
Setelah meninggalkan kota Yucheng, Huo Feng Huang berada di tempat yang asing. Ia kembali memasukan kekuatannya ke daun yang diberikan Hua Tianzhi padanya. Daun itu menunjukkan keberadaan Lianhua dalam jarak yang sangat jauh.
"Jadi selama ini aku menjauh dari Lianhua? Ini memang salahku karena tidak tahu alam manusia. Meski mengingat banyak, tidak semua kenangan di alam manusia kuingat. Sebagian kenangan di alam langit."
Setelah terbang jauh, ia menemukan ada pertarungan di bawah. Mereka tidak ada yang melihat karena fokus bertarung. Seekor hewan siluman bertarung melawan tiga orang yang sudah kewalahan. Mereka memiliki senjata namun semua telah hancur. Namun yang dilihat Huo Feng Huang adalah makhluk besar yang pasti memiliki kekuatan besar. Jika ia memiliki mustika siluman itu, bisa meningkatkan kultivasinya.
Kesempatan pria itu untuk datang dan membunuh siluman itu dengan kekuatannya. Ia turun ke tempat yang agak jauh dari pertarungan. Namun pada akhirnya ia terlihat oleh siluman lain. Yaitu siluman laba-laba yang sudah berada di punggungnya.
"Hahh! Minggir! Menghalangi jalanku saja!" Huo Feng Huang membakar siluman laba-laba dan langsung membunuhnya.
Ternyata bukan hanya satu ekor siluman laba-laba. Namun dari segala arah muncul siluman-siluman lain yang setinggi manusia. Itu termasuk siluman laba-laba yang masih kecil. Jika ada siluman laba-laba kecil, tentu saja ada yang berukuran besar di sekitarnya. Ia melihat sekelilingnya dan hanya menemukan siluman kecil yang masih belum berevolusi menjadi manusia.
"Krak krak krak krak! Kau manusia kurang ajar! Beraninya kau membunuh anakku. Akan kubalaskan dendamku sekarang juga. Anak-anakku, bunuh dia!" perintah seorang wanita yang merupakan ibu dari para siluman. Ia memiliki wajah cantik dengan perut dan dada besar. Ia tidak mengenakan pakaian dan kakinya masih berbentuk kaki laba-laba.
"Siluman laba-laba yang belum sempurna berubah menjadi manusia. Tentu saja kau masih memerlukan banyak sumber kekuatan untuk berkultivasi. Pada akhirnya menggunakan anak-anakmu untuk melakukan itu."
"Diam kau kurang ajar! Kau manusia atau siluman? Kau bisa mati kapan saja, loh. Apa tidak percaya dengan ucapanku?" Siluman wanita itu mengeluarkan jaringnya untuk menangkap Huo Feng Huang.
Para siluman yang berukuran kecil pun mengeluarkan jaringnya untuk menyerang. Namun serangan-serangan mereka tidak berguna karena langsung kena bakar oleh Huo Feng Huang.
__ADS_1
"Huahh! Beraninya kau membakar jaring-jaring kami!" Kemarahan siluman laba-laba semakin meningkat. Ia melompat dan menyerang dengan jaring-jaringnya yang dilapisi kekuatan.
Api Huo Feng Huang tidak bisa membakar jaring milik siluman laba-laba. Namun tidak ada yang mengenainya. Karena jaring-jaring yang dilepaskan tidak lengket lagi akibat api yang sangat panas. Meski siluman itu merasa panas karena api yang dikeluarkan Huo Feng Huang berbeda dengan jenis api kebanyakan.
"Apinya sangat panas! Kenapa bisa seperti ini? Sebenarnya api jenis apakah yang kau keluarkan? Aaa, panasss!" jerit siluman laba-laba yang semakin lama merasa semakin panas.
Api yang dikeluarkan Huo Feng Huang ternyata bisa merambat melalui jaring yang dikeluarkan oleh siluman itu. Melalui jaring, menyebar menyeluruh. Lalu panas api juga mengenai anak-anak siluman itu. Para siluman laba-laba sudah hancur dan tidak tersisa.
Api yang sangat besar langsung membunuh seluruhnya kecuali satu. Siluman wanita yang memiliki kultivasi ribuan tahun. Sementara anak-anaknya masih berusia puluhan tahun. Sehingga mudah dibakar dengan api milik Huo Feng Huang.
