
Menurut perhitungan yang dikatakan Hua Tianzhi, Huo Feng Huang akan mendapatkan kekuatannya kembali. Namun harus mencarinya sendiri. Jika tidak, bisa mengumpulkan beberapa jenis tumbuhan atau hewan roh untuk diambil inti kehidupannya.
Setelah lama mencari, akhirnya pria itu sudah sampai di sebuah tempat yang gelap. Tanpa ada aura kehidupan yang tersisa. Hanya ada aura kematian di tempat yang tandus tersebut.
"Kurasa ini tempat yang dimaksud Hua Tianzhi. Sepertinya ini akan membutuhkan banyak waktu mencarinya."
Ingatan Hua Tianzhi yang disalurkan pada Feng Huang, telah diterima dengan baik. Dapat mengetahui kebenaran yang ada dalam alam langit. Ia juga mengingat beberapa hal terkait dengan itu. Sebuah tempat yang seharusnya tidak ada siapapun yang hidup di dalamnya. Bahkan rumput pun tidak ada. Sementara pohon-pohon yang berdiri tanpa ada rayap yang memakannya. Hanya mengalami pelapukan akibat hujan dan panas matahari.
Meski mendapat sinar matahari dan air hujan, ada gas beracun yang menyelimuti tempat tersebut. Mereka menyebut dengan Lembah Kehampaan. Sebuah lembah tandus dan kering tanpa adanya makhluk hidup yang diketahui. Namun tidak tahu apa yang ada di dalamnya.
"Jika orang biasa, membutuhkan dua hari untuk masuk ke tengah. Jika tidak bisa bernafas, akan segera mati dalam waktu cepat." Huo Feng Huang mulai mengukur kemampuannya sendiri untuk mencapai ke tengah-tengah.
Konon di pusat gas beracun ada sebuah mustika yang memiliki kekuatan magis luar biasa. Bahkan para dewa sekalipun tidak bisa memasuki area tersebut. Hua Tianzhi sendiri sudah mengalami hidup dan mati berkali-kali. Setelah mati, mengalami reinkarnasi dan selalu kembali ke tempat tersebut untuk membuat penawarnya. Ia sudah mencoba berbagai obat untuk menetralisir racun yang membunuhnya beberapa kali.
"Pantas Hua Tianzhi sudah mati beberapa kali saat masuk ke lembah kehampaan ini. Mungkin aku juga akan mati kalau tidak ada ini." Ada pil yang sudah disiapkan Hua Tianzhi sebelumnya. Telah diberikan padanya untuk mengambil mustika yang berada di dalam Lembah Kehampaan.
Sebelum memasuki Lembah Kehampaan, Feng Huang telah meminum pil yang diberikan Hua Tianzhi. Setelah itu ia terbang ke dalam lembah. Ternyata di dalam pun tidak bisa menggunakan qinggong sama sekali. Membuatnya mengalami kesulitan menghadapinya.
__ADS_1
"Inilah sebabnya Hua Tianzhi memberiku banyak obat. Ternyata dia sudah memperhitungkan semuanya." Setelah mengkonsumsi obat tersebut, ada waktu untuk bisa bertahan. Efek obat itu akan hilang setelah setengah hari. Maka setiap setengah hari, ia harus mengkonsumsi obatnya kembali.
Karena sudah diperhitungkan oleh Hua Tianzhi, pria itu hanya perlu melakukan perjalanan dengan berlari. Meski menghabiskan kekuatannya, ia akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya. Ini adalah kesempatan langka untuk mendapatkan kekuatan. Berharap tidak ada orang lain yang menginginkan mustika di dalamnya.
"Xixixixi ... ada orang yang memasuki Lembah Kehampaan ini. Sayang sekali, meski berhasil sejauh ini, tidak akan pergi terlalu jauh." Sesosok siluman yang menjaga Lembah Kehampaan. Ia mengintai dari atas batu besar.
"Hei, Tuan Xi, jangan tertawa cekikikan seperti itu. Kau membuatnya takut, tau?" Sesosok siluman lain yang berdiri dengan tegak. Membawa sebuah senjata besar.
"Ohh, Tuan Mu mau menghinaku? Xixixixix, mau berurusan denganku tidak akan mudah." Dengan kuku yang panjang berwarna putih, rambut yang juga putih panjang.
