Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Makanan Hilang


__ADS_3

"Hilang? Kenapa makanannya sampai hilang? Hey, jangan becanda denganku, orang tua." Terlihat Meighui Yinxing geram. Karena ia yakin, semalam baik-baik saja. Tapi mengapa bisa, bahan makanan telah hilang.


"Tidak tahu, Nyonya. Jadi saat kami bangun tidur, tiba-tiba lebih dari setengah bahan makanan telah hilang," jawab kuli angkut yang juga kebingungan.


"Apakah hanya makanan saja? Lalu bagaimana dengan obat-obatan yang kita bawa?"


"Tidak ada masalah, Nyonya. Hanya lebih dari separuh persediaan kita telah hilang. Kalau yang lainnya masih utuh. Hanya jagung dan ubi saja yang hilang seluruhnya. Tinggal beras dan sayuran yang masih tersisa."


Jawaban dari kuli angkut membuat wanita itu heran. Bukan tidak bisa dipercaya, ini adalah kejadian yang tidak semestinya. Seharusnya tidak ada yang bisa mengambil makanan tanpa ketahuan. Bahkan jika itu orang yang ada dalam rombongan, pasti akan menimbulkan suara. Jika itu dilakukan satu orang, tidaklah mungkin. Jika harus membawanya, seharusnya tidak akan jauh dari tempat itu.


"Ya sudah, sekarang kau bekerja seperti biasa. Saya akan menyuruh bawahanku untuk memeriksa sekitar. Kalian memasak apa yang ada dulu. Nanti saat tiba di kota terdekat, kita isi bahan makanan kembali."


"Baik, Nyonya. Saya akan melaksanakan yang diperintahkan. Kalau begitu, saya pamit terlebih dahulu," pamit pria paruh baya itu. Ia pun meninggalkan Meighui Yinxing yang terlihat baru bangun tidur. Tapi sudah terlihat rapi dan cantik.


Setelah mereka mendapat perintah langsung, mereka mengerjakannya. Sudah menjadi tugas para kuli angkut, menyiapkan makanan yang disediakan mitra kerjasamanya. Kuli angkut dari kota Chunfeng, memang banyak, mereka bekerja untuk para bangsawan dan pengusaha untuk mengantar barang. Namun mereka tidak punya orang ahli bela diri. Jika ingin mengandalkan jasa mereka, harus menyiapkan ahli bela diri sendiri. Karena mereka tidak ahli bela diri itulah, membuat mereka mau melakukan apapun. Asalkan jasa mengantar barang berjalan dengan baik. Meski mereka terkadang harus bertaruh nyawa.


Sudah banyak kasus kuli angkut yang mati dalam perjalanan mengantar barang. Di antara mereka adalah warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau sekedar mencari sesuap nasi untuk keluarga. Tanpa mempedulikan keselamatan mereka.


Mendengar bahwa Meighui Yinxing memerlukan jasa angkut barang, membuat mereka menawarkan diri untuk ikut. Karena mereka sudah mendengar tentang wanita itu. Jika mengikutinya, dijamin selamat sampai rumah kembali.

__ADS_1


"Kita beruntung kali ini karena mengikuti nyonya Yin. Sebaiknya kita tidak mengeluh karena kekurangan makan. Kita bisa selamat dan dapat upah sedikit saja sudah untung. Ayo kita lanjutkan memasak. Kita tidak boleh terlambat."


"Iya, lebih baik seperti itu. Kita memang beruntung kali ini. Kudengar orang yang kemarin ketinggalan, hampir saja mati karena bandit yang menyamar. Untungnya bawahan nyonya Yin bisa mengatasinya. Benar-benar, kali ini kita berada di tempatnya orang hebat."


"Hahaha! Andaikan aku bisa masuk ke dalam rumah bordirnya, walau hanya semalam, tidak masalah kalau harus bekerja seumur hidup."


"Ah, gila kamu. Ingat, kita hanya orang miskin. Bagaimana mungkin kita bisa masuk ke sana? Hanya orang-orang yang punya uang, yang dapat masuk ke sana."


Meski tahu Meighui Yinxing seorang pemilik rumah bordir, mereka tetap saja tidak peduli. Pekerjaan dan keinginan mereka hanya angan sendiri. Tanpa tahu wanita itu bisa mendengar mereka berbincang. Dengan jarak sejauh itu, mereka tidak bisa lolos dari Meighui Yinxing.


"Dasar orang-orang bodoh itu. Berharap terlalu banyak, hanya akan menyakiti diri sendiri. Jika tidak mampu, bekerja keraslah hingga kamu mampu. Tapi jika kau tidak mampu, maka jangan sekali-kali berharap sesuatu yang mustahil."