"Setelah ini adalah giliranmu. Cepatlah menyusul anak-anakmu." Segera saja Huo Feng Huang menusuk siluman itu dengan sebuah pisau yang sangat tajam. Pisau api yang ia ciptakan dan ia padatkan, akan terasa panas di tubuh lawan dan akan membuat organ dalam terbakar.
Selesai mengambil Mustika Siluman Laba-laba, Huo Feng Huang menuju pertarungan di antara tiga pendekar yang sudah terluka parah dengan siluman batu yang masih belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.
"Hahaha! Kalian menambah satu orang, tidak akan mengendalikan keadaan. Kalian semua akan mati di sini." Siluman batu itu memiliki suara berat dan berukuran tinggi lima kali lipat dari manusia.
"Aku di sini datang sendiri. Tidak ada niatan untuk membantu mereka. Karena aku menginginkan Mustika milikmu." Huo Feng Huang berkata dengan sejujurnya. Ia masih bertenaga meski sempat terjebak oleh siluman laba-laba.
"Hahaha! Kau dan mulut besarmu itu! Akan ku bungkam dengan kematianmu!" ujar siluman batu. Lamgsung saja ia menyerang dengan batu-batu kecil. Ia melesatkan batu-batu tajam ke arah Huo Feng Huang.
__ADS_1
"Sayang sekali. Kau adalah siluman dengan kultivasi tinggi. Jadi aku harus memiliki mustika milikmu untuk ku jadikan tambahan kultivasiku."
Tiga orang yang sudah kewalahan pun hanya bisa melihat pertarungan itu. Mereka tidak mungkin bisa meneruskan pertarungan karena memiliki kekuatan terbatas. Apalagi lawannya baru mereka ketahui memiliki kultivasi ribuan tahun. Sementara mereka tidak ada yang memiliki kultivasi sebesar itu. Bahkan tidak ada bandingannya dengan ujung jari siluman batu.
"Orang itu sudah gila. Bagaimana mungkin dia menantang dengan jarak yang sangat dekat? Kita yang jumlahnya banyak tidak bisa melawannya." Wanita dengan badan yang penuh darah di tubuhnya merasa sesak di dada karena pukulan batu-batu yang mengenainya. Ia juga khawatir dengan keselamatan orang yang baru datang.
"Hehh, biarkan dia mati juga. Ini kesempatan bagi kita untuk kabur." Seorang pria sendiri di antara dua wanita, ia sangat jelas lebih takut lagi. Namun ia harus melarikan diri sebelum pertarungan selesai. Tapi tubuhnya tidak merespon perintahnya. Karena sudah banyak mengeluarkan darah. Tubuhnya pun sangat lemas.
Huo Feng Huang menggunakan perisai api untuk menangkis serangan dari siluman batu. Ia juga membalasnya dengan panah api yang dikeluarkan oleh raksasa api yang melindungi tubuhnya.
"Sial! Kemampuanmu mengendalikan api sangat kuat. Bahkan bisa membuat perlindungan api sampai berbentuk raksasa. Kau sungguh tidak disangka menjadi lawanku. Tapi itu belum cukup untuk mengalahkanku." Siluman batu masih merasa akan menang. Karena baginya, api tidak akan bisa menang melawan batu. Maka ia juga membuat tubuhnya diselimuti batu-batu yang datang ke arahnya. Meski dirinya juga sudah menjadi batu yang hidup.
"Hehh, siluman batu melindungi dirinya dengan batu-batu alam. Kau hanya membuatku tertawa. Hahahaha! Matilah kau!"
Huo Feng Huang menghantam keras siluman batu dengan api yang melindungi dirinya. Raksasa api dengan kekuatan luar biasa langsung berbenturan dengan siluman batu. Menimbulkan gelombang kejut yang membuat udara, tanah dan bebatuan terhempas.
Tiga orang yang masih berdiri pun sampai terlempar jauh karena efek gelombang kejut dari benturan antara Huo Feng Huang dengan siluman batu. Keduanya kembanli menyerang dengan kekuatan penuh. Membuat batu-batu yang menyelimuti siluman batu hancur.
***
__ADS_1