Lianhua Nushen

Lianhua Nushen
Serigala Bercula Satu


__ADS_3

"Nona, coba kamu pikiran kembali. Bukit belakang adalah bukit yang sangat berbahaya. Walaupun aku bisa menemanimu ke sana, nyawa kita juga akan dipertaruhkan."


"Kakak Dong, kamu tenang saja. Tidak mudah memasuki tempat seperti itu. Namun aku bisa melewatinya sendiri. Bisakah tolong tunjukan jalannya?"


"Kau sungguh akan datang ke bukit itu? Kau sebaiknya jangan gegabah, Nona. Bahkan orang terhebat di kota ini tidak ada yang percaya diri untuk memasuki bukit itu. Sebaiknya kau tidak masuk ke sana. Aku akan membujuk tabib Li agar menyelamatkan suamimu."


"Kenapa kau selalu menyebutnya sebagai suamiku? Aku belum menikah, Kak Dong. Dia adalah orang yang berulang kali menyelamatkanku. Dia juga dipercaya ibuku untuk menjagaku. Kurasa hanya itu saja yang bisa kukatakan. Aku akan pergi sekarang juga."


Tanpa mempedulikan pendapat dari Dong, Lianhua meninggalkan rumah tabib. Ia berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat yang terlihat paling tinggi. Bukit belakang yang memiliki banyak tanaman obat.


Melihat Lianhua pergi begitu saja, Dong ingin menyusulnya. Namun ia bahkan tidak melihatnya lagi. Lari gadis itu terlalu cepat untuk kecepatannya. Bahkan tidak bisa dibilang sebagai manusia biasa.


"Aku hanya menyuruhnya mengambil rumput rumbai darah. Siapa sangka dia malah menyetujuinya dengan cepat. Kenapa ada orang yang begitu bodoh masuk ke dalam sana?"


"Tabib Li. Lihatlah gadis itu sangat tulus untuk menyelematkan pria ini. Bagaimana mungkin kau tidak mau menyelamatkan mereka?"


Wanita itu berpikir sejenak dan mengangguk setuju. Memang benar yang dikatakan oleh pria besar itu. Ia memang tidak pernah ingin membantu bangsawan. Karena terlalu banyak bangsawan yang menginginkan pengobatan darinya, mereka bisa saja menyamar sebagai warga miskin biasa.


Tapi Lianhua dan Huo Feng Huang tidak seperti bangsawan pada umumnya. Tampilan mereka terlihat lusuh dengan pakaian yang sudah robek karena suatu hal. Terdapat juga ada bekas luka bakar pada pakaian mereka.


Li Ning telah melihat semuanya dengan jelas. Sebagai seorang tabib, ia sudah melayani orang-orang dengan berbagai macam penyakit. Namun ia hanya menerima orang miskin dan tidak memungut biaya sama sekali.


'Bukit belakang tidak terlalu buruk jika tidak memancing serigala bercula satu. Namun kali ini gadis itu tidak beruntung jika bertemu dengan mereka.'

__ADS_1


"Aku akan menyusul gadis itu. Apakah kau memiliki obat luka untuk berjaga-jaga?" pinta Dong. Ia berharap tidak terlambat menyelamatkan Lianhua.


"Aku hanya bisa memberikan obat ini untukmu. Akhir-akhir ini aku kurang enak badan. Jadi tidak banyak membuat obat. Jadi kau bawalah beberapa. Jangan sampai mati di sana. Jika bisa, bawa gadis itu kembali meski tidak mendapatkan apa yang kuminta."


"Terima kasih, Tabib Li. Aku akan menghentikan gadis itu." Dong menerima obat dan berlari ke arah bukit. Ia berharap bisa menemukan Lianhua dengan cepat.


Mencoba menghentikan langkah Lianhua yang bahkan sudah tidak terlihat lagi. Dong hanya bisa memiliki kekuatan lebih besar dari orang lain. Tidak memiliki kecepatan gerak seperti Lianhua. Ia awalnya juga kaget melihat pergerakan gadis itu yang tidak seperti orang biasa.


'Sebenarnya siapa gadis itu? Mengapa gerakannya sangat cepat? Apa aku tidak bisa menyusulnya?' Dong melewati semua rintangan yang ada di depan. Mencoba memasuki hutan yang rindang.