"Maksud Nyonya?" tanya seorang siluman yang berada di dekat nyonya Yin.


"Kami akan melaksanakan perintah, Nyonya. Kami berangkat sekarang." Tanpa lama-lama, mereka pun berangkat untuk menjalankan tugas.


Menyisir sekitar tempat peristirahatan. Mereka menyebar dengan cepat ke segala arah. Hingga menggunakan keterampilan qinggongnya. Kemampuan itu sudah banyak yang menguasainya. Banyak ahli bela diri yang bisa melakukan hal itu. Jadi sudah wajar jika anak buah nyonya Yin itu bisa melakukannya. Orang-orang yang bekerja sebagai kuli angkut pun sudah tidak kaget lagi. Bahkan sudah menduga, mereka benar-benar praktisi bela diri.


Sementara Meighui Yinxing sendiri ingin bersantai sejenak. Membiarkan orang-orang bersantai. Karena tidak begitu penting juga baginya. Sebagai seorang wanita, menyembunyikan segala hal dalam dirinya, tidak mudah dilakukan. Apalagi harus menyembunyikan identitasnya sebagai siluman. Bahkan semua bawahan siluman tidak akan tahu siapa dirinya sebenarnya. Yang tahu saat ini hanyalah dirinya sendiri dan Lianhua.

__ADS_1


"Eh, gadis itu ... apa dia belum bangun juga? Akhir-akhir ini dia banyak makan dan tidur. Mungkin tanda-tanda sedang mengandung anak dari tuan Lin?"


Baru beberapa hari Lianhua dan Guan Lin bersama dalam satu malam di kamar. Namun tanda-tanda itu sudah muncul. Membuat wanita siluman itu bingung. Bisa saja sebelum bertemu dengan Guan Lin, sudah pernah terlibat percintaan dengan orang yang pernah ia hadapi. Seorang pemuda yang terlihat kuat dan ahli bela diri. Tapi tidak ia sangka, akan menemukan sesuatu yang aneh menurutnya.


"Ternyata benar, dia benar-benar suka tidur sekarang. Aduuuh ... bagaimana jika sudah menikah nanti? Ayo-yo-yo-yo, sudah waktunya bangun! Kita akan segera berangkat hari ini."


"Ahh ... huaahh ... sudah pagi, kah? Nyonya Yin? Kita sudah berada di mana?" tanya Lianhua berpura-pura masih mengantuk. Namun dengan tampilan yang sangat rapi. Karena ia sudah mandi dan makan banyak hari ini. Ia juga tidak perlu lagi mandi dan makan sampai nanti malam.


"Kita masih di tempat kemarin. Kenapa kamu tidur di waktu begini? Heyyy, aku mau tanya padamu, hemmm ...."


"Ada apa? Apa Nyonya Yin memerintahkan sesuatu padaku?" Bahkan Lianhua tidak ada kecanggungan lagi. Meski belum genap satu minggu mengenalnya.


"Ohhh ... tidak apa-apa. Hanya saja, rasanya aneh. Kira-kira apa yang aneh, yah? Ahh, mungkin karena sudah tua, membuatku pikun. Aku sudah hidup selama tiga ribu tujuh ratus tahun. Tentu sudah bukan wanita muda lagi."


Meski baru tahu usia Meighui Yinxing yang sebenarnya, Lianhua tidak kaget sama sekali. Ia terkesan biasa dan tidak ada rasa khawatir lagi. Ia tahu, dirinya tidak akan mengalami hal-hal tidak diinginkan. Karena jika iya, tidak ada cara lain untuk melarikan diri dari siluman bunga mawar merah.


"Ah, aku sampai lupa menanyakannya padamu. Sebenarnya, pria yang ku lawan waktu itu, ada hubungan apa denganmu? Kurasa dia sangat kuat dan bukan orang sembarangan."


"Ooh, dia? Mungkin maksud Nyonya, dia adalah Huo Feng Huang? Dia hanya iblis kecil yang mengaku sebagai raja iblis. Jadi lupakan saja dia."

__ADS_1


Meski berkata untuk melupakannya, tetap saja ada rasa khawatir yang menyelimuti. Bagaimana keadaannya sekarang pun belum tentu. Ia hanya mendapat kabar dari ibunya, keadaan pria itu baik-baik saja. Hanya perlu beberapa saat untuk meningkatkan kekuatannya. Jadi yang bisa dilakukan adalah percaya pada Hua Tianzhi.


***


__ADS_2