
"Apa masih belum sampai? Ke mana selanjutnya?" tanya Huo Feng Huang yang dirasuki Naga Kuno. Ia membawa Zhu Hong Shen di pinggangnya seperti membawa ayam.
"Be-belum ... ma-sih di sa-na," tunjuk Zhu Hong Shen lirih. Ia tidak berdaya di tangan Naga Kuno yang tidak bisa dikalahkan olehnya. Bahkan dirinya sudah menjadi seekor burung kecil yang dengan mudah dijinjing.
Mereka sudah berada di alam langit. Tepatnya berada di bukit Merah. Di sana adalah tempat tinggal para dewa Vermilion. Sebuah gunung besar yang ada di alam langit.
"Jadi ini yang dinamakan Bukit Merah, tempat tinggal klan Burung Vermilion? Sangat disayangkan, ini akan menghabiskan separuh kekuatanku. Bahkan untuk menghancurkannya cukup mudah."
Setelah tiba di tempat tinggal dewa Vermilion, Huo Feng Huang yang dirasuki Naga Kuno melempar burung kecil yang dipegangnya. Setelah itu, ia kerahkan sebagian kekuatannya untuk membuat api besar. Namun ternyata tidak seperti yang diharapkan. Ternyata Feng Huang bangkit dari tidurnya. Ia tidak ingin dikendalikan sepenuhnya oleh Naga Kuno.
"Ternyata ini adalah tujuanmu juga? Hehh, ku pikir ini belum saatnya kita menghancurkan alam langit. Tidak dengan kekuatan ini." Huo Feng Huang sadar diri, tidak mungkin bisa mengalahkan alam langit seorang diri.
"Apa yang kau katakan? Jika kita memiliki tujuan yang sama, mengapa kau tidak membiarkanku memusnahkan tempat ini?" protes Naga Kuno.
Wajah Huo Feng Huang menjadi setengah dirinya dan setengah lagi adalah wajah Naga Kuno. Memiliki tanduk dan wajah berwana biru kehitaman. Seharusnya jika kekuatan mereka dalam kondisi prima, mereka dengan mudah menghancurkan seluruh alam langit.
"Apakah kau yakin, dengan kekuatan kita saat ini? Aku harus mencari seluruh jiwamu yang tersebar di tiga alam. Dan kau juga, bukan? Sepertinya jiwamu juga telah tersebar di tiga alam, sama sepertiku. Untuk saat ini, kita tidak mungkin bisa mengalahkan alam langit. Tapi aku berjanji, setelah kita temukan semua postingan jiwa, kita akan hancurkan alam langit."
"Hahahaha! Ucapanmu memang masuk akal. Baiklah ... hari ini aku akan mengalah padamu. Tapi aku akan bangkit sewaktu-waktu jika kau dalam bahaya. Hanya saja jika kita datang ke sini tidak berbuat sesuatu, ini akan membuatku semakin kesal."
__ADS_1
Meskipun harus menunda waktu untuk menghancurkan alam langit, Naga Kuno tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dengan tubuh Huo Feng Huang, ia menggali tanah. Tentu saja ia memiliki cakar yang kuat dan besar. Membuatnya dengan mudah untuk membuat lubang yang dalam.
Zhu Hong Shen terlalu lemah untuk menghadapi Naga Kuno. Bahkan ia tidak tahu mengapa Huo Feng Huang berbicara dengan dirinya sendiri. Tidak tahu jika dalam dirinya ada Naga Kuno yang masih memiliki jiwa. Meski hanya sedikit kesadaran, mampu mengendalikan kekuatan dalam diri Huo Feng Huang.
"Ba-bagaimana bisa ... Feng Huang, mengapa kau terlihat berbeda? Mungkinkah setelah mendapatkan Mustika Naga Kuno, kau memiliki dua kepribadian?"
Zhu Hong Shen bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Jika bisa, ia ingin memperingatkan para dewa Vermilion untuk waspada dan menangkap Huo Feng Huang karena akan menghancurkan Bukit Merah.
Pada kenyataannya, Naga Kuno tidak bisa menghancurkan seluruh alam langit. Bahkan untuk sekelas Bukit Merah, tidak bisa ia hancurkan sepenuhnya. Maka ia memutuskan untuk menghancurkan sedikit bagian bukit dari bawah tanah.
