Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Efek Makan Banyak


__ADS_3

"Ooohh ... apa kamu sudah melupakan iblis kecil itu?" tanya nyonya Yin pada Lianhua. Melihat gadis itu dengan pandangan menyelidik dan rasa ingin tahu.


"Tidak, Nyonya. Kalau melupakannya, mana mungkin aku ingat, dia pernah menolongku. Bagaimana mungkin aku ingat, dia kalah saat melawanmu." Begitu yang dikatakan Lianhua dengan wajah sok polos.


'Inj gadis bodoh atau bagaimana? Padahal tidak diketahui keadaan pria itu bagaimana. Jelas dia sudah mati saat itu juga. Benarkah, dia tidak khawatir?' pikir Meighui Yinxing.


Wanita siluman Meighui Yinxing tidak tahu pikiran Lianhua saat ini. Jika dikatakan sebagai gadis bodoh, tapi dapat mengingat banyaknya bahan obat. Bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Tapi menyangkut orang yang tidak jelas keadaannya, terlihat cuek dan begitu naif.


Rupanya ekpresi bodoh Lianhua membuat wanita tiga ribu tujuh ratus tahun itu kebingungan. Seakan-akan dirinya yang merasa bodoh di sini. Sedangkan Lianhua masih bisa tenang menghadapi segala hal.


"Kalau Nyonya Yin berpikir, aku tidak khawatir, Nyonya salah. Aku mengkhawatirkan dia karena selalu menolongku dari bahaya. Meski baru bertemu beberapa hari, dia sama seperti ibuku, yang melindungiku tanpa imbalan. Untuk sekarang, bukan khawatir tentang pria iblis kecil itu juga. Tapi aku khawatir tentang keberadaan ibuku. Apakah dia masih hidup atau sudah mati?"


Meski sudah dikatakan dengan jelas, nyatanya dilihat dari ekspresi Lianhua, tidak seperti orang bersedih. Malah terlihat sebagai orang dungu dan bodoh. Tapi dengan isi pemikiran yang cerdas.


Lianhua sendiri harus merahasiakan banyak hal dari siluman bunga mawar di depannya. Siapa bilang tidak khawatir? Tentu dia khawatir dengan keadaan Huo Feng Huang serta Hua Tianzhi. Sampai sekarang belum ada kabar mereka lagi. Kedua orang itu sangat berarti baginya. Jika mereka tidak ada lagi, hidupnya akan hampa.


"Jadi ... kapan perjalanan kita dilanjutkan? Aku hanya orang yang berada di kakimu. Apapun yang anda lakukan, mungkin tidak ada artinya bagimu. Sebenarnya, siapa yang jahat di dunia ini, aku juga tahu. Dan siapa yang menahan sakit selama ribuan tahun, aku juga merasakannya. Kuharap Nyonya Yin sadar akan hal itu. Cukuplah untuk obsesi yang tidak ada ujungnya."


"Sebenarnya bagaimana isi di otakmu ini? Yah ... yah-yah-yah ... kau ternyata memang bukan gadis bodoh dan naif, ternyata. Iya, sepertinya kamu juga menyadari aku melakukan ini untuk apa."

__ADS_1


Tatapan Meighui Yinxing mulai memburu. Menatap Lianhua dengan tatapan tajam dan ingin mengetahui isi dalam kepalanya. Sementara Lianhua sendiri mengabaikan dan membuat perlindungan diri dengan cara abai itu. Bahkan tidak mau terlibat kontak mata dengan wanita siluman tersebut.


"Kuharap Nyonya mau mengerti, setelah aku bebas dari rumah bordirmu, mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Aku akan menunggu sampai akhirnya Nyonya menyerah atas diriku. Aku ingin anda merubah cara pandang anda dari kehidupan manusia. Manusia biasa hanya hidup sekitar enam puluh sampai delapan puluh tahun. Sementara siluman bisa hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun. Bukankah ini lucu? Seorang siluman ribuan tahun hidupnya, mengambil hidup manusia yang tidak seberapa."


"Jadi kamu tahu semuanya? Hebat! Hebat! Hebat!" ujar Meighui Yinxing sambil bertepuk tangan. Ia tidak menyangka pemikiran gadis itu tidak sesederhana yang dipikirkan.


"Jadi, apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Lianhua dengan tenang. Keputusan untuk tetap berada di samping wanita siluman, menjadikannya harus siap dalam segala hal.


