
"Kamu tidur selama tiga hari. Aku juga tidak tahu, ada seorang pria yang memiliki rambut panjang dan berjenggot. Dia menyelamatkan kita dari hutan. Terus, dia membawa kita ke desa pagi harinya. Kamu juga mengalami demam jadi dibawa ke sini dua hari yang lalu."
"Apa yang terjadi saat itu? Pria berjenggot dan rambut panjang? Apakah dia masih di sini? Di mana dia sekarang?" tanya Lianhua penasaran.
Lianhua yakin yang menyelamatkan mereka adalah Huo Feng Huang. Karena ciri-cirinya juga sama seperti itu. Tidak salah lagi, pria yang disebutkan Zhang Wushang memang seperti dirinya. Namun ia ingin bertanya pada pria itu tentang ibunya. Apa ibunya selamat atau tidak. Jika selamat, ia ingin bertemu dan berkumpul kembali. Jika tidak, ia ingin melihat untuk terakhir kali.
"Aku juga tidak begitu mengerti. Saat pagi-pagi sekali, aku bangun dan melihat pria itu berbicara dengan warga untuk menyelamatkan kita. Dan pria itu juga berpesan untuk menyelamatkanmu. Setelahnya dia pergi entah ke mana. Oh iya, pakaiannya juga compang-camping dan badannya penuh luka. Tapi tidak mau diobati."
Perkataan Zhang Wushang memperkuat keyakinan Lianhua. Memang benar, orang yang dibicarakan adalah raja iblis. Tentu saja ia akan pergi melarikan diri karena bisa saja ditangkap oleh para dewa.
Saat hendak naik ke atas tebing, dikejutkan dengan kehadiran seekor singa berwarna emas. Dan singa itu memiliki gigi taring dan tanduk yang menyeramkan. Saat menginjakan kakinya di tanah, singa emas itu berubah menjadi seorang dewa. Jin Shi Shen, merupakan dewa yang dimaksud. Yang mengejarnya karena membebaskan raja iblis.
Saat pertarungan hampir selesai dengan kekalahan Huo Feng Huang, datang seseorang yang menolong mereka. Saat itu Lianhua dan Feng Huang tengah kelelahan dan mengalami luka akibat pukulan dewa singa emas. Dan selanjutnya Hua Tianzhi yang datang menolong mereka pun harus terlibat pertarungan dengan dewa itu. Tentu saja mereka bisa melarikan diri berkat bantuan Hua Tianzhi, ibu Lianhua.
"Lianhua ... aku turut sedih. Mungkin ibumu sudah tidak bisa ditolong lagi. Maafkan aku tapi ... aku sudah berusaha. Aku sudah menyuruh pengawal untuk mencarinya. Tapi tidak menemukan ibumu di manapun."
Sejak meninggalkan rumah hari itu, ia tidak menyangka akan seperti ini. Seharusnya tidak menuruti permintaan Zhang Wushang saat itu. Akibat tidak menuruti yang dikatakan ibunya, malah membuat repot. Dan akhirnya kehilangan sosok wanita yang disayangi.
Meski tidak tahu mengapa Hua Tianzhi memiliki kekuatan untuk melawan dewa, tetap saja seorang manusia biasa tidak mudah menghadapinya. Hanya bisa berharap wanita itu masih hidup di luar sana. Berharap Huo Feng Huang berhasil menyelamatkannya atau memang selamat. Jika mendapat hukuman, akan segera bebas dan tidak mendapat hukuman berat.
Bagaimanapun juga, tak bisa dibayangkan jika Hua Tianzhi mendapatkan hukuman. Hukuman seperti yang dialami Huo Feng Huang. Lianhua tidak berharap ibunya mengalami apa yang dialami oleh raja iblis.
__ADS_1
"Apa kamu tidak apa-apa, Lianhua? Maafkan aku karena gara-gara aku, kamu kehilangan ibumu. Tapi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zhang Wushang.
"Ibuuu! Tunggu aku!" teriak Lianhua, lari tergopoh-gopoh. Ia ingin menyelamatkan ibunya dengan pergi ke bukit. Namun tubuhnya sangat lemah.
"Kamu masih sakit. Jadi sebaiknya istirahat dulu. Nanti aku akan menyuruh orang untuk menemukan ibumu." Zhang Wushang membujuk Lianhua agar tidak pergi.
Zhang Wushang sendiri juga mengalami trauma ketika berada di atas bukit kedinginan. Ditinggal sendirian dan mengalami sakit yang tak tertahankan. Baru mengerti rasanya berada dalam situasi sakit di hutan yang gelap. Sejak siang hingga malam hari, hanya sendirian karena hilangnya gadis yang pergi bersamanya.