Sementara Lianhua tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat tujuan. Ia melihat puncak bukit dan melihat beberapa ekor kupu-kupu. Kupu-kupu itulah yang menunjukkan tempat serigala bercula satu. Ia pun melihat rumput rumbai darah.


"Terima kasih kupu-kupu. Sekali lagi aku diselamatkan oleh kalian. Hemm, kupu-kupu hutan memang sangat baik padaku. Meski kehidupan kalian sangat singkat. Namun keindahan kalian sangatlah menakjubkan."


Rumput rumbai darah adalah rumput yang tumbuh di puncak bukit. Ia melihat serigala bercula satu mengelilingi tanaman tersebut. Sebuah tanaman berbentuk rumput dengan beberapa rumbai yang seperti aliran darah. Di dalamnya memiliki getah berwarna merah darah dan akan tercium bau darah jika terkena goresan.


"Ini tidak terlalu sulit untuk mendapatkan rumput itu. Dan di sini adalah tempat yang tepat untuk menanam rumput ini. Dan serigala bercula satu itu terlihat sangat berbahaya."


Sebelum mendapatkan rumput rumbai darah, Lianhua melihat situasi terlebih dahulu. Ia melihat serigala-serigala itu sedang tidur pulas. Namun ia tidak bisa menggangunya. Ia berjalan dengan hati-hati agar tidak membangunkan mereka.


"Hahh ... sangat sulit untuk datang ke tempat ini. Sampai semua temanku meregang nyawa." Seorang pria berjalan dengan santainya. Ia sudah melihat semua teman-teman yang ia bawa tewas setelah melawan beberapa hewan buas.


Pria yang merupakan seorang petualang. Memiliki tugas untuk mencari rumput rumbai darah. Ia sangat senang ketika hanya dirinya yang bisa selamat dan kemungkinan besar mendapatkan semua pujian dan harta yang banyak.

__ADS_1


Suara pria itu bahkan sudah membuat serigala bercula satu terbangun. Melihat Lianhua dan pria bersenjatakan pedang besar di tangan.


"Hei, gadis cantik. Di sini sangat berbahaya. Kenapa kau berani sekali melewati serigala-serigala itu? Aku akan menemanimu memetik rumput rumbai darah itu, hahaha!"


Serigala-serigala itu telah melirik dan siap menyerang dua orang yang mengusik mereka. Tentu saja pria itu adalah seorang yang paling harus bertanggung jawab atas semuanya.


"Kenapa orang itu mengacaukan segalanya? Aku masih belum memulihkan kekuatanmu sepenuhnya. Mengapa ada saja orang membuat masalah?" Lianhua menyesal karena tidak memperhatikan sekeliling.


"Hei, kenapa serigala-serigala terlihat menyeramkan? Hei, ini pasti karena kamu yang sembarangan melangkah sebelum aku! Gadis bodoh dari mana yang mengenakan ini? Untung wajahnya cantik. Jadi aku memaafkan kamu."


Serigala-serigala itu menyerang dengan cula di kepalanya. Sampai membuat batu besar hancur hanya karena terkena seruduknya. Lianhua kewalahan menghadapi semuanya sendiri. Namun ia berhasil melumpuhkan beberapa serigala dengan kekuatannya.


"Sialan! Kenapa kamu membuat serigala-serigala ini bangun? Hey, kamu yang membuat masalah di sini, bukan?" Pria itu bahkan tidak merasa bersalah dan menuduh Lianhua.


"Apa yang kau katakan? Sebelum kau datang, mereka sedang tidur. Serigala bercula satu itu adalah hewan spiritual yang tidur di siang hari. Namun ia tidak bisa diganggu oleh suara sedikit saja. Kau yang berteriak tadi. Kau yang membangunkan mereka semua."


Lianhua merasa tidak habis pikir dengan pria yang bahkan tidak dikenal. Bahkan membuat masalah untuknya. Setelah membuat masalah, pria itu pergi dengan terburu-buru.


"Maaf, aku tidak bisa menolongmu. Ini karenamu sendiri yang membangunkan mereka. Jadi tolong selamatkan dirimu sendiri. Akhh!" teriak pria itu. Setelah mendapatkan luka akibat serudukan serigala. Lalu tubuhnya tercabik oleh cakar serigala bercula satu.


"Kitab Dewi Bunga Lotus, mohon bantuanmu." Lianhua menggerakan tangannya untuk membuat serangan pisau angin. Lalu menggerakan kakinya untuk membuat perisai tanah.


***

__ADS_1


__ADS_2