Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Nafsu Makan Besar


__ADS_3

"Bagaimana makanannya hari ini? Apakah Nona Lianhua puas? Jika kau mau, bisa datang setiap hari." Seorang pelayan telah menyiapkan makanan banyak untuk Lianhua. Namun belum habis, malah sudah meminta lagi.


Dalam hati pria itu sangat khawatir karena gadis yang terlihat masih muda dan kurus itu makan terlalu banyak. Sudah satu meja penuh yang seharusnya untuk sepuluh orang dimakan sendiri.


"Makanan di sini sangat enak. Mungkin karena saking enaknya jadi aku tidak bisa menahannya. Aku perlu tiga kali lipat dari ini dan aku akan membawanya," balas Lianhua tenang, sambil menikmati makanannya.


Sebenarnya Lianhua merasa dirinya memang keterlaluan. Untuk mendapatkan kekuatan dari Dewi Bunga Lotus, ia harus menahan malu karena banyaknya makanan yang harus ia cerna. Ini adalah restoran ke empat yang ia kunjungi. Setiap satu restoran, ia menghabiskan makanan untuk sepuluh orang. Tapi perutnya tidak juga membesar. Seakan-akan tidak ada yang terjadi pada dirinya.


Semalam Lianhua sudah berlatih Kitab Dewi Lotus. Dan sekarang ia masih belum mendapatkan inti api dari kelopak bunga lotus di dalam ruang bawah sadarnya. Ia bahkan sudah melatih semua elemen ke tingkat tiga. Namun masih belum bisa menaklukan kelopak api.


Lianhua juga telah membuka jasa pengobatan keliling. Namanya langsung naik karena kecantikan dari Meighui Yinxing. Maka tidak heran jika orang-orang tahu siapa Lianhua sekarang. Mereka sebelumnya juga tidak percaya jika gadis yang banyak makan itu adalah tabib yang sangat hebat. Meski selalu memakai cadar, aura kecantikan selalu terpancar.


"Nona Lianhua, tolonglah anakku. Anakku sedang mengalami demam tinggi. Tapi kami tidak punya cukup uang untuk membeli obat." Seorang wanita separuh baya datang pada Lianhua dengan memohon. Wanita itu bahkan berlutut di depan gadis itu.


Karena mendengar ilmu pengobatan yang diterapkan Lianhua bahkan tidak memasang tarif, membuat mereka memanfaatkan hal itu. Apalagi reputasi Meighui Yinxing yang langsung tenar karena pernah makan bersama menteri perdagangan.


Lianhua dipercaya oleh mereka sebagai seorang Dewi Penyembuh oleh penduduk sekitar. Pengobatan di ibukota juga tergolong mahal untuk golongan masyarakat menengah ke bawah. Mendengar pengobatan dari Lianhua yang bahkan ada yang mengatakan gratis, orang-orang seakan tidak peduli.

__ADS_1


"Bibi, aku aku akan menolong anakmu. Tapi aku ingin makan terlebih dahulu. Jadi tolong jangan duduk di lantai. Kalau mau, makanlah bersamaku." Lianhua sibuk menikmati ayam yang di depannya. Ia sebenarnya merasa kasihan dengan keluhan wanita itu. Namun ia lebih kasihan pada perutnya yang sedang membutuhkan energi.


"Terima kasih, Nona Lianhua. Aku tidak bisa membalas kebaikanmu. Jadi apapun yang kamu minta, asalkan anakku bisa sembuh, akan kuberikan dengan sukarela." Melihat makanan yang jumlahnya banyak, membuat wanita setengah baya itu kalap. Ia tidak peduli dengan omongan orang-orang yang mengatainya tidak tahu malu.


"Dasar wanita tidak tahu malu. Nona Lianhua, jangan kamu beri makan wanita miskin ini! Dia hanya ingin memanfaatkan kebaikanmu saja! Sudah diberi, pasti akan melunjak!" kecam seorang pria. Ia menunjuk ke arah wanita yang sedang menikmati makanan di meja bersama Lianhua.


"Kalian jangan ada yang berisik. Aku lagi makan. Nanti aku yang akan mengurus semuanya, setelah kenyang." Lianhua bahkan tidak peduli dengan orang lain akibat rasa laparnya. Namun ia masih memiliki hati untuk menolong. Meski harus menunda urusannya terlebih dahulu. Karena jika ia mengobati dalam keadaan lapar, ia tidak konsentrasi.


