
"Lihatlah wajahmu yang keras kepala ini. Bahkan di ujung kematian pun, masih menatapku dengan berani. Memang layak disebut dengan raja iblis. Sayangnya kekuatanmu sangat lemah."
Dewa Penjaga Roh telah menjerat Huo Feng Huang dalam genggamannya. Saat ini ia berwujud menjadi seorang dewa yang berukuran sangat besar. Satu tangannya mencengkram tubuhnya.
"Kau hanya menjadi bawahan saja, selama berpihak pada langit. Sungguh mengkhawatirkan nasibmu, dewa tua sialan." Meski dalam keadaan tidak menguntungkan, Huo Feng Huang tetap saja tidak mau mengalah.
Dalam genggaman Dewa Penjaga Roh, masih berusaha melepaskan diri. Ia tidak bisa meminta bantuan pada siapapun lagi. Hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Ia berusaha membakar tubuhnya sendiri. Namun ia bahkan tidak bisa melakukannya. Kekuatannya berasa ditekan dengan kekuatan yang lebih besar.
"Kau seperti burung kecil di tanganku, Huo Feng Huang. Ini bukan soal kehebatan atau kekuatan besar yang dapat memenangkan pertarungan. Di antara kita tidak ada dendam sama sekali. Tapi sebagai dewa yang sudah hidup lebih lama, aku menyarankan kamu untuk tetap diam."
"Kau hanya dewa tua sialan! Apakah tidak ingin menghancurkan alam langit dengan kekuatanmu? Tidak sadar kah, kau hanya seorang budak Zhou Tianhuang? Kau sebenarnya tidak ada apa-apanya. Karena sudah tua, dia ingin membuangmu ke alam manusia. Karena apa? Kau tidak dibutuhkan di alam langit. Kau hanya dewa tidak berguna dan terbuang."
"Jaga ucapanmu, Huo Feng Huang. Kau tidak akan mengerti karena kau masih sangat muda dan terlalu naif. Aku tahu kau kecewa dengan alam langit yang memberimu hukuman langit. Tapi kau tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Kaisar Langit. Kau harus percaya padanya, dia tidak ingin tiga alam mengalami kehancuran."
"Tapi dia sendiri yang memulai kehancuran di tiga alam. Apakah kau sudah dibutakan dengan omongan Kaisar Langit? Kau sangat bodoh. Kau yang terlalu naif, dewa tua sialan!"
Mendengar perkataan Huo Feng Huang, membuat Dewa Penjaga Roh marah. Ia menggenggam erat tangannya. Menyakiti raja iblis yang tidak ada apa-apanyanya.
__ADS_1
Huo Feng Huang berteriak karena rasa sakit tidak terelakkan. Namun ia berusahalah kuat menahan rasa sakit yang melanda. Seluruh tulangnya terasa remuk karena tekanan yang begitu kuat dari Dewa Penjaga Roh.
Disaat dalam keadaan kritis, sangat sulit untuk bisa lolos dari cengkraman tangan yang sangat besar itu. Sekuat apapun berusaha, tak ada daya dan percuma. Tubuhnya hampir hancur dan darah mengucur dari mulut dan hidungnya.
"Sepertinya kau belum sadar juga, Huo Feng Huang. Sebenarnya kualifikasimu lumayan baik. Namun karena ramalan gila itu, membuatmu dihukum langit. Andaikan tidak ada ramalan itu, mungkin kau masih menduduki posisi sebagai dewa perang. Sayang sekali, kau memiliki hati iblis dalam dirimu."
Karena kekuatan Dewa Penjaga Roh sangat besar, Huo Feng Huang sampai tidak sadarkan diri. Sudah tidak sanggup bertahan mendapatkan tekanan dari tangan besar milik sang dewa.
"Mungkin dengan memenjarakanmu di artefak langit ini, kau akan sadar, perbuatanmu sangat salah. Sayang sekali, kau adalah keturunan dewa Feniks terakhir. Aku tidak ingin kau bernasib sama dengan kaum Naga Kuno. Tapi kulihat kau juga memiliki sedikit kekuatan naga kuno."
