
"Selanjutnya, suamiku yang kedua, juga telah dibunuh oleh suamiku yang ketiga. Apakah Tuan tahu, aku sampai menangis darah saat itu. Melihat suami ke diaku dibunuh dengan kejamnya."
Lou Zhuzho menelan salivanya, mendengar pernyataan Meighui Yinxing. Ia bahkan tidak bisa membayangkan apa jadinya, kalau dirinya melihat itu semua. Membayangkan hubungan semua suaminya, membuatnya tidak yakin, masih mau mendekati wanita di depannya.
"Dan untuk suami pertamaku, ahhh ... aku tidak sanggup berkata-kata lagi." Meighui Yinxing meneteskan air mata sambil akting bersedih. Ia menatap ke arah Lianhua sebentar dan ia menangis sesenggukan.
"Nyonya ... jika. Tidak bisa, tidak perlu kau katakan lagi. Aku tidak akan bertanya lagi." Pria itu sangat ketakutan ketika mendengar pembunuhan demi memperistri nyonya Yin itu. Padahal ia sudah berharap wanita itu menjadi salah satu selirnya. Bahkan bisa ia jadikan sebagai permaisurinya.
"Ahh ... tidak apa-apa, Tuan. Ini juga sudah lama. Kejadian itu membuatku sangat frustasi. Karena saat itu aku sedang mengandung Lianhua. Saat mengandung delapan bulan, aku menjadi seorang janda."
Untuk beberapa saat, Meighui Yinxing tidak mengatakan apapun. Ia menunggu waktu yang tepat dan membuat seolah-olah kejadian itu merupakan hal yang sebenarnya. Meski ia tidak pernah berniat menikah selama hidupnya. Namun ia sudah menikmati lebih dari ribuan pria tampan hingga mati.
"Dan ... suami pertamaku adalah orang yang telah membunuh ayahku. Kau tahu, ayahku tidak setuju kami menikah. Hingga pada akhirnya kehadiran anak di kandunganku, dia menikahiku. Juga membunuh ayahku saat aku sedang mengandung tiga bulan. Aku hanya beberapa bulan saja bersama suami pertamaku, Tuan."
Yang diceritakan Meighui Yinxing terlalu banyak. Wanita itu juga sudah menyebarkan wewangian untuk dihirup orang-orang yang ia lewati. Kali ini ia sedikit memodifikasi arak awet mudanya dengan membuat gas yang bisa melewati udara. Ini lebih efektif daripada arak karena bisa menyebar ke segala arah. Itu juga tidak menimbulkan banyak kecurigaan.
"Ah, yoohhh ... kenapa aku masih mengingat ayahnya Lian'er-ku? Kasihan dia, huhuhu. Baru dari dalam kandungan, sudah kehilangan ayahnya. Tapi aku juga sedih, kehilangan orang tuaku yang terakhir. Dan ibuku juga telah mati saat aku masih kecil."
__ADS_1
Kisah tragis yang dikatakan oleh Meighui Yinxing membuat Lou Zhuzho semakin frustasi. Ia juga menghirup aroma bunga mawar yang diambil dari ekstrak siluman bunga mawar, Meighui Yinxing sendiri. Dengan mengekstrak bagian dari dirinya, menjadi cairan atau parfum. Itu tidak akan mempengaruhinya karena setiap melakukannya, ia akan mendapatkan kembali kekuatannya.
"Aku ... aku tidak tahu nasibmu seperti itu. Anu ... se-sepertinya saya ada urusan mendadak." Lou Zhuzho sudah kepalang takut menghadapi wanita itu. Ia bahkan tidak bisa mengontrol tubuhnya yang gemetaran.
"Ouuh ... hohoho ... uhhh ... hikss. Lihatlah, Lian'er-ku ... dia. Orang ini juga tidak mau berteman dengan ibu. Huhuhu, apa yang telah ibu lakukan? Mengapa dia takut sama ibu? Oohh, kepalaku pusing, Lian'er. Tolong pijat kepalaku, Lian'er."
Meighui Yinxing membaringkan kepalanya di pangkuan Lianhua. Ia juga berpura-pura menangis terisak. Karena tujuannya adalah mendekati para menteri, ia juga akan memberikan sesuatu yang membuat orang-orang itu tahu siapa dirinya. Bukan seorang siluman, melainkan dirinya yang menjadi seorang janda yang terlihat malang. Yang akan mendatangkan banyak pria padanya.
