
Setelah bermeditasi selama tiga hari di sebuah gua, Huo Feng Huang keluar dengan hasil yang memuaskan. Sekarang ia sudah meningkatkan kekuatan serta kultivasinya. Sehingga ia bisa meyakinkan Huo She bersaudara.
"Tidak kusangka, kamu berhasil mengendalikan Mustika Naga Kuno. Kau sangat hebat," ujar Huo She bersaudara yang sekarang sudah terpecah.
Saat tubuh Huo She bersaudara menyatu, mereka juga akan menghidupkan kembali yang sudah mati. Bahkan jika sudah menjadi debu sekalipun. Meski mereka harus berbagi kekuatan yang sama, setelah melakukan pembelahan diri.
Ke-lima belas Huo She pun kagum dengan kekuatan Huo Feng Huang. Saat ini Huo She bersaudara harus benar-benar kalah telak karena taruhannya. Maka mereka tidak bisa berbuat apapun.
Selama ini mereka berlatih dengan Mustika Naga Kuno sebagai media. Namun saat Mustika Naga Kuno itu diambil oleh orang yang ditakdirkan, mereka hanya bisa mawas diri. Tidak ada lagi yang dapat membuat mereka lakukan pada Huo Feng Huang itu.
"Sekarang aku sudah dapat mengendalikan Mustika Naga Kuno ini. Apakah ada yang ingin kalian katakan? Apa masih ada yang tidak menerimanya?" tanya Huo Feng Huang dengan kata-kata berwibawa. Karena memiliki kekuatan besar dalam dirinya.
"Kau bisa memiliki mustika itu sekarang. Kami akan meninggalkan desa ini kalau begitu. Selamat tinggal untukmu. Kami akan tinggalkan desa ini sekarang. Ayo saudaraku semua, kita tinggalkan tempat ini."
Huo She bersaudara pun meninggalkan tempat itu dengan tenang. Akibat kemarahan mereka, membuat desa hancur dan sudah membuat warga dalam ketakutan. Setelah kepergian siluman ular bersaudara itu, kehidupan warga akan damai dan tenang.
Terlihat warga yang melihat kepergian para siluman ular api menjadi lebih tenang. Mereka berkumpul dan merencanakan sesuatu dengan dipimpin oleh Hong Xiao.
__ADS_1
"Sialan! Aku akan membunuhmu! Ternyata kau bekerja sama dengan para siluman untuk membunuh ibuku!" Hong Xiao geram dengan sikap Huo Feng Huang yang berbangga diri setelah mendapatkan Mustika Naga Kuno itu. Ia membawa senjata tajam dan sudah mengumpulkan warga untuk membunuh Huo Feng Huang.
"Apa yang kamu lakukan, Hong Xiao? Aku tidak pernah membunuh ibumu. Dan kau dan ibumu sendiri yang mencuri Mustika Naga Kuno dari tempat siluman ular api itu. Dan kau juga yang telah membawa warga untuk menjadi makanan ibumu."
"Jangan asal tuduh seperti itu! Jelas-jelas kau yang bekerja sama dengan para siluman ular itu! Jangan-jangan kau juga sudah menjadi siluman, sama dengan mereka. Gara-gara kau dan siluman-siluman itu, kami kehilangan keluarga kami. Maka kau harus mati dan serahkan mustika itu!"
Huo Feng Huang tidak menyangka, selama ini Hong Xiao baik kepadanya. Namun sekarang membuat tuduhan palsu padanya. Wujud Song Li Wei yang menjadi seperti monster biru adalah karena perbuatannya memakan Mustika Naga Kuno. Sehingga nyawanya sangat rawan dan diharuskan memangsa manusia agar tetap hidup. Meski mereka beranggapan, yang memiliki Mustika Naga Kuno menjadi orang terhebat, nyatanya tidak berlaku bagi orang biasa.
Bagi manusia biasa, hanya akan menimbulkan efek buruk. Apalagi dengan cara yang tidak masuk akal seperti yang dilakukan oleh Song Li Wei. Untuk siluman ular api saja tidak berani memakan Mustika Naga Kuno secara langsung. Mereka berkultivasi dengan cara menyerap energi dari Mustika Naga Kuno tersebut.
