
Kedatangan Meighui Yinxing atau biasa disebut dengan Nyonya Yin, membuat Hua Shui kaget. Padahal ia baru saja bertemu semalam untuk membicarakan bisnis. Namun tidak tahu mengapa, ia harus bertemu dengan wanita itu.
"Padahal sudah kuberi banyak uang, mengapa dia masih saja datang ke sini?" Hua Shui berpikir sebelum menerima nyonya Yin. Tapi jika tidak diterima, ia tidak bisa datang lagi ke rumah bordirnya. Karena ia selalu memiliki nafsu yang besar. Hanya di rumah bordir itu, ia merasa bahagia walau sesaat.
"Nyonya ... apa yang harus saya katakan? Saya tidak mungkin menyuruhnya pergi dari sini, bukan?" Pelayan tua itu dalam kebimbangan. Di satu sisi, ia adalah pelayan keluarga Hua. Di satu sisi lagi, ia takut kepada nyonya Yin.
"Biarkan dia masuk," pungkas Hua Shui. Ia akhirnya membiarkan wanita itu masuk ke ruangannya.
Setelah mendapatkan izin, Meighui Yinxing masuk ke ruangan. Berjalan dengan lenggak lenggok bak bebek berjalan. Tampilan siluman berusia hampir empat milenium itu pun pun menyesuaikan tampilannya.
Untuk berkultivasi selama lebih dari tiga ribu tujuh ratus tahun lamanya, ia sudah menghabiskan banyak waktu. Kesabarannya telah membuatnya setara dengan para dewi di langit. Namun ia tidak ingin berubah menjadi dewi. Tetapi ingin menjadi dirinya sendiri, seorang siluman bunga mawar.
Saat berjalan, Meighui Yinxing memancarkan aroma bunga mawar yang harum. Tangan melambai ke arah wanita yang berdiri menyambutnya tanpa ekspresi. Berbeda dengannya yang murah senyum dan sangat ekspresif.
"Yooo ... aku datang, mengapa kau bermuram durja? Ada apakah gerangan?" Meighui Yinxing tersenyum tipis, memutari Hua Shui sambil menghisap sedikit jiwanya.
Hua Shui tidak pernah tahu siapa yang ada di depannya sekarang. Yang ia tahu hanyalah wanita yang memiliki rumah bordir terbesar dan paling terkenal di kota Chunfeng. Juga seorang wanita yang selalu berpenampilan cantik dan seksi.
'Hahaha, wanita ini sungguh bodoh. Apa masalahmu tentu saja aku sudah tahu. Pasti racun mayatku sudah digunakan, ahihihii,' tawa Meighui Yinxing dalam hati.
Racun mayat yang digunakan oleh Hua Mei Mei berasal dari rumah bordirnya. Karena mencium aroma racun yang sangat kuat, maka ia datang segera mungkin. Berharap bisa mendapatkan mayat itu dan ia gunakan lagi menjadi racun yang lebih mematikan.
"Ada apa kau datang ke sini? Kurasa kau tidak tertarik dengan obat-obatan keluarga Hua. Kalau mau obat awet muda, kau bisa datang ke toko keluarga Hua, bukan?"
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak membutuhkan obatmu hari ini. Hemm ... ohh, hari ini aku hanya rindu padamu." Meighui Yinxing tersenyum manis. Menyentuh dagu wanita di hadapannya.
Hua Shui hanya diam dengan kelakuan siluman bunga mawar itu. Memang tingkahnya selalu seperti itu di depan orang lain. Bahkan saat bersama dengan bawahannya, tanpa ada batasan sama sekali.
"Ahh ... yooo ... sampai lupa. Aku sangat menyukaimu yang awet muda ini. Aku sebenarnya membutuhkan seorang gadis dari keluargamu. Kau tenang saja, pasti akan kurawat dengan baik. Hemm, dengar-dengar. Eh, dengarkan aku–"
Meighui Yinxing memberi isyarat agar Hua Shui diam. Meskipun dari tadi dirinya yang terus berbicara. Namun ia selalu bertindak secara misterius. Meskipun tingkahnya aneh, tetap saja banyak yang menaruh hormat padanya.
"Ohh, hohoho ... ku kira kamu mau bicara. Ternyata aku sendiri yang berbicara panjang lebar, hohoho." Meighui Yinxing menutup mulutnya dengan selendang yang ia kenakan.
