Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Serangan Racun Dumo Wang


__ADS_3

Wanita yang datang ke pesta ulang tahun Jin Kongque, merasa sangat senang. Dapat mengalahkan dewa dan dewi yang berada di tempat tersebut. Mereka menatapnya dengan rasa kesal dan keputusan.


"Hei ... apakah kalian melupakanku juga? Padahal kita pernah menjalin hubungan baik selama ini. Tapi mengapa kalian kaget seperti itu? Ouhh, Yang Mulia Kaisar ada di sini juga?"


"Dumo Wang ... kau–" Jin Kongque sangat lemah karena efek racun yang sudah menyebar di sekujur tubuhnya. Hanya dengan racun itulah, ia bisa dengan mudah dikalahkan.


Bahkan para dewa lain yang terkena racun itu pun tidak dapat melakukan apapun lagi. Dumo Wang merasa jumawa karena berhasil melumpuhkan semua dewa yang berada di ruangan tersebut. Bahkan sang Kaisar Langit pun tidak lepas dari efek racun yang sudah dikendalikan olehnya.


"Yihahaha! Aku sudah mendapatkan semuanya di genggamanku. Aku sudah menantikan ini sejak seribu tahun lalu. Yihahaha! Yihahaha!"


Tawa Dumo Wang terdengar sangat keras. Hingga mendatangkan para dewa yang berada di luar. Namun karena menghirup udara beracun, membuat mereka tumbang bersamaan. Saat ini Dumo Wang merupakan seorang yang dianggap sebagai ratu iblis.


Tidak ada hubungannya dengan Huo Feng Huang yang disebut sebagai raja iblis, wanita itu bahkan jarang bertemu satu sama lain. Bahkan usianya yang terpaut jauh dan dari klan yang berbeda pula. Jika Huo Feng Huang adalah Dewa Feniks, Dumo Wang adalah Dewi Serangga yang bisa membuat racun mematikan.


"Yihahaha! Yihahaha ... yihahaha. Apakah tidak ada lagi Dewi Bunga Lotus? Ah, aku mendengar kalian sudah mengusirnya. Karena hanya dia yang mampu menawarkan semua racunku, yihahaha!"


"Ti-ti-dak ... mung-kin. Se-harus-nya ka-ka-u su-dah ma-ti." Jin Kongque tidak bisa berbuat apapun kali ini. Dan benar apa yang dikatakan iblis wanita itu. Selama ini dalam ilmu racun, hanya bisa disembuhkan oleh satu Dewi yang lebih memahami pengobatan dari yang lain.


"Kurang ajar kau, Dumo Wang. Seharusnya kau sudah dihukum mati waktu itu. Kamu kembali ke alam langit hanya untuk ini, hah?" Zhou Tianhuang sebagai Kaisar Langit pun murka. Ia mengeluarkan segenap kekuatannya untuk menekan racun itu. Namun semua sia-sia karena semakin lama, tubuhnya semakin lemah.

__ADS_1


"Zhou Tianhuang, Zhou Tianhuang. Ckckck ... kau pikir kau ini siapa? Menjadi Kaisar Langit pun tidak berguna sama sekali. Hemm, bagaimana jika aku menggantikan kau menjadi kaisar yang baru? Bukankah itu sebuah penawaran yang menarik?"


Dumo Wang sangat senang karena semua dewa-dewi telah gugur dalam pesta ulang tahun. Jin Kongque sangat frustasi dan menyesali dirinya sendiri. Mengapa ia bisa lalai kali ini. Seharusnya ia sudah bisa mengatasi sesuatu yang buruk itu.


Dewa yang lainnya juga hanya bisa mengumpat lemah. Semua yang hadir telag menghirup gas beracun yang bahkan tidak terlihat oleh mata. Hanya dewa-dewa tertentu yang bisa melihat asap beracun yang menyerang mereka. Namun semua terlambat menyadari. Karena saat mata mereka tidak bekerja dengan baik, mereka sedang fokus pada tarian dan nyanyian semua klan burung Merak.


"Kau tidak bisa lolos dari tempat ini, Dumo Wang. Inilah akhir dari riwayatmu." Tiba-tiba Zhou Tianhuang bangkit dan mengeluarkan sebuah artefak langit yang bisa menghisap seluruh racun yang menyebar.


Tianwen Zihen sebelumnya sudah meramalkan tentang kehadiran seseorang yang menggangu pesta dengan racun. Khususnya dia memberitahu semua pada Kaisar Langit.


