
"Yowhh ... akhirnya kita sampai di ibukota. Setelah melewati pemeriksaan di gerbang, kita akan sepenuhnya masuk ke dalam," ujar Meighui Yinxing. Ia terlihat tidak sabar mendapatkan banyak energi kehidupan.
Hanya dengan menghirup udara segar saja, ia bisa merasakan banyak manusia berkumpul di ibukota. Meski bertindak hati-hati, ia tidak bisa membohongi dirinya yang merasa kehausan akan energi kehidupan manusia.
"Permisi, Nyonya. Ada pemeriksaan dahulu sebelum kita masuk ke ibukota," lapor bawahan nyonya Yin.
"Hehehe ... kita tentu akan membiarkan mereka memeriksa. Atau, tunjukan benda ini pada penjaga." Meighui Yinxing mengeluarkan sebuah plakat. Menyerahkan benda itu kepada bawahannya.
"Baik, Nyonya," balas bawahan Nyonya Yin. Lalu ia pun berjalan ke depan dan menunjukan plakat yang diterimanya. Dengan menunjukkan plakat tersebut, membuat mereka lolos dari pemeriksaan.
Barang-barang yang mereka cukup banyak. Ada arak awet muda atau panjang umur yang keduanya sama saja. Itu buatan Meighui Yinxing sendiri untuk bisa mengambil energi kehidupan seseorang yang meminumnya. Ada juga obat-obatan herbal yang disediakan oleh keluarga Hua. Khususnya Lianhua sendiri yang memilih obat-obatan tersebut. Juga ada resep pengobatan yang ditulis oleh gadis itu.
"Baiklah ... maaf karena telah mengganggu perjalanan Nyonya Yin. Silahkan, kalian bisa masuk tanpa diperiksa." Penjaga yang melihat plakat milik Meighui Yinxing pun langsung mempersilahkannya. Karena wanita itu memang memiliki akses khusus dari keluarga bangsawan.
Saat melewati penjaga, Meighui Yinxing sengaja membuka jendela untuk melihat para penjaga yang gagah berani. Mereka memiliki otot yang bagus dan cukup membuat orang jahat yang lemah kabur jika melihatnya.
"Ooh, ini pasti Nyonya Yin? Maafkan atas kelancangan kami. Silahkan Nyonya melanjutkan perjalanan," ujar kepala penjaga, menyambut kedatangan wanita yang terlihat begitu anggun.
"Waahh ... benar apa yang dikatakan orang-orang. Begitu cantiknya nyonya Yin ini," gumam penjaga gerbang yang menyaksikan sendiri wajah Meighui Yinxing.
Kecantikan seperti itu memang langka dan mungkin tidak ada yang dapat menyainginya. Bagaimana tidak, hanya melihatnya saja, seperti melihat seorang dewi. Meski mereka tidak tahu dewi sebenarnya seperti apa.
__ADS_1
"Kabarnya kecantikan wanita itu bagaikan seorang dewi. Ini sungguh menakjubkan. Sungguh beruntung yang bisa melihat nyonya Yin secara langsung."
Meighui Yinxing hanya tersenyum mendengar kata-kata mereka. Meski ia mendengar, ia tidak mempermasalahkannya. Cukup dengan tersenyum dan melambaikan tangannya pada mereka, membuat hati para penjaga gerbang meleleh. Bahkan sampai meneteskan liurnya.
Sementara Lianhua sengaja bersembunyi dari orang-orang itu. Karena tidak ingin mendapatkan sesuatu yang buruk nantinya. Ia tidak perlu mengenal banyak orang. Hanya melakukan tugasnya dengan baik sebagai seorang tabib.
Banyak tabib istana yang mendengar berita tentang seorang tabib hebat dari keluarga Hua. Adapun kabar itu sudah menyebar sampai ke ibukota kerajaan. Sehingga mereka mengundang salah satu tabib yang masih muda untuk belajar bersama. Apalagi kedekatan bangsawan kerajaan dan nyonya Yin cukup akrab. Sehingga mempermudah wanita itu untuk bisa masuk ke istana.
"Nyonya Yin. Kita sudah memasuki gerbang ibukota. Selanjutnya, kita perlu mencari penginapan. Oh iya, ini plakat milik Nyonya," ucap pengawal dengan sopan.
"Kalian bisa langsung mencarinya. Mungkin aku dan Lianhua bisa jalan-jalan di area sini. Kau bisa menemukan kami, bukan?" Meighui Yinxing memang berniat menyusuri ibukota dengan kakinya sendiri. Ingin tahu keadaan ibukota yang sebenarnya sudah ia lewati beberapa ratus tahun lalu. Hanya saja sekarang sudah tidak seperti dulu lagi.
