
Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, di depan mansion milik Meighui Yinxing sudah berkumpul beberapa orang. Mereka ada delapan orang yang datang. Sebelumnya ada lebih dari sepuluh orang. Namun mereka masih belum percaya akan diberi banyak uang. Akhirnya ada sebagian dari mereka yang mangkir.
"Apa mereka masih menerima kita? Kita datang hanya delapan orang. Tidak mungkin kita bisa membawa barang banyak, bukan? Apa mereka tidak akan marah?"
"Kita harus menghadapi saja. Setidaknya kita sudah datang dengan jujur. Semoga saja mereka bisa mengerti. Kita harus mengantar barang ke istana, bukan? Demi anak dan istri di rumah, kita harus mengambil resiko. Apakah kita akan mengambil resiko jika tidak bisa membawa tidak sesuai dengan yang seharusnya?"
"Apakah kita pulang saja? Ini lebih baik jika kita pulang dengan aman. Istana tidak sepenuhnya aman jika kita tidak taat. Lihat juga pakaian kita. Bagaimana kita bisa masuk ke istana dengan pakaian seperti ini?"
Meski mereka adalah pekerja kasar yang menjadi kuli angkut, mereka tidak ada keberanian masuk ke istana. Akibatnya mereka masih bingung karena mereka pikir, pakaian mereka tidak cocok jika masuk ke aula istana. Karena mereka tidak memiliki pakaian mahal yang cocok dengan mereka.
"Hei, bukannya kita datang untuk bekerja? Saya juga sudah menantikan ini sejak lama. Kita memakai pakaian yang layak kurasa. Karena kita adalah kuli panggul. Bukankah kalian kuli panggul yang memiliki harga diri?"
Seorang pria dengan kumis dan jenggot panjang mengenakan pakaian lebih buruk dari mereka. Tapi terlihat gagah dan meski terlihat kotor. Itu adalah Huo Feng Huang yang menyamar menjadi pria berkumis dan berpenampilan seperti pengemis atau gelandangan. Ia sengaja melakukan itu dan melihat reaksi Lianhua nanti. Ia juga tidak mengenal orang-orang di depannya. Begitu juga sebaliknya, Huo Feng Huang bukan bagian dari mereka.
"Kau siapa? Sepertinya kamu tidak datang bersama kami. Apakah kau juga datang untuk bekerja di sini? Mengantar barang ke istana?" tanya seorang pria.
"Iya, kita sama-sama disuruh untuk mengantar barang. Aku juga tidak sengaja bertemu dengan nona cantik itu. Setidaknya kita masih bisa bekerja untuknya. Kan dia yang mengajakku untuk bekerja, tentu saja dia juga yang harus bertanggung jawab dengan keamanan kita semua."
"Apakah kita akan aman jika kita mengikuti nyonya Yin? Dia adalah orang yang tidak kami kenal. Tapi mereka berdua datang ke tempat kami tiba-tiba dan langsung memberi kami sejumlah uang."
__ADS_1
"Uang sudah kalian terima, bukan? Apakah kalian tidak akan bekerja karena sudah mendapatkan uang? Bukannya kita semua berhutang pada mereka? Kalau tidak, kalian bisa kembalikan uangnya."
Huo Feng Huang tetap mencoba membuat mereka percaya. Ia juga tidak tahu apa yang akan diantar Lianhua. Karena tidak mendengar pembicaraan sepenuhnya. Ia juga datang tanpa persiapan. Tapi tetap harus waspada pada Siluman Bunga Mawar, Meighui Yinxing.
"Mungkin kamu ada benarnya. Kita akan bekerja apapun yang terjadi. Mereka mempercayakan kami sebagai orang yang akan mengantar barang. Tapi apakah kita cukup orang?" tanya seorang pria tua yang tubuhnya tidak sekuat dulu. Namun masih datang untuk mencoba. Sebelum ia menyesal karena datang ke tempat yang sudah ditentukan.
"Iya, benar. Kita tidak tahu apakah mereka memiliki banyak barang atau tidak?" tanya seseorang lagi yang hampir tidak percaya diri.
"Kalian tenang saja. Kami sebenarnya bisa membawa ini dengan empat orang saja. Tapi karena sudah datang, kalian masuk terlebih dahulu. Saya memiliki pakaian untuk kalian kenakan untuk masuk istana." Meighui Yinxing membuka gerbang dengan sebuah senyuman di bibirnya. Menyuruh semua orang untuk masuk.