"Aku adalah kurator dari alam langit ini. Semuanya sudah tahu kau akan datang, Dumo Wang!" Long Kongque sedari tadi belum muncul. Dan baru datang di waktu yang tepat. Saat ini ia tampil sebagai seorang penyelamat bagi para Dewa dan Dewi.


'Bagus anakku. Dengan begitu, klan burung merak kita akan semakin dipercayai oleh Kaisar Langit,' pikir Jin Kongque. Ia juga telah menyelesaikan semuanya. Telah mengeluarkan racun yang berbahaya bagi tubuhnya jika dibiarkan mengendap.


Dumo Wang tidak menyangka kehadirannya sudah diketahui oleh para dewa. Bahkan mereka mulai membaik meski sudah memiliki racun dalam tubuhnya. Tidak lama setelah itu, ada sebuah formasi tercipta. Itu adalah perbuatan dari para dewa yang menggunakan Formasi Bintang.


"Kau tidak akan lolos kali ini, Dumo Wang. Karena sudah membahayakan para dewa-dewi di alam langit ini, tidak akan ku biarkan kau lolos begitu saja!" kecam Jin Kongque.


Jin Kongque mengeluarkan kipasnya yang sangat tajam. Ia langsung menyerang Ratu Iblis di depan umum. Pertarungan mereka tidak ada yang ikut campur karena mereka masing-masing memiliki kekuatan yang hampir setara.

__ADS_1


"Yihahaha! Apakah kalian mampu mengalahkanku? Kali ini aku bukan datang tanpa persiapan yang jelas. Aku yakin, tanpa adanya Dewi Bunga Lotus, kalian hanya bisa mengurangi jumlah racunku."


Dumo Wang menangkis serangan Jin Kongque dengan mudah. Saat bulu-bulu halus itu melesat meninggalkan kipas, Ratu Iblis itu pun bisa mengendalikannya. Dengan tongkat berbentuk huruf Y, dia juga bisa membuat sihir. Ia membuat senjata tongkatnya menjadi besar. Lalu menghantam tiang istana.


"Ibu, aku akan membantumu," tawar Long Kongque. Ia hendak membantu tetapi ia tertahan oleh sebuah formasi tidak terlihat. Rupanya mereka bisa menciptakan formasi yang tidak bisa dilihat oleh Long Kongque.


"Kau diam saja di sana, Long Kongque. Ini menjadi urusanku sendiri. Kalian waspada di luar sana! Mungkin akan ada yang datang kali ini," peringat Jin Kongque.


"Yihahaha! Kau benar sekali, Jin Kongque. Aku tentu membawa bala tentaraku bersama. Kalian akan melihat apa yang disebut dengan seni. Yihahaha!" tawa Dumo Wang menggelar.


Suara tawa Dumo Wang seakan menjadi sinyal khusus. Dari lantai, tercipta sebuah formasi teleportasi. Bahkan tidak ada yang tahu di mana titik formasi berada. Itu adalah pekerjaan para serangga langit yang berukuran sangat kecil. Dan formasi itu juga berukuran kecil dan memiliki jumlah ribuan titik.


Sekarang para dewa harus menghadapi serangga-serangga berukuran sangat besar. Ada yang memiliki ukuran lebih besar dari sepuluh gajah. Ada yang memiliki belalai yang menyemburkan api dan air. Ada juga yang memotong tubuh dewa dengan pemotong di kepalanya.


"Sialan! Kita harus menghadapi serangga berukuran besar ini. Lagipula kita tidak bisa membawa senjata perang disaat seperti ini."


"Iya, kita tidak tahu akan terjadi hal-hal seperti ini. Makanya aku tidak membawa senjata dan zirah perang. Ternyata ini yang terjadi."


"Kita tidak mungkin bisa menciptakan senjata dengan waktu singkat. Mustahil karena kita keracunan. Kita hanya bisa melawan dengan sekuat tenaga."

__ADS_1


Kondisi para dewa yang masih memiliki racun di tubuhnya, tidak bisa membuat senjata begitu saja. Meski mereka seorang dewa, mereka memiliki senjata masing-masing. Namun dalam acara pesta, tidak tahu akan terjadi hal tidak terduga. Seperti penyerangan Dewi Racun atau yang dikenal sebagai Ratu Iblis.


***


__ADS_2