Kedua siluman yang menjaga tempat itu adalah siluman ular yang sudah hidup selama ribuan tahun. Mereka menjaga tempat itu karena menginginkan asap beracun untuk meningkatkan kultivasi. Kedua siluman ular sudah berlatih di tempat itu bersama para siluman lain. Namun semuanya mati karena tidak tahan dengan gas beracun. Sehingga hanya tinggal dua siluman ular yang selamat dan kultivasinya meningkat drastis.
Meski bisa menghadapi mereka, tempat yang ia datangi bukanlah tempat yang baik untuk beradu kekuatan. Apalagi kedua siluman itu terlihat berbahaya dan lebih hebat darinya. Dalam keadaan yang tidak menguntungkan baginya, tidak akan mudah meloloskan diri.
"Bagaimana? Sepertinya dia tidak lari, setelah merasakan keberadaan kita. Bahkan dia tahu kekuatan kultivasi kita. Ini sangat menarik perhatianku. Bagaimana kau bisa menjelaskan ini?" Mu Baoyan, siluman ular hijau yang berambut panjang dan cakar yang panjang.
Sementara Xixi Siang merupakan sosok siluman ular putih yang mengalami kebutaan. Namun masih bisa membunuh dengan kejam. Ia selalu mengandalkan kemampuannya dalam mendeteksi musuh. Dengan mencium bau, suara dan getaran.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah kita datangi saja orang itu? Kita akan mendapatkan makanan hari ini. Akhirnya selama lima puluh tahun, ada yang datang ke tempat ini. Terakhir seorang wanita yang cukup hebat yang pada akhirnya menjadi santapan kita berdua." Mu Baoyan sang siluman ular hijau bertanya terlebih dahulu.
Jika Xixi Siang tidak mau maju untuk menyerang pun, Mu Baoyan akan tetap menyerang. Tapi karena keadaan, mereka akan tetap maju karena rasa lapar. Meski bisa menahan lapar selama lima puluh tahun, kedua siluman ular sangat senang mendapat mangsa baru.
Yang mereka konsumsi untuk bertahan hidup hanyalah air hujan yang akan bercampur dengan gas beracun. Karena tidak ada sisa-sisa makhluk hidup. Dengan mengkonsumsi air hujan, membuat kekuatan mereka terus meningkat. Namun ada efek samping atas semuanya itu. Mereka akan menderita kesakitan yang teramat. Apalagi mereka tidak bisa keluar dari gas beracun.
Meski berulang kali mencoba, tidak semudah kelihatannya. Saat seseorang mencoba keluar dari Lembah Kehampaan, tidak ada jalan keluar sama sekali. Bahkan akan kehilangan kekuatan. Maka satu-satunya cara, mereka kembali lagi ke tempat itu untuk berkultivasi.
Lembah Kehampaan menjadi neraka bagi makhluk hidup. Bahkan seekor cicak atau kadal yang masuk akan mati karena udara panas dan racun yang terhisap ke saluran pernafasan. Menjadikan badannya kering kerontang. Hanya menyisakan tulang belulang saja.
"Hei, orang asing. Bagaimana caranya kau bisa memasuki Lembah Kehampaan ini? Tidak mungkin ini karena kebetulan bukan? Sepertinya kau juga sama dengan wanita yang datang lima puluh tahun lalu, bukan? Rasanya ini mrnjadi nostalgia kita bersama. Mari kita selesaikan dengan cepat."
"Hei, nostalgia bagaimana? Bukankah mereka dua orang yang berbeda? Asal kau tahu, dia seorang pria. Mungkin bukan Reinkarnasi dari wanita itu. Melainkan dia orang lain yang mendapat obat yang sama. Lihatlah di tangannya, ada obat seperti yang dimiliki wanita itu."
"Seperti apa yang dikatakan tuan Xixi. Setidaknya aku tahu mereka berbeda. Yang sama hanyalah obat itu. Namun kau juga akan mengalami hal sama. Kau akan masuk ke dalam perutku."
Mu Baoyan membuka kipasnya lalu menyerang dengan hempasan angin. Itu juga mengandung racun mematikan. Hanya serangan udara saja, memuat racun yang digabungkan dengan energi qi.
__ADS_1
Dengan menyerap racun di udara dan energi qi yang disatukan, menjadi senjata yang hebat seperti jarum beracun. Hanya bentuknya yang lebih besar dan tidak stabil.
***