Hong Xiao bersama warga ada yang percaya dengan Feng Huang dan ada yang lebih memilih percaya dengan Hong Xiao. Karena Hong Xiao adalah warga sekitar, yang sudah lebih lama tinggal daripada Huo Feng Huang.
Orang-orang yang mengikutinya juga menggunakan senjata untuk mengeroyok Huo Feng Huang yang tidak bersalah itu. Tetapi ia tidak bisa mengalahkan warga sekitar karena ketidaktahuannya. Namun ia harus menyadarkan Hong Xiao yang telah berbuat kesalahan. Yang mengakibatkan para penduduk mati dimakan oleh Song Li Wei.
"Kau harusnya sadar, Hong Xiao! Kau telah berbuat salah karena mencuri Mustika Naga Kuno untuk membunuh orang-orang tidak bersalah. Sampai kapanpun kalian tidak bisa melawanku."
"Berisik! Ayo semua, bunuh pria itu!" perintah Hong Xiao dengan rasa kesal memuncak. Ia berlari dan menyerang Huo Feng Huang yang dianggap lemah. Namun masih kewalahan mendaratkan luka.
__ADS_1
Huo Feng Huang membuat tingkat dari api. Api yang memiliki suhu yang panas dan siapapun yang terkena, seperti terbakar dan terkapar. Mereka menyerang Huo Feng Huang namun malah senjata mereka yang hancur dan meleleh.
"Orang itu pasti jelmaan iblis! Mengapa kita tidak bisa mengalahkannya?" tanya orang yang terkapar di tanah setelah terkena senjata yang diayunkan oleh orang yang akan dibunuh. Namun dia sendiri dan lainnya yang terkapar.
"Iblis! Mungkin dia adalah Raja Iblis! Karena kekuatannya sangat mengerikan seperti ini. Matilah kita semua." Orang lain juga membenarkan orang yang menyebut iblis pada Huo Feng Huang. Meski tubuh mereka sudah tidak kuat, mereka masih berusaha bangkit.
"Kalian manusia-manusia yang sangat bodoh. Sebaiknya aku meninggalkan tempat ini. Tidak ada baiknya jika tetap berada di sini." Huo Feng Huang pun sudah lelah dan melihat sekeliling. Pandangan matanya melihat rumah-rumah yang telah roboh dan banyak kehancuran karena kemarahan Huo She bersaudara.
Karena malas berdebat dengan orang-orang itu, Huo Feng Huang berpikir untuk meninggalkan pulau itu. Ia harus pergi mencari roh-rohnya yang tersebar di tiga alam. Ia masih memiliki tugas lain demi membalaskan dendam pada alam langit yang kejam padanya.
Satu-satunya tujuan yang dimiliki oleh pria itu adalah alam langit dan kehancurannya. Sehingga tidak perlu mengurus manusia yang berada di alam fana itu. Jika dendam terhadap manusia, manusia biasa tidak berdaya dan jelas dirinya yang akan dicap bertindak semena-mena.
"Kalian harus hidup dengan baik di pulau ini. Aku harus meninggalkan pulau yang tidak bersahabat baik denganku." Huo Feng Huang menghilang dari pandangan mata para warga desa pesisir.
"Ke mana orang itu? Apakah dia tidak membunuh kami? Sebenarnya apa yang sudah ku lakukan?" Hong Xiao kesal dan memukul tanah. Ia masih merasa sakit akibat pukulan dari Huo Feng Huang.
Semua yang terjadi di pulau yang berukuran kecil, membuat Huo Feng Huang sadar, pulau itu adalah sebuah tempat pengasihan. Karena di sekitar wilayah, tidak ditemukan pulau lainnya. Dengan sayapnya, ia berkeliling pulau tanpa perlu bersembunyi dari penduduk pulau yang terkapar. Mereka tidak bisa mengalahkan dirinya meski jumlah mereka lebih banyak.
__ADS_1
"Di sini tidak terlihat ada pulau besar maupun kecil. Sayang sekali, harus ke mana tujuanku selanjutnya?" Huo Feng Huang terbang menjauh dan tidak tahu arahnya ke mana. Yang pasti ia harus mencari apa yang diperlukan demi masa yang akan datang.
***