Banyak penjual makanan menjajakan dagangannya. Menarik dan memanggil orang yang baru memasuki ibukota. Ada juga perumahan yang dihuni oleh warga maupun para pejabat istana. Jalana yang padat merayap, membuat suasana ramai dan menyenangkan bagi wanita siluman bunga mawar.
Lianhua cukup memakai cadar untuk menutupi wajahnya. Sementara Meighui Yinxing tidak memerlukan itu. Tentu saja perhatian paling besar ditunjukkan kepada wanita siluman itu. Walau ada beberapa yang melirik Lianhua karena rasa penasaran.
"Lihat, bukankah mereka wanita yang turun dari kereta di sana? Wah, cantik sekali dia," ucap seorang wanita muda yang merasa cemburu tapi tidak bisa melewatkan kecantikan luar biasa.
"Seumur hidupku, baru kali ini melihat seorang Dewi. Tunggu, kenapa yang satunya menutupi wajahnya? Apa untuk menutupi kecantikannya atau hanya merasa kalah cantik?"
"Tidak penting semua itu. Yang penting aku melihat bidadari turun dari kereta kuda. Aku akan mengincar wanita cantik di sana."
__ADS_1
"Tidak! Wanita itu untuk aku. Kau yang pakai cadar saja! Pasti dia juga tidak kalah cantik. Hanya saja belum jelas wajahnya. Tapi kelihatannya cantik juga."
"Kau mau merebut dewi itu dariku? Jangan harap bisa melakukannya!" Tidak terima dengan orang lain, ia memukul pria di hadapannya. Dan akhirnya menimbulkan perkelahian.
Banyak yang beradu pukulan karena aura kecantikan Meighui Yinxing. Ia memang sengaja melakukan itu untuk mengetes kekuatannya. Dan sekarang sudah berhasil sampai tahap itu. Bahkan karena dirinya, banyak yang berharap bisa membawanya pulang. Tidak jarang juga ada yang ingin menyentuhnya. Namun wanita itu lebih pintar menghindar.
Ada beberapa pemuda yang penasaran dengan wajah di balik cadar. Bahkan ingin dekat dengan Lianhua yang menutupi wajahnya. Tapi semua bisa melihat rambut dan penampilannya yang kemungkinan memiliki wajah cantik. Apalagi dia terlihat masih muda jika dilihat dari bagian depannya.
"Nona muda, apakah kau tidak keberatan memberitahu namamu?" tanya seorang pemuda tampan dan memegang sebuah kipas. Menunjukkan kalau dirinya adalah seorang terpelajar. Ia juga berpenampilan sopan dan menarik. Siapa wanita yang tidak terpesona, hanyalah beberapa orang saja.
"Kau begitu berani menggoda gadis muda ini. Bagaimana kau bisa langsung begitu? Seharusnya kau perkenalkan diri sebelum bertanya. Halo Nona cantik, kenalkan namaku adalah Lian Fen . Siapakah nama nona cantik ini?"
"Namaku An Xiang. Aku adalah seorang pelajar nomor tiga di ibukota. Dan kemungkinan aku akan menjadi pejabat suatu hari nanti."
"Hahaha! Kau memamerkan hal itu untuk mendekati seorang gadis? Lebih baik kau pergi dari sini. Sebelum orang tuaku yang benar-benar seorang pejabat istana datang menghancurkan rumahmu," ancam Lian Fen. Ia tidak suka diganggu oleh saingan yang selalu mengandalkan peringkat ujian yang dilaksanakan oleh istana.
"Mungkin orang tuamu adalah pejabat. Tapi itu hanya akan menjadi masa lalu. Kau sendiri belum tentu bisa mengikuti jejak ayahmu. Lebih baik tidak mengandalkan jabatan orang tua, demi berkenalan dengan seorang gadis."
"Heyyy ... kalian pemuda yang tampan dan gagah. Tapi putriku ini sudah dilamar oleh pangeran dari timur. Kalian jangan coba-coba mendekati putriku ini." Meighui Yinxing menarik Lianhua seketika karena tidak ingin digoda mereka.
Namun ekspresi mereka tampak terkejut dan meneteskan liur karena melihat aura yang terpancarkan oleh nyonya Yin. Bahkan jika tidak bisa mendekati gadis itu, mereka bisa melihat wanita dewasa yang tetap menggoda. Tidak masalah jika harus menikahi wanita dewasa itu asalkan setiap hari bisa bertemu dan melakukan kesenangan bersama.
__ADS_1
***