
"Apa perlu ku katakan lagi? Kau!" Menunjuk ke arah Hua Mei Mei. "Hanya seorang perempuan yang hatinya dipenuhi iri hati dan rasa benci. Melihatnya saja membuatku muak."
Mata Hua Mei Mei melotot mendengar apa yang diucapkan pria tak dikenal. Meski ia terpesona oleh ketampanan pria tersebut, ia lebih tidak suka dikatai dengan perempuan iri hati. Walau kenyataannya ia merasa tidak senang dengan segala yang dimiliki oleh Lianhua.
Lianhua yang seharusnya menjadi keluarga inti, kini menyandang status sebagai keluarga cabang yang bahkan tidak diakui. Sebenarnya dia dan ibunya yang telah merampas hak-hak Lianhua bersama Hua Tianzhi. Namun ia merasa masih kurang jika Lianhua masih memiliki apa yang tidak ia punya.
Salah satu hal yang tidak dimiliki oleh Hua Mei Mei adalah kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Juga apa yang dikenakan oleh Lianhua saat ini. Hal itu juga yang membuatnya gelap mata dan seringkali melakukan percobaan pembunuhan. Meski pada akhirnya hanya kegagalan yang didapat.
"Kau hanya pria asing di kehidupan kami. Siapa kamu, beraninya mengatakan itu di depanku. Aku adalah Hua Mei Mei! Seorang yang mewarisi harta kekayaan keluarga Hua kelak."
Meski mengatakan dengan tegas dan gagah berani, nyatanya itu hanyalah gertakan semata. Ia juga tidak tahu nasib keluarga Hua kedepannya. Karena dipimpin oleh seorang wanita yang menghamburkan harta dan setiap malam mendatangi rumah bordir. Apalagi sebuah tempat yang paling terkenal di kota Chunfeng. Rumah Bordir Nyonya Yin, orang-orang biasa menyebutnya.
"Apakah saya peduli dengan itu semua? Yang aku pedulikan adalah Lianhua yang harus aku jaga. Ini adalah pesan terakhir Hua Tianzhi padaku. Lianhua, kau ikut denganku."
"Apa hubunganmu dengan bibi Tianzhi? Apakah kau adalah salah satu lelaki simpanannya?" tuduh Hua Mei Mei sambil menunjuk pria yang berani melawannya.
"Kurasa tidak ada gunanya bermain-main denganmu. Lianhua, kau masih ingat denganku, bukan?" tanya pria itu, menarik tangan gadis yang menjadi tanggung jawabnya untuk dilindungi.
Lianhua menengok ke belakang dan melihat pria asing yang belum pernah ditemui sebelumnya. Namun ia merasa pernah melihat pria yang berdiri di belakangnya. Pria yang setinggi itu, yang memiliki aura itu. Namun dengan tampilan yang berbeda. Kini ia seorang pria tampan dan bersih tanpa jenggot dan rambut panjang yang menghalangi.
"Ingat baik-baik. Namaku adalah Huo Feng Huang! Yang akan menjaga Lianhua Nushen seumur hidupku." Sebagai balasan atas pertolongan Lianhua dan Hua Tianzhi, Huo Feng Huang telah berjanji seumur hidupnya untuk menjaga Lianhua.
__ADS_1
Qionglin dan Shaoshang bahkan melotot dan meneteskan air liur saat melihat Huo Feng Huang. Pria tampan bak dewa turun ke bumi, mereka terhipnotis oleh pesona pria tampan itu.
"Ibu? Bagaimana keadaan ibu? Di mana dia sekarang? Katakan! Katakan di mana ibu berada?" cecar Lianhua dengan banyak pertanyaan. Ditunjukan pada pria yang mengaku Huo Feng Huang.
"Maafkan aku. Kita bicara di tempat lain saja. Akan ku jelaskan semuanya padamu," balas Huo Feng Huang. Ia khawatir akan mendapatkan penghalang jika berada di tempatnya sekarang. Karena merasa tiga perempuan itu tidak bersahabat pada Lianhua.
Selama tiga hari, Huo Feng Huang menyembuhkan diri dan bersembunyi dari kerumunan. Juga mencari semua informasi yang ada di kota Chunfeng. Namun yang disesali adalah tidak bisa mencari keberadaan Hua Tianzhi. Karena terlalu fokus mencari informasi di kota dan mendapat apa yang bisa digunakan untuk bertahan hidup.
