Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Lonjakan Energi


__ADS_3

Serigala bercula satu memiliki pemimpin yang dapat menggerakan pasukan dalam jumlah besar. Apalagi mereka suka berkelompok dalam mencari makan atau tinggal. Jarang sekali mereka terpisah dari kawanan. Sehingga membuat mereka lebih kuat.


"Aku tidak butuh banyak obat-obatan ini. Namun aku juga tidak perlu berbelas kasih pada kalian. Serigala bercula satu, kalian tidak memberikan aku pilihan." Lianhua menebas mereka dengan pisau angin.


Serangan angin besar membuat para serigala bercula satu tak bisa menahan serangan. Sehingga mereka harus menghindar dan beberapa ada yang lari. Saat ini kekuatan gadis itu belum pulih sepenuhnya. Sehingga rasa lapar masih belum reda.


"Hmm ... apa daging serigala seperti kalian rasanya enak? Maafkan aku, meski aku seorang tabib. Tidak seharusnya membunuh makhluk lain. Sebaliknya, aku harus mengobati kalian. Namun dalam situasi ini, kalian adalah hewan yang ditakdirkan menjadi makanan. Aku cukup membuat beberapa dari kalian sebagai makananku, bukan?"


Untuk membuat para serigala mati dan bisa dimakan, Lianhua membuat kurungan dari tanah. Lalu kemudian menebas dengan pedang angin yang tercipta dari elemen angin yang ia latih.


"Aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku. Maafkan aku karena memakan kalian, huaaa!" Lianhua turut memberikan wajah menakutkan. Meski wajah cantiknya tidak dapat membuat siapapun takut. Yang ada hanya bengong dengan tingkahnya.


Selain menggunakan elemen tanah untuk menahan pasukan serigala bercula satu, Lianhua juga menggunakan serangan api yang ditakuti oleh kawanan serigala. Sehingga tidak mudah bagi mereka untuk melarikan diri. Ada belasan serigala bercula satu yang mati karena serangan itu.


Setelah banyak serigala bercula satu mati, mereka yang tersisa pun tidak ada yang berani mendekat. Bahkan pemimpin mereka telah membubarkan mereka. Karena merasa tidak sanggup melawan Lianhua yang terlalu kuat. Dengan hanya mengeluarkan kekuatan elemen yang bermacam-macam.


Setelah menguliti, membuang kotoran dan mencuci dengan air yang didapat dari sungai, Lianhua memberi bumbu dan membakarnya. Ia mengumpulkan kayu bakar dengan jumlah besar untuk menyalakan api unggun. Lalu membuat daging-daging serigala menjadi makanannya.


"Sambil menunggu matang, kurasa aku bisa mengumpulkan herbal di sini. Ternyata bukan hanya ada rumput rumbai darah saja. Ada juga tanaman yang lainnya. Kurasa aku panen besar kali ini."


Lianhua terus mengumpulkan obat-obatan herbal yang ada. Bahkan ada herbal yang harus digali seperti ginseng seribu tahun, jahe serat hitam, dan tanaman lainnya yang berguna sebagai bahan penghangat atau bisa membuar ramuan lain.

__ADS_1


Dengan memanfaatkan tanaman langka yang dibuat sebagai bumbu oles untuk daging serigala bercula satu, membuat energi spiritual dan tubuh menjadi lebih kuat. Dengan campuran manfaat dari semua tanaman dan daging serigala bercula satu, ia sudah banyak mendapatkan manfaat.


Sementara itu, pria yang mengikuti Lianhua sedang memanjat tebing. Ia ingin pergi ke puncak bukit. Namun tidak ada jalan lain selain harus memanjat tebing tinggi. Itu karena ia tidak begitu paham seluk beluk hutan tersebut.


Tubuh Dong kali ini sudah dipenuhi oleh darah karena terus bertarung melawan hewan buas yang hidup di sana. Meski hewan-hewan itu sudah dilumpuhkan terlebih dahulu oleh Lianhua, mereka berhasil membuat pria besar itu kewalahan dan hampir kehilangan nyawanya.


"Nona Hua, maafkan aku karena tidak bisa menjagamu. Kuharap kamu masih bisa diselamatkan. Atau setidaknya aku bisa menemukan mayatmu sebelum dimakan binatang buas."


