tahu wajahnya. Dan belum tahu, bagaimana bisa meyakinkanku kalau dia masih seorang gadis?"
"Tuan Lin. Ehh ... kau tenang saja, Tuan Lin. Jika kau tidak mendapatkan seorang gadis, kita tidak bisa bekerja sama, bagaikmana, Tuan? Tuan bisa mengambil gadis itu untukmu sendiri. Tanpa harus membayar, bagaimana?"
__ADS_1
Lianhua merasa seperti dagangan yang diperjual belikan. Ia adalah perwujudan dari seorang dewi yang dihukum langit. Menjadi gadis berusia enam belas tahun. Setelah itu, kehidupannya pun dimulai. Tidak mengingat apapun dan tidak tahu identitasnya di dunia dan tidak tahu bagaimana ia tumbuh.
Menjadi mainan dunia manusia, bertarung dan memiliki musuh yang tidak ia ketahui. Bahkan dijadikan pelayan di rumah bordir. Meski tidak melayani tamu-tamu secara langsung. Sebenarnya cukup senang jika hanya melayani Meighui Yinxing. Tidak perlu berbuat seperti prlayan lainnya. Bahkan ia memiliki kebebasan tersendiri. Memakai cadar agar tidak ada yang tertarik. Meski pada akhirnya ada satu atau dua orang yang kadang bandel dan ingin mendekatinya. Saat ini baru satu orang yang membuat Meighui Yinxing merelakan Lianhua untuk melayani pengunjung.
"Lianhua, bawalah tuan Lin ke kamar! Kamu tunjukan ramah tamahmu pada pria ini. Ingat, turuti semua perintah tuan Lin!" peringat Meighui Yinxing dengan nada mengancam.
"Baik ... aku akan lakukan." Meski Lianhua berkata seperti itu, tentu ia tidak akan melangkahi batasannya. Ia tidak akan sampai melakukan sesuatu yang mengotori kegadisannya. Seumur hidupnya yang ia ingat, hanya paling dekat dengan pria, hanya dengan Huo Feng Huang. Pria yang menurutnya baik dan tahu batasan antara pria dan wanita.
Bisa juga karena aura yang terpancar dalam diri pria itu. Sehingga membuatnya selalu senang, gembira. Selalu ada saja masalah yang jika ada pria itu, maka akan selesai dengan berusaha.
"Nona Lian'er, bisa kamu tunjukan kamarnya? Aku sudah sangat lelah hari ini. Mungkin sedikit pijatanmu, akan membuatku bersemangat dan kekuatanku kembali terkumpul."
"Baiklah, Tuan Lin. Mari ikut denganku," ajak Lianhua yang berjalan dan menunjukan jalan ke satu kamar yang kosong. Ia menemukan salah satu kamar yang dikode oleh beberapa petugas yang mengawasi juga sedang merayu pelanggannya.
"Hemmm, Nona Lian'er adalah gadis yang paling cantik di dunia ini. Aku beruntung memiliki gadis kecil sepertimu, Lian'er."
Panggilan itu adalah panggilan khusus yeng diberikan oleh Hua Tianzhi. Selama ini hanya wanita itu yang memanggilnya demikian. Tapi sekarang ia kembali mendapat panggilan Lian'er dari orang asing.
***
__ADS_1