Lalu ia duduk di tempat biasa Hua Shui duduk. Mereka duduk bersebelahan dengan tangan siluman bunga mawar itu memeluk tangan Hua Shui. Menyebarkan semerbak aroma bunga mawar yang harum mewangi.
"Apakah ... apakah kau punya seorang gadis? Aku hanya butuh satu saja, tidak ada yang lainnya. Tentu saja ini akan menjadi bisnis yang menjanjikan."
"Permintaan pasar sangatlah banyak. Ouhh ... ku dengar kau punya anak yang cantik. Eh, kalau tidak, kalau ada pelayanmu yang bisa kita–"
"Maksudmu, kau ingin menjadikan anakku menjadi pelayan di tempatmu? Maaf, aku tidak menyetujuinya. Jika mau, kau bisa ambil beberapa pelayanku."
"Yoyoyo ... jangan marah dulu, cantik. Aku tidak akan memaksamu. Aku hanya ingin seorang gadis cantik. Itu saja ... aku hanya ingin orangmu. Mengapa? Karena aku mempercayaimu. Yang menjadi pelanggan nomor satu rumah bordirku."
Tanpa diundang dan tanpa rasa malu, Meighui Yinxing memang datang membawa persiapan. Ia juga ingin menemui korban yang terkena racun mayatnya. Namun ia tidak bisa datang dengan wujud silumannya. Ia hanya bisa datang dengan wujud manusia.
Walau datang dengan wujud manusia, ia bisa mengatur semuanya. Pertama ia harus memiliki tujuan yang jelas, agar dipercaya oleh orang dari kediaman Hua. Begitupun rencana pertama berhasil, selanjutnya ia akan melakukan rencana berikutnya. Pikirannya selalu matang dan keputusannya pasti tepat.
__ADS_1
"Heh, masalah racun yang diberikan orangku, aku sudah tahu semuanya. Jadi ... aku ingin katakan padamu, racun itu sangat berbahaya. Jadi aku ingin mengambilnya kembali."
Dan inilah tujuan utama Meighui Yinxing. Ia tidak berharap bisa mendapatkan seorang gadis dari keluarga Hua. Namun membutuhkan mayat yang terkena racun mayat. Setelah mendapatkan racun mayat itu, ia akan segera pergi dan memproses pembuatan racun.
Jelas-jelas racunnya telah digunakan oleh Hua Mei Mei. Shaoshang yang terkena racun pun sudah mendapat pertolongannya pertama. Hua Shui juga menginginkan racun itu. Namun ia tidak bisa membuat racun dengan mayat korban. Tidak jika Shaoshang masih hidup. Tentu saja wanita itu tidak tahu menahu soal racun.
Dengan suara berbisik, Meighui Yinxing bertanya, "Bagaimana? Apakah kau bisa memberikan racunnya padaku? Aku akan berikan racun lain sebagai gantinya. Ngomong-ngomong, racun itu untuk siapa?"
"Ini masalah keluarga Hua. Tapi ... aku tidak bisa memberikan racunnya. Karena racun itu sudah dipakai untuk membunuh orang."
"Oohh ... kalau begitu, apakah kau sudah sukses membunuh? Baiklah, kalau begitu. Urusan racun sudah selesai. Tapi aku ingin melihat mayatnya langsung. Bolehkah?"
Sudah jelas kedatangan Meighui Yinxing hanyalah ingin mencari mayat. Meski tidak ada mayat di kediaman Hua. Yang ada hanyalah korban dari racun mayat, Shaoshang. Ia berada di ruangan rawat keluarga Hua.
"Maaf. Ini adalah rahasia keluarga. Aku tidak bisa memberitahumu masalah ini. Jadi saya mohon maaf dan urusan gadis yang kau inginkan, kau bisa memilih pelayan di sini."
"Oh ... seperti itu? Sayang sekali, sayang sekali. Padahal aku tidak ingin membunuh orang dengan racunku. Aku sangat berdosa pada dewa. Oh Dewa! Aku berdosa, aku berdosa."
Meighui Yinxing mengadahkan kedua tangan ke atas. Ia lalu bertingkah aneh lagi, dengan menyisingkan kain pakaian. Lalu ia melakukan kowtow di depan pintu.
"Dewa oh Dewa. Hamba tidak ingin membunuh lagi. Hamba hanya ingin membagi kebahagiaan pada semua pelangganku. Tolonglah Dewa Yang Agung. Oh, Dewa Welas Asih, maafkan atas segalanya."
***
__ADS_1