"Lepaskan! Aku mau mencari ibu! Wushang! Aku akan pergi sekarang!" Lianhua bersikeras untuk pergi mencari ibunya. Meloloskan diri dari pemuda yang memeluknya.
Tidak ada yang bisa menghentikan tekad Lianhua untuk mencari Hua Tianzhi. Meski Zhang Wushang memerintahkan para pelayan untuk menangkapnya. Begitu juga dengan Zhang Yi yang turut mengejar gadis itu.
"Nona Hua, jangan lari! Nona Hua belum sembuh benar." Seorang pelayan menghadang Lianhua dengan merentangkan kedua tangannya. Ia tidak ingin dimarahi tuan mudanya dan membuat semua orang mendapat hukuman.
"Kalian jangan mengejarku! Minggir!" Lianhua berlari dengan cepat, melewati pelayan yang menghadangnya. Dengan mencondongkan badan ke bawah, ia lewat bawah tangan pelayan.
Meski sudah berlari untuk menyelamatkan ibunya, Lianhua tidak menemukan jalan keluar. Malah membuatnya berputar-putar di kediaman yang luas itu. Beberapa kali ia melewati orang-orang yang mencoba menangkapnya.
"Apa yang terjadi di kediamanku? Siapa gadis itu?" Zhang Wubei, pria gemuk yang menjadi kepala keluarga di kediaman Zhang. Ia melihat seorang gadis yang berlarian membuatnya kesal.
"Tuan, jangan marah dulu. Mungkin dia temannya Wushang. Jarang-jarang dia memiliki teman, bukan?" Zhang Ziwei, wanita yang menjadi nyonya keluarga Zhang. Merupakan seorang istri sah dari keluarga Zhang.
__ADS_1
"Tidak ada alasan untuk berteman. Cuih, hanya gadis desa seperti dia, hanya menginginkan harta keluarga Zhang kita. Usir gadis itu dari sini!" perintah Zhang Wubei tegas sambil menunjuk Lianhua.
Zhang Wubei baru saja pulang dari menjalankan tugasnya. Ia bersama istrinya pergi selama empat hari untuk mengurus urusannya. Saat baru kembali, dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis yang membuatnya kesal. Apalagi berlarian di sekitar kediaman.
Masalah keluarga Zhang cukup membuat Zhang Wubei kewalahan. Tengah dilanda masalah dengan para pengawalnya yang tiba-tiba menghilang. Akhir-akhir ini banyak pengawal di kediamannya yang hilang.
Dengan adanya Lianhua, malah membuatnya semakin pusing. Sehingga sebagai seorang kepala keluarga, menyuruh pengawal untuk menangkap Lianhua. Yaitu dengan cara menembakan panah untuk menghentikan langkahnya.
"Ayah! Jangan lakukan itu!" peringat Zhang Wushang. "Dia tidak akan mengganggumu!"
"Diam! Anak bodoh! Dia hanya gadis desa yang menginginkan harta kita! Kalau tidak mau pergi, biarkan pengawal memberi pelajaran. Panah dia!"
Pengawal kediaman memang tidak mengenal ampun. Apalagi sudah diperintahkan oleh tuan mereka. Anak panah melesat ke arah kaki Lianhua. Beruntung tidak mengenai kakinya karena menghindar. Pengawal lain tidak diam saja, beberapa yang memegang panah, menembakan anak panahnya ke arah Lianhua. Tidak peduli bagian mana saja yang kena.
Asalkan mereka masih bisa bekerja di kediaman, apa saja dilakukan. Termasuk membunuh siapapun yang menggangu. Tahu dirinya diincar oleh para pengawal, Lianhua melompati tembok. Dengan cara memanjat pohon dengan cepat. Setelah itu, ia melompati tembok yang setinggi tiga kali lipat tinggi manusia normal.
"Sialan! Mengapa kalian biarkan gadis itu pergi? Kalian tidak ada yang berguna! Dasar bodoh!" umpat Zhang Wubei. Kemarahannya bukan hanya karena kaburnya Lianhua. Namun lebih karena usahanya yang mengalami kemunduran terkait hilangnya pengawal yang bekerja padanya.
"Ayah! Kenapa kau melakukan itu pada Lianhua? Dia gadis yang baik, Yah. Kenapa diperlakukan seperti binatang buruan?" protes Zhang Wushang.
***
__ADS_1