Mendengar ucapan wanita itu, lantas membuat mereka merasa lega. Mereka bisa memakai pakaian yang layak untuk masuk ke istana. Apalagi wanita itu sudah mengatakan sesuatu yang menenangkan dengan aura kecantikan yang terpancarkan.
Mendengar ucapan Meighui Yinxing, membuat mereka langsung masuk ke dalam. Tidak terkecuali Huo Feng Huang yang menyamar. Karena menyembunyikan aura dan kekuatan, membuat wanita itu tidak merasakannya. Bahkan mereka semua mengganti pakaian mereka tanpa masuk ke ruang ganti.
Meighui Yinxing tidak mempermasalahkan itu semua. Bahkan ia melihat para pria berotot itu tanpa pakaian. Itu sudah terbiasa ia lihat orang-orang seperti itu. Sebelumnya saat membuka rumah bordir pun ia sudah melihat banyak orang tanpa pakaian di tempatnya.
Meski para pekerja baru itu terlihat lebih kotor dan tidak pintar merawat diri sendiri. Setidaknya dengan mengganti pakaian, mereka sudah terlihat lebih segar. Mereka langsung menyerbu makanan di meja besar. Makan sesuka hati mereka. Tanpa ragu mereka tidak takut akan apapun.
Huo Feng Huang tidak melihat keberadaan Lianhua sejak tadi. Ia bertanya-tanya dalam hati, di mana gadis itu berada. Karena tujuan utamanya adalah untuk bertemu dengannya. Tidak peduli apa, ia harus mengajaknya pergi bersama. Karena itu sudah menjadi permintaan dari Hua Tianzhi.
__ADS_1
"Kalian makanlah terlebih dahulu. Karena Lianhua sedang memeriksa obat-obatannya terlebih dahulu. Setelah ini kalian bisa membawa obat-obatan ke istana bersama kami. Di sana ada gerobak angkut. Kalian nanti bawa itu ke belakang dan ikuti instruksi Lianhua, apa saja yang harus dibawa."
"Baiklah, Nyonya Yin. Kami akan bekerja sebaik mungkin. Kau sangat baik pada kami, Nyonya. Kami pasti akan bekerja sekuat kami."
"Benar, Nyonya. Kami akan melakukan yang terbaik agar tidak mempermalukanmu dan nona muda. Wah, makanannya sangat enak."
Meighui Yinxing tersenyum lalu dan duduk sambil menikmati secangkir teh. Ia duduk dengan santai dengan pakaian yang sudah ia kenakan sejak pagi. Aksesoris pun ia tidak melupakan juga.
Selesai makan, mereka istirahat sejenak, kemudian Meighui Yinxing menyuruh mereka masuk ke dalam ruangan obat disimpan. Di sana Lianhua memberikan perintah pada orang-orang itu. Agar mereka membawa obat-obatan yang ia tunjuk. Akhirnya Huo Feng Huang bisa bertemu dengan Lianhua dari jarak dekat.
"Huo Feng Huang?" ucap Lianhua yang merasakan kehadiran pria itu. Ia tidak tahu mengapa merasa pria itu ada di dekatnya.
'Apa Lianhua mengenaliku? Wah, bisa gawat kalau wanita siluman itu juga mengenaliku. Tapi semoga saja tidak,' ucap Huo Feng Huang dari dalam hati. Ia mendekat ke arah Lianhua untuk membawa obat yang ditunjuk.
"Yang di kotak ini jangan di bawa. Oh, ini juga kalian bawa, yah. Kalian berdua, bawa kotak ini. Ini harus dua orang. Lalu kau, bawa ini. Ini obat yang ringan. Jadi bisa membawa sendiri, kan? Oh, dan kamu–"
Lianhua tidak sengaja menyentuh tangan Huo Feng Huang. Ia merasakan kehadiran pria yang sudah lama tidak bertemu. Namun ia tidak bisa menyimpulkannya begitu saja. Terakhir kali Hua Tianzhi juga menyamar untuk bertemu dengannya. Namun ia merasa yang menyentuh tangannya adalah Huo Feng Huang.
***
__ADS_1