"Apa yang sedang kau lakukan? Mengapa menggali tanah di sini?" tanya Huo Feng Huang. Ia tidak tahu rencana apa yang dilakukan oleh Naga Kuno. Tapi ia tidak ingin mati mengubur diri di tempat yang tidak diinginkan.
Huo Feng Huang mengerti apa yang dimaksud oleh Naga Kuno. Ia menuruti perintahnya dan dengan tubuhnya yang semakin kuat, ia terbang lebih cepat. Setelah sampai di permukaan, mendarat di tepi lubang yang mereka buat.
"Kau tahu, apa yang harus kita lakukan dengan bukit ini? Kita akan mengeluarkan api! Masukan seluruh yang kamu bisa ke dalam sini! Kita harus menyelesaikan ini secepatnya lalu kabur! Maka sisakan sedikit kekuatan untuk kabur dari sini."
Sebuah ide yang luar biasa dari Naga Kuno. Sementara ini adalah penyelesaian yang tepat dengan kekuatannya saat ini. Dengan menghancurkan sebagian Bukit Merah, membuat hari mereka sedikt terobati.
Huo Feng Huang sendiri juga merasa memiliki dendam terhadap klan Burung Vermilion. Karena mereka juga, dirinya diusir dari alam langit dan mendapat hukuman dari dewa.
__ADS_1
Jumlah Dewa Vermilion tidaklah banyak. Namun kekuatan mereka adalah yang terkuat nomor dua saat ini. Ini karena kekuasaan dari Klan Burung Merak. Klan Burung Merak menjadi klan yang paling berkuasa di alam langit. Meski api yang dimiliki tidak lebih hebat dari Vermilion.
Bukan karena kekuatan api, Klan Burung Merak menduduki posisi teratas. Tapi karena mereka masih memiliki banyak pasukan dengan berbagai kekuatan yang bervariasi. Ada yang memiliki kekuatan es, udara, api bahkan petir. Dengan menggabungkan kekuatan mereka, mustahil untuk mengalahkan Klan Merak.
Meski Klan Burung Vermilion tidak sehebat Klan Burung Merak, kekuatan mereka masih yang terkuat saat ini, jika satu melawan satu. Hanya saja pertarungan tidak pernah satu melawan satu. Klan Burung Merak selalu membawa jumlah untuk menekan dan membuat lawannya kalah.
"Kita hanya perlu waktu sebentar, setelah kita mengeluarkan kekuatan kita. Setelah ini aku akan tertidur dan akan bangun ketika kau mendapat potongan jiwaku. Jadi, tolong jangan sampai mati di sini!"
"Kau jangan meremehkan ku. Meski tidak bisa menghancurkan ini sepenuhnya, kita akan pergi dari sini secepatnya." Huo Feng Huang masih terus mengeluarkan api dari tangannya. Ia arahkan ke lubang yang dibuat Naga Kuno.
"Apa yang sedang kamu lakukan? Kau akan menghancurkan tempat ini? Sialan kau Huo Feng Huang!" geram Zhu Hong Shen. Kekuatannya mulai membaik dan bisa berdiri dengan lemah. Ia juga bisa mengeluarkan api meski tidak sebesar milik Feng Huang. "Kau harus mati di tanganku."
Huo Feng Huang tidak dapat menghindar karena ia terlalu fokus ke arah lubang. Pada akhirnya ia terkena serangan api milik Zhu Hong Shen. Karena hal itu, membuat Huo Feng Huang menjerit kesakitan. Tidak ingin menyerah begitu saja, ia mengerahkan seluruh kekuatannya yang terakhir.
Setelah menghabiskan seluruh kekuatannya, Feng Huang melompat ke bawah dan membiarkan tubuhnya jatuh dari alam langit. Sisa kekuatan terakhirnya sudah ia gunakan untuk mengeluarkan api Feniks. Setelah itu, ia pasrahkan semua pada takdir langit.
"Tidaakk!" jerit Zhu Hong Shen karena ledakan dahsyat. Tubuhnya hancur setelah terkena ledakan tersebut. Sebagian tempat itu juga mengalami kehancuran. Ada banyak klan Burung Vermilion yang terluka akibat ledakan di Bukit Merah tersebut.
***
__ADS_1