Melihat nafsu makan gadis yang baru datang ke ibukota, membuat mereka menggelengkan kepala. Beberapa piring telah habis oleh Lianhua bersama wanita yang meminta pertolongan. Wanita itu akhirnya kenyang dan baru menyadari makanan di meja telah habis.


Lianhua tidak ambil pusing dengan makanan yang telah habis. Sudah sepuluh tempat makanan dikunjungi. Namun ia harus memberi jarak yang jauh saat ingin makan lagi. Karena tidak ingin orang tahu, nafsu makannya terlalu banyak.


Pemilik warung makan jalanan itu kembali dengan membawa kotak makanan yang dipesan oleh Lianhua. Ia juga telah dibayar terlebih dahulu sebelum gadis itu makan. Melihat makanan di meja telah habis, membuat pria itu menelan salivanya. Seakan tidak percaya, makanan itu sudah habis oleh dua orang wanita.


"Eh, Nona ... ini yang kau pesan, makanan yang sama dengan yang barusan dimakan." Pria itu seakan berada di alam mimpi ketika melihat sekali lagi. Lalu ia mengedarkan pandangan ke kiri dan kanan. Memang hanya ada dua orang yang makan.


"Nona, bukankah tadi ada satu meja penuh? Mengapa sekarang sudah habis?" tanya wanita yang ikut makan dengan Lianhua. Jika ia terlalu lapar pun tidak akan seperti itu. Bahkan ia sebenarnya tidak terlalu lapar saat dalam perjalanan.

__ADS_1


"Oh, aku tidak bisa membawa makanan ini. Aku akan mencari kereta untuk mengangkutnya." Lianhua bangkit tanpa menghiraukan wanita yang terlihat kebingungan.


Hanya Lianhua saja yang tidak kaget dengan makanan yang sudah habis di meja. Bahkan orang yang tadinya mengumpat pun sudah tidak ada lagi. Beberapa orang yang sedang makan pun merasa aneh karena tidak ada tambahan orang lagi.


Wanita separuh baya itu meraba perutnya dan tidak bertambah isinya. Kemudian ia melihat perut Lianhua yang bahkan terlihat lebih langsing darinya. Jikapun itu dimakan oleh Lianhua, maka perut gadis itu akan seperti orang hamil. Lain halnya jika ada makhluk lain yang tidak terlihat. Memikirkan saja sudah membuatnya bergidig ngeri.


'Hari ini masih sedikit lapar karena semalam berlatih Kitab Dewi Lotus. Kalau membuat orang curiga, aku juga akan dalam masalah. Sementara siluman bunga itu tidak ada, aku harus memanfaatkan situasi untuk berlatih. Tapi setiap kali berlatih, nafsu makanku selalu bertambah banyak,' tutur Lianhua dalam hati.


"Kalau begitu, saya akan carikan kereta, Nona. Kamu tidak perlu membayarku lagi. Apa yang diberikan Nona Lianhua sudah lebih dari cukup. Saya juga yang akan membayarkan ongkos kereta."


Pemilik kedai makanan sudah diberi emas murni yang berukuran satu kepalan. Ini memang akan membuatnya kaya dalam sekejap. Bahkan ia bisa menutup kedai makanannya untuk hari ini. Ia bisa pergi ke pelelangan untuk menjual emas yang masih utuh itu.


"Kalau begitu, terima kasih banyak. Aku akan menunggu saja di sini sebentar. Hei, Bibi. Apakah anakmu sakit demam? Namun aku rasa aku tidak perlu datang ke rumahmu. Bibi hanya perlu memberinya obat ini. Ini bisa diseduh dalam air panas. Dan juga, buka pakaian anak ibu agar panas di dalam bisa keluar melalui kulit. Obat ini bisa direbus dengan segelas air. Lalu minumkan pada anak bibi. Bisa dibantu juga, untuk mengompres dengan air hangat."


"Te-te-ri-ma ka-sih ... Nona, apa kau tidak ikut denganku?" pinta Wanita paruh baya pada Lianhua. Jika hanya mendapatkan obat saja, rasanya ia masih kurang. Apalagi yang ia inginkan sesungguhnya adalah uang. Ia tidak begitu perlu dengan obat itu.


***

__ADS_1


__ADS_2