"Tu-tunggu ... bukankah aku mengajak kalian makan? Nyonya Yin, bagaimana kalau kita mampir ke restoran di kota Jiangsu ini. Bagaimana jika ku ajak kalian makan di restoran seberang sana. Makanan di sana sungguh enak."
Niat Lou Zhuzho untuk membawa Meighui Yinxing ke rumahnya ia urungkan. Ia tidak ingin sampai istrinya tahu di rumah. Juga jangan sampai membuat kedua wanita saling membunuh. Atau bisa saja dirinya yang terbunuh nantinya. Ia harus berhati-hati setelah mendengar penuturan wanita di hadapannya.
"Iya, Ibu," balas Lianhua pelan. Ini kedua kalinya ia memanggil wanita sebagai ibunya. Namun ia tahu, hanyalah pura-pura saja. Ia menuruti permintaan ibu pura-puranya itu.
"Bagus ... ilmu pengobatanmu lebih hebat dari ibu. Ibu sangat merepotkanmu, Lian'er. Maafkan ibu karena tidak bisa membuatmu bahagia. Andaikan ayahmu masih hidup, kita tidak mengalami ini semua."
Lianhua tidak habis pikir, mengapa ia malah membantu wanita siluman yang jahat itu. Ia bahkan menuruti permintaan wanita itu. Bahkan ibu kandungnya saja tidak merasa khawatir, dia berada di sisi Meighui Yinxing.
__ADS_1
'Ibu ... di manakah kamu sekarang? Apakah kamu sudah melupakanku?' batin Lianhua mengingat Hua Tianzhi. Ia sudah berpisah lebih dari seminggu dengannya. Bahkan ia belum mengingat masa lalunya seperti apa. Ia hanya tahu, dirinya adalah keturunan seorang Dewi Bunga Lotus.
"Apakah kamu banyak pikiran, Lian'er? Tenanglah ... tuan Lin tidak akan melupakan janjinya padamu. Setelah kita menyelesaikan urusan kita, kita akan kembali ke kota Chunfeng."
Meighui Yinxing melihat Lianhua yang bersedih dan masih mengira mengingat Guan Lin yang baru pertama ditemuinya. Padahal pria setampan itu juga merupakan tipenya. Namun ia tidak peduli karena sudah merasakan lebih banyak pria tampan selama ribuan tahun hidupnya.
"Iya, Bu. Aku tidak apa-apa. Mana yang sakit? Aku akan memijatnya." Ia tidak menyangkal dalam hatinya, ia merindukan seorang yang sama. Guan Lin atau yang identitas aslinya Hua Tianzhi, ia sangat merindukannya. 'Apakah Feng Huang juga baik-baik saja?'
"Kita akan segera sampai di restoran Jiangsu. Kalian bisa istirahat sambil minum teh di sana. Karena restoran itu memiliki tempat untuk tamu khusus." Lou Zhuzho terlihat kecut saat mengatakan itu. Menggelengkan kepalanya sesaat dan berdecak.
Setelah beberapa saat melakukan perjalanan, mereka akhirnya tiba di depan restoran yang ramai. Itu adalah restoran yang termasuk paling besar di ibukota. Lou Zhuzho pun mengajak mereka untuk masuk ke dalam restoran.
"Kalian bisa masuk ke dalam restoran bersamaku. Mari kita masuk ke dalam, Nyonya Yin dan Nona? Ouhh, Nona Lianhua?" Karena ia bingung memanggil Lianhua, ia memanggilnya dengan sebutan itu. Ia juga tidak tahu marga Lianhua. Apakah ikut ibunya atau ayahnya.
"Terima kasih, Tuan Lou. Aku dan putriku sangat senang bertemu denganmu. Mari kita masuk ke dalam. Kurasa aku sudah lapar karena perjalanan jauh." Meighui Yinxing menarik Lianhua pelan. Untuk diajak bersama masuk ke dalam restoran.
Mereka bertiga masuk ke dalam restoran. Diikuti oleh pengawal Lou Zhuzho. Sementara pengawal Meighui Yinxing tengah mengawasi dari tempat jauh. Mereka akan maju ketika majikannya memerlukan bantuan. Mereka bertindak berdasarkan situasi yang ada. Jika keadaan aman, mereka hanya diam. Jika dirasa ada bahaya, mereka akan menyelesaikannya.
__ADS_1
***