Dewa Penjaga Roh sadar, kekuatan Huo Feng Huang bisa saja melebihi dirinya jika mendapatkan seluruh rohnya. Bahkan menyatu dengan Mustika Naga Kuno. Itu akan menciptakan kekuatan besar dan mampu menghancurkan alam langit. Sebelum itu terjadi, maka ia harus mengurungnya di tempatnya.
Senjata yang dimaksud adalah pisau kuning milik Jin Shi Shen. Dewa Singa Emas adalah pemilik pisau kuning yang terkenal karena ketajaman dan kecepatan luar biasa. Hanya dengan melihat sekilas, ia sudah tahu itu adalah perbuatan Dewa Singa Emas.
"Jin Shi Shen, mengapa kau melakukan ini? Apakah kau juga ingin berkhianat dari alam langit? Kau sungguh tidak tahu malu. Siapa yang kau hadapi sekarang, kau hanya dewa pengganti Huo Feng Huang. Apakah kau ingin membunuh Dewa Feniks terakhir ini? Tidak akan kubiarkan."
"Nyatanya kaulah yang ingin membunuhnya, Dewa Tua! Saya diperintahkan oleh Kaisar Langit untuk membawa Huo Feng Huang ke hadapannya. Apakah kau meragukanku, hah?"
__ADS_1
Sosok Jin Shi Shen muncul di atap rumah yang masih tersisa. Ia mengendalikan pisau kuning karena ingin mencegah perbuatan Dewa Penjaga Roh. Ia juga sudah menyiapkan segalanya untuk mengalahkan siapapun yang menentang.
"Kau bisa mengurung dia dengan artefak milikmu. Tapi apa kau yakin, dia tidak akan lolos? Ketahuilah, kau tidak bisa menjaganya selamanya dalam genggamanmu. Kau bisa menyerahkan Huo Feng Huang padaku. Pasti dia butuh waktu untuk menyembuhkan lukanya. Sebelum dia pulih, aku bisa membawanya ke alam langit."
Dewa Penjaga Roh masih ragu pada dewa Singa Emas. Ia takut Jin Shi Shen akan berbuat kejam karena masa lalunya yang merupakan musuh dari Huo Feng Huang. Namun jika itu adalah perintah Kaisar Langit, ia tidak bisa mengabaikannya.
"Apakah kau tidak percaya padaku? Aku akan kembali ke alam langit untuk meminta titah langit. Mungkin ini akan lebih lama. Tapi Kaisar Langit sudah menunggu lama. Ini tidak bisa ditunda lagi sekarang. Saya juga takut mendapat hukuman langit kalau tidak membawanya. Karena akulah yang bersalah karena aku yang tidak bisa menangkap kembali. Karena ada bangsa iblis yang menyelamatkan dia."
"Kalau begitu, apalagi kau bisa dipercaya? Kalau begitu, akan kuserahkan Huo Feng Huang padamu. Kau bawalah dia dan sampaikan pada Kaisar Langit, saya ingin kembali ke langit."
"Aku akan mengatakan pada Kaisar Langit kalau begitu. Karena kau tidak ada tugas lagi di sini. Kau bisa menunggu titah langit di sini. Juga, kau berikan roh Huo Feng Huang sekalian. Karena kau sekarang sudah bebas dari tugas. Hanya saja aku harus melaporkan kepada Kaisar Langit."
"Baiklah ... kau bawa dia ke alam langit. Dengan bukti roh Huo Feng Huang, berarti kau sudah menemuiku sebelumnya. Dan bawalah dia dan potongan rohnya." Dewa Penjaga Roh pun menyerahkan Huo Feng Huang bersama dengan rohnya yang dikurung dalam sebuah bola kecil. Artefak langit yang bisa menjaga roh dewa.
"Terima kasih kau sudah bekerja sama denganku. Kau tenang saja, karena saya membawa artefak bola roh ini, membuktikan bahwa kita sudah bertemu. Sampai jumpa lagi ...."
Dewa Penjaga Roh sangat senang karena sebentar lagi ia akan kembali ke alam langit. Ia sudah berada di alam manusia selama seribu tahun untuk menjaga potongan roh Huo Feng Huang. Dengan perasaan senang, ia memperbaiki apa yang hancur dalam pertarungan. Mengembalikan bangunan seperti semula.
__ADS_1
***