Dong berusaha memanjat tebing dengan tangan dan kaki yang penuh dengan luka gores. Namun saat tangannya tidak bisa bertahan, bergetar dan membuatnya lemas. Tubuhnya terhempas kembali ke bawah.


"Akhh! Tidak bisa menyalahkan siapapun. Salahku terlalu lemah hhh ... aku akan berusaha ...." Meskipun telah gagal naik ke atas, Dong tidak putus asa demi menyelamatkan Lianhua.


Raungan para serigala bercula satu juga sempat terdengar oleh Dong sebelumnya. Hal itu membuat hewan-hewan buas itu melarikan diri ketakutan. Sehingga Dong bisa lolos dari maut. Namun itu semua belum cukup bagi pria berbadan besar tersebut.


"Apakah nona Hua sudah dimakan oleh binatang buas? Ke mana aku harus mencarinya? Ah, kenapa aku sangat bodoh?"


Dong merangkak di rerumputan yang tumbuh dengan lebat. Sehingga membuatnya kesulitan dalam mencari jalan yang benar. Meskipun telah berusaha dengan sekuat tenaga, nyatanya energinya telah banyak terkuras.


Akibat tidak bisa menahan rasa sakit dan kelelahan, juga kehabisan banyak darah. Membuat Dong tak sadarkan diri di tempat tersebut. Membuatnya merasa menjadi pria yang gagal dalam melindungi seorang wanita.


"Kak Dong, kenapa aku merasakan auranya semakin melemah? Apakah dia didalam bahaya?" Lianhua yang memungut tanaman herbal melewati tempat di mana Dong tak sadarkan diri.

__ADS_1


Saat hari menjelang sore, Lianhua telah menghabiskan daging serigala. Juga telah mendapatkan herbal yang dicari. Juga cula dari serigala bercula satu yang ia simpan di dalam dimensi ruangnya. Bersama dengan tanaman herbal yang telah didapat.


Lianhua sengaja menyisakan satu cula, satu rumput rumbai darah dan beberapa herbal yang ia dapatkan dengan acak. Ia segera mencari keberadaan Dong dengan bantuan kupu-kupu yang ditemuinya.


"Kupu-kupu, terima kasih karena sudah menunjukan jalannya. Kamu boleh pergi dari sini." Lianhua khawatir dengan keadaan Dong.


Pria berbadan besar itu tergeletak di rerumputan dengan keadaan sekarat. Lantas membuat gadis itu buru-buru memberikan pertolongan pertama. Pertama, ia menyalurkan energi spiritual ke dalam dantiannya.


"Dia juga terkena serangan laba-laba beracun. Aku akan menyelamatkanmu dengan jarum es." Lianhua menggabungkan elemen air dan angin untuk menciptakan jarum es.


Setelah tercipta jarum es yang sangat padat, Lianhua menyalurkan energi api ke dalamnya. Sehingga akan terasa panas dan dapat membakar racun dari dalam tubuh Dong.


Tidak membutuhkan waktu lama, Lianhua dapat mengeluarkan racun dan membuat pria besar itu bangun. Pertama kali yang dipikirkan oleh Dong saat bangun adalah bingung. Ia bingung dengan apa yang telah terjadi. Karena ia tidak merasakan ada luka sedikitpun dari tubuh Lianhua.


"Nona Hua? Apakah kau baik-baik saja? Apa kau tidak bertemu dengan serigala bercula satu itu? Sangat bahaya bila ketemu dengan mereka." Dengan raut wajah khawatir, ia memperhatikan ke sekeliling. Dan melihat rumput rumbai darah dan cula dari serigala bercula satu.


"Tidak terjadi apapun padaku. Untungnya aku berhasil melewati tempat ini dengan aman. Oh iya, ayo kita pergi dari sini. Kita harus segera menemui tabib Li."


"Tapi aku–" Dong tidak merasakan sakit sama sekali dalam tubuhnya. Bahkan ia merasa lebih kuat dari sebelumnya. "Apa yang terjadi dengan tubuhku? Kenapa tidak sakit sama sekali? Dan juga merasakan lonjakan energi begitu kuat?"


***

__ADS_1


__ADS_2