"Jangan harap kalian bisa pergi dari sini! Jika tidak, kalian harus mati!" ancam Hua Mei Mei. Ia pun bersiap untuk bertarung dengan Huo Feng Huang. "Ayo kalian, nanti aku untuk membunuh dua orang ini!"
"Apa kau yakin, kita akan membunuh pria tampan ini juga, Mei Mei?" tanya Shaoshang ragu. Akan sangat disayangkan menyia-nyiakan pria tampan di depannya.
Tanpa dikomando, Qionglin maju menerjang. Menghunuskan pisau ke arah Huo Feng Huang dengan kecepatan tinggi. Ia kini mengubah mode bertarung, tanpa ragu menghunuskan senjata.
"Sayang sekali, kau bukan tandinganku. Butuh seribu tahun lebih, buatmu mengimbangi gerakanku." Huo Feng Huang tidak mau kalah. Ia sudah memegang pisau milik Qionglin.
"Sial! Sejak kapan pisaunya ada di tanganmu?" Qionglin tidak menyangka, serangannya dipatahkan sekejap mata. Bahkan tidak melihat Huo Feng Huang mengambil pisaunya.
"Masih belum!" teriak Shaoshang. Ia mengeluarkan rantai besi untuk mengikat pria yang awalnya membuat penasaran dan tertarik. Tapi karena diperintahkan untuk membunuh, ia mematuhi kehendak Hua Mei Mei.
"Ini juga! Terima ini!" Begitu juga dengan Hua Mei Mei yang menyerang dengan kipasnya. Sebuah kipas yang memiliki senjata rahasia berupa jarum beracun. Saat kipasnya dihentakan, keluar jarum-jarum beracun.
__ADS_1
Tanpa mengalami kesulitan berarti, Huo Feng Huang melompat dan membawa serta Lianhua. Ia hanya menghindari serangan kedua perempuan yang ingin membunuhnya. Dan akhirnya mereka hanya mengenai teman sendiri. Shaoshang terkena jarum beracun milik Hua Mei Mei. Sementara Hua Mei Mei terkena rantai besi yang dapat merobek kulit.
Qionglin masih belum menyerah. Kali ini ia menggunakan benang yang dilapisi energi qi. Yang ujungnya adalah jarum perak yang dapat menyalurkan energi qi. Kekuatan tingkat tinggi milik Qionglin memang sangat jarang ditemui.
Pria itu memutar tubuhnya sambil memeluk gadis yang harus dijaga. Kemudian melewati benang-benang yang melesat ke arahnya. Ia hanya tidak boleh terkena jarum perak. Maka dengan berdiri di atas benang, masih ada kemungkinan masih selamat.
"Ku akui kau adalah yang paling hebat di sini. Tapi masih belum cukup untuk sekedar melukaiku. Dan lihatlah kedua temanmu yang saling menyerang itu." Huo Feng Huang mengarahkan pandangan pada dua gadis yang tergeletak di tanah.
"Kau! Awas saja! Kali ini kami tidak bisa membunuhmu. Tapi suatu saat kalian akan menemui ajalnya." Qionglin kesal dan menarik kembali benang yang dilemparnya.
Pertarungan mereka hanya sesaat, setelah kekalahan dua perempuan yang langsung kalah dari satu kali serangan. Padahal tidak ada satu juruspun yang dikeluarkan oleh lawan. Hanya dengan menghindari serangan, dua orang langsung terkena senjata temannya.
"Kalian tidak apa-apa? Akan kubawa kalian ke tabib. Tapi di mana kita temukan tabib?" Kini Qionglin bingung karena rumah tabib sangat jauh.
Jika ingin mencari tabib, seharusnya sebagai anggota keluarga Hua bisa. Namun Hua Mei Mei tidak pernah belajar mengobati orang. Yang dipelajari hanya kemampuan bertarung. Hanya ada Lianhua yang paling dekat, yang seharusnya bisa mengobati kedua temannya.
"Tunggu! Lianhua! Kau harus menyembuhkan mereka dahulu! Bukankah kamu tahu ilmu pengobatan? Dan juga, ini adalah sepupumu sendiri?" Qionglin harus meminta pertolongan Lianhua karena tidak ada harapan lagi, kedua temannya bisa mati.
Namun Huo Feng Huang sudah menjauh dari tempat pertarungan. Baru ia sesali pertarungan yang dilakukan di atas bukit, jarang ada orang lewat. Tidak tahu harus melakukan apa untuk mengeluarkan racun di tubuh Shaoshang. Sementara Hua Mei Mei hanya terluka gores karena terkena rantai besi tajam.
***
__ADS_1