Namun Lianhua masih ingat kesalahan yang dilakukannya tadi pagi. Ia takut akan membuat semua orang tercengang karena perbuatannya yang tidak masuk akal. Seharusnya ini waktunya untuk mandi dan berangkat, melanjutkan perjalanan. Namun hari masih terlalu pagi dan semua belum siap.


"Hehh, sekarang persediaan bahan makanan semakin menipis. Jadi, kuharap kamu bisa menahan lapar sampai kita tiba di kota terdekat. Mungkin kita akan sampai di perkotaan besok malam. Dan kita akan mencari persediaan makanan di sana."


"Kita akan berangkat saat semuanya selesai. Setelah kita makan, kita akan segera berangkat. Kamu bersiap-siaplah dahulu." Setelah mengatakan itu, Meighui Yinxing meninggalkan Lianhua.


Waktu terus berlalu dan para kuli angkut pun selesai memasak dan makan bersama. Sementara para siluman yang bertugas juga sudah kembali dengan tangan kosong. Mereka tidak menemukan jejak apapun dalam radius sepuluh kilometer.


"Kita tidak menemukan apapun dalam tempat yang dekat. Kemungkinan besar, yang berhasil mencuri makanan kita adalah orang hebat. Atau bisa saja siluman yang kelaparan. Jadi mereka cepat pergi dan sudah tak tahu ke mana."


"Sudah kuduga ini sulit ditemukan. Baiklah, kalian sudah bekerja keras. Saatnya kalian beristirahat dan nikmati makananmu," perintah nyonya Yin.

__ADS_1


Rupanya Lianhua memang tidak memerlukan makan lagi. Ia sudah terlalu banyak makan dari malam hari. Namun efek dari makan yang banyak itu, perutnya menjadi sakit. Ia mengalami diare dan pergi bersembunyi untuk membuang sisa-sisa kotoran yang encer.


"Kenapa malah diare? Apakah terlalu banyak makan ubi bakar? Ahh, aku harus segera mengambil obat. Ah, bisakah aku mengambil obat yang ada di kotak itu? Ah, sebaiknya tidak. Di hutan ini setidaknya ada tanaman obat."


Segera saja Lianhua berlari mencari tanaman yang bisa digunakan untuk mengobati diarenya setelah membuang sisa-sisa kotoran. Ia menemukan beberapa tanaman obat yang berada di hutan.


"Itu ada pohon secang. Mungkin bisa digunakan sekarang." Lianhua beruntung menemukan pohon secang yang dipercaya bisa dijadikan obat diare. Ia juga menemukan bahan lainnya seperti jahe merah yang tumbuh liar di hutan.


Untung saja Lianhua sudah menguasai ilmu dari Kitab Dewi Lotus. Sehingga ia bisa menggunakan ilmunya untuk meramu bahan obatnya. Ia juga bisa membuat sesuatu dari tanah di sekitarnya sebagai wadah tanaman tersebut. Lalu ia rebus semua bahan dengan cepat. Ia tidak ingin sampai ketahuan karena pergi dari rombongan.


"Aduuhhh, kenapa perutku jadi sakit begini? Mungkin ini efek terlalu makan banyak ubi. Atau karena aku telah mencuri? Maafkan aku, nyonya Yin. Aku tidak akan mencuri lagi. Tapi aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya."


Terlalu malu juga jika harus mengatakan yang sebenarnya. Ini juga menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai sekarang. Mengapa efek berlatih Kitab Dewi Lotus menjadikannya banyak makan. Selain itu, tidak ada tanda-tanda kekenyangan atau perut yang kelebihan muatan. Seharusnya setelah makan dengan porsi yang sangat besar, membuat perut tidak kuat menampung. Namun untuk saat ini pun ia masih saja bisa makan lagi. Meski sudah bisa menahan diri untuk tidak menghabiskannya.


Selesai merebus obatnya, segera saja Lianhua mendinginkannya dengan elemen angin. Ia memutar-mutar rebusan kayu secang, jahe dan beberapa bahan obat lain, yang tersedia banyak di tempat itu.


"Jika tahu di tempat ini bangun terdapat tanaman obat, mungkin aku bisa datang ke sini untuk mengambilnya. Aku harap bisa menjadi seorang tabib yang dapat menolong banyak orang."


***

